Jumat, 01 Juli 2022

Indonesia Harus Bangga, di Batam Ada Pabrik Pintar Schneider Electric

Kunjungan Menkominfo ke pabrik pintar Schneider Electric di Batam

Indonesia harus berbangga diri. Sebab, Indonesia memiliki banyak pabrik pintar yang terletak di Batam dan Cikarang. Pabrik pintar tersebut merupakan milik perusahaan yang fokus pada transformasi digital dalam pengelolaan energi dan automasi, Schneider Electric.

Di Indonesia, Schneider Electric memiliki tiga pabrik di Batam, dan satu di Cikarang, di mana seluruhnya sudah bertransformasi menjadi pabrik pintar sejak 2017.

Adapun pabrik pintar Schneider Electric di Batam telah ditunjuk oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sebagai National Lighthouse Making Indonesia 4.0 sejak 2018. Pabrik Schneider Electric di Batam juga diakui oleh World Economic Forum (WEF) sebagai bagian dari jaringan Global Lighthouse untuk revolusi industri 4.0.

Baca juga: Agar Bisnis Tak Gulung Tikar, Perusahaan Masa Kini Harus Memenuhi Prinsip Keberlanjutan

Selain itu, pabrik Schneider Electric di Batam menjadi salah satu pabrik pintar pertama di Indonesia yang telah memanfaatkan jaringan 5G untuk kegiatan operasionalnya.

Baru-baru ini, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Republik Indonesia Johnny G. Plate berkunjung ke salah satu Pabrik Pintar Schneider Electric di Batam.

Kunjungan Menkominfo bertujuan untuk melihat secara langsung kegiatan operasional pabrik pintar dengan pemanfaatan jaringan 5G dan memetakan kebutuhan pelaku industri terhadap pusat data (data center) yang tangguh dan andal untuk mengoptimalkan produktivitas.

Baca juga: Pelaku UMKM, Lakukan 3 Langkah Ini untuk Melakukan Transformasi Digital

Kunjungan ke Pabrik Pintar Schneider Electric juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Menkominfo untuk meninjau pembangunan Pusat Data Nasional di Nongsa, Batam dan serah terima sertifikat lahan Pusat Data Nasional.

Dalam kunjungannya, Menkominfo mengatakan bahwa kegiatan operasional pabrik pintar Schneider Electric secara nyata memperlihatkan bagaimana peran pusat data semakin krusial dalam mengumpulkan, memproses, mengelola, dan mendistribusikan data dalam jumlah besar secara cepat tanpa latensi.

“Konektivitas dalam mendukung transformasi digital di sektor industri perlu ditunjang dengan infrastruktur pusat data yang mumpuni. Tidak hanya dari sisi teknologi informasi, tapi juga sistem kelistrikan dan keterampilan sumber daya manusianya,” kata Menkominfo.

Baca juga: Peran Schneider Electric dalam Menuju Tujuan Keberlanjutan

Hal itu menjadi prioritas utama Kemenkominfo dalam mengembangkan industri pusat data di Indonesia, termasuk juga pengembangan jaringan 5G.

Oleh karena itu, industri pusat data membutuhkan mitra-mitra teknologi seperti Schneider Electric yang dapat memberikan solusi inovatif untuk meningkatkan keandalan, kecepatan,dan  efisien dengan tetap memperhatikan dampak lingkungan.

Produk Schneider Electric

Business Vice President Secure Power Schneider Electric Indonesia and Timor Leste Yana Achmad Haikal mengatakan, pabrik Schneider Electric di Indonesia memproduksi peralatan elektro mekanik, elektronik, sensor, dan peralatan listrik bertegangan rendah hingga menengah.

Semua itu dipasarkan untuk lokal maupun diekspor ke Eropa, Amerika, China, dan Asia Pasifik untuk memenuhi kebutuhan pengelolaan energi dan automasi di sektor industri, termasuk industri pusat data.

Plant Director Schneider Electric Manufacturing Batam Kodrat Sutarhadiyanto menambahkan, sejak 2021, Schneider Electric menggandeng Telkomsel untuk mendukung konektivitas digital pabrik pintar di Batam dengan pemanfaatan jaringan 5G.

Baca juga: Indonesia dan Prancis Berkolaborasi Tingkatkan Kualitas Lulusan SMK

“Dengan pemanfaatan jaringan 5G, pabrik pintar kami mendapatkan manfaat dukungan jaringan yang andal dengan bandwidth dan kecepatan yang mumpuni,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kodrat mengatakan bahwa pabrik pintar Schneider Electric di Batam telah menjadi percontohan penerapan Industrial Internet of Things (IIoT) bagi pelaku industri di Asia.

“Kami telah menerima kunjungan lebih dari 2.300 profesional dan manajemen perusahaan yang ingin belajar mengenai transformasi digital dan pemanfaatan jaringan 5G di industri,” kata Kodrat.

Beragam solusi

Di industri pusat data, Schneider Electric telah lama menjadi mitra strategis untuk pembangunan infrastruktur pusat data yang andal, efisien, dan sustainableSchneider Electric telah membantu pusat data terbesar di dunia untuk mengatasi konsumsi energi dan meningkatkan efisiensi hingga 80 persen selama lebih dari 10 tahun terakhir.

Schneider Electric memiliki rangkaian produk dan solusi mulai dari cooling, server rack, prefabricated data center module, uninterruptible power supply (UPS), dan masih banyak lagi.

Selain itu, Schneider Electric juga memiliki solusi EcoStruxure for Data Center. Solusi ini merupakan platform manajemen generasi berikutnya dari Schneider yang mengintegrasikan manajemen daya, bangunan, dan teknologi informasi untuk meningkatkan ketahanan, kelincahan, serta menghasilkan kinerja pusat data yang lebih baik dengan kemampuan prediktif.

Baca juga: Mengapa Hannover Messe Menjadi Pameran Terpenting di Dunia?

Di Indonesia, EcoStruxure for Data Center telah digunakan oleh sebagian besar penyedia cloud dan layanan terkemuka untuk mendukung transformasi digital data center mereka.

EcoStruxure for Data Center telah terbukti mampu meningkatkan efisiensi konsumsi energi hingga 38 persen, efisiensi biaya energi hingga 30 persen, peningkatan produktivitas hingga 60 persen dan uptime pusat data hingga 100 persen.

Rabu, 15 Juni 2022

Agar Bisnis Tak Gulung Tikar, Perusahaan Masa Kini Harus Memenuhi Prinsip Keberlanjutan

Transformasi digital adalah sebuah keharusan bagi perusahaan untuk tetap bertahan

Bisnis yang telah melakukan transformasi digital bisa beroperasi secara berkelanjutan dan lebih siap untuk menghadapi segala tantangan disrupsi di masa depan. Lalu, bagaimana caranya agar perusahaan bisa bertahan di era disrupsi digital seperti saat ini?

Berikut 3 langkah yang bisa dilakukan perusahaan.

  • Teknologi yang terhubung dengan cerdas menyediakan akses ke aliran data yang diperlukan untuk melacak dan mengevaluasi kinerja dalam hal keberlanjutan serta profitabilitas.
  • Analitik berbasis cloud, machine learning, dan digital twins bekerja sama untuk mengurangi emisi karbon dan meningkatkan efisiensi proses manufaktur.
  • Digitalisasi di seluruh rantai nilai yang kompleks saat ini memungkinkan sirkularitas industri – 5R: remanufacture, repair, reuse, recycle, dan refurbish.

Langkah menuju keberlanjutan

Operasional berkelanjutan pada bisnis tidak hanya sekadar mengurangi penggunaan energi semata, tetapi juga emisi gas rumah kaca, penggunaan plastik, dan memastikan tenaga kerja dan material bersumber secara adil.

Salah satu perusahaan yang berfokus pada transformasi digital, energi, dan automasi, Schneider Electric, percaya bahwa semua itu dapat diwujudkan dengan menggabungkan tiga hal, orang, proses, dan teknologi.

Baca juga: Peran Schneider Electric dalam Menuju Tujuan Keberlanjutan

Tiga tingkat kedewasaan diuraikan di bawah ini dengan contoh pendekatan Schneider Electric untuk mengatasinya:

  1. Produksi yang efisien – Di pabrik cerdas dan pusat distribusi cerdas milik SchneiderElectric, mereka telah mengurangi biaya energi sebesar 10-30 persen dan biaya pemeliharaan sebesar 30-50 persen dengan menerapkan Industrial Internet of Things (IIoT) di seluruh rantai pasokan global.
  2. Green product – Desainer Schneider Electric memilih bahan berdasarkan jejak karbon. Misalnya, jika satu logam memiliki jejak karbon siklus hidup yang lebih rendah daripada yang lain, mereka akan memilih itu untuk digunakan sebagai pemutus sirkuit. Schneider Electric memastikan sebanyak mungkin produk yang dibuat dapat didaur ulang di akhir masa pakainya.
  3. Komitmen sosialSchneider Electric berkomitmen untuk mengurangi tidak hanya jejak karbon pada proses produksi, tetapi juga pada bagian mitra, pemasok, dan pelanggan dalam rantai nilai.

Digitalisasi untuk bertahan hidup

Teknologi saat ini memungkinkan untuk mencapai kesuksesan yang diukur terhadap ketiga dimensi TBL. Solusi digital seperti EcoStruxure Machine Expert Twin dapat membantu.

EcoStruxure Machine Expert Twin adalah solusi perangkat lunak kembar digital yang skalabel untuk seluruh siklus hidup alat berat. Ini memungkinkan desain mekanik, listrik, dan kontrol dilakukan secara paralel.

Solusi tersebut memungkinkan industri masa depan menjadi lebih efisien dan mengoptimalkan keberlanjutan melalui semua tahap siklus hidup pabrik, mulai dari penjualan dan desain hingga operasi.

Baca juga: Pelaku UMKM, Lakukan 3 Langkah Ini untuk Melakukan Transformasi Digital

Jauh lebih mudah untuk memverifikasi kinerja desain secara virtual untuk memastikan mereka berfungsi. Hal ini membuat kegiatan perbaikan terus-menerus.

Pada akhirnya, perusahaan dapat dengan cepat dan akurat menyesuaikan proses untuk bekerja lebih berkelanjutan sambil mendapatkan kelincahan yang dibutuhkan untuk mempertahankan bisnis dalam jangka panjang.

Senin, 13 Juni 2022

Pelaku UMKM, Lakukan 3 Langkah Ini untuk Melakukan Transformasi Digital

Transformasi digital UMKM

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) pada 2021, jumlah pelaku UMKM di Indonesia mencapai 64,2 juta dengan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 61,07 persen.

UMKM juga mampu menyerap 97 persen dari total angkatan kerja dan mampu menghimpun hingga 60,42 persen dari total investasi di Indonesia.

Padahal, di tengah pandemi Covid-19 yang berkecamuk, pelaku UMKM menghadapi tantangan dari berbagai sisi, seperti gangguan dalam rantai pasokan, menurunnya permintaan lokal dan internasional, perubahan perilaku konsumen, serta kekurangan tenaga kerja. 

Baca juga: Solusi Schneider Electric Bantu Wujudkan Digitalisasi Rumah Sakit di Indonesia

Sebagian besar pelaku UMKM mungkin telah mengetahui pentingnya mempersiapkan usaha mereka untuk menghadapi kondisi-kondisi tidak terduga, tetapi tidak banyak yang bersiap untuk mengantisipasi terjadinya krisis global pandemi.

Oleh karena itu, pelajaran yang dapat dipetik dari pandemi adalah pentingnya menerapkan sistem manajemen risiko yang memberikan ruang lebih untuk fleksibilitas dan desentralisasi pada seluruh proses operasional, termasuk model rantai pasokan. 

Schneider Electric pun mengajak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk membangun infrastruktur digital guna mendukung transformasi menuju ekonomi hijau dan berkelanjutan. Schneider Electric menggunakan istilah Electricity 4.0.

Baca juga: Peran Schneider Electric dalam Menuju Tujuan Keberlanjutan

Electricity 4.0 mengombinasikan listrik dengan teknologi digital. Dalam Electricity 4.0, automasi menjadi kunci dalam mengakselerasi bisnis.

Kondisi saat ini memang tengah berangsur pulih. Aktivitas ekonomi mulai kembali bergejolak. Pelaku usaha juga mulai mencari peluangnya untuk melesat dengan meramu ulang strategi bisnis. Namun, pelaku usaha perlu mengingat pelajaran penting dari krisis Covid-19.

Keberhasilan perusahaan bertahan dalam jangka waktu panjang di masa krisis terletak pada kemampuan perusahaan untuk cepat beradaptasi dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan ketahanan bisnisnya.

Baca juga: Indonesia dan Prancis Berkolaborasi Tingkatkan Kualitas Lulusan SMK

Elektrifikasi, automasi bisnis, dan digitalisasi proses kerja bukanlah sebuah opsi, melainkan sebuah kebutuhan yang cepat atau lambat harus diterapkan.

Pertanyaan selanjutnya adalah apa yang harus dipahami pelaku UMKM agar transformasi digitalnya dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi bisnisnya. Menurut Schneider Electric, berikut langkah yang mesti dilakukan pelaku UMKM.

1. Dukungan pasca-implementasi

Salah satu contohnya adalah mengakomodasi proses produksi agar lebih tepat waktu. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan konsistensi yang lebih tinggi.

Alhasil, Anda bisa menghemat biaya atau meningkatkan kapasitas, meningkatkan waktu untuk melakukan riset pasar, meningkatkan reputasi Anda sebagai pemasok, dan fokus pada peningkatan keselamatan serta kesehatan di lingkungan kerja.

2. Tentukan area yang membutuhkan teknologi automasi

Pelayanan berupa dukungan dan pemeliharaan sangat penting.  Apakah penyedia teknologi automasi yang Anda gunakan memberikan garansi? Apakah ada ketersediaan suku cadangdan bantuan teknis saat dibutuhkan? Apakah terdapat pra-pelatihan terkait kompetensi yang dibutuhkan dan apakah ada kursus sertifikasi yang dapat diambil untuk menjadi bagian dari proses automasi? Terdapat beberapa tahapan dalam implementasi dan setiap tahapan berperan penting.

3. Rasakan manfaat dari sekecil apapun

Langkah pertama adalah melakukan identifikasi proses dalam rantai produksi. Terapkan digitalisasi mulai dari hal terkecil dan rasakan manfaatnyaAnda perlu melibatkan tim dalam tahap perencanaan dan implementasi ini.

Dengan cara ini, Anda akan memberikan energi positif bagi mereka untuk menjadi bagian dari proses transformatif yang pada akhirnya akan meningkatkan keterampilan dan pola pikir mereka.

Sebagai perusahaan yang fokus pada transformasi digital dalam pengelolaan energi dan automasiSchneider Electric telah banyak membantu pelaku usaha dalam perjalanan transformasi digitalnya.

Baca juga: Mengapa Hannover Messe Menjadi Pameran Terpenting di Dunia?

Schneider Electric memiliki Automation Starter Pack yang mencakup layanan, hardware, dan software untuk UMKM, yaitu SME Jumpstart Automation Package.

SME Jumpstart Automation Package memanfaatkan teknologi augmented reality (AR) dan pemantauan berbasis cloud untuk meningkatkan manajemen serta pemeliharaan mesin.

Teknologi tersebut juga membantu pelaku UMKM memulai perjalanan automasinya, mulai dari mendigitalisasi database berbasis hardcopy menjadi database online, memungkinkan pelacakan kinerja secara jarak jauh, hingga membantu UMKM memastikan bahwa proses transformasi mereka berkelanjutan.

Senin, 06 Juni 2022

Peran Schneider Electric dalam Menuju Tujuan Keberlanjutan

Pentingnya bahan baku ramah lingkungan bagi industri dan bumi

Hi guys!

Jika kita menganggap serius tujuan Paris Agreement, maka kita harus berpikir secara proaktif untuk membuat kemajuan substansial untuk dicapai pada 2030.

Menurut Schneider Electric, keberlanjutan adalah suatu keharusan bagi semua spesies hidup. Keberlanjutan merupakan peluang untuk menciptakan ketahanan dan efisiensi dalam jangka panjang.

Keberlanjutan sangat penting untuk pembangunan ekonomi seiring dengan kemajuan sosial dan teknologi. 

Baca juga: Solusi Schneider Electric Bantu Wujudkan Digitalisasi Rumah Sakit di Indonesia

Bumi membutuhkan lebih banyak angin, matahari, kendaraan listrik tanpa emisi, dan energi terbarukan lainnya. Semua teknologi ini pun bergantung pada berbagai bahan.

Bahan hijau atau green materials tersedia dalam berbagai bentuk. Mulai dari papan sirkuit yang dapat terdegradasi dan elektronik organik, hingga logam yang dapat didaur ulang dan digunakan kembali tanpa batas. Bahan organik dan anorganik keduanya dapat dianggap hijau.

Adapun beberapa manfaat menggunakan bahan baku ramah lingkungan adalah:

  • Diferensiasi produk
  • Kesepakatan dengan peraturan pemerintah dan standar lingkungan
  • Nilai tambah dengan pendekatan nol-emisi

Untuk mewujudkan hal tersebut, salah satu perusahaan asal Prancis, Schneider Electric pun melakukan upaya dan inisiatif serius dengan menandatangani Pakta Plastik Eropa (European Plastics Pact) pada peluncuran resminya di Brussel, 6 Maret 2020.

Baca juga: Indonesia dan Prancis Berkolaborasi Tingkatkan Kualitas Lulusan SMK

Sekarang mari fokus pada logam hijau atau green metals. Saat ini, produksi logam primer bertanggung jawab atas 7-8 persen dari seluruh penggunaan energi global dan berkontribusi terhadap dampak lingkungan lokal yang parah.

Penting untuk menerapkan teknik terbaik yang tersedia untuk mendaur ulang logam. Raksasa manufaktur logam harus mulai bekerja menuju pengurangan karbondioksida yang signifikan.

Baca juga: Mengapa Hannover Messe Menjadi Pameran Terpenting di Dunia?

Memang, beberapa logam yang digunakan di industri, seperti yang terdapat di dalam ponsel dan sel surya memiliki tingkat daur ulang, tetapi secara signifikan kurang dari 1 persen.

Mempertimbangkan tantangan tersebut, terdapat lima peluang penting menuju tujuan logam hijau.

  1. Mengalihkan bahan bakar utama dari batubara ke biomassa.
  2. Meningkatkan efisiensi tanur sembur atau blast furnace (BOF) untuk mengurangi konsumsi energi dan kerugian produksi.
  3. Meningkatkan daur ulang kepingan menggunakan tungku busur listrik yang lebih ramah lingkungan.
  4. Menangkap emisi karbon untuk digunakan kembali dalam menciptakan produk baru untuk industri.
  5. Menyempurnakan produksi dan teknologi dampak lingkungan yang rendah.

Singkatnya, peran bahan ramah lingkungan memberikan banyak tantangan dan beberapa perusahaan, seperti Schneider Electric sudah mengerjakannya secara serius dalam mencapai target keberlanjutan.

Jumat, 03 Juni 2022

Indonesia dan Prancis Berkolaborasi Tingkatkan Kualitas Lulusan SMK

Kerja sama pemerintah Indonesia dan Prancis memajukan pendidikan vokasi di Tanah Air.

Hi guys!

Schneider Electric Indonesia berkontribusi menjadi industry knowledge partner dalam transformasi ekosistem pendidikan vokasi dengan menjadi penghubung antara pemerintah Indonesia dan Prancis.

Kedua negara sepakat bekerja sama untuk menguatkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan vokasi. Program kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Prancis ini diimplementasikan dalam program Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan (SMK PK).

Total nilai bantuan yang telah diberikan oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk program kerja sama tersebut senilai Rp 141,538 miliar. Sementara itu, pemerintah Perancis menyumbangkan dana senilai Rp 26,327 miliar.

Baca juga: 3 Strategi Transformasi Digital yang Mendorong Daya Saing Manufaktur F&B

Sasaran target dari kerja sama tersebut adalah sejumlah 124 SMK yang menyelenggarakan kompetensi keahlian kelistrikan, energi terbarukan, dan automasi industri. Hingga 2022, program ini sudah melampaui target dengan membantu 125 SMK yang tersebar di seluruh Tanah Air.

Selain pihak swasta, program tersebut juga turut melibatkan Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) serta Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri (BBPPMPV BMTI).

Melalui program up-skilling dan re-skilling guru kejuruan, program tersebut telah melatih sebanyak 340 guru kejuruan dan teknisi hingga 2021. Hasil pelatihan tersebut kemudian disalurkan kepada 630 guru lain dan 12.500 siswa SMK yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kolaborasi industri dan pendidikan

Duta Besar Prancis untuk Indonesia Olivier Chambard menyatakan, kerja sama pemerintah Prancis, Indonesia, dan Schneider Electric merupakan sebuah kolaborasi publik-swasta yang komprehensif di sektor pendidikan dan relevan dengan kebutuhan industri masa depan.

“Pemerintah Prancis senang dapat ikut andil dalam pengembangan sistem pendidikan kejuruan di Indonesia. Kami berterima kasih kepada para ahli kelistrikan yang telah menjadi tenaga pelatih, Schneider Electric Foundation, dan Schneider Electric Indonesia atas transfer teknologi serta pengalamannya,” ujar Olivier.

Baca juga: 3 Strategi Transformasi Digital yang Mendorong Daya Saing Manufaktur F&B

Sebagai informasi, kemitraan Schneider Electric Global bersama pemerintah Prancis di bidang pendidikan telah berlangsung selama 50 tahun dan berfokus pada pelatihan bagi tenaga pengajar, siswa tingkat kejuruan dan perguruan tinggi, serta penyediaan teknologi.

Cluster President Schneider Electric Indonesia and Timor Leste Roberto Rossi mengatakan, Schneider Electric terus berkomitmen untuk menjadi industry knowledge partner dalam transformasi ekosistem pendidikan yang bermanfaat bagi generasi mendatang.

“Misi kami adalah mempersiapkan ahli kelistrikan menghadapi tantangan masa depan dan menjadi mitra strategis dalam membangun sektor pendidikan yang berkelanjutan, sesuai dengan perkembangan dunia industri,” ujar Roberto.

Baca juga: Solusi Schneider Electric Bantu Wujudkan Digitalisasi Rumah Sakit di Indonesia

Roberto juga menekankan urgensi transformasi sektor pendidikan untuk mengatasi isu prioritas dunia yang saat ini tengah dibahas di Presidensi G20 Indonesia, yaitu transformasi digital dan transisi energi berkelanjutan.

“Teknologi yang memungkinkan transformasi industri dan transisi energi bersih telah ada saat ini. Penentu kesuksesannya ada pada SDM yang mengoperasikannya. Untuk itu, perlu adanya upaya berkelanjutan untuk mendukung pembangunan SDM,” jelas Roberto.

Kerja sama yang menguntungkan

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikbudristek Suharti mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi komitmen Pemerintah Prancis melalui Schneider Electric untuk terlibat dalam menghasilkan lulusan vokasi berkualitas.

“Kami berharap, ke depan akan semakin banyak industri yang menjadikan SMK sebagai bagian dari daya saing peningkatan ekonomi dan produktivitasnya,” tutur Suharti.

Baca juga: Solusi Penerapan Edge Computing bagi Perusahaan

Keterlibatan serta partisipasi dari pemerintah Prancis dan Schneider Electric, lanjutnya, menjadi bukti bahwa SMK mendapatkan kepercayaan dari industri berskala internasional.

“Kerja sama yang dibangun merupakan bentuk diplomasi kedua negara. Oleh sebab itu, poin-poin kerja sama harus bersifat saling menguntungkan. Kami meyakini bahwa vokasi di Indonesia mampu memberikan sumbangsih pada pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan daya saing di kancah global,” kata Suharti.

Suharti meyakini bahwa program link and match yang diprakarsai kedua belah pihak tersebut mampu menjadi katalis revitalisasi SMK. Revitalisasi ini dimulai dari perencanaan melalui sinkronisasi kurikulum, pemenuhan peralatan, penyediaan ruang praktik, guru tamu, optimalisasi magang kerja, uji sertifikasi berstandar industri, hingga penerimaan lulusan SMK.

Baca juga: Bangga! Pelajar Indonesia Juara Kompetisi Schneider Go Green Tingkat Asia Timur dan Jepang

“Koordinasi dan kolaborasi antara SMK, pemerintah pusat, pemerintah daerah, industri, pemerintah Prancis, dan orang tua murid yang solid menjadi solusi mengatasi tantangan kebutuhan tenaga kerja pada masa kini dan masa depan, serta bagi lulusan yang akan menjadi wirausahawan,” imbuh Suharti.

Rabu, 01 Juni 2022

Mengapa Hannover Messe Menjadi Pameran Terpenting di Dunia?

Hannover Messe 2022 jadi acara penting bagi Schneider Electric dan industri lain

Hannover Messe adalah salah satu pameran dagang (trade fairs) terpenting di dunia untuk teknologi industri. Lokasinya ada di Kota Hannover, Jerman.

Biasanya, ada sekitar 6.500 peserta pameran dan lebih dari 200.000 pengunjung dari seluruh dunia yang meramaikan Hannover Messe. Untuk edisi 2022, pameran ini berlangsung mulai 30 Mei hingga 2 Juni 2022.

Baca juga: Solusi Schneider Electric Bantu Wujudkan Digitalisasi Rumah Sakit di Indonesia

Hannover Messe 2022 berfokus pada digitalisasi dan keberlanjutan sebagai kunci untuk mengubah industri. Oleh karena itu, acara Hannover Messe penting bagi semua industri yang memiliki fokus pada bidang energi dan automasi, seperti Schneider Electric.

Mengapa Hannover Messe penting bagi Schneider Electric?

Sebagai pemimpin dalam transformasi digital manajemen energi dan automasi, Schneider Electric akan mengungkap beberapa inovasi di Hannover Messe 2022 dengan tujuan yang kuat, yakni mempercepat jalur menuju nol emisi karbon bersih untuk pelanggan dan mitra.

Dari 30 Mei hingga 2 Juni, Schneider Electric Experts akan menyampaikan tiga pembicaraan berikut.

1. Innovation Talk: Electricity 4.0 – Our Fastest Route to Net Zero

Lebih dari 80 persen emisi CO2 berhubungan dengan industri dan lebih dari 60 persen energi terbuang percuma. Untuk mengatasi perubahan iklim, kita perlu membuat energi ramah lingkungan dan cerdas. Solusinya adalah dunia yang lebih elektrik dan lebih digital. Schneider Electric menyebutnya Electricity 4.0.

Melalui talk show ini, peserta akan belajar bagaimana listrik membuat energi menjadi hijau dan bagaimana inovasi digital membuat energi menjadi cerdas dengan menghilangkan pemborosan.

> Pembicara: Head of Marketing Sustainability of Europe Operations, Gerold Göldner, VP Strategy of Europe Operations, Cordelia Thielitz, dan Global Innovation Ambassador, Liani Toro

2. Innovation Talk: Our Resilient and Sustainable Future

Kebutuhan akan manufaktur cerdas generasi mendatang sangat mendesak. Perusahaan industri membutuhkan lebih banyak inovasi, automasi, efisiensi lingkungan, dan kelincahan di semua sektor. Tidak hanya untuk keberlanjutan planet ini, tetapi juga untuk keberlanjutan bisnis itu sendiri.

Melalui talk show ini, peserta akan belajar bagaimana meningkatkan keberlanjutan operasional mereka dengan mengintegrasikan energi dan sistem automasi secara digital.

Baca juga: Solusi Penerapan Edge Computing bagi Perusahaan

Mereka juga akan menemukan cara untuk menumbuhkan profitabilitas yang bertanggung jawab dengan analitik canggih dan perangkat lunak industri dan cara memanfaatkan ekosistem mitra tepercaya untuk mencapai dan melampaui sasaran operasional Anda

Pembicara: Offer Manager Industrial Automation of DACH, Niels Wessel dan Global Innovation Ambassador, Karim Helal

3. Innovation Talk: Next Generation Industrial Automation

Cara barang dan jasa diperoleh, diproduksi, dikirim, serta dikonsumsi semakin didorong oleh teknologi informasi. Kini, lebih banyak pekerjaan dilakukan dari jarak jauh. Lebih banyak pula interaksi bersifat digital. Hal ini membuat lebih banyak operasi otomatis yang bekerja.

Melalui talk show ini, peserta akan belajar bagaimana membuat operasi mereka berkelanjutan, gesit, dan tangguh melalui automasi industri yang berpusat pada perangkat lunak yang aman.

Baca juga: Bangga! Pelajar Indonesia Juara Kompetisi Schneider Go Green Tingkat Asia Timur dan Jepang

Pembicara: System Marketing of Next Gen Automation Incubator, Leif Juergensen dan Global Innovation Ambassador, Marissa Mueller

Kunjungi website resmi Hannover Messe 2022 untuk mengetahui lebih banyak informasi tentang acara ini dan bergabunglah ke dalam misi keberlanjutan Schneider Electric.

Kamis, 26 Mei 2022

Solusi Schneider Electric Bantu Wujudkan Digitalisasi Rumah Sakit di Indonesia

Teknologi rumah sakit di Indonesia

Schneider Electric secara resmi memberikan solusi teknologi EcoStruxure Power Monitoring Expert kepada Perkumpulan Teknik Perumahsakitan Indonesia (PTPI) yang disaksikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia.

Solusi EcoStruxure Power Monitoring Expert merupakan perangkat lunak (software) yang memungkinkan manajemen rumah sakit memantau suplai listrik secara real-time selama 24/7, mengetahui konsumsi daya listrik, dan mengidentifikasi sejak dini kemungkinan adanya gangguan listrik sehingga dapat dilakukan tindakan preventif sebelum terjadi masalah.

Digitalisasi sistem kelistrikan memang menjadi salah satu fondasi penting dalam keseluruhan rancangan transformasi digital.

Baca juga: Kebutuhan Listrik Terus Meningkat, Bagaimana Cara agar Tetap Ramah Lingkungan?

Pada sektor kesehatan, gangguan listrik dapat berakibat pada ancaman keselamatan pasien dan petugas kesehatan. Namun, kompleksitas sistem kelistrikan di rumah sakit kini dapat diatasi melalui solusi digital melalui EcoStruxure Power Monitoring Expert.

Perangkat lunak EcoStruxure Power Monitoring Expert memberikan visibilitas menyeluruh dalam satu genggaman yang dapat meningkatkan kinerja teknisi rumah sakit, meningkatkan keandalan dan efisiensi energi, serta pada akhirnya peningkatan keselamatan pasien dan petugas kesehatan.

Solusi EcoStruxure Power Monitoring Expert dari Schneider Electric tersebut akan diimplementasikan di enam rumah sakit milik pemerintah dalam upaya untuk memperkuat sistem kelistrikan rumah sakit.

Baca juga: Solusi Penerapan Edge Computing bagi Perusahaan

Simbolisasi serah terima kepada perwakilan enam rumah sakit diwakili oleh Cluster President Schneider Electric Indonesia and Timor Leste Roberto Rossi kepada Presiden Perkumpulan Teknik Perumahsakitan Indonesia Prof Dr Ing Eko Supriyanto.

Acara serah terima dilaksanakan bersamaan dengan penyelenggaraan Innovation Day for Healthcare 2022. Pada gelaran tahun ini, Schneider Electric melakukan konferensi bersama PTPI dengan mengulas tren dan tantangan ke depan bagi sektor kesehatan, serta inovasi teknologi dalam transformasi digital.

Dalam kesempatan tersebut, Prof Eko mengatakan bahwa PTPI memiliki misi untuk terus mendorong berbagai pemangku kepentingan untuk mewujudkan rumah sakit yang Selamat, berMutu, Aman, Ramah Lingkungan, dan Terjangkau (SMART) di Indonesia.

Baca juga: Bangga! Pelajar Indonesia Juara Kompetisi Schneider Go Green Tingkat Asia Timur dan Jepang

Salah satunya dalam aspek kelistrikan, yakni bagaimana melalui pemanfaatan teknologi digital dapat meningkatkan keselamatan, kualitas, mutu, keamanan, keramahan, dan keterjangkauan listrik.

Adapun penyelenggaraan Innovation Day for Healthcare kali ini bertujuan untuk membangun dialog antara regulator, manajemen rumah sakit, industri, dan akademisi terkait sistem kelistrikan serta automasi rumah sakit.

“Terima kasih kepada Schneider Electric yang memberikan dukungan penuh pada penyelenggaraan acara hari ini, termasuk juga pemberian solusi EcoStruxure Power Monitoring Expert untuk mendukung transformasi sistem kelistrikan di enam rumah sakit pemerintah,” kata Prof Eko. 

Baca juga: 3 Strategi Transformasi Digital yang Mendorong Daya Saing Manufaktur F&B

Sebelumnya, Schneider Electric juga telah dipercaya oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebagai mitra strategisnya dalam percepatan transformasi digital.

Sejak 2018, Schneider Electric telah bekerja sama dengan Kemenperin dan Kemendikbud dalam pembangunan pusat keunggulan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia yang mencakup para profesional, pelajar, dan tenaga pengajar.

Kedua kementerian tersebut juga menjadikan pabrik pintar Schneider Electric di Batam sebagai National Lighthouse atas penerapan industry 4.0 untuk Indonesia.

Senin, 23 Mei 2022

Solusi Penerapan Edge Computing bagi Perusahaan

Solusi edge computing dari Schneider Electric

Riset terbaru dari International Data Corporation (IDC) bertajukSucceeding at Digital First Connected Operations menunjukkan bahwa 50 persen perusahaan responden berinvestasi dalam edge computing untuk meningkatkan keamanan siber korporat.

Sementara itu, 44 persen lainnya menggunakan edge computing untuk meningkatkan ketangguhan dan keandalan sistem perusahaan.

Meskipun demikian, ada berbagai tantangan yang harus diatasi perusahaan untuk memastikan infrastruktur edge mereka dapat dimanfaatkan secara optimal.  

Baca juga: Tanpa Edge Computing, Keberlanjutan Metaverse Sulit Diwujudkan

Beberapa di antaranya terkait masalah konektivitas dan pemadaman listrik. Sekitar 32 persen responden mengatakan bahwa mereka mengalami kurangnya konektivitas atau konektivitas yang lambat terhadap penerapan edge.

Kemudian, sebanyak 31 persen pernah mengalami pemadaman listrik atau lonjakan listrik yang berlangsung selama lebih dari 60 detik.

Lebih dari itu, ada sejumlah tantangan lain yang perlu dihadapi perusahaan dalam transisi menuju operasional yang terhubung secara digital.

Baca juga: Bangga! Pelajar Indonesia Juara Kompetisi Schneider Go Green Tingkat Asia Timur dan Jepang

Pertama, keamanan. Perusahaan wajib memiliki perhatian yang besar terhadap keamanan secara fisik dan siber (cybersecuritydalam operasional yang terhubung. Hal ini membutuhkan sistem dan proses yang dirancang secara khusus untuk paradigma digitalisasi.

Ketika faktor keamanan bisa diatasi dan operasional perusahaan sepenuhnya terhubung ke jaringan cloud, kekuatan data operasional dapat dimanfaatkan lebih maksimal.

Selain itu, perusahaan harus meningkatkan sumber daya listrik dan jaringan yang tangguh, aman, serta berkelanjutan. Dengan menyertakan sumber daya listrik dan jaringan yang tangguh sejak awal fase perencanaan edge, perusahaan dapat mengurangi risiko downtime.

Baca juga: 3 Strategi Transformasi Digital yang Mendorong Daya Saing Manufaktur F&B

Kedua, keandalan. Dengan lebih banyaknya kemampuan operasional lokal didukung secara jarak jauh melalui edge yang terhubung, keandalan menjadi salah satu perhatian utama.

Untuk mengatasinya, perusahaan perlu meningkatkan kemampuan pemantauan jarak jauh dan manajemen sumber daya edge dalam skala besar.

Sumber daya edge yang tangguh merupakan dasar untuk beralih ke operasional yang saling terhubung secara digital.

Perusahaan akan menjadi rentan apabila teknologi mereka gagal. Untuk melakukan future-proofing atas penerapan ini, para pemimpin perlu mengembangkan strategi yang dapat mengatasi masalah seperti keamanan siber dan jaringan.

Baca juga: Kebutuhan Listrik Terus Meningkat, Bagaimana Cara agar Tetap Ramah Lingkungan?

Ketiga, keterampilan. Tenaga kerja perlu memiliki keterampilan yang tepat untuk menjalankan seluruh pengaturan teknologi. Dengan begitu, keselarasan secara internal untuk mendorong perubahan dapat terbangun secara baik.

Untuk mengatasi tantangan itu, perusahaan perlu melibatkan mitra ekosistem baru di dalam dan luar organisasi.

Mitra layanan yang tepercaya sering kali dapat memprediksikan masalah sebelum masalah pada sistem terjadi. Sebaiknya, perusahaan perlu mencari mitra yang memiliki komitmen dalam upaya keberlanjutan.

Baca juga: Schneider Go Green 2022 Jadi Ajang Generasi Muda Indonesia Berinovasi

Sebagai pemimpin transformasi digital dalam pengelolaan energi dan automasi, Schneider Electric bisa menjadi mitra tepercaya perusahaan dalam mengembangkan teknologi edge mereka.

Sebagai mitra dan penyedia solusi menyeluruh, Schneider Electric bekerja sama dengan para pelanggan dalam merancang strategi menyeluruh dalam proses perancangan, penerapan dan pengelolaan edge.

Adapun salah satu solusi yang ditawarkan Schneider Electric adalah platform pemantauan dan manajemen berbasis cloud EcoStruxure IT yang menyediakan pemantauan jarak jauh. Platform ini dapat meningkatkan keamanan, wawasan berbasis data dan rekomendasi, kemampuan pelaporan, serta kemampuan layanan digital yang andal.

Selain itu, Schneider Electric juga menyiapkan ekosistem terintegrasi yang terdiri dari aliansi teknologi teknologi informasi, jaringan global channel partner yang berpengalaman, dan service engineer serta peralatan desain berbasis aturan (rules-based design tools).

Minggu, 15 Mei 2022

Bangga! Pelajar Indonesia Juara Kompetisi Schneider Go Green Tingkat Asia Timur dan Jepang

Tim SmartFOCS dari ITB memenangkan kompetisi Schneider Go Green tingkat Asia Timur dan Jepang

Hi guys!

Tim SmartFOCS dari Indonesia terpilih sebagai Juara Pertama Schneider Go Green tingkat Asia Timur dan Jepang. Setelah mengalahkan perwakilan tim dari 5 negara, Tim SmartFOCS berhasil lolos dan mengantongi tiket untuk berkompetisi di tingkat global menghadapi 7 perwakilan regional dari seluruh dunia.

Membawa ide inovasi pengembangan Smart Floating Ocean Current dan Solar Hybrid Generation Power System (SmartFOCS Power), Tim SmartFOCS  terdiri dari Yusiran, Herviyandi Herizal, dan Sagaria Arinal Haq dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Melalui inovasi yang dihasilkan, mereka menawarkan solusi penyediaan akses listrik melalui pemanfaatan energi baru terbarukan, terutama bagi masyarakat pesisir.

Baca juga: Ciptakan PLT Arus Laut, Tim SmartFOCS Jadi Pemenang Schneider Go Green 2022

Teknologi SmartFOCS Power ciptaan Tim SmartFOCS mengintegrasikan pembangkit listrik fotovoltaik terapung dan turbin arus laut untuk menghasilkan energi yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik pulau-pulau kecil yang sulit diakses oleh PLN.

Dengan hadirnya listrik, diharapkan dapat memberikan efek ganda bagi masyarakat pesisir untuk meningkatkan kesejahteraannya.

Ide menggabungkan tenaga surya dan turbin diawali dari kisah salah satu anggota Tim SmartFOCS yang mengalami kesulitan memperoleh akses listrik di desa tempat tinggalnya yang berlokasi di Selat Kongki, Kepulauan Riau.

Baca juga: Schneider Electric Hibahkan Solar Inverter kepada Universitas Sriwijaya

Hingga pada 2021, ketiganya melakukan proyek percobaan di desa tersebut dengan memasang prototype  SmartFOCS Power 3KVA dan telah berhasil mengaliri listrik untuk 16 rumah tangga di desa tersebut. Ide ini kemudian dibawa oleh mereka untuk mengikuti kompetisi Schneider Go Green.

Cluster President Schneider Electric Indonesia and Timor Leste Roberto Rossi mengatakan, Indonesia sangat kaya dengan sumber energi terbarukan.

“Ide-ide inovatif seperti Tim SmartFOCS yang dapat memaksimalkan potensi sumber energi untuk kepentingan masyarakat luas dan kelestarian lingkungan perlu mendapatkan panggung yang dapat membuka peluang kolaborasi,” jelas Roberto.

Sebagai informasi, Schneider Go Green merupakan salah satu program pengembangan bakat dan mentoring yang diinisiasi oleh Schneider Electric sejak 2010.

Baca juga: 3 Strategi Transformasi Digital yang Mendorong Daya Saing Manufaktur F&B

Schneider Go Green merupakan kompetisi global yang diperuntukkan bagi mahasiswa/i untuk menumbuhkan minat dan memfasilitasi generasi muda untuk ikut ambil bagian mencari solusi dalam pengelolaan energi dan automasi industri yang efisien dan berdampak positif terhadap lingkungan.

Pada 2022, Schneider Go Green menambahkan satu kategori baru yaitu Supply Chain of the Future guna melengkapi cakupan kategori kompetisi yang sudah ada, di antaranya De[coding] the Future, Access to Energy, Homes of the Future, Plants of the Future, dan Grids of the Future.

Dalam penyelenggaran kompetisi, Schneider Electric memberikan panggung bagi generasi muda perempuan untuk menunjukkan kemampuannya. Schneider Go Green mewajibkan setiap tim harus memiliki sedikitnya satu peserta perempuan.

Baca juga: Kebutuhan Listrik Terus Meningkat, Bagaimana Cara agar Tetap Ramah Lingkungan?

Adapun peserta yang bisa berkompetisi merupakan mahasiswa/i yang sedang mengambil studi S1 maupun S2 di bidang studi Business, Computer Sciences, Engineering, Math, dan Marketing and Innovation.

Perwakilan Tim SmartFOCS Yusiran mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan, bimbingan, dan fasilitas yang diberikan oleh Schneider Electric Indonesia.

Menurutnya, Schneider Go Green tidak hanya menjadi ajang bagi kami untuk memperkenalkan solusi SmartFOCS Power, kami juga mendapatkan pengetahuan baru dan akses teknologi yang membantu kami mengembangkan SmartFOCS Power lebih efisien dan sustainable.

Baca juga: Tanpa Edge Computing, Keberlanjutan Metaverse Sulit Diwujudkan

“Ke depannya, kami akan terus mengembangkan fitur-fitur dan meningkatkan skala SmartFOCS Power dengan kapasitas yang lebih besar agar dapat dinikmati oleh lebih banyak masyarakat yang saat ini belum memperoleh akses listrik,” kata Yusiran.

Teknologi SmartFOCS Power diyakini memiliki potensi bisnis untuk masyarakat pesisir, mulai dari budidaya ikan di keramba jaring apung, cold storage, hingga desalinasi air laut. Teknologi ini juga bisa menekan emisi karbon dua kali lipat lebih besar dari Solar PV Offgrid. 

Senin, 09 Mei 2022

3 Strategi Transformasi Digital yang Mendorong Daya Saing Manufaktur F&B

Ilustrasi penerapan transformasi digital bagi perusahaan food and beverages

Digitalisasi dapat memungkinkan sektor industri, termasuk industri food and beverages (F&B) meningkatkan agility atau kelincahan yang lebih tinggi dan kontrol yang lebih tepat. Itulah alasan banyak perusahaan F&B meningkatkan nilai investasi mereka dalam transformasi digital akhir-akhir ini. 

Adapun beberapa strategi yang bisa diterapkan perusahaan F&B dalam membangun ketahanan dan ketangkasan mereka melalui transformasi digital.

Baca juga: Ciptakan PLT Arus Laut, Tim SmartFOCS Jadi Pemenang Schneider Go Green 2022

Sebuah produsen tepung terigu asal Amerika Selatan, Molinos Florencia Argentina bisa menjadi contoh dalam penerapan strategi digital untuk mengelola fasilitas produksi makanan. Di bawah ini adalah beberapa sorotan dari implementasi digital mereka.

1. Penggunaan sistem automasi kontrol terpadu

Molinos Florencia menugaskan pabrik baru dengan kapasitas produksi 300 ton tepung per hari. Pabrik baru ini memerlukan arsitektur sistem terbuka yang memungkinkan integrasi yang mudah antara perangkat, sistem kontrol, dan sistem pengawasan.

Melalui penggunaan sistem Integrated Control Automation dari Schneider Electric dan AVEVA, konfigurasi sistem berbasis perpustakaan dan pendekatan rekayasa digunakan untuk meningkatkan manfaat kolaborasi dan mengurangi waktu yang diperlukan untuk memodifikasi sistem kontrol selama fase desain proyek. 

Baca juga: Kebutuhan Listrik Terus Meningkat, Bagaimana Cara agar Tetap Ramah Lingkungan?

Penggunaan sistem automasi kontrol terpadu ini dapat mengurangi biaya teknik dan waktu commissioning hingga 20 persen.

2. Integrasi sistem kontrol

Molinos Florencia memanfaatkan software baru, yakni Manufacturing Execution System (MES) dari Schneider Electric untuk Consumer Packaged Goods (CPG) dan Recipe Management. Perangkat lunak ini turut membantu meningkatkan efisiensi operasional.

Dengan akses aliran data yang lancar, andal, dan akurat, operator dapat melihat gambaran lengkap tentang operasi pabrik dan jaringan. Hal ini memungkinkan mereka untuk mengelola peningkatan berkelanjutan sambil memberikan fleksibilitas untuk beradaptasi dengan permintaan pasar yang terus berubah.

Baca juga: Tanpa Edge Computing, Keberlanjutan Metaverse Sulit Diwujudkan

Kelincahan seperti itu dapat menurunkan biaya operasi hingga 20 persen melalui penghematan jam kerja dan produksi yang bisa lebih dioptimalkan.

3. Mitra yang tepat

Di dunia digital baru, peran integrator sistem yang menguasai keahlian dalam bidang automasi industri menjadi lebih penting. Molinos Florencia sendiri memanfaatkan solusi digitalisasi yang telah diimplementasikan oleh mitra lokal Schneider Electric, yakni Aumax untuk melakukan integrasi sistem kontrol yang ketat.

Ini memungkinkan Molinos Florencia dapat memulai konfigurasi ulang yang gesit dalam menanggapi perubahan kebutuhan pengembangan produk baru dan tingkat inventaris. Dalam penerapan sistem baru ini, tingkat rekayasa dan pemrograman Molinos Florencia mengalami peningkatan sekitar 20 persen lebih cepat.