Senin, 25 Oktober 2021

Solusi Energi untuk Pengelolaan Edge Data Center

Dukungan teknologi edge computing data center

International Data Corporation (IDC) memprediksi, pasar global untuk edge computing akan bertumbuh secara masif dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 12,5 persen per tahun atau sekitar 250,6 miliar dollar AS pada 2024. Bila dikonversi ke rupiah, angka ini setara dengan Rp 3.566 triliun.

Terlepas dari potensi pertumbuhannya yang besar, edge data center diperkirakan akan menyumbang konsumsi energi hampir dua kali lipat lebih besar dari data center tradisional pada 2035 atau sekitar 1112 Terra Watt per hour (TWh).

Penyebabnya bukan hanya lonjakan pertumbuhan edge, tetapi juga karena efektivitas penggunaan daya (PUE) edge data center yang lebih tinggi dibandingkan data center tradisional. Oleh karena itu, penerapan teknologi ini perlu didukung dengan pengelolaan cerdas dan berkelanjutan agar memberikan keuntungan maksimal bagi bisnis dan lingkungan.

Baca juga: Digitalisasi Rantai Pasok, Solusi Atasi Tantangan di Industri F&B

Ketahanan, keandalan, serta efisiensi, baik terkait performa infrastruktur edge maupun penggunaan energi, membutuhkan solusi digital canggih yang mempertimbangkan efisiensi dan sustainability.

“Salah satu solusi digital yang perlu dimiliki oleh edge data center adalah kemampuan pengelolaan dan pemantauan jarak jauh secara real-time. Mengingat lokasi edge data center yang tersebar di berbagai lokasi dan keterbatasan staf IT untuk melakukan pemantauan secara onsite,” ujar Yana.

Dukungan teknologi

Infrastruktur edge harus terhubung dengan internetof things (IoT) untuk memungkinkan pemantauan dan pengelolaan jarak jauh dari lokasi pusat.

Infrastruktur edge juga perlu didukung dengan platform pemantauan efektif yang memiliki kemampuan seperti analisis data, artificial intelligence (AI) untuk menemukan anomali dan masalah, memberikan peringatan, serta kemampuan perbaikan dari jarak jauh.

Baca juga: Bumi Semakin Panas! Upaya Dekarbonisasi Harus Dipercepat Segera

Dengan visibilitas dan kontrol penuh terhadap seluruh situs edge data center, profesional IT dapat secara proaktif melakukan diagnosis atas kinerja infrastrukturnya. Mereka juga dapat melakukan tindakan preventif sebelum timbul masalah yang lebih besar dan merampingkan siklus kerja.

Pemantauan jarak jauh tersebut pada akhirnya dapat berkontribusi dalam mengurangi biaya dan jejak karbon dari perjalanan staf IT ke lokasi edge.

Solusi dari Schneider Electric

Solusi perangkat lunak data center infrastructure management (DCIM) generasi berikutnya dari Schneider Electric, yakni EcoStruxture IT merupakan solusi berbasis cloud yang ideal untuk mengelola dan memantau situs edge.

Solusi EcoStruxture IT memberikan kemampuan visibilitas, pemantauan, serta manajemen yang dapat dimanfaatkan oleh profesional ataupun penyedia solusi TI untuk menjalankan lingkungan edge yang efisien dan bekerja menuju tujuan keberlanjutan.

Solusi itu mencakup akses ke data lake dengan algoritma dan keahlian domain dalam infrastruktur IT yang memberikan wawasan, visibilitas tepat, pemantauan jarak jauh 24/7, dan dukungan ahli di seluruh dunia.

Optimalisasi teknologi

Kapasitas dan kapabilitas digital staf IT dalam mengelola instalasi kritikal, seperti uninterruptible power supply (UPS) pada edge data center adalah salah satu tantangan terbesar. Monitoring and dispatch services dari Schneider Electric pun menyediakan layanan untuk mengelola perangkat sistem tersebut yang tersebar di beberapa lokasi edge.

“Dengan monitoring and dispatch services, mitra serta pengguna akhir dapat dengan mudah mengelola instalasi IT terdistribusi, menghemat waktu, dan mengurangi biaya operasional,” jelas Yana.

Baca juga: PLN dan Schneider Electric Jalin Kerja Sama Tingkatkan Digitalisasi Panel Listrik

Bagi mitra penyedia solusi IT, monitoring and dispatch services dari Schneider Electric dapat menambah portofolio mitra dalam menyediakan layanan kepada pengguna akhir atau perusahaan.

Tujuannya adalah untuk menyediakan layanan yang dapat mengoptimalkan sumber daya, meningkatkan efisiensi, dan menghindari downtime di situs edge computing.

Dengan menggabungkan pemantauan 24/7, troubleshooting, dukungan di tempat, dan penggantian suku cadang, layanan EcoStruxture IT dapat mengurangi waktu dan biaya perbaikan, memungkinkan staf IT fokus dalam pekerjaan strategis, serta meningkatkan efisiensi biaya operasional.

Selasa, 19 Oktober 2021

Digitalisasi Rantai Pasok, Solusi Atasi Tantangan di Industri F&B

Food waste terjadi di setiap rantai pasok pangan

Hai guys!

Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) dalam studi berjudul “Global Food Losses and Food Waste” menyebutkan, sekitar sepertiga atau 1,3 miliar ton makanan yang diproduksi untuk konsumsi manusia secara global terbuang per tahunnya.

Pangan terbuang terjadi di tiap rantai pasok, mulai dari lahan pertanian, pabrik pengolahan, distribusi, hingga ketika dikonsumsi oleh konsumen.

Hal tersebut menandakan bahwa banyak sumber daya yang digunakan untuk memproduksi pangan tersebut terbuang sia-sia, termasuk emisi gas rumah kaca yang dihasilkan akibat dari produksi dan distribusi pangan.

Ilustrasi food waste di setiap rantai pasok

Sebagai ilustrasi, bila hasil panen tidak sesuai warna atau bentuknya, hasil panen tersebut tidak memenuhi syarat untuk dapat dibawa ke pabrik pengolahan. Ketika dalam proses pengiriman ke pabrik pengolahan terdapat hasil panen yang rusak, seluruh hasil panen dalam satu palet tersebut akan ditolak.

Dalam proses pengolahan makanan juga tidak kalah banyaknya makanan yang terbuang. Salah satunya saat proses pengemasan makanan. Ketika posisi pelabelan atau pengemasan tidak sesuai standar, makanan tersebut tidak dapat dipasarkan. Transportasi dari pabrik ke pusat distribusi dan supermarket juga menjadi sumber kerusakan lain.

Lalu, akhirnya makanan tersebut sampai di rumah. Tak sedikit pula masyarakat yang tidak menghabiskan makanan. Memang, bisa dimasukkan ke kulkas untuk dikonsumsi di kemudian hari. Namun, pada akhirnya banyak yang membuangnya karena kedaluwarsa.

Solusi digitalisasi

Pemimpin transformasi digital dalam pengelolaan energi dan automasi Schneider Electric pun semakin mempertegas komitmen dalam mendukung proses digitalisasi di seluruh rantai pasok pangan untuk membangun sektor makanan dan minuman (food and beverage) yang lebih berkualitas serta berkelanjutan.

Sebagai Perusahaan Paling Berkelanjutan pada 2021 menurut Corporate Knights, Schneider Electric memiliki solusi digital yang dapat mendukung industri F&B mengatasi tantangan krisis pangan dan dampak lingkungan.

Solusi EcoStruxure for Food & Beverage dari Schneider Electric pun memungkinkan industri F&B mengintegrasikan seluruh rantai pasok pangan untuk meningkatkan visibilitas, transparansi, optimalisasi produksi, dan efisiensi energi.

Baca juga: Ngeri! Perubahan Iklim Semakin Nyata, Pemerintah Dunia Harus Mempercepat Upaya Dekarbonisasi

Cluster President Schneider Electric Indonesia and Timor Leste Roberto Rossi mengatakan, makanan terbuang sia-sia di sepanjang rantai pasok sangat meresahkan. Tidak hanya ketika memikirkan jumlah makanan yang terbuang, tetapi juga bagaimana dengan 1 miliar lebih orang yang kelaparan.

Sementara itu, permintaan akan makanan ke depannya tumbuh lebih besar lagi karena populasi dunia telah melewati angka 7 miliar kepala dan diperkirakan dapat mencapai 9 miliar manusia pada 2050.

“Untuk mengatasi tantangan itu, kita tidak hanya perlu untuk memproduksi bahan pangan lebih banyak lagi, tetapi juga memastikan rantai pasokan industri F&B dapat lebih efisien dan andal. Dengan begitu, makanan dapat diproses, disimpan, dan didistribusikan dengan aman serta sesuai standar operasi produksi (SOP),” kata Roberto.

Baca juga: Beberapa Sistem yang Harus Diperbarui Perusahaan Tambang di Era Industri 4.0

Digitalisasi rantai pasok pangan dengan pemanfaatan internet of things (IoT), artificial intelligence (AI), machine learning, dan digital twin pun menjadi solusi terbaik untuk mencapai tujuan tersebut.

Lebih transparan dan andal

Penggunaan teknologi digital di industri F&B, terutama di pabrik pengolahan bukan merupakan hal baru. Namun, pemanfaatan teknologi digital ini belum menyeluruh dan terintegrasi di seluruh rantai pasok, mulai dari sistem pertanian, sistem produksi pangan, sistem logistik, hingga sistem distribusi ritel.

Dengan digitalisasi rantai pasok pangan yang menyeluruh, industri F&B dapat memperoleh visibilitas dan kontrol yang lebih baik, meliputi proses bahan pangan diangkut ke pabrik, kondisi dan suhu penyimpanan pangan, pengiriman, serta detail informasi yang tercantum di dalam produk.

Baca juga: Bumi Semakin Panas! Upaya Dekarbonisasi Harus Dipercepat Segera

Pemanfataan AI dalam pengelolaan lahan pertanian juga membantu petani mengetahui informasi cuaca, kondisi tanah, dan sistem irigasi. Petani dapat mengambil tindakan yang dibutuhkan sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas dan kuantitasproduksi.

Sementara itu, pendekatan baru dalam pelabelan dan manajemen informasi produk berbasis digital dapat meningkatkan transparansi.

Hal tersebut memungkinkan konsumen untuk lebih banyak mengetahui informasi terkait produk makanan yang dikonsumsi serta membantu produsen untuk melakukan kontrol yang lebih baik terhadap kualitas produk dan mengambil tindakan cepat bila terdapat produk yang tidak sesuai standar, bahkan sebelum mereka mencapai rak etalase.

Baca juga: PLN dan Schneider Electric Jalin Kerja Sama Tingkatkan Digitalisasi Panel Listrik

“Dengan digitalisasi dan integrasi rantai pasokan, industri F&B akan memperoleh transparansi dan visibilitas yang dapat membantu pengambilan keputusan yang tepat berbasis data untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, mengoptimalkan setiap lini rantai pasok, mengurangi jejak karbon, meminimalisasi kerugian, serta pemborosan sampah makanan akibat gagal produksi,” jelas Roberto.

Senin, 18 Oktober 2021

Bumi Semakin Panas! Upaya Dekarbonisasi Harus Dipercepat Segera

Schneider Electric menyerukan seluruh negara untuk mempercepat upaya dekarbonisasi

Apakah kamu merasakan suhu bumi semakin panas? Cuaca per musimnya juga terkadang berubah silih berganti. Musim hujan terasa panas, sedangkan musim kemarau malah turun hujan.

Hal tersebut menandakan dampak perubahan iklim yang terjadi akhir-akhir ini semakin nyata. Gumpalan es di kutub juga terus mencair akibat suhu bumi yang kian memanas. Alhasil, hal ini menimbulkan efek domino dengan menyebabkan semakin meningginya batasan air laut di sejumlah wilayah bumi. Banjir bandang dan bencana alam lainnya pun tak terhindarkan.

Bila upaya dekarbonisasi tidak dilakukan segera dengan cepat, hal lebih buruk mungkin bisa terjadi.

Baca juga: PLN dan Schneider Electric Jalin Kerja Sama Tingkatkan Digitalisasi Panel Listrik

Chairman and CEO Schneider Electric Jean-Pascal Tricoire mengatakan, dunia harus mempercepat dekarbonisasi dan mengurangi separuh emisi karbon dioksida pada 2030.

Studi riset terbaru Schneider Electric bertajuk The2030 Imperative: A Race Against Time menunjukkan, dunia harus mengurangi emisi karbon sebesar 30-50 persen pada dekade ini untuk membatasi kenaikan suhu ke ambang batas 1,5 derajat Celcius seperti yang telah ditetapkan oleh Intergovernmental Panel for Climate Change (IPCC)

“Guna mewujudkannya, kami menyerukan kepada seluruh pemangku kepentingan dan perusahaan di seluruh dunia untuk melakukan upaya dekarbonisasi 3-5 kali lebih besar dari sebelumnya,” kata Tricoire dalam acara Innovation Summit World Tour 2021.

Baca juga: Gandeng Schneider Electric, Meratus Ingin Jadi Perusahaan yang Lebih Customer-Centric

Menurut Tricoire, perusahaan yang bergerak di industri berat dinilai memiliki peran penting dalam hal dekarbonisasi. Perusahaan bisa menerapkan teknologi digital dan meningkatkan elektrifikasi sebagai cara tercepat untuk mendekarbonisasi bangunan, transportasi, dan operasional industri di lingkungan kerja.

Schneider Electric, lanjut Tricoire, saat ini sudah menjadi bagian dari solusi untuk membantu banyak perusahaan mempercepat upaya dekarbonisasi.

“Sesuatu yang dibutuhkan perusahaan saat ini adalah mitra terpercaya yang dapat menggabungkan perencanaan strategis dan penetapan target dengan rekam jejak implementasi solusi yang terbukti memberikan hasil berkelanjutan,” katanya.

Baca juga: Penerapan IoT dan Edge Computing di Industri Pertambangan

Sebagai informasi, Schneider Electric merupakan salah satu pionir perusahaan yang fokus dalam hal efisiensi energi, pengelolaan energi, pengadaan energi terbarukan, pelaporan karbon, penilaian risiko iklim, dan dekarbonisasi rantai pasokan.

Perusahaan asal Prancis itu juga menyediakan perangkat lunak dan layanan konsultasi kepada lebih dari 30 persen anggota perusahaan Fortune 500, seperti Johnson & Johnson, Walmart, Faurecia, Kellogg, Takeda, Velux Group, Unilever, dan T-Mobile.

Sebagai bagian dari ambisinya untuk mendorong inovasi berkelanjutan dan membangun roadmap net-zero emission, Schneider Electric juga turut membantu perusahaan di banyak sektor untuk berinovasi dan beralih ke sistem terbuka yang dapat dioperasikan secara digital.

Baca juga: Yuk Bergerak, Negara Harus Lakukan 3 Tindakan Atasi Perubahan Iklim

“Konvergensi antara digital dan listrik dalam skala besar dengan perangkat lunak menjadi salah satu solusi. Listrik membuat energi menjadi hijau dan vektor terbaik untuk dekarbonisasi. Digital membuat energi menjadi cerdas untuk mendorong efisiensi dan menekan pemborosan. Konvergensi ini menghasilkan ‘Electricity 4.0',” ujar Tricoire.

Tricoire pun menjabarkan beberapa inovasi yang telah dihadirkan oleh Schneider Electric dalam rangka percepatan dekarbonisasi. Berikut ulasannya.

1. Smart home

Schneider Electric juga telah meluncurkan serangkaian solusi smart sustainable home yang membantu mengurangi pemborosan energi di dalam rumah. Untuk diketahui, rumah tangga diproyeksikan menjadi konsumen listrik terbesar dan penyumbang emisi karbon terbesar sebesar 34 persen pada 2050.

2. Jaringan listrik digital

Jaringan listrik digital menjadi inovasi terdepan untuk dekarbonisasi di lingkungan perusahaan. Schneider Electric pun meluncurkan rangkaian teknologi SF6 untuk mewujudkan net-zero emission.

Adapun teknologi tersebut turut diperkuat oleh RM AirSeT Ring Main Unit, Switchgear Modular, dan MCSeT Active Medium Voltage Air Insulated Distribution Switchboard.

3. Data center

Schneider Electric baru saja meluncurkan APC Smart Uninterruptable Power Supply (UPS) Ultra 5kW. UPS ini dirancang untuk memberikan lebih banyak daya, fleksibilitas, dan pemantauan cerdas dengan ukuran terkecil.

Dengan pemanfaatan alat tersebut, sejumlah pengguna jasa data center Schneider Electric pun telah mengurangi jejak karbon mereka sebesar 37 persen.

4. Sistem distribusi listrik cerdas

Schneider Electric meluncurkan berbagai produk tegangan rendah berupa TeSys Giga, Canalis Busbar, PrismaSeT Active, New Gen ComPacT, TransferPacT, dan produk digital EcoStruxure Power yang disinyalir lebih aman dan memenuhi asas keberlanjutan.

Dengan upaya yang telah dilakukan tersebut, Schneider Electric percaya bahwa semua pihak bisa mempercepat target dekarbonisasi demi bumi tercinta.

Selasa, 12 Oktober 2021

PLN dan Schneider Electric Jalin Kerja Sama Tingkatkan Digitalisasi Panel Listrik

Schneider Electric dan PLN jalin kerja sama untuk perbaiki digitalisasi panel listrik

Schneider Electric, pemimpin transformasi digital dalam pengelolaan energi dan automasi mendukung rencana digitalisasi PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jakarta Jaya (PLN UID Jaya) dengan melakukan kerja sama uji coba digitalisasi panel listrik.

Pada tahap awal, Schneider Electric telah memasang dan mengoperasikan produk Smart Ring Main Unit (RMU) Kubikel TM Fully Gas Insulated di Gardu PLN UP3 Lenteng Agung, Jakarta Selatan yang diintegrasikan dengan sistem SCADA di kantor UP2D Jakarta Raya.

Sebagai informasi, Smart RMU Kubikel TM Fully Gas Insulated merupakan solusi dari Schneider Electric yang memungkinkan optimalisasi performa panel listrik, meningkatkan keamanan dan keandalan distribusi listrik di lingkungan yang kurang mendukung, serta memungkinkan pengelolaan biaya operasional dan pemeliharaan yang lebih efisien.

Baca juga: 3 Tindakan yang Harus Dilakukan Negara dan Industri untuk Mengatasi Perubahan Iklim

Smart RMU terkoneksi dengan arsitektur EcoStruxure Grid yang dapat mengintegrasikan dan mengelola data untuk pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan.

Solusi tersebut telah dilengkapi dengan sensor termal nirkabel dan aplikasi telepon pintar yang menggantikan infra-red thermal scanning. Sensor termal nirkabel dapat memberikan peringatan dini terhadap suatu kondisi yang berpontensi memicu terjadinya masalah koneksi dan potensi kebakaran atau percikan api akibat gangguan arus hubungan singkat.

Smart RMU Kubikel TM Fully Gas Insulated

Adapun pemanfaatan produk Smart RMU dari Schneider Electric memungkinkan PLN melakukan kontrol jarak jauh terhadap performa panel, efisiensi waktu pemeliharaan, meningkatkan akurasi pembacaaan arus tengangan panel, dan meningkatkan keamanan staf teknis terhadap potensi kecelakaan kerja.

Baca juga: Beberapa Sistem yang Harus Diperbarui Perusahaan Tambang di Era Industri 4.0

Melalui pemanfaatan teknologi digital berbasis Internet of Things (IoT), PLN dapat mengintegrasikan proses, membuat keputusan yang lebih akurat berbasis data, serta tetap kompetitif dalam mendukung kebutuhan distribusi listrik yang lebih aman, andal, efisien, dan sustainable di era industri 4.0.

Sebagai mitra digital dalam pengelolaan energi dan automasi, Schneider Electric berkomitmen untuk terus mengembangkan solusi-solusi inovatif yang tidak hanya berdampak terhadap performa bisnis pelanggan, tetapi juga memberikan dampak lingkungan dan prinsip keberlanjutan.

Sebagai informasi, Schneider Electric juga memiliki solusi Kubikel TM SF6 Free yang lebih ramah lingkungan karena tidak menggunakan gas SF6 yang berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca.

Baca juga: Sambut Industri 4.0, System Integrator Harus Punya Sertifikasi Industrial Edge Computing

Ke depan, Schneider Electric berencana melakukan kerja sama uji coba lanjutan dengan pihak PLN untuk mengimplementasikan solusi Kubikel TM SF6 Free  di gardu listriknya.

Senin, 11 Oktober 2021

Gandeng Schneider Electric, Meratus Ingin Jadi Perusahaan yang Lebih Customer-Centric

Schneider Electric jalin kerja sama strategis dengan Meratus

Schneider Electric baru saja menjalin kerja sama dengan Meratus. Seperti diketahui, Schneider Electric merupakan perusahaan yang berfokus pada transformasi digital dalam pengelolaan energi dan automasi. Sementara, Meratus merupakan salah satu perusahaan maritim dan logistik Indonesia yang menyediakan solusi transportasi point-to-point.

Nota kesepahaman yang telah ditandatangani menetapkan model co-creation berkelanjutan melalui kolaborasi yang akan menilai dan meninjau aspek-aspek penggerak bisnis strategis yang meliputi pengalaman pelanggan, kinerja operasional, strategi sustainability, platform data, dan model bisnis komersial.

Baca juga: Kebutuhan Sektor Industri Meningkat, Schneider Electric Hadirkan Sertifikasi Industrial Edge Computing

Melalui kerjasama tersebut, Schneider Electric akan bersama-sama membuat peta jalan yang dapat mendukung transformasi digital Meratus menjadi bisnis yang lebih customer-centric, berkelanjutan, serta efisien.

Bersama-sama, keduanya berkomitmen untuk mengurangi tantangan logistik dan layanan yang kompleks. Kedua perusahaan juga ingin menciptakan solusi yang dapat mengurangi jejak karbon dan memberikan kecepatan, visibilitas, serta pengalaman luar biasa kepada konsumen.

Untuk diketahui, Schneider Electric menghadirkan keahlian konsultasi, solusi digital dan data, serta kemampuan eksekusi terbaik. Melalui unit bisnis process automation, Schneider Electric mendukung proses transformasi digital klien di seluruh Asia Pasifik dari berbagai sektor industri, seperti logistik, rantai pasokan, minyak dan gas, serta pembangkit energi.

Baca juga: Beberapa Sistem yang Harus Diperbarui Perusahaan Tambang di Era Industri 4.0

CEO Meratus Farid Belbouab mengatakan, Schneider Electric memiliki pendekatan kolaboratif yang andal serta memiliki kepemimpinan dan keahlian yang mumpuni di sektor logistik dan maritim. Keunggulan ini akan membawa nilai signifikan bagi pasar Meratus.

“Bermitra dengan Schneider Electric, berarti kami dapat memanfaatkan pengalaman mereka untuk terus membawa perubahan bagi industri dan membangun peta jalan yang lebih berkelanjutan untuk ekosistem kami,” jelas Farid.

Adapun kerangka implementasi tersebut nantinya akan mencakup pendefinisian kembali tujuan bisnis, mengeksplorasi pengalaman lebih yang dapat diberikan kepada konsumen, meningkatkan keterlibatan dan mengevaluasi apa yang terbaik untuk mengatasi tantangan, serta diikuti dengan pendekatan pengembangan dan solusi bersama yang dibutuhkan untuk mendorong adaptasi, pengoptimalan, dan perbaikan.

Baca juga: Schneider Electric Indonesia Peroleh Pengakuan sebagai Great Place to Work

Senior Vice President Process Automation APAC Schneider Electric Neil Smith menyambut baik kerja sama tersebut. Pihaknya merasa terhormat menjadi mitra Meratus untuk bisnis dan transformasi digitalnya.

“Semangat kami dalam meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan operasional sangat sesuai dengan ambisi Meratus dalam meningkatkan kinerja bisnis dan mengurangi jejak karbon,” ujar Neil.

Sabtu, 25 September 2021

Beberapa Sistem yang Harus Diperbarui Perusahaan Tambang di Era Industri 4.0

transformasi digital pada industri pertambangan

Transformasi digital pada sektor pertambangan membutuhkan banyak perencanaan dan visi. Teknologi lama, seperti peralatan listrik dan protokol komunikasi harus diperbarui. Perusahaan pun sekarang minimal harus menggunakan Windows 10 dan mesin virtual yang terhubung ke infrastruktur cloud serta jaringan edge computing.

Protokol yang lebih baru mendukung konvergensi teknologi informasi (IT) dan teknologi operasional (OT) serta memungkinkan manajemen jarak jauh dan akses data yang lebih mudah.

Baca juga: Kebutuhan Sektor Industri Meningkat, Schneider Electric Hadirkan Sertifikasi Industrial Edge Computing

Dengan demikian, pembaruan jaringan menjadi kunci penerapan sistem pengumpulan data dan analitik yang memungkinkan pemantauan real-time serta pemeliharaan prediktif.

Untuk mendukung konvergensi IT/OT dan operasi yang terhubung, industri pertambangan perlu menerapkan Industrial Internet of Things (IIoT) dan jaringan edge computing. Jaringan IIoT mengirimkan data yang diambil dari sensor di lokasi. Sementara, jaringan edge memproses dan menganalisis data tersebut secara real-time.

Tantangan dan solusi

Semua perubahan yang terjadi di sektor tambang memunculkan beragam tantangan. Tantangan terbesar adalah penggunaan sistem cyber security. Saat industri tambang menerapkan sistem baru dan menjadi terhubung, mereka harus memastikan bahwa semuanya dilindungi melalui praktik dan teknologi cyber security terbaik.

Cyber attack atau serangan siber adalah bahaya yang selalu ada. Tantangan lain melibatkan keselamatan operasional dan kebutuhan akan keahlian untuk merencanakan dan melaksanakan transformasi digital. Sebagian besar perusahaan tidak memiliki semua keahlian dan pengalaman teknis yang diperlukan untuk transformasi digital sendiri.

Baca juga: 3 Tindakan yang Harus Dilakukan Negara dan Industri untuk Mengatasi Perubahan Iklim

Schneider Electric sebagai salah satu perusahaan yang memiliki fokus dalam membatu transformasi digital industri tambang pun tak tinggal diam. Melalui kecanggihan platform EcoStruxure for Industry, Schneider Electric menghadirkan visibilitas, pemantauan, dan manajemen jarak jauh untuk meningkatkan efisiensi serta keamanan perusahaan.

Schneider Electric juga menyediakan sistem dan layanan untuk mengoptimalkan kinerja aset untuk memungkinkan kerja jarak jauh, menyediakan akses jarak jauh untuk pemecahan masalah (Secure Connect), akses kapan saja/di mana saja untuk diagnosis (Augmented Operator), dan platform layanan berbasis cloud yang melacak peralatan dari jarak jauh (Machine Advisor).

Rabu, 22 September 2021

3 Tindakan yang Harus Dilakukan Negara dan Industri untuk Mengatasi Perubahan Iklim

aksi mengatasi pemanasan global harus dilakukan oleh semua negara

Sejumlah fenomena buruk terjadi akhir-akhir ini. Es di kutub semakin banyak mencair, banjir bandang terjadi di mana-mana, hujan di musim kemarau, udara panas di musim hujan, dan lain sebagainya. Kejadian-kejadian tersebut merupakan contoh dampak pemanasan global.

Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menunjukkan bahwa emisi global perlu dikurangi sebanyak 30-50 persen pada 2030 agar dampak yang terjadi tidak semakin parah. Hal ini harus diperjuangkan untuk membatasi kenaikan suhu global hingga 1,5 derajat.

Baca juga: Dapat Penghargaan Lagi, Schneider Electric Jadi Perusahaan dengan Label Great Place to Work

Riset terbaru yang dilakukan oleh Schneider Electric menunjukkan bahwa diperlukan pengurangan emisi 3-5 kali agar kita berada di jalur yang tepat untuk memenuhi target tersebut. Untungnya, masih ada waktu untuk mencapai tujuan ini dengan beberapa solusi.

Analisis Schneider Electric menunjukkan bahwa wilayah Amerika Utara, Eropa, Cina, dan negara-negara Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) Asia menyumbang 70 persen dari emisi karbondioksida global.

Baca juga: Kebutuhan Sektor Industri Meningkat, Schneider Electric Hadirkan Sertifikasi Industrial Edge Computing

Elektrifikasi, digitalisasi, dan renovasi untuk meningkatkan efisiensi energi diprediksi akan menjadi solusi mutakhir untuk mengurangi emisi. Ambil contoh bangunan. Adopsi teknologi listrik dan digital secara luas, seperti pompa panas dan sistem manajemen energi digital, dapat mengurangi penggunaan energi gedung hingga 40 persen.

Terdapat tiga tindakan utama yang harus dilakukan oleh semua negara untuk mendukung target tersebut.

1. Fokus menangani sektor industri tertentu

Dalam wacana global, banyak perhatian diberikan pada kebutuhan untuk mengurangi emisi yang timbul dari sektor-sektor yang sulit diatasi, seperti industri berat dan pelayaran jarak jauh.

Meskipun memajukan solusi di industri tersebut akan punya dampak besar dalam mencapai zero emission pada 2050, belum banyak solusi yang dapat diterapkan dalam skala besar. Oleh karena itu, negara harus fokus menangani industri lain yang lebih mudah dan memiliki dampak lebih besar pada peningkatan penyerapan teknologi hijau yang telah dikembangkan.

2. Modernisasi kerangka kebijakan untuk memfasilitasi tujuan dekarbonisasi

Kerangka kerja legislatif saat ini secara diam-diam mempromosikan penggunaan produk atau sumber bahan bakar yang kurang ramah lingkungan. Misalnya, di Uni Eropa, tarif pajak untuk penggunaan listrik rata-rata empat kali lebih tinggi daripada penggunaan gas dengan jumlah sama.

Kerangka kerja umum harus diadopsi untuk menyalurkan investasi, memantau kemajuan, serta menghargai pengadopsian produk dan praktik yang lebih ramah lingkungan.

3. Bisnis punya peran besar untuk dimainkan

Pengembangan rantai nilai yang efektif dan efisien menjadi kunci untuk memastikan bahwa teknologi terbarukan membawa dampak positif yang signifikan. Untuk memfasilitasi ini, perusahaan harus mempercepat ambisi lingkungan mereka menjelang 2030 dan mendukung usaha kecil menengah (UKM) dalam rantai pasokan mereka. Tujuannya sudah jelas, yakni mengurangi emisi yang dihasilkan UKM dalam skala besar.

Tantangan yang kita hadapi saat ini sampai 2030 sangat besar. Namun, solusi untuk mengatasinya sudah ada. Langkah yang tersisa adalah kapan dan bagaimana kita bertindak.

Jumat, 17 September 2021

Kebutuhan Sektor Industri Meningkat, Schneider Electric Hadirkan Sertifikasi Industrial Edge Computing

ilustrasi teknologi informasi 4.0

Perusahaan global terkemuka dalam transformasi digital di pengelolaan energi dan automasi, Schneider Electric memperkenalkan sertifikasi Industrial Edge Computing untuk mendukung system integrator memperkuat keahliannya terkait penerapan dan integrasi edge computing sebagai bagian dari kebutuhan transformasi digital industri. 

Adapun sertifikasi tersebut terbuka untuk semua system integrator yang mendaftar melalui mySchneider Personalized Experience, program bagi mitra Schneider Electric yang menyediakan dukungan fasilitas, informasi, insentif, dan pelatihan berfokus pada solusi infrastruktur fisik teknologi informasi (TI).

Schneider Electric memprediksi, penerapan edge computing di sektor industri  akan terus meningkat, mengingat efektivitas edge computing yang dapat mengurangi latensi dan menghadirkan kecepatan serta ketahanan untuk mendukung automatisasi, kecerdasan buatan, pembelajaran mesin, dan teknologi Industri 4.0.

Baca juga: Mewujudkan Pengelolaan Air Bersih dengan Smart Water Management

Untuk mengambil peluang tersebut, system integrator perlu memberikan jaminan kompetensi guna memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan. Hal inilah yang melatarbelakangi inisiatif Schneider Electric dalam menyediakan pelatihan dan sertifikasi terkait Industrial Edge Computing yang mencakup pengetahuan terkait edge computing, manfaat bagi sektor industri, cara pengimplementasiannya, dan faktor lain yang perlu diperhatikan. 

Para system integrator juga akan memperoleh pengetahuan yang mendalam mengenai solusi dan layanan edge computing dari Schneider Electric.

Pelatihan dan sertifikasi Industrial Edge Computing dilakukan secara online. Istimewanya, peserta bisa mengatur jadwal secara fleksibel untuk mengikuti pelatihan. Di akhir kurikulum, peserta pelatihan akan mengikuti ujian untuk dapat memperoleh sertifikasi.

Baca juga: Dapat Penghargaan Lagi, Schneider Electric Jadi Perusahaan dengan Label Great Place to Work

System integrator yang telah tersertifikasi juga akan dapat menikmati berbagai fasilitas, dukungan teknis, dan jaringan kemitraan dari Schneider Electric. Salah satunya, mendapatkan akses langsung ke Local Edge Configurator Schneider Electric melalui portal mySchneider.

Konfigurator tersebut memungkinkan mereka merancang solusi komputasi canggih dengan infrastruktur fisik, manajemen, layanan, dan keamanan fisik terbaik di kelasnya.

Melalui konfigurator, system integrator dapat mengakses desain referensi industrial edge computing, meliputi solusi lengkap yang telah dikonfigurasi sebelumnya yang semua komponennya telah diuji dan divalidasi.

Baca juga: Bangun Fondasi Infrastruktur Digital, Bank Digital Perlu Prefabricated Data Center

Di lain sisi, Schneider Electric juga menyediakan platform kolaborasi Schneider Electric Exchange untuk menyatukan para inovator dan pakar digital serta menyediakan sumber daya teknologi melalui API, wawasan terkait data, software development kit (SDK), akses jaringan ke komunitas, dan digital marketplace.

Komunitas system integrator juga dapat berinteraksi dengan calon mitra dan klien, mendemonstrasikan keahliannya serta terlibat langsung dengan para pakar di dalam Industrial Edge Computing Forum yang dapat diakses di Schneider Electric Exchange.

Membangun ekosistem kemitraan global yang melibatkan system integrator bersertifikat dalam teknologi operasional dan teknologi informasi, penyedia layanan, dan distributor menjadi salah satu kekuatan Schneider Electric

Baca juga: Mari Sambut Electricity 4.0, Era Baru Energi Masa Depan

Melalui ekosistem tersebut, kolaborasi dapat tercipta dengan memanfaatkan platform terbuka yang memungkinkan sektor industri memaksimalkan pemanfaatan teknologi industri 4.0 untuk meningkatkan ketahanan dan kelincahan operasional.

Kamis, 09 September 2021

Dapat Penghargaan Lagi, Schneider Electric Jadi Perusahaan dengan Label Great Place to Work

Ilustrasi karyawan bahagia

Schneider Electric Indonesia baru-baru ini memperoleh sertifikasi Great Place to Work. Tak hanya kantor di Indonesia saja, perusahaan global terkemuka yang fokus dalam transformasi digital di pengelolaan energi dan automasi itu juga mendapatkan sertifikasi serupa di lima kantor perwakilan lainnya di Asia Tenggara.

Sertifikasi itu menjadi sebuah pencapaian dan pengakuan atas usaha berkelanjutan dalam membangun perusahaan terbaik bagi karyawan dengan memberikan tujuan bermakna, menjunjung budaya inklusi, berdaya, dan mandiri.

Baca juga: Bangun Fondasi Infrastruktur Digital, Bank Digital Perlu Prefabricated Data Center

Sebagai informasi, Great Place to Work merupakan sebuah organisasi global yang berfokus pada budaya perusahaan. Sejak 1992, organisasi ini telah menyurvei lebih dari 100 juta karyawan di seluruh dunia. Great Place to Work juga membantu organisasi dan perusahaan mengukur budaya mereka serta menciptakan pengalaman kerja lebih baik guna menghasilkan produktivitas lebih optimal.

Adapun Great Place to Work telah melakukan survei kepada lebih dari 11.000 karyawan Schneider Electric di enam kantor perwakilan di Asia Tenggara untuk mengetahui kepuasan, kepercayaan, dan dampak yang dirasakan karyawan selama bekerja di perusahaan.

Beberapa indikator yang disurvei mencakup kepercayaan terhadap kredibilitas manajemen (credibility), rasa dihargai (respect), perlakuan yang setara dan adil (fairness), kebanggaan terhadap perusahaan (pride), dan rasa kebersamaan (camaraderie).

Baca juga: Mewujudkan Pengelolaan Air Bersih dengan Smart Water Management

Cluster President Schneider Electric Indonesia and Timor Leste Roberto Rossi mengatakan, Schneider Electric menjadi perusahaan yang hebat karena orang-orang di dalamnya yang juga hebat. 

“Kami bangga memperoleh pengakuan sebagai Great Place to Work. Terlebih, pada saat kondisi pandemi Covid-19. Hal ini menjadi bukti komitmen kuat kami untuk kesejahteraan dan inklusivitas terhadap semua orang dalam organisasi di kondisi seperti apapun,” kata Roberto.

Untuk diketahui, generasi pekerja saat ini tidak hanya mengejar aspek finansial, tetapi juga aspek sosial. Para pekerja mau berkontribusi lebih untuk bekerja dengan tujuan yang lebih besar.

Hasil survei yang dilakukan oleh Great Place to Work menunjukkan bahwa nilai-nilai perusahaan yang menekankan pada kontribusi dan dampak terhadap masyarakat dan komunitas serta nilai inklusivitas menjadi salah satu aspek penting terhadap tingkat kepuasan dan kebanggaan karyawan pada perusahaan.

Baca juga: Mari Sambut Electricity 4.0, Era Baru Energi Masa Depan

Selain itu, aspek perlakuan yang adil dan setara, fleksibilitas dalam bekerja, serta perhatian perusahaan terhadap pengembangan dan pemberdayaan tiap-tiap karyawan juga menjadi aspek vital yang memberikan skor tertinggi bagi karyawan Schneider Electric.

“Kami bangga mendapatkan kepercayaan dari para karyawan kami sebagai Great Place to Work. Di Schneider Electric, kami memiliki tujuan untuk memberdayakan semua orang dan memanfaatkan energi serta sumber daya sebaik-baiknya. Hal ini untuk menjembatani antara kemajuan dengan keberlanjutan untuk semua. Misi kami adalah menjadi mitra digital untuk keberlanjutan dan efisiensi,” jelasnya.

Komitmen tersebut Schneider Electric tunjukkan melalui inovasi solusi yang dikembangkan dan penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan di tiap kegiatan bisnis serta operasional

Rabu, 01 September 2021

Bangun Fondasi Infrastruktur Digital, Bank Digital Perlu Prefabricated Data Center

Ilustrasi perbankan digital di Indonesia

Akhir-akhir ini, pertumbuhan layanan perbankan digital di Indonesia memiliki potensi yang besar. Pasalnya, masih banyak masyarakat yang belum memiliki akses terhadap layanan perbankan. Menurut Bank Dunia, sekitar 95 juta orang Indonesia belum memiliki rekening bank. Uniknya, dari 95 juta orang tersebut, 60 juta di antaranya memiliki telepon selular.

Dengan akses seluler dan internet, layanan keuangan digital disinyalir dapat menjadi solusi tepat dalam menjembatani penyediaan akses layanan yang belum terjamah oleh bank konvensional.

Baca juga: Mewujudkan Pengelolaan Air Bersih dengan Smart Water Management

Schneider Electric pun mendukung pengembangan digitalisasi layanan perbankan. Upaya itu juga harus diikuti dengan penguatan infrastruktur digital yang tangguh dan berkelanjutan. 

Sebagai fondasi penentu keberlangsungan ekosistem bank digital, pembangunan infrastruktur digital perlu memperhatikan keamanan, transparansi, fleksibilitas, dan jaminan performa layanan 24/7.

Potensi pengembangan itu memicu percepatan adopsi teknologi untuk pengembangan inovasi layanan perbankan digital.

Tantangan sektor perbankan

Hal tersebut memunculkan tantangan baru bagi sektor perbankan dalam mempersiapkan infrastruktur digital. Pelaku perbankan perlu membangun data center yang dapat sefleksibel mungkin mengakomodasi pertumbuhan pengguna serta menyediakan transparansi data untuk meningkatkan keandalan sambil tetap memperhatikan dampak terhadap lingkungan.

Modul dan arsitektur prefabricated data center pun dapat menjadi solusi data center yang memberikan fleksibilitas dengan kemampuan yang dapat diskalakan (scalable) serta bisa ditempatkan pada kondisi lingkungan apapun.

Baca juga: Perpaduan Listrik dan Teknologi Digital untuk Hasilkan Energi yang Lebih Bersih

Prefabricated data center module juga dapat direkayasa ulang. Dengan begitu, solusi ini memberikan kemampuan bagi staf IT untuk menginstal implementasi yang identik di beberapa lokasi.

Dari sisi keamanan dan keandalan, prefabricated data center module memiliki fasilitas dan keunggulan yang sama dengan data center tradisional. Prefabricated data center module dari Schneider Electric tersedia dalam berbagai ukuran dan konfigurasi untuk menyediakan infrastruktur data center yang sederhana dan mudah diterapkan untuk aplikasi apapun.

Data real-time

Prefabricated data center module  juga didukung oleh perangkat lunak data center infrastructure management (DCIM). Perangkat ini menyediakan wawasan real-time terhadap kinerja data center untuk memungkinkan pengambilan keputusan yang tepat.

Dengan visibilitas yang menyeluruh terhadap penggunaan energi, kinerja peralatan, dan kondisi ruangan, pelaku perbankan dapat mengoperasikan data center-nya dengan lebih efisien. 

Baca juga: Wajib Didukung! Schneider Electric Semakin Ambisius dengan Komitmen Dekarbonisasi

Pemanfaatan kecerdasan buatan dan analisis prediktif pada data center juga memberikan kemampuan infrastruktur dalam menganalisis data untuk memberikan wawasan dan mengidentifikasi potensi masalah yang dapat ditindaklanjuti dengan tindakan preventif.

DCIM akan memberikan notifikasi ke perangkat genggam yang terhubung ke staf IT sehingga dapat dilakukan langkah yang tepat untuk memastikan bahwa perangkat tersebut diperbaiki sebelum terjadi masalah.

Cyber security

Dalam hal keamanan siber, penting untuk mempertimbangkan dua standardisasi saat memilih perangkat internet of things (IoT).

Pertama, apakah perangkat IoT memiliki security development lifecycle (SDL) yang diimplementasikan dengan baik. Sebagai informasi, SDL merupakan sebuah konsep yang diperkenalkan oleh Microsoft dengan mempertimbangkan masalah keamanan dan privasi di seluruh proses pengembangan perangkat lunak.

Kedua, standar IEC 62443 sebagai standar yang diterima secara internasional dalam menetapkan persyaratan proses untuk pengembangan produk yang aman digunakan dalam industri automasi, sistem kontrol, dan aplikasi edge IT.

Baca juga: Tips agar Rumah Jadi Lebih Minimalis dan Elegan

Platform EcoStruxure Modular Data Center dan EcoStruxure IT dari Schneider Electric telah banyak dipakai untuk mendukung sektor keuangan di dunia. 

Algoritma dan keahlian domain yang kuat dalam infrastruktur IT memberikan visibilitas, wawasan, pemantauan jarak jauh 24/7, dan dukungan konsultasi kapan saja serta di mana saja. Prefabricated data center module juga dapat mengurangi waktu pemasangan hingga 50 persen dibandingkan infrastruktur tradisional.

Indonesia EximBank merupakan salah satu perbankan yang telah menggunakan solusi EcoStruxure dari Schneider Electric. Dengan memanfaatkan arsitektur EcoStruxure, Indonesia EximBank berhasil meningkatkan visibilitas operasional data center, memastikan keandalan dan ketersediaan layanan IT yang berkelanjutan, serta menjalankan layanan perbankan digital dengan biaya yang efisien.