Rabu, 12 Januari 2022

Perusahaan Terkendala Wujudkan Transformasi Digital? Ini 3 Tipsnya

perusahaan logistik Indonesia

Industri shipping dan logistik Indonesia masih menghadapi tekanan krisis akibat Covid-19. Permintaan yang melonjak membuat terjadi kemacetan di pelabuhan. Ada pula perubahan aturan tentang cara mengemas, menangani, melacak, dan mengirim produk membuat perusahaan logistik harus senantiasa melakukan perubahan.

Terlepas dari tantangan tersebut, beberapa perusahaan melihatnya sebagai peluang dengan memanfaatkan teknologi digital dan data pelanggan untuk menjadi perusahaan yang lebih cepat, lebih ramping, dan lebih mudah beradaptasi dengan kebutuhan pelanggan yang terus berubah.

Kini, industri shipping dan logistik Indonesia sedang gencar melakukan transformasi digital. Bukan tanpa sebab, Indonesia dikelilingi oleh 17.500 pulau dan 300 juta konsumen terhubung sudah terhubung secara digital. Hal ini pun menjadi peluang besar bagi perusahaan logistik.

Baca juga: Dukung Keberlanjutan Industri Data Center, Schneider Electric Luncurkan Sustainability Framework

Hal itu telah menginspirasi kolaborasi baru antara perusahaan logistik dan perusahaan digital untuk bekerja sama mempercepat perjalanan transformasi digital. Adapun transformasi digital tak melulu tentang perubahan semata.

Transformasi digital juga tentang manusia dan bagaimana menggunakan data, teknologi cerdas, serta analitik untuk mendapatkan proses kerja yang lebih optimal. Melansir laman Schneider Electric, berikut tiga tips prioritas untuk memanfaatkan perjalanan transformasi digital perusahaan.

1. Optimalkan data

Perusahaan konsumen, seperti Amazon, menggunakan data untuk memprediksi apa yang diinginkan pelanggan. Kabar baiknya, perusahaan logistik dan pengiriman juga sudah memiliki semua data yang dibutuhkan untuk menciptakan pengalaman luar biasa bagi pelanggan.

Namun, mereka membutuhkan keahlian teknologi dan analitik untuk mengubah data tersebut menjadi wawasan yang dapat ditindaklanjuti. Di situlah kemitraan dengan pakar digital dapat membantu mereka menutup kesenjangan.

Baca juga: Kupas Tuntas Kelebihan Pintu Sebagai Aplikasi Crypto Terbaik dan Termudah di Indonesia

Mitra digital membawa pandangan segar dan ide-ide baru ke industri logistik, membantu perusahaan mengungkap peluang tersembunyi dalam data mereka, menerapkan teknologi analitik untuk mendorong strategi bisnis baru, dan menggunakan data cuaca untuk memprediksi waktu pengiriman lebih akurat.

2. Jiwa kepemimpinan

Transformasi digital memang terkadang menyakitkan. Hal ini mengharuskan perusahaan untuk mendorong karyawan mempelajari keterampilan baru. Perusahaan juga perlu memastikan para pemimpin perusahaan untuk mencari solusi bagaimana perusahaan harus beroperasi di era digital.

Semua itu tidak akan berhasil jika para pemimpin tidak mendorong perubahan. Tidak peduli seberapa bagus teknologi perusahaan, karyawan juga memerlukan rencana manajemen perubahan.

Baca juga: Sukses! Upaya Strategis Schneider Electric pada 2021 Membuahkan Banyak Pencapaian

Hal tersebut perlu didorong oleh pemimpin yang mengomunikasikan mengapa perubahan terjadi, memberikan pelatihan dan panduan untuk membantu karyawan beradaptasi, dan mendorong pengguna awal untuk mengedukasi manfaat penggunaan teknologi.

3. Insight menarik

Ketika perusahaan logistik menerapkan teknologi analitik data, mereka dapat mengungkap insight tersembunyi guna mendorong hasil bisnis lebih baik. Namun, insight ini tidak akan muncul begitu saja dari kumpulan data yang ada.

Oleh karena itu, perusahaan bisa memanfaatkan teknologi cerdas, termasuk artificial intelligence dan machine learning untuk menemukan informasi yang relevan di lautan data. Teknologi-teknologi ini akan bekerja secara optimal melalui algoritma yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Jumat, 07 Januari 2022

Dukung Keberlanjutan Industri Data Center, Schneider Electric Luncurkan Sustainability Framework

Schneider Electric Luncurkan Sustainability Framework untuk Industri Data Center

Pemimpin transformasi digital dalam pengelolaan energi dan automasi, Schneider Electric, meluncurkan sebuah rangkaian sistem untuk membangun industri data center yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Sistem tersebut diberi nama Sustainability Framework. Ini merupakan rancangan pertama yang memfokuskan lima bidang dampak lingkungan dan key metric sebagai panduan bagi operator data center dalam mencapai berbagai tahap perjalanan sustainability .

Dengan Sustainability Framework yang terukur, operator dapat mengurangi dampak data center terhadap lingkungan secara signifikan.

Baca juga: Kupas Tuntas Kelebihan Pintu Sebagai Aplikasi Crypto Terbaik dan Termudah di Indonesia

Seperti diketahui, data center merupakan teknologi penting bagi dunia digital saat ini. Namun, data center memiliki dampak terhadap 2 persen emisi karbon dunia. Angka ini setara dengan gas buang karbon yang dihasilkan oleh industri penerbangan.

Emisi karbon yang dihasilkan dari data center tersebut berasal dari peningkatan bandwidth digital dan permintaan listrik di sektor teknologi informasi. Industri data center pun membutuhkan pendekatan holistik yang terstandardisasi untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Banyak industri kini belum memiliki pendekatan standar untuk menerapkan, mengukur, dan melaporkan dampak lingkungan dari data center yang dimanfaatkan.

Baca juga: Sukses! Upaya Strategis Schneider Electric pada 2021 Membuahkan Banyak Pencapaian

Itulah yang melatarbelakangi Schneider Electric dalam mengembangkan Sustainability Framework holistik dengan standar metrik sebagai panduan bagi operator data center dan industri.

Dengan adanya Sustainability Framework, lanjutnya, benchmark pada industri saat ini juga diharapkan semakin meningkat. Pada akhirnya, hal ini akan mendorong kemajuan bagi industri untuk mencapai tujuan sustainability dalam rangka melestarikan sumber daya alam untuk generasi masa depan.

Salah satu permasalahan yang dialami perusahaan saat ini adalah masih banyak operator data center yang tidak memiliki keahlian memadai terkait sustainability. Mereka juga menghadapi tugas berat untuk menentukan metrik dan strategi yang diukur serta diterapkan. 

Namun, permasalahan tersebut bisa teratasi dengan pemanfaatan solusi Sustainability Framework.

Dalam merancang Sustainability Framework, Schneider Electric menggandeng Energy Management Research Center yang terdiri dari para ahli environmental, social, and governance (ESG), konsultan sustainabilitydata center scientists, dan arsitek solusi data center untuk merumuskan pengukuran dan pelaporan sustainability yang akurat. 

Baca juga: 5 Tips Ampuh Hemat Biaya Listrik dan Energi di Rumah

Adapun Energy Management Research Center berdiri pada 2002 dan telah mengembangkan lebih dari 200 vendor-neutral whitepapers dan trade-off tools yang dapat diakses secara gratis untuk industri.

Pelacakan dan pelaporan dengan standar metrik sustainability akan membantu menyelaraskan kerja tim internal dan meningkatkan transparansi bagi pemangku kepentingan eksternal, termasuk pelanggan dan pembuat kebijakan.

Adapun penerapan framework tersebut juga memungkinkan operator data center untuk memilih metrik keberlanjutan  yang paling berpengaruh dan tepat, meningkatkan komunikasi dan keselarasan dengan tim internal terkait tujuan sustainability, serta bertindak berdasarkan data untuk meningkatkan performa operasional.

Kemudian, memungkinkan pembuatan pelaporan secara reguler dan konsisten untuk keperluan pelaporan kepada pemangku kepentingan eksternal, seperti investor dan pembuat kebijakan, serta standardisasi tolok ukur antarrekan industri di seluruh dunia.

Baca juga: Pentingnya Kompetensi Digital bagi SDM Vokasi Indonesia

Schneider Electric juga bekerja dengan perusahaan teknologi dan penyedia colocation terkemuka untuk merancang, membangun, mengoperasikan, dan memelihara fasilitas data center.

Hal tersebut menjadikan Schneider Electric sebagai satu-satunya mitra digital yang menawarkan solusi terintegrasi untuk aspek daya, energi, bangunan, teknologi informasi, dan keberlanjutan bisnis.

Untuk mempelajari lebih lanjut terkait Sustainability Framework dari Schneider Electric, kunjungi laman The Guide to Sustainability Metrics for Data Centers.

Selasa, 28 Desember 2021

Kupas Tuntas Kelebihan Pintu Sebagai Aplikasi Crypto Terbaik dan Termudah di Indonesia

Pintu aplikasi crypto terbaik dan termudah di Indonesia

Pintu menjadi aplikasi crypto terbaik dan termudah di Indonesia (Foto: Freepik.com dan diedit di bagian layar oleh Alek Kurniawan)

Sebelum membahas tentang Pintu sebagai aplikasi trading crypto terbaik dan termudah di Indonesia. Ada baiknya kita bahas terlebih dahulu fenomena mata uang crypto atau cryptocurrency yang menggegerkan dunia.

Mata uang crypto atau cryptocurrency memang menjadi salah satu topik paling seksi dan sering diperbincangkan sepanjang 2021. Bagaimana tidak, pasar mata uang crypto pada 2021 melonjak tiga kali lipat menjadi sekitar USD 2,37 triliun atau setara Rp 33.727 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Indonesia pun menjadi salah satu negara penyumbang investor crypto yang berkembang cukup pesat tahun ini.

Data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menunjukkan, jumlah investor aset crypto di Indonesia meroket hingga 9,5 juta investor per Oktober 2021.

Sementara itu, transaksi investasi crypto di Indonesia menembus angka Rp 478,5 triliun per Juli 2021 atau naik 5 kali lipat. Kemudian, nilai transaksi di pasar crypto Indonesia rata-rata per hari bisa mencapai Rp 1,7 triliun. Angka yang begitu fantastis.

Meningkatnya penetrasi pasar mata uang crypto di Indonesia pun memberikan efek domino positif. Salah satunya adalah banyak tersedia platform investasi crypto yang bisa dipilih oleh masyarakat.

Namun, semakin menjamurnya kemunculan platform investasi crypto terkadang membingungkan calon investor untuk memilih platform mana yang memberikan kelebihan serta kemudahan dalam berinvestasi.

Oleh karena itu, ada baiknya kamu memperhatikan faktor utamanya terlebih dahulu. Hal vital yang harus dipahami adalah pilih platform investasi crypto yang sudah terdaftar dan memiliki izin untuk beroperasi di Indonesia dari Bappebti.

Adapun salah satu platform investasi crypto yang sudah terdaftar di Bappebti adalah PT Pintu Kemana Saja (Pintu). 

Sebagai informasi, Pintu diluncurkan pada April 2020 sebagai perusahaan teknologi blockchain yang dikelola oleh para profesional berpengalaman

Pintu memiliki misi untuk mendorong perubahan positif di Indonesia melalui teknologi blockchain. Salah satu upayanya adalah menghadirkan aplikasi exchange aset crypto yang mudah digunakan.

Untuk membahas lebih lanjut tentang ragam kelebihan Pintu sebagai aplikasi crypto terbaik dan termudah di Indonesia, yuk, kita kupas tuntas bareng-bareng.

Proses daftar di aplikasi Pintu mudah dan cepat

Proses daftar Pintu mudah dan cepat (Foto: Pintu.co.id)

1.  Proses pendaftaran mudah dan cepat

Pintu menjadi salah satu aplikasi investasi crypto yang memudahkan calon investor untuk mendaftar. Sebelum mendaftar, kamu harus mengunduh aplikasi Pintu terlebih dahulu di App Store dan Google Play.

Setelah terunduh, kamu hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk mendaftar. Pertama, daftarkan email kamu, cara lainnya, kamu bisa menghubungkan akun Google atau Apple. Lalu, verifikasi data diri dengan memasukkan kode OTP, membuat dan konfirmasi PIN, serta foto KTP, SIM, atau paspor.

Sambil menunggu akun terverifikasi, kamu bisa menambah rekening bank melalui menu Akun, Rekening Bank Saya, dan Tambah Rekening Bank. Kemudian, pilih bank dan isi nomor rekening serta nama pemilik rekening. Terakhir, klik menu Tambah Rekening dan silakan tunggu paling lama 24 jam pada waktu kerja.

Setelah akun dan rekening bank terverifikasi, kamu bisa mengisi saldo dari bank atau e-wallet favorit secara gratis dengan proses instan. Voila, kamu pun sudah bisa berinvestasi dan melakukan trading crypto di aplikasi Pintu.

Selamat datang di Pintu sebagai aplikasi crypto terbaik dan termudah di Indonesia

Selamat datang di Pintu sebagai aplikasi crypto terbaik dan termudah di Indonesia. (Foto: Email pribadi)

2. Info market aset crypto lengkap

Salah satu hal yang menjadi concern banyak orang, termasuk saya, dalam memilih aplikasi investasi crypto adalah kemudahan dan kelengkapan info market semua aset. Di Pintu, hal ini diakomodir dengan baik.

Pada menu Market, selain bisa memilih aset crypto secara keseluruhan, kamu juga bisa melihat aset crypto berdasarkan jenisnya. Mulai dari DeFi, DEX, Stablecoin, Layer-1, Infrastructure, Lending, Gaming, dan CEX. Dari sana, kamu bisa menentukan watchlist sesuai dengan pergerakan pasar saat itu dan mengubahnya kapan saja.

Pada menu Market dan Watchlist, tertulis nilai aset dan persentase kenaikan atau penurunan aset tersebut dengan bantuan warna. Warna hijau untuk persentase naik dan merah untuk persentase turun.

Istimewanya, pada tampilan di beranda, kamu juga bisa melihat top movers aset dalam rentang waktu 24 jam. Jadi, kamu bisa melakukan analisis lebih mendalam terhadap aset-aset tersebut untuk dijadikan watchlist.

3. Banyak promo spesial

Siapa, sih, yang enggak suka promo? Selain memberikan ragam kemudahan dalam bertansaksi, Pintu juga sering banget menghadirkan promo spesial bagi para investor.

Saat tulisan ini ditayangkan, Pintu sebagai aplikasi crypto terbaik dan termudah di Indonesia menghadirkan promo deposit dengan e-wallet OVO dengan cashback Bitcoin hingga Rp 100.000, cashback 10 persen setiap hari menggunakan GoPay, gratis saldo pendanaan awal P2P Lending Rp 350.000 di KoinWorks, dan program referral ke teman dapat bonus.

Kemudian, ada juga voucher menginap di Bobobox senilai Rp 25.000, voucher gratis ongkos kirim (ongkir) AnterAja senilai Rp 25.000, dan promo-promo menarik lainnya.

Tentu promo tersebut memiliki syarat dan ketentuan masing-masing, termasuk periode yang terbatas. Oleh karena itu, sebaiknya kamu langsung cekidot berbagai promo menarik di Pintu langsung di aplikasinya.

Jangan sampai ketinggalan, ya!

Fitur lengkap Pintu sebagai aplikasi crypto terbaik dan termudah di Indonesia

Fitur lengkap Pintu sebagai aplikasi crypto terbaik dan termudah di Indonesia (Foto: Pintu.co.id)

4.  Tempat belajar invetasi crypto terbaik

Selain bisa mengembangkan aset dan portofolio finansial, kamu juga bisa belajar banyak hal tentang crypto di aplikasi Pintu. Pada awalnya, crypto memang sulit untuk dipahami. Namun, Pintu berhasil menghadirkan beragam informasi dasar dan penting dengan cara interaktif.

Di aplikasi Pintu, kamu akan memahami secara mendalam apa itu cryptocurrency dan blockchain, apa itu Bitcoin, bagaimana cara kerja Etherium, kesalahpahaman umum tentang Bitcoin, dan informasi penting lain.

Selain itu, kamu juga enggak perlu khawatir saat bingung mengakses Pintu untuk jual dan beli aset crypto. Pasalnya, Pintu sebagai aplikasi crypto terbaik dan termudah di Indonesia menampilkan pertanyaan umum yang sering ditanyakan atau frequently asked question (FAQ).

Pertanyaan-pertanyaan umum seperti cara deposit Rupiah, jumlah minimum dan maksimum trading, cara jual dan beli, cara kirim crypto, cara menerima crypto, cara tarik Rupiah, serta Rupiah token.

5. Berita tentang crypto selalu up to date

Bagian ini juga jadi part yang paling penting saat berinvestasi, yakni berita terkait crypto dan blockchain. Awalnya, mencari berita tentang crypto yang mendalam dan up to date menjadi kendala saya. Saya harus mencarinya di Google atau situs berita nasional dan internasional.

Namun, sekarang upaya itu bisa dipermudah dengan kehadiran ragam berita crypto dan blockchain di aplikasi Pintu. 

Lewat kemudahan ini, kita sebagai investor atau trader jadi bisa lebih aware untuk melakukan langkah selanjutnya terkait investasi atau trading crypto yang kita jalani.

Semua berita yang dihadirkan pun dikurasi dari portal berita tepercaya, baik dari Indonesia maupun internasional, seperti Coinvestasi, Cointelegraph.com, The Block, Decrypt, Blockchain Media Indonesia, dan lain-lain.

Selain berita dalam bentuk artikel, kamu juga bisa melihat berita atau informasi lain dalam bentuk video interaktif. Ini merupakan sebuah terobosan yang membuat investor crypto jadi lebih cerdas memahami aset yang dimilikinya dan dunia blockchain secara umum.

Itulah lima kelebihan Pintu sebagai aplikasi crypto terbaik dan termudah di Indonesia. Tentu kamu enggak akan tahu lebih banyak jika tidak mencobanya secara langsung.

Oleh karena itu, silakan coba dan buktikan sendiri, ya. Apalagi, kita memasuki tahun baru 2022. Ini bisa menjadi momentum untuk berinvestasi di aset crypto demi masa depan yang cerah dan gemilang.

Siap to the moon bareng Pintu? 

Senin, 27 Desember 2021

Sukses! Upaya Strategis Schneider Electric pada 2021 Membuahkan Banyak Pencapaian

Kantor Schneider Electric

Hi guys!

Schneider Electric, sebagai salah satu pemimpin transformasi digital dalam pengelolaan energi dan automasi, telah melakukan berbagai upaya strategis pada 2021 guna membantu dunia mengurangi emisi karbon.

Perusahaan asal Prancis ini juga telah membantu mitra, perusahaan, dan banyak individu terkait pengelolaan energi dan automasi.

Untuk mengingat perjalanan Schneider Electric pada 2021, berikut ulasan yang bisa Anda simak.

1. Dua Penghargaan dari Frost & Sullivan

Pada awal 2021, Schneider Electric juga meraih penghargaan 2020 Asia-Pacific Critical Power Infrastructure Vendor of the Year dan 2020 Asia Pacific UPS Company of the Year dari Frost & Sullivan.

Schneider Electric telah dipercaya memperoleh pengakuan di bidang itu sejak 2012 dan semakin memperkuat keunggulannya sebagai pemimpin pasar global untuk solusi data center.

Baca juga: 5 Tips Ampuh Hemat Biaya Listrik dan Energi di Rumah

Sebagai informasi, Schneider Electric meraih penghargaan Frost & Sullivan untuk pengembangan dua rangkaian produknya, yaitu Galaxy yang berfokus pada keandalan daya dan efisiensi energi serta Easy UPS yang dilengkapi dengan nilai dan fitur yang berfokus pada pelanggan.

Untuk memastikan “Life Is On” di era digital, Schneider Electric memang selalu menerapkan sistem yang tangguh, terhubung, dapat beradaptasi, berkelanjutan, efisien, terintegrasi, dan andal. Hasilnya pun dapat tercermin dalam komitmen berkelanjutan Schneider Electric untuk berinovasi dan tetap relevan memberikan solusi terbaik bagi para pelanggan.

2. Percepat transisi energi terbarukan di Indonesia

Schneider Electric bersama Amazon, Body Shop, Columbia, Danone, grup H&M, Multi Bintang Indonesia, New Balance, Nike, Nutrifood, REI, Six Senses, dan VF Corporation yang tergabung dalam Clean Energy Investment Accelerator (CEIA) menyatakan dukungannya untuk mendorong pengadaan energi terbarukan di Indonesia.

Sebagai informasi, Schneider Electric semakin ambisius dengan komitmen dekarbonisasi. Sejauh ini, Schneider Electric telah meningkatkan energi terbarukan dari hanya 2 persen pada 2017 menjadi 80 persen pada 2020.

Baca juga: Pentingnya Kompetensi Digital bagi SDM Vokasi Indonesia

Rencananya, Schneider Electric akan meningkatkan energi terbarukan hingga 100 persen pada 2030 dan  mencapai nol karbon dalam rantai pasokan perusahaan pada 2050.

3. Tingkatkan efisiensi dan produktivitas pendistribusian listrik

Schneider Electric mendukung rencana digitalisasi PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jakarta Jaya (PLN UID Jaya) dengan melakukan kerja sama uji coba digitalisasi panel listrik.

Pada tahap awal, Schneider Electric telah memasang dan mengoperasikan produk Smart Ring Main Unit (RMU) Kubikel TM Fully Gas Insulated di Gardu PLN UP3 Lenteng Agung, Jakarta Selatan yang diintegrasikan dengan sistem SCADA di kantor UP2D Jakarta Raya.

Smart RMU terkoneksi dengan arsitektur EcoStruxure Grid yang dapat mengintegrasikan dan mengelola data untuk pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan.

Baca juga: Tips Perusahaan Jaga Keberlangsungan Saat Krisis: Terapkan Strategi Multi-Hub

Adapun pemanfaatan produk Smart RMU dari Schneider Electric  memungkinkan PLN melakukan kontrol jarak jauh terhadap performa panel, efisiensi waktu pemeliharaan, meningkatkan akurasi pembacaaan arus tengangan panel, dan meningkatkan keamanan staf teknis terhadap potensi kecelakaan kerja.

Melalui pemanfaatan teknologi digital berbasis Internet of Things (IoT), PLN dapat mengintegrasikan proses, membuat keputusan yang lebih akurat berbasis data, serta tetap kompetitif dalam mendukung kebutuhan distribusi listrik yang lebih aman, andal, efisien, dan sustainable di era industri 4.0.

4. Komitmen jangka panjang Schneider Electric di 100 negara

Schneider Electric mengumumkan percepatan strategi keberlanjutanny dengan menetapkan target yang lebih agresif untuk 2025. Target ini mencakup enam komitmen jangka panjang yang meliputi keberlanjutan iklim, sumber daya, kepercayaan, kesempatan yang sama, generasi, dan komunitas lokal.

Beberapa inisiatif yang telah dijalankan Schneider Electric untuk mendukung target tersebut terdiri dari mendorong akses yang merata untuk memperoleh pembelajaran digital bagi 24.000 siswa di India dengan pemanfaatan energi matahari bagi 100 sekolah.

Transisi ke 100 persen penggunaan kendaraan listrik di Norwegia pada 2023. Mendukung peralihan kendaraan listrik di Korea Selatan dengan mendorong pemanfaatannya di internal perusahaan.

Baca juga: Teknologi Data Center Schneider Electric Bikin Layanan 3 Indonesia Makin Tokcer!

Menambahkan 150 referensi produk daur ulang ke dalam katalog internal Schneider Electric untuk referensi stafnya di Prancis. Meningkatkan prioritas pembelian dari pemasok yang berasal dari penduduk asli Australia sebesar lima kali lipat sebagai bagian dari Reconciliation Action Plan.

Memberikan donasi produk elektrikal melalui online marketplace untuk tujuan edukasi dan meningkatkan instalasi listrik bagi keluarga yang berisiko kesulitan energi di Spanyol.

5. Raih penghargaan Most Sustainable Corporations

Schneider Electric memperoleh pengakuan sebagai perusahaan paling berkelanjutan di dunia dalam daftar tahunan bergengsi, yakni Corporate Knights’ 2021 Global 100 Most Sustainable Corporations.

Posisi nomor satu pada penghargaan tersebut menandai lompatan besar bagi Schneider Electric yang sebelumnya berada di posisi ke-29 pada 2020.

Baca juga: Awas! Website dan Aplikasi Ini Mengatasnamakan Schneider Electric Secara Ilegal

Penghargaan itu sekaligus menjadi pengakuan tertinggi atas komitmen Schneider Electric terhadap isu lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG).

Saat ini, Schneider Electric memperoleh 70 persen pendapatannya dan mengarahkan sekitar 73 persen investasinya pada solusi yang berkelanjutan. Schneider Electric juga memiliki kinerja yang sangat baik dalam hal keberagaman ras dan gender, serta dalam produktivitas dan keamanan dari sumber daya.

Rabu, 22 Desember 2021

5 Tips Ampuh Hemat Biaya Listrik dan Energi di Rumah

Teknologi smart home agar hemat energi

Hai guys!

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, konsumsi energi sektor komersial naik dari 4,68 persen pada 2019 menjadi 4,79 persen pada 2020. Sementara, penggunaan energi sektor rumah tangga mengalami peningkatan dari 13,76 persen pada 2019 menjadi 16,80 persen pada 2020.

Memang, selama pandemi Covid-19, konsumsi energi rumah tangga meningkat. Konsentrasi aktivitas yang berpindah dari kantor dan sekolah ke rumah menjadi pemicunya. Dengan semakin tingginya konsumsi energi pada sektor ini, tak pelak biaya listrik bulanan bisa ikut membengkak.

Baca juga: Pentingnya Kompetensi Digital bagi SDM Vokasi Indonesia

Untuk mengatasinya, kamu perlu mengurangi penggunaan alat elektronik yang tidak terlalu penting. Berikut tips yang bisa dijalankan.

1. Setel pengatur waktu pada AC

Penggunaan pendingin udara atau air conditioner (AC) di negara tropis, seperti Indonesia memang tak terelakkan.

Udara panas pada siang hari bahkan bisa membuat dehidrasi dan membahayakan tubuh. Namun, kamu bisa menghemat penggunaan AC pada malam hari. Tipsnya adalah menyetel pengatur waktu atau timer agar tidak menyala sepanjang malam.

2. Mencabut stop kontak

Melansir How Stuff Works, alat elektronik yang mati tetapi masih tersambung di stop kontak menyumbang 10 persen dari penggunaan energi rumah tangga. Dengan kata lain, mencabut stop kontak saat tidak digunakan dapat menghemat listrik hingga 10 persen di rumah.

3. Matikan lampu pada siang hari

Pada siang hari, sebaiknya kamu mematikan sebagian besar lampu di rumah yang tidak terpakai. Kamu bisa membuka jendela lebar-lebar agar cahaya matahari bisa memenuhi ruangan rumah. Hal ini mungkin terlihat sepele, tetapi ampuh untuk menghemat energi.

4. Jangan buka kulkas terlalu lama

Tahukah kamu bahwa membuka kulkas terlalu lama dapat memakan energi lebih banyak? Pasalnya, saat kulkas dibuka, energi panas dari luar masuk ke dalam kulkas. Secara otomatis, pendingin pada kulkas pun harus bekerja lebih ekstra untuk menyeimbangkan suhu di dalam.

Selain itu, hindari pula meletakkan makanan panas ke dalam kulkas. Sebaiknya, tunggu makanan tersebut hingga hangat atau dingin baru letakkan di dalam kulkas untuk menghemat energi.

5. Menggunakan perangkat smart home

Salah satu cara ampuh yang bisa kamu coba agar menghemat pemakaian energi di rumah adalah penggunaan perangkat smart home. Kini, sudah banyak produsen perangkat smart home yang mengeluarkan berbagai alat elektronik canggih nan hemat listrik di Indonesia.

Sebut saja Schneider Electric dengan teknologi Wiser dan Home Automation.

Dengan penggunaan perangkat smart home dari Schneider Electric, kamu tidak perlu repot setiap hari harus mematikan semua alat elektronik di rumah.

Sebab, semuanya sudah otomatis bekerja sesuai sistem yang telah diatur. Misal, AC akan otomatis mati pada jam tertentu, lampu rumah akan mati saat siang hari atau tidak ada orang di rumah, dan bisa mengoperasikan semua alat elektronik dari jarak jauh.

Baca juga: Mobiya TS 170S, Lampu Darurat Bertenaga Surya dari Schneider Electric

Hal terpenting yang perlu kamu ketahui adalah sebagian besar perangkat smart home dibanderol dengan harga lebih mahal. Namun, dari segi investasi jangka panjang, perangkat smart home mampu memberikan efisiensi dan efektivitas terhadap penggunaan energi di rumah.

Senin, 20 Desember 2021

Pentingnya Kompetensi Digital bagi SDM Vokasi Indonesia

vokasi bidang kelistrikan di Indonesia

Setelah bersama-sama mendirikan Pusat Keunggulan Bidang Listrik, Automasi, dan Energi Terbarukan pada 2018, Schneider Electric dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) kembali bekerja sama dengan menyelenggarakan Electrical Education Program and Competition (EEPC) pada 21 Oktober - 18 November 2021.

Hal itu merupakan upaya kedua belah pihak dalam mengembangkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) vokasi di Indonesia.

EEPC merupakan program pendidikan dan pelatihan vokasi yang difokuskan pada pengembangan kompetensi para calon ahli listrik Indonesia menghadapi era home of the future.  Melalui program EEPC, Schneider Electric berbagi wawasan mengenai tren konsep perumahan masa depan yang semakin terkoneksi dan cerdas.

Baca juga: Tips Perusahaan Jaga Keberlangsungan Saat Krisis: Terapkan Strategi Multi-Hub

Schneider Electric juga membagikan insight mengenai kompetensi digital yang dibutuhkan ahli listrik pada masa mendatang.

Untuk diketahui, EEPC diikuti oleh sekitar 4.500 pelajar dari 126 sekolah menengah kejuruan (SMK) dengan spesifikasi jurusan kelistrikan dan dilaksanakan secara daring.

Selama mengikuti EEPC yang berlangsung selama 5 minggu, para peserta memperoleh pembekalan teknis yang mencakup instalasi listrik, termasuk energi terbarukan dan panel surya, instalasi perangkat rumah pintar, sistem keamanan dan perlindungan listrik, serta desain dan instalasi software pengelolaan listrik, seperti EcoStruxure Power untuk perumahan.

Baca juga: Teknologi Data Center Schneider Electric Bikin Layanan 3 Indonesia Makin Tokcer!

Para peserta juga memperoleh pembekalan soft skill, seperti membuat curriculum vitae (CV) yang menarik, mempersiapkan wawancara kerja, dan mengenal budaya kerja perusahaan.

Di akhir sesi pelatihan, para peserta memperoleh kesempatan untuk mengikuti kompetisi dengan mempresentasikan ide-ide kreatifnya terkait desain sistem keamanan listrik dan desain rumah masa depan.

Anugerah rekor Indonesia

Dengan jumlah mencapai 4.500 peserta, EEPC memperoleh penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai  program webinar kelistrikan yang diikuti oleh pelajar SMK dari provinsi terbanyak di Indonesia.

Adapun penganugerahan penghargaan tersebut diberikan oleh Wakil Direktur Operasional MURI Awan Rahargo dan Customer Relation Manager MURI Andre kepada Distribution Channel and Residential VP Schneider Electric Indonesia M Farhan Lucky.

Baca juga: Awas! Website dan Aplikasi Ini Mengatasnamakan Schneider Electric Secara Ilegal

Penyerahan penghargaan juga turut disaksikan oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Direktorat SMK Kemendikbud Ristek Arfah Laidiah Razik dan Kepala BBPPMPV BMTI Kemendikbud Ristek Supriyono.

Bersamaan dengan penganugerahan MURI, Schneider Electric dan Kemendikbud Ristek menyelenggarakan acara diskusi media dengan tema “Mempersiapkan Electrician Muda Indonesia Menuju Era Home of The Future”.

Baca juga: Mobiya TS 170S, Lampu Darurat Bertenaga Surya dari Schneider Electric

Dalam sambutannya, Arfah mengatakan bahwa pemerintah Indonesia terus berupaya mencetak lulusan vokasi yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki kualitas dan keahlian yang mumpuni dalam menghadapi kebutuhan industri masa depan.

“Kami terus berkolaborasi dengan berbagai pelaku industri, termasuk dengan Schneider Electric yang memiliki rekam jejak dan pengalamaan di bidangnya untuk menyelenggarakan pelatihan terkait tren dan teknologi terbaru untuk para pelajar SMK,” jelas Arfah pada acara diskusi media, Rabu (15/12/2021).

Harapannya, lanjut Arfah, agar pelajar SMK dapat mengikuti perkembangan dan kebutuhan industri sehingga ketika lulus dan memasuki dunia kerja mereka telah dibekali kompetensi yang cukup serta memiliki daya saing tinggi.

Pengembangan kompetensi

Pemanfaatan teknologi digital dan internet of things (IoT) pada sektor perumahan memang diprediksi akan terus meningkat seiring waktu. Berbagai perangkat dan peralatan listrik rumah juga akan semakin terkoneksi membangun ekosistem rumah yang lebih cerdas guna memberikan kenyamanan serta keamanan yang lebih kepada penghuni.

Lebih lanjut, Farhan mengatakan bahwa di masa mendatang, penetrasi energi terbarukan, seperti panel surya di sektor perumahan akan semakin diminati. Tren ini harus didukung dengan desain dan instalasi kelistrikan yang tepat guna dan aman.

Baca juga: Electricity 4.0 untuk Menuju Net-Zero Emission

“Dengan latar belakang itu, Schneider Electric berinisiatif menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan yang difokuskan pada pengembangan kompetensi ahli listrik untuk menunjang kebutuhan era masa depan,” kata Farhan.

Di akhir acara, Supriyono mengatakan bahwa masifnya transformasi digital di berbagai sektor industri menjadikan profesi ahli kelistrikan semakin berperan penting.

“Melalui EEPC, para pelajar diajarkan beberapa skill teknis seperti instalasi listrik, pengembangan automatisasi instalasi kelistrikan dalam aplikasi IoT, dan mempelajari praktik terbaik terkait konsep smart home,” jelas Supriyono.

Baca juga: Zaman Makin Canggih, Industri Makanan dan Minuman Perlu Manfaatkan Edge Computing 

Harapannya, dengan adanya program pendidikan dan pelatihan yang diinisiasi langsung oleh pelaku industri seperti itu akan membantu SDM vokasi menyelaraskan kompetensi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

“Kami akan terus merangkul para pemimpin dan pelaku industri, seperti Schneider Electric untuk menciptakan talenta-talenta muda berkualitas dan berdaya saing tinggi,” harapnya.

Senin, 13 Desember 2021

Tips Perusahaan Jaga Keberlangsungan Saat Krisis: Terapkan Strategi Multi-Hub

strategi multi-hub untuk keberlangsungan perusahaan

Pandemi Covid-19 telah memengaruhi hampir setiap sektor bisnis, institusi, dan individu secara masif.

Bisa dikatakan, pandemi menciptakan risiko besar bagi banyak perusahaan, terutama yang beroperasi di industri manufaktur. Risiko ini lebih serius daripada yang pernah kita lihat dalam 20 tahun terakhir, baik dalam tingkat keparahan maupun skalanya.

Untuk perusahaan mana pun, ini bukan hanya tentang perlambatan atau dampak kecil pada penjualan; dan lebih tepatnya, ini adalah masalah keberlangsungan dan ketahanan bisnis.\

Baca juga: Teknologi Data Center Schneider Electric Bikin Layanan 3 Indonesia Makin Tokcer!

Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang energi dan automasi, Schneider Electric, telah menerapkan beberapa praktik terbaik yang mewakili pendekatan menyeluruh dalam menanggapi tantangan krisis akibat pandemi.

Sekitar 5-10 tahun yang lalu, banyak perusahaan yang berinvestasi pada penelitian dan pengembangan (R&D) terpusat atau global dengan rekayasa berkelanjutan.

Dalam struktur itu, setiap desain ulang dan modifikasi memerlukan validasi dari satu R&D pusat. Biasanya, ini membutuhkan waktu minimum 6 bulan hingga 1 tahun untuk pengujian dan kualifikasi.

Faktanya, mode operasi tradisional itu tidak memiliki kelincahan dan kecepatan untuk didesain ulang.

Baca juga: Awas! Website dan Aplikasi Ini Mengatasnamakan Schneider Electric Secara Ilegal

Untungnya, Schneider Electric melakukan perjalanan transformasi ke strategi multi-hub beberapa tahun yang lalu. Perusahaan ini beralih dari R&D terpusat, manajemen penawaran, industrialisasi, dan manajemen rantai pasokan yang berlokasi di satu tempat ke pendekatan multi-hub yang terdesentralisasi.

Dengan mendirikan hub yang dekat dengan setiap pasar utama, Schneider Electric kini memiliki kedekatan yang lebih dekat dengan pelanggan, operasi negara, dan pemasok.

Pengaturan multi-hub membantu mendukung kelangsungan operasional perusahaan dalam tiga hal, berikut penjelasan rincinya.

1. Deteksi risiko lebih awal

Dengan pengaturan multi-hub, pendeteksian sinyal awal risiko rantai pasokan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan lebih efektif.

Misalnya, tim R&D bekerja setiap hari dengan tim penjualan front-end dan tim rantai pasokan back-end di setiap wilayah. Karena kedekatannya, tim-tim ini telah menjalin hubungan yang baik dengan tingkat kepercayaan yang kuat, transparansi yang baik, dan komunikasi yang efisien.

Dengan demikian, potensi risiko dapat dideteksi secara cepat sebelum masalah tersebut menjadi lebih besar dan mengganggu kelangsungan usaha.

2. Reaksi lebih cepat

Strategi multi-hub membantu perusahaan segera bereaksi terhadap sinyal awal pada rantai pasokan. Hal ini memungkinkan penyelarasan lintas fungsi yang cepat, kemudian pengujian, validasi, dan kualifikasi dilakukan di laboratorium R&D lokal.

Itu semua dapat dilakukan secara tepat waktu, membuat keputusan cepat dengan sinergi yang baik di antara berbagai hub.

Baca juga: Mobiya TS 170S, Lampu Darurat Bertenaga Surya dari Schneider Electric

Misalnya, selama krisis pandemi, divisi perusahaan mampu memenuhi syarat ratusan bahan alternatif, suku cadang, dan pemasok dalam waktu kurang dari tiga bulan. Ini tidak akan mungkin terjadi jika setiap validasi memerlukan keterlibatan pusat R&D global di luar kawasan.

3. Pencegahan masalah

Berkat struktur multi-hub, departemen R&D, industrialisasi, dan rantai pasokan global Schneider Electric bekerja erat dalam wilayah yang sama. Tim lintas fungsi kolaboratif ini merencanakan ke depan dengan memindai potensi risiko kelangsungan bisnis, menentukan strategi jangka panjang untuk mengurangi risiko, menyelaraskan prioritas, merinci rencana tindakan, dan mengamankan sumber daya untuk mendukung pelaksanaannya.

Strategi multi-hub sejalan dengan mega tren rantai pasokan yang bergerak dari globalisasi ke pendekatan lokalisasi. Menerapkan pendekatan multi-hub juga telah membuat Schneider Electric lebih gesit dalam menghadirkan inovasi, lebih tangguh dalam mengurangi risiko kelangsungan bisnis, dan pada akhirnya lebih mampu melayani kebutuhan pelanggan. 

Rabu, 01 Desember 2021

Teknologi Data Center Schneider Electric Bikin Layanan 3 Indonesia Makin Tokcer!

Teknologi Schneider Electric di data center milik 3 Indonesia

Hi guys!

Kabar menggembirakan, 3 Indonesia menggandeng Schneider Electric untuk memodernisasi tiga data center dengan standardisasi dan sertifikasi Uptime Institute.

Schneider Electric juga mendukung 3 Indonesia meraih Service Level Agreement (SLA) hingga 99,982 persen dengan parameter mencakup jaminan atas ketersediaan critical power and cooling selama 24/7.

Chief Technical Officer 3 Indonesia Desmond Cheung mengatakan, modernisasi ketiga data center tersebut merupakan wujud komitmen dan realisasi 3 Indonesia dalam membangun bisnis yang berkelanjutan, memaksimalkan pelayanan untuk pelanggan, dan mendukung perluasan cakupan pasar, termasuk menggarap layanan 5G di Indonesia.

Baca juga: Mobiya TS 170S, Lampu Darurat Bertenaga Surya dari Schneider Electric

“Kami melakukan berbagai pembaruan solusi dan teknologi digital pada infrastruktur data center yang dapat semakin meningkatkan waktu. Analisis data pun menjadi lebih akurat untuk menjaga dan meningkatkan kualitas layanan kepada seluruh pelanggan kami,” kata Desmond.

Dengan digitalisasi tersebut, 3 Indonesia bisa melakukan pemantauan jarak jauh terhadap seluruh aset dan performa data center. Ini merupakan hal krusial dalam memberikan visibilitas yang lebih baik dan real-time.

Business Vice President Secure Power Division Schneider Electric Indonesia and Timor Leste Yana Achmad Haikal mengatakan, ketiga data center 3 Indonesia menerapkan solusi EcoStruxure for Data Centers yang berbasis Internet of Things (IoT).

Baca juga: Awas! Website dan Aplikasi Ini Mengatasnamakan Schneider Electric Secara Ilegal

Solusi EcoStruxure for Data Centers pun telah banyak membantu transformasi digital di sektor telekomunikasi dan terbukti dapat meningkatkan efisiensi konsumsi energi hingga 38 persen, efisiensi biaya energi hingga 30 persen, peningkatan produktivitas hingga 60 persen dan data center uptime hingga 100 persen.

“Teknologi itu mampu mengintegrasikan manajemen listrik, gedung dan teknologi informasi (TI) sehingga 3 Indonesia dapat memperoleh pemahaman menyeluruh terhadap performa data center-nya serta membantu pengambilan keputusan yang tepat berbasis data real-time,” kata Yana.

Teknologi tersebut juga menyediakan analisis prediktif secara real-time dalam siklus hidup operasional  data center.

Baca juga: Edge Computing untuk Tingkatkan Efisiensi Industri F&B

Pada saat yang sama, teknogi EcoStruxure juga dapat memberikan solusi mudah untuk merencanakan kapasitas tambahan dalam desain data center. 3 Indonesia juga menggunakan rangkaian produk circuit breaker dan trafo dari Schneider Electric untuk keamanan sistem listrik.

“Dalam proses pengembangan 5G dan penggabungan perusahaan, layanan kami akan terus berjalan dan pelanggan tidak akan mengalami hambatan akibat adanya proses upgrading yang dilakukan di operasional. Dengan meningkatkan data center menjadi Tier-3, pelanggan akan mendapatkan pengalaman terbaik dalam menjelajahi dunia maya tanpa hambatan,” ujar Desmond.

Kerja sama dengan 3 Indonesia pun menambah portofolio Schneider Electric sebagai mitra transformasi digital bagi sektor telekomunikasi dan data center.  

Sabtu, 27 November 2021

Awas! Website dan Aplikasi Ini Mengatasnamakan Schneider Electric Secara Ilegal

Website palsu yang mengatasnamakan Schneider Electric

Penipuan website atau aplikasi yang mengatasnamakan sebuah perusahaan saat ini marak terjadi. Baru-baru ini, Schneider Electric menjadi salah satu yang dirugikan atas penipuan tersebut.

Terdapat sebuah aplikasi bernama “Schneider Pembiayaan PV” dan laman https://s.pembiayaan.net yang mengatasnamakan PT Schneider Indonesia dengan merek dagang “Schneider Electric”.

Baca juga: Mobiya TS 170S, Lampu Darurat Bertenaga Surya dari Schneider Electric

Terkait kasus tersebut, pihak Schneider Electric pun menyatakan bahwa situs dan aplikasi bernama “Schneider Pembiayaan PV” bukan merupakan bagian dari PT Schneider Indonesia. Situs dan aplikasi ini pun tidak terasosiasi dengan bisnis Schneider Electric.

Selain itu, pihak Schneider Electric pun tidak pernah memiliki atau mengeluarkan produk terkait pembiayaan ataupun produk finansial lain.

Baca juga: Edge Computing untuk Tingkatkan Efisiensi Industri F&B

Adapun aplikasi resmi Schneider Electric yang bisa diunduh secara gratis di Play Store dan App Store adalah mySchneider.

Pada aplikasi itu, kustomer dapat mengakses katalog produk dan layanan Schneider Electric secara cuma-cuma. Kustomer bahkan bisa memperoleh layanan bantuan dari customer service.

Selain dapat diunduh di App Store dan Play Store, aplikasi mySchneider bisa didapatkan secara gratis melalui se.com/myschneider.

Untuk tindakan lebih lanjut, PT Schneider Indonesia pun telah melaporkan situs dan aplikasi “Schneider Pembiayaan PV” kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) atas pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual dengan menggunakan nama dan logo Schneider Electric secara tidak bertanggung jawab.

Kustomer dan masyarakat Indonesia secara umum pun diimbau untuk selalu berhati-hati dengan modus yang mengatasnamakan Schneider Electric. Untuk melihat seluruh informasi produk dan layanan Schneider Electric, kamu bisa menemukannya di website resmi se.com/id.

Senin, 22 November 2021

Mobiya TS 170S, Lampu Darurat Bertenaga Surya dari Schneider Electric

Mobiya TS 170S, lampu darurat bertenaga surya dari Schneider Electric

Hai guys! 

Pernah membayangkan kamu tidak menggunakan listrik yang dihasilkan dari batu bara, melainkan sinar matahari?

Perlu diketahui, sinar matahari merupakan salah satu energi ramah lingkungan yang bisa didapatkan secara gratis. Sinar matahari pun masuk ke dalam energi baru terbarukan (EBT). Selain sinar matahari, ada tenaga air, uap, dan angin yang juga bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan energi.

Semua itu pun dapat dimanfaatkan secara cuma-cuma karena merupakan sumber daya alam yang tak ada habisnya.

Sekarang, saya mau membahas tentang penggunaan alat elektronik yang memanfaatkan sinar matahari. Sebab, sinar matahari merupakan sumber energi yang sangat mudah ditemukan di negara tropis, seperti Indonesia.

Baca juga: Solusi Energi untuk Pengelolaan Edge Data Center

Pada dasarnya, semua rumah di Indonesia bisa menggunakan matahari sebagai sumber energi. Caranya, dengan memasang panel surya atau solar panel di atap rumah. Namun, bagi sebagian orang memasang panel surya tak seperti membalikkan telapak tangan. Sebab, biaya investasi di awal terbilang cukup mahal.

Namun, kita masih bisa berkontribusi dari hal yang paling sederhana. Misalnya, saya baru saja membeli sebuah lampu darurat atau emergency yang bisa di-charge menggunakan solar panel. Lampu darurat yang saya pilih adalah Mobiya TS 170S dari Schneider Electric.

Mobiya TS 170S, lampu darurat bertenaga surya dari Schneider Electric

Adapun alasan saya memilih produk tersebut adalah fitur-fitur yang dihadirkan. Dalam satu paket, saya mendapatkan 1 buah lampu darurat LED berwarna putih, kabel dengan panjang 5 meter, mobile charging USB dengan 4 adaptor, dan panel surya.

Baca juga: Edge Computing untuk Tingkatkan Efisiensi Industri F&B

Ada dua sumber tenaga yang bisa digunakan untuk mengisi daya Mobiya TS 170S dari Schneider Electric.

Pertama, tenaga surya. Cukup cari permukaan di teras rumah yang disinari matahari dan letakkan panel surya di tempat itu. Kemudian, colok kabel yang terhubung dengan panel surya ke adaptor di lampu. Pengisian daya pun berhasil dilakukan. Untuk mengisi penuh baterai, kamu membutuhkan waktu sekitar sehari penuh. Gratis dan mudah.

Kedua, jika pada hari tertentu kamu tidak menemukan sinar matahari. Kamu bisa mengisi daya baterai dengan listrik. Namun, usahakan untuk tidak terlalu sering ya supaya tujuan kita hemat energi bisa tercapai.

Baca juga: Solusi Digital Schneider Electric untuk Capai Net-Zero Emission

Ketika mengisi daya, lampu indikator pada LED akan berkedip berwarna hijau. Ketika penuh, lampu warna hijau akan menyala terus. Lalu, ketika baterai habis lampu indikator akan berubah menjadi warn merah.

Sekarang, mari bahas fitur lampunya. Ada tiga tingkatan terang lampu. Pertama, tingkatan rendah yang bisa menyala hingga 48 jam non-stop. Kedua, tingkatan medium yang bisa tahan hingga 12 jam. Ketiga, tingkatan paling terang bisa tahan sampai 6 jam.

Mobiya TS 170S, lampu darurat bertenaga surya dari Schneider Electric

Uniknya lagi, energi yang tersimpan dalam lampu darurat Mobiya TS 170S bisa digunakan untuk mengisi daya baterai smartphone. Jadi, lampu darurat ini sangat multifungsi untuk digunakan.

Baca juga: Pengurangan Emisi Karbon Jadi Fokus Utama Pembahasan Schneider Electric pada Innovation Summit Indonesia 2021

Selain bisa membantu penerangan saat rumah mengalami mati listrik, lampu darurat Mobiya TS 170S juga bisa digunakan untuk kegiatan outdoor, seperti camping, mendaki gunung, memperbaiki mobil di tengah jalan, dan piknik. Kamu juga bisa memanfaatkan lampu ini sebagai lampu sehari-hari di dalam kamar.

Nah, buat kamu yang terarik untuk berkontribusi untuk menghemat energi, silakan kunjungi Official Store Schneider Electric Home di Tokopedia guna membeli lampu darurat Mobiya TS 170S.

Semoga bermanfaat!