Wednesday, June 6, 2012

Gunung Api Purba & Pantai Sadranan

Hellyessss!!!
Gue akhir-akhir ini sedang dirundung berbagai kejadian yang bikin galau. Pertama gak menang lomba, kedua .......... *sensor. Males ngomongnya.
Tapiiii sejak kemaren, Minggu 3 Juni 2012, gue kembali bahagia lagi! ha ha ha. Kenapa? Gue bisa menjalankan hobi lagi bareng temen-temen gue yang unyu Zeyn, Frino, Arkun. Kami, yang mengakui diri dengan sebutan SPARTAN, melakukan trip bersama-sama. Ya, kenapa cuma berempat? Tadinya kami rencana ngajak temen-temen sekelas, tapi karena beberapa faktor jadi gak jadi deh.
Trip kali ini agak beda dari sebelumnya, kemaren kita menuju 2 tempat yang berbeda, tapi sama kok, masih di bumi *jayus. Sebelumnya kami bingung mau kemana, tapi gue lagsung ngasih ide, "gmn kalo kita ke Gunung Api Purba?". Ya gue emang udah penasaran sama gunung itu, soalnya sepupu gue rekomendasiin katanya keren beud. Oke tempat pun sudah disepakati oleh kami berempat. Yeah berangkat!

Gunung Api Purba
Gunung ini terletak di Desa Nglanggeran, Patuk, Gunung Kidul, Yogyakarta. Jalur untuk menuju kesana cukup mudah karena cenderung hanya mengikuti jalan yang ada. Patokannya dari Bukit Bintang (pasti kalian tau kaaan bukit bintang?), ikutin jalan aja terus, sampe nanti ketemu perempatan Polsek Patuk. Harap diperhatikan! Pas ketemu perempatan, di sebelah kanan ada Polsek Patuk, nah arah Gunung Api Purba belok kiri, harus teliti, karena jalannya gak gede-gede banget. Kalo udah masuk jalan itu, yaudah lurus aja sampe kiamat ketemu pertigaan yang ada tulisan Gunung Api Purba. Pertigaan ini cukup besar kok, jadi pasti kalian ngeliat. Di pertigaan itu, belok kanan, nah ikutin jalan lagi sampe ketemu loket karcis! Tempatnya ada di sebelah kiri jalan, masuk aja ada parkirannya kok. Beli tiket masuk disitu, sangat sangat murah pemirsa harganya, cuma Rp.3000 + parkir Rp.1000 kita udah bisa nikmatin kekayaan alam Tuhan! Disini gue harus bilang WOW.

Ini adalah jalur pendakian di gunung ini.


Kok gue jadi kaya reporter biro perjalanan ya? Nih untuk selengkapnya bisa cek websitenya sendiri http://gunungapipurba.com/.

Jadi, kemaren kami
berempat gak kenal sama sekali sama medan di sini. Pakaian kami pun gak mirip sama sekali layaknya pendaki. Gue, Zeyn, Arkun pake sendal, bahkan pada akhirnya gue sama Arkun nyeker karena ketidakberdayaan sendal kami menempuh medan. Frino pake celana jeans ketat sama sepatu, dia lebih cocok mau ngedate sama cewe ketimbang mendaki haha. Tapi, setelah dilihat-lihat ternyata medan gunung ini cukup mudah bagi pemula. 4 puncak sudah kami capai di gunung (kayaknya lebih cocok disebut bukit deh) ini.
Berikut bagaimana kami menempuh pendakian di gunung/bukit ini...

Beli tiket masuk dulu
Pertama yang jelas ya beli tiket di loket, ternyata murah banget masuknya, gue juga kaget.
Nah, baru sebentar jalan, udah nemuin spot bagus.
Keren ini batu nya guede
Gunung ini identik dengan bebatuannya. Entah gue gatau batu-natu segede ini dateng darimana, sumpah gede banget. Jadi, jangan kaget kalo ada jalan sempit banget diantara 2 bebatuan besar. Nih salah satunya.
Batu yang sedikit membentuk lorong
Ini jalan pertama yang kecil diapit oleh 2 batu
Gak butuh waktu lama buat kami naik ke puncak yang pertama, ya kira-kira 15 menit doang. Jalan yang ditempuh pun gak begitu berat.
Jalan menuju puncak pertama
Jalan menuju puncak pertama
Di puncak pertama!
Nah setelah sampai puncak pertama, kok kami mikir kurang menantang ya? Jadi, kami memutuskan untuk naik semua puncak hahha. Kami pun mulai ngawur dengan menempuh jalan yang bukan jalur pendakian. Ets jangan khawatir, ternyata banyak juga kok pendaki yang ngambil jalan lain dengan pemikiran 'cari tantangan' mungkin. Ternyata medannya emang cukup menantang. Contohnya bingung jalan yang hampir ketutupan pohon kecil, jalan yang miring, jalan yang sempit banget karena diapit oleh 2 batu besar, jalan licin karena daun yang gugur, bahkan ada yang jalannya udah buntu dan kami terpaksa lompat-lompat batu supaya nemu jalan lagi, dll.
Sampai-sampai sendal Arkun dan gue jadi korbannya. Alhasil gue sama Arkun nyeker diperjalanan. Tapi gue diperjalanan pulang doang, nah si Arkun dari berangkat sampe pulang mendaki nyeker mulu haha.
Udah ah gamau panjang lebar cerita, soalnya liputan perjalanan kami sempat di abadikan lewat video, jadi silakan liat hal-hal menarik dan lucu selama perjalanan kami.

[video menyusul lagi dalam proses edit]

Nih foto-foto lainnya hehe.
Tempat istirahat di puncak kedua
Kemesraan antara Zeyn dan Frino
Sendal Arkun yang jadi korban keganasan medan
Hap-hap
Enakkk banget buat merenung sambil
teriak (gmn bisa merenung sambil teriak?)
Kemaren kami gak cuma ngunjungin Gunung Api Purba. Gue merekomendasikan lagi tempat yang asik buat dikunjungin, tempat itu adalah Pantai Sadranan, yeaah my fav beach so far in Wonosari.

Pantai Sadranan
Ini adalah kunjungan ke-3 gue kesini. Ternyata rame kemaren, ya maklumlah hari minggu. Kenapa sih gue suka banget ke pantai ini, pantai di Wonosari kan banyak banget? Gatau kenapa, gue udah pewe aja, like home. Kegiatan kemaren gak beda jauh sama yang gue lakuin sebelumnya, cuma beda orangnya aja, pertama gue kesini bareng UNY Jabodetabek, kedua gue kesini sama anak-anak dari Semarang, dan ketiga with The Spartan hahaha. Berenang, main pasir, guling-gulingan, dll pun dilakukan. Kemaren yang berenang cuma gue sama Arkun, Frino dan Zeyn gamau berenang soalnya mereka lagi menstruasi gak pake boxer, salah sendiri hha, alhasil mereka cuma curhat berdua sambil tiduran di pinggir pantai, gila romantis banget. Gue sama Arkun sih asik-asik aja berenang, saking asiknya si Arkun banyak menerima luka di kaki dan tangannya karena tergores karang haha belom tau medannya siih dia.

Keren gak muka gue kalo ditutupin pasir gini?
Sungguh nikmat berenang di sini
Zeyn: "Akulah pemilik pantai ini ha ha ha"
Frino: "Kapan ya gue bisa milikin pantai ini kaya Zeyn"

Oia ada salah satu objek besar yang cukup mengganggu pemandangan pantai ini. Adalah sebuah mobil yang seenaknya parkir di tepat pinggir pantai. Apa coba maksudnya, padahal parkiran deket banget sama pantai, jalan gak ada semenit! Mobil ini pun mendapat 'sentilan'. Sentilan itu berupa gak bisa jalan, alias stuck di tempat. Jadi mereka mau pulang, nah tapi mobilnya stuck sama pasir. Maju mundur di otak-atik tetep aja gak bisa keluar. Alhasil di hari yang semakin sore, air laut semakin naik karena pasang, dan mobil itu pun terkena ombak yang cukup bisa bikin nyesek pemiliknya, air laut kan bisa bikin karat besi, karat-karat tuh mobil. Mobil itu baru bisa keluar dari jeratan pasir setelah kami pengen meninggalkan pantai haha. Makanya jangan nakal-nakal ya, ikuti peraturan di tempat lo berkunjung ;).

Mobil ini sungguh mengganggu
Belum puas cuma nikmatin pemandangan dari pinggir pantai, gue pun mengajak yang lain untuk naik ke atas bukit dan melihat pemandangan laut dari atas. Wow sungguh indah meeeen. Ini kedua kalinya gue naik bukit ini. Disana kalian bisa merenung, bisa ngegalau ditemanin hembusan angin dan suara deburan ombak, bisa teriak-teriak sampe pita suara lo somplak, atau yang lebih ekstrim kalian bisa lompat indah dari bukit ini. Kami pun memilih cara yang kedua, apalagi gue yang paling semangat, dari awal sampe pulang gue nyanyi-nyanyi aja kenceng di sini, puaaaaaaassss sumpah (maklum lagi galau waktu itu).



Gak puas teriak sendiri, sebelum pulang pun kami semua kompak untuk teriak bareng-bareng, itu adalah momen yang sangat baik untuk melampiaskan kekesalan pemirsa. Kami pun turun dan pulang dengan hati yang plong.

Itulah bagaimana kami menikmati awal liburan di minggu tenang ini. Gak sabar buat ke tempat lain lagi libur UAS besok, yeaaaah..

4 comments: