Jumat, 05 Agustus 2022

Schneider Electric Gandeng SMK Promosikan Lingkungan Sekolah Hijau

Program Adopt A Tree dari Schneider Electric gandeng sejumlah SMK di Indonesia

Hi guys!

Schneider Electric, pemimpin transformasi digital dalam pengelolaan energi dan automasi, kembali melaksanakan program Adopt a Tree dengan menggandeng sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk mempromosikan lingkungan sekolah hijau. 

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Schneider Electric Indonesia yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat sebagai bagian dari aksi besar #GREENHEROESForLife.

Program pertama ditandai dengan dilakukannya penanaman bibit pohon di SMK Negeri 15 Kota Bekasi dan program kedua dilakukan di SMK 13, Labuhan, Medan, yang mana kedua kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif para karyawan Schneider Electric Indonesia serta jajaran guru dan pelajar. 

Baca juga: Promosikan Lingkungan Sekolah Hijau di SMK, Schneider Electric Luncurkan Program Adopt a Tree

Cluster President Schneider Electric Indonesia & Timor Leste Roberto Rossi mengatakan, sustainability merupakan inti dari tujuan, budaya, dan bisnis Schneider Electric dalam membangun dunia yang berkelanjutan dan inklusif.

“Kami merupakan perusahaan pertama yang mengukur dan mengawasi dampak bisnis terhadap komunitas (people), lingkungan (planet), dan ekonomi (profit) sejak 2005,” kata Roberto.

Tahun lalu, lanjutnya, Schneider Electric kembali memperkuat komitmen sustainability melalui program Schneider Sustainability Impact 2021-2025 yang berfokus pada enam komitmen jangka panjang United Nations Sustainable Development Goals (UN SDGs), di mana salah satunya adalah pemberdayaan komunitas lokal (empower local communities).

Schneider Electric memiliki komitmen untuk membuat lingkungan menjadi lebih berkelanjutan

Komitmen Schneider Electric

Business Vice President Sustainability Schneider Electric Indonesia & Timor Leste Astri Ramayanti menyampaikan, dalam menjalankan komitmen pemberdayaan komunitas lokal, Schneider Electric selalu mendorong keterlibatan staf dan karyawan.

“Kami memiliki komitmen yang memfasilitasi staf dan karyawan untuk berkontribusi terhadap komunitas, baik secara berkelompok maupun individu. Beberapa inisiatif yang dilakukan antara lain membersihkan pantai, serta menjadi guru tamu di SMK dan Universitas,” kata Astri.

Baca juga: Mantap! Pabrik Schneider Electric di Cikarang Manfaatkan 100 Persen Energi Terbarukan Pada 2025

Sebagai informasi, inisiatif sustainability Schneider Electric telah diakui oleh banyak lembaga pemeringkat environmental, social, and corporate governance (ESG).

Pada 2020, Schneider Electric kembali memperoleh peringkat Customer Data Platform (CDP) Climate Change A selama sepuluh tahun berturut-turut dan memperoleh peringkat Low Risk dari Sustainalytics.

Schneider Electric juga diakui sebagai the world’s most sustainable corporation 2021 menurut Corporate Knights pada Januari 2021. Untuk informasi lebih lanjut terkait inisiatif sustainability Schneider Electric, kunjungi link berikut.

Rabu, 03 Agustus 2022

Upaya Sustainability Pabrik Pintar Schneider Electric Cikarang

Pabrik pintar Schneider Electric di Cikarang, Indonesia

Hi guys!

Sebagai smart and sustainable factory, Pabrik Schneider Electric Cikarang didirikan pada 1995 sebagai bagian dari PT Schneider Indonesia. Pabrik ini berlokasi di Kawasan Industri East Jakarta Industrial Park (EJIP) dengan area seluas 33.000 meter persegi.

Schneider Electric Cikarang memulai perjalanan transformasi digitalnya pada 2017 yang secara bertahap menggunakan solusi arsitektur EcoStruxure yang mencakup connected product, edge control, apps, analysis and services untuk pengelolaan energi, operasional, dan pemeliharaan.

Beberapa solusi yang digunakan antara lain EcoStruxure Augmented Operator Advisor, EcoStruxure Power Monitoring Expert, EcoStruxure Building Advisor, EcoStruxure Resource Advisor, EcoStruxure Grid, Lean Digitalization System (for shop floor management), Remote FAT, Versatility Tool, 3D Printing, dan Paperless on Production Auto Control.

Baca juga: Percepatan Adopsi Teknologi Digital dan Automasi bagi Industri

Schneider Electric Cikarang juga memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan sistem panel surya yang terintegrasi solusi EcoStruxure Power. Solusi ini memungkinkan operator untuk memonitor kapasitas energi yang dihasilkan oleh tenaga surya.

Lebih dari 20 persen dari konsumsi energi bulanan di pabrik saat ini dihasilkan dari tenaga surya dan ditargetkan untuk mencapai 100 persen energi terbarukan pada 2025.

PLTS tersebut menghasilkan hingga 228 megawatt per hour (MWh) per tahun. Selain itu, PLTS yang digunakan juga telah mengurangi emisi karbon hingga 181 ton karbon dioksida per tahun atau setara dengan menanam 900 pohon per tahun.

Baca juga: 3 Cara Cerdas Mengelola Smart Home

Schneider Electric Cikarang juga dikenal sebagai pabrik engineered-to-order Schneider Electric terbesar di Asia yang memproduksi berbagai macam produk di bawah satu atap. Berikut adalah beberapa produk utama yang dihasilkan oleh pabrik pintar ini.

a. Medium Voltage Primary Switchgear

Schneider Electric Cikarang memproduksi PIX, MCset, and Motorpact untuk distribusi pasar lokal dan ekspor. Produk-produk ini sebagian besar dipasok untuk segmen utilitas, minyak dan gas, pembangkit listrik, bandara, serta industri (penambangan, mineral, dan logam).

b. Medium Voltage Secondary Switchgear

Medium Voltage Secondary terdiri dari SM6, RM6, dan Recloser/LBS, untuk segment utilitas dan bangunan. Distribusi 70 persen produk digunakan untuk pasar lokal di mana Perusahaan Listrik Negara (PLN) menjadi pelanggan terbesar untuk produk-produk ini.

c. Low Voltage Switchgear

Pelanggan utama dari produk ini adalah segmen minyak dan gas, Bandara, data center, serta industri pertambangan, mineral, dan logam. Distribusi 75 persen untuk pasar ekspor.

d. Low Voltage Products

Low voltage product adalah pemutus sirkuit yang terdiri dari ACB dan MCCB untuk distribusi pasar lokal.

Baca juga: Begini Peluang dan Tantangan Industri Otomotif di Era e-Mobility

Sebagai informasi, penerapan solusi EcoStruxure dan energi terbarukan di Cikarang telah meningkatkan produktivitas dan efisiensi energi hingga 15 persen dengan pengurangan energi yang konsisten dari tahun ke tahun.

Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari program transformasi digital Schneider Electric secara global dan dukungan Schneider Electric sebagai anggota perusahaan RE100 melalui komitmennya terhadap netralitas karbon pada 2030.

Saat ini, pabrik pintar Schneider Electric Cikarang mempekerjakan lebih kurang 800 karyawan serta memiliki sertifikasi berdasarkan standar nasional dan internasional yang meliputi ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001, ISO 50001 dan SMK3.

Senin, 01 Agustus 2022

Mantap! Pabrik Schneider Electric di Cikarang Manfaatkan 100 Persen Energi Terbarukan Pada 2025

Pemanfaatan tenaga surya sebagai pembangkit listrik di pabrik pintar Schneider Electric

Baru-baru ini, Schneider Electric juga meluncurkan kampanye #GREENHEROESForLife yang mengajak keterlibatan seluruh pemangku kepentingan internal, pemangku kebijakan, mitra bisnis, dan pelanggan sebagai agen perubahan dalam membangun kehidupan yang lebih baik bagi generasi penerus.

Melalui kampanye itu, Schneider Electric mempertegas komitmennya terhadap praktik sustainability. Upaya ini dilakukan untuk mendukung pencapaian emisi nol bersih, pelestarian keanekaragaman hayati (biodiversity), dan pemberdayaan komunitas lokal.

Melalui pabrik pintarnya di Cikarang, Schneider Electric menargetkan netralitas karbon pada 2025 dengan pemanfaatan 100 persen energi terbarukan sebagai sumber energi listrik.

Baca juga: 3 Cara Cerdas Mengelola Smart Home

Sejak 2017, pabrik Schneider Electric di Cikarang telah melakukan digitalisasi melalui penerapan teknologi digital dan automasi dengan menerapkan solusi EcoStruxure untuk produktivitas dan efisiensi operasionalnya.

Schneider Electric juga menerapkan green supply chain, seperti mengurangi air freight ratio di sektor logistik dan menjalankan program reduce, reuse, recycle (3R) di sektor kemasan produk sehingga dapat mencapai zero waste dalam pengelolaan sampah.

Pabrik pintar di Cikarang pun melakukan pelestarian keanekaragaman hayati di lingkungan pabrik, antara lain dengan mengurangi pemakaian plastik sekali pakai, menghemat air, memperkuat, dan melestarikan ekosistem lingkungan.

Dalam hal pemberdayaan komunitas lokal, pabrik pintar di Cikarang telah melatih lebih dari 1.000 orang yang mencakup tenaga pendidik dan pelajar sekolah, serta telah menyerap lebih dari 500 tenaga kerja yang berasal dari sekolah menengah kejuruan (SMK) di sekitar wilayah Cikarang.

Pabrik khusus

Sebagai pabrik engineered-to-order Schneider Electric terbesar di Asia, Schneider Electric Cikarang menjadi pabrik perakitan panel dengan spesifikasi khusus untuk berbagai macam produk dari peralatan listrik bertegangan rendah hingga menengah.

Terletak di kawasan industri East Jakarta Industrial Park (EJIP) dengan area seluas 33.000 meter persegi, pabrik Cikarang mempekerjakan 800 karyawan dan memiliki sertifikasi berdasarkan standar nasional dan internasional mencakup ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001, ISO 50001 dan SMK3.

Baca juga: Begini Peluang dan Tantangan Industri Otomotif di Era e-Mobility

Schneider Electric Cikarang menggabungkan sistem automasi industri dan pemanfaatan energi terbarukan yang dapat meningkatkan visibilitas dan koordinasi antar-operator, serta meningkatkan efisiensi energi hingga 15 persen.

Tidak hanya itu, Schneider Electric Cikarang juga telah menerapkan energi terbarukan dengan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang menghasilkan daya hingga 228 megawatt per hour (MWh) per tahun.

Pabrik pintar tersebut juga telah mengurangi emisi karbon hingga 181 ton karbon dioksida per tahun atau setara dengan menanam 900 pohon per tahun.

Baca juga: Percepatan Adopsi Teknologi Digital dan Automasi bagi Industri

Lebih dari 20 persen dari konsumsi energi bulanan di pabrik saat ini dihasilkan dari tenaga surya dan ditargetkan untuk mencapai 100 persen energi terbarukan pada tahun 2025.

Plant Director Schneider Electric Cikarang Joko Sutopo menyampaikan, prinsip Electricity 4.0 yang menggabungkan teknologi digital dengan elektrifikasi dari sumber energi bersih merupakan kunci penting dalam mendukung kesuksesan pencapaian target sustainability.

“Perangkat yang terhubung dengan IoT dan monitoring software, serta pengelolaan data secara real-time dapat memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap konsumsi dan kebutuhan energi, meningkatkan efisiensi, menekan emisi karbon, dan mengoptimalkan pemeliharaan aset,” jelas Joko.

Dari sisi sumber daya manusia (SDM), Schneider Electric juga melakukan transformasi dalam pola pikir dan peningkatan kompetensi digitalnya. Schneider Electric terus mendorong kreativitas SDM dalam menciptakan solusi hijau dan sustainable di lingkungan pabrik, baik itu dalam proses operasional, pelestarian keanekaragaman hayati, maupun pengembangan komunitas lokal.

Pengecekan alat kelistrikan dengan memanfaatkan teknologi automasi

Misi dalam hal keberlanjutan

Business Vice President Sustainability Schneider Electric Indonesia & Timor Leste Astri Ramayanti Dharmawan mengatakan, Schneider Electric memiliki misi menjadi mitra digital untuk sustainability dan efisiensi.

“Secara global, kami telah memulai perjalanan sustainability sejak 2005 dan terus memperbarui komitmen sustainability kami. Schneider Sustainability Impact (SSI) 2021-2025 terbaru kami berfokus pada tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG) PBB yang mencakup enam komitmen jangka panjang,” katanya.

Baca juga: Sustainability Jadi Prioritas Industri Wujudkan Net Zero Operations

Beberapa komitmen yang dijalankan, di antaranya adalah mempercepat pencapaian netralitas karbon dalam lingkup operasional perusahaan pada 2025, mewujudkan emisi nol bersih pada 2030, menyediakan akses terhadap pendidikan dan pengembangan keahlian di bidang energi kepada 1 juta orang di seluruh dunia, serta mengembangkan inisiatif lokal untuk pemberdayaan komunitas.

“Salah satu komitmen sustainability kami di Indonesia tercermin dalam pabrik pintar di Cikarang yang dapat menjadi contoh dan pembuktian bagaimana penerapan digitalisasi dan sustainability dapat menciptakan harmonisasi pengelolaan ekosistem kerja yang lebih sehat, berkualitas, efisien dan berdampak positif terhadap lingkungan,” katanya.

Presiden Direktur PT East Jakarta Industrial Park (EJIP) Kenichiro Yoshida turut mengapresiasi kepemimpinan Schneider Electric Cikarang dalam inisiatif digitalisasi dan sustainability di kawasan industri.

Baca juga: Indonesia Harus Bangga, di Batam Ada Pabrik Pintar Schneider Electric

“Kami selalu mendukung inisiatif-insiatif proaktif dari para tenan kami, baik itu terkait penerapan teknologi maupun upaya sustainability yang dapat meningkatkan produktivitas dan kontribusinya pada lingkungan dan masyarakat. Seperti halnya yang dilakukan Schneider Electric Cikarang,” ujar Yoshida.

Tentunya inisiatif seperti itu diharapkan dapat menjadi contoh success story yang akan mendorong lebih banyak lagi pelaku industri di Kawasan EJIP untuk segera bertransformasi menjadi pabrik pintar dan sustainable.

Adapun Kawasan EJIP berdiri sejak 1990 dengan luas area 320 hektare dan memiliki 89 tenan di mana lebih dari 80 persen merupakan perusahaan asal Jepang.

Senin, 25 Juli 2022

3 Cara Cerdas Mengelola Smart Home

Aplikasi smart home bagi hunian masyarakat Indonesia

Hi guys!

Rumah tangga merupakan salah satu kontributor konsumsi listrik terbesar di dunia dan kontribusinya terus meningkat.

Data dari PT PLN (Persero) mencatat bahwa konsumsi listrik masyarakat Indonesia pada 2021 tumbuh pesat dan melampaui konsumsi pada 2019, sebelum terjadinya pandemi Covid-19.

Hal itu perlu mendapatkan perhatian, terutama mengingat bahwa kebanyakan listrik yang digunakan di Indonesia berasal dari sumber energi fosil yang memberikan kontribusi emisi terbesar.

Baca juga: Agar Bisnis Tak Gulung Tikar, Perusahaan Masa Kini Harus Memenuhi Prinsip Keberlanjutan

Di sisi lain, situasi pandemi yang berlangsung selama lebih dari dua tahun telah membawa berbagai perubahan dalam pola hidup masyarakat. Hampir semua aspek kehidupan terdampak oleh pandemi, termasuk pekerjaan, pendidikan, usaha, dan kegiatan sehari-hari.

Kegiatan masyarakat yang semula kebanyakan dilakukan di luar rumah berpindah ke dalam rumah. Hal ini berkontribusi dalam kenaikan penggunaan listrik rumah tangga di Indonesia. Dampaknya, tidak hanya pada naiknya biaya listrik, tetapi juga pemanasan global akibat peningkatan emisi karbon.

Baca juga: Begini Peluang dan Tantangan Industri Otomotif di Era e-Mobility

Oleh sebab itu, Schneider Electric mengajak masyarakat untuk mengkaji ulang pola konsumsi listrik rumah tangga dan beralih ke penerapan rumah pintar (smart home) untuk meningkatkan kualitas hidup dan masa depan yang lebih berkelanjutan (sustainable).

Distribution Channel and Residential VP Schneider Electric Indonesia M Farhan Lucky mengatakan, penting bagi masyarakat untuk mulai mengadopsi konsep smart and sustainable living sebagai kunci masa depan yang nol bersih dari emisi karbon.

“Tiap individu dapat menjadi #GREENHEROESForLife bagi dirinya, keluarga, dan lingkungan di sekitar. Dengan mengubah pola kebiasaan penggunaan listrik di rumah dan beralih ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan, kamu sudah berkontribusi bagi masa depan generasi berikutnya,” kata Farhan.

Baca juga: Percepatan Adopsi Teknologi Digital dan Automasi bagi Industri

Untuk memungkinkan hal tersebut, teknologi digital bisa dikolaborasikan dengan elektrifikasi dari sumber energi bersih (dikenal dengan istilah Electricity 4.0). Hal ini dapat memberikan solusi dengan menjadikan hunian menjadi lebih tangguh, lebih hemat energi, lebih personal, dan pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup penghuni.

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengelola penggunaan listrik di rumah lebih cerdas.

1. Menggunakan aplikasi smart home

Dengan berbekal pemahaman tentang pola penggunaan alat elektronik yang ada, pemilik rumah dapat berperan aktif untuk mengurangi penggunaan alat-alat elektronik yang tidak terpakai. Hal ini dapat dilakukan secara manual dengan mematikan alat-alat elektronik tidak terpakai.

Cara lain, kamu bisa menggunakan sensor otomatis yang dapat mendeteksi kegiatan di area rumah. Jika kamu ingin menggunakan cara ini, kamu dapat menggunakan aplikasi smart home, seperti Wiser Home Control yang memungkinkan pemilik rumah memantau konsumsi energi dan membuat ekosistem listrik yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

Baca juga: Sustainability Jadi Prioritas Industri Wujudkan Net Zero Operations

Wiser Home Control mengintegrasikan teknologi kelistrikan, multimedia, dan telekomunikasi kamu dalam satu solusi yang mudah digunakan.

Teknologi ini dapat dioperasikan oleh lebih dari satu orang dan terukur sehingga memungkinkan kamu untuk memonitor, mengendalikan, dan mengakses rumah di luar batas fisik, kapan saja, di mana saja, baik melalui ponsel pintar, komputer, sistem door entry, tablet web, semuanya dengan sistem antarmuka (interface) intuitif yang sama.   

2. Menggunakan sumber daya listrik terbarukan

Lebih lanjut, langkah lain yang bisa kamu ambil adalah menggunakan sumber daya listrik terbarukan, seperti panel surya. Saat ini, panel surya telah menjadi alternatif ramah lingkungan yang semakin populer untuk memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga.

Energi dari panas matahari kemudian dikonversikan menjadi tenaga listrik yang dapat digunakan untuk peralatan elektronik di rumah. Solar Home System dari Schneider Electric dapat menjadi pilihan solusi bagi kamu yang ingin mulai mengadopsi teknologi ramah lingkungan berbasis tenaga surya untuk memenuhi kebutuhan listrik di rumah dan ramah lingkungan.  

3. Memantau penggunaan listrik di rumah

Mengurangi penggunaan listrik di rumah dapat dimulai dengan memantau penggunaan listrik sehari-hari. Ini bisa dilakukan dengan menginventarisasi barang-barang elektronik yang ada di rumah dan mengetahui kapan barang-barang tersebut digunakan.

Dengan demikian, pemilik rumah dapat memiliki visibilitas yang menyeluruh atas penggunaan listrik di rumah.

Salah satu cara yang mudah untuk memantau penggunaan listrik adalah dengan memperhatikan ruangan mana yang dipakai untuk berkegiatan pada waktu tertentu. 

Baca juga: Indonesia Harus Bangga, di Batam Ada Pabrik Pintar Schneider Electric

Misalnya pada pagi hari sampai sore hari anggota keluarga lebih banyak berkegiatan di area ruang makan, ruang keluarga, atau ruang kerja. Sementara itu, pada malam hari lebih banyak berkegiatan di kamar tidur.

Dengan demikian, pemilik rumah dapat memfokuskan penggunaan listrik pada ruangan tertentu, serta mengurangi penggunaan listrik di area lain.

Ketiga upaya tersebut adalah cara untuk meningkatkan kualitas hidup penghuni. Secara jangka pendek, penghuni akan berhemat karena tagihan listrik bisa lebih murah. Penghuni juga mendapatkan manfaat secara jangka panjang, terutama dari segi ketenangan pikiran karena memiliki kendali atas lingkungan dan jejak karbon yang dihasilkan.

Kamis, 14 Juli 2022

Begini Peluang dan Tantangan Industri Otomotif di Era e-Mobility

Peluang dan tantangan industri otomotif

Hi guys!

Data McKinsey & Company memperkirakan hampir 100 juta barisan kode perangkat lunak dibutuhkan untuk mengontrol dan mengoperasikan subsistem yang membentuk mobil modern.

Pada 2030, perangkat lunak itu akan mewakili hingga 30 persen dari komponen nilai kendaraan. Hal ini juga berarti mobil akan menjadi data center di atas roda. Seperti halnya data center, komunikasi dan konektivitas adalah kunci untuk memastikan pengoperasian mobil harus dapat diandalkan.

Baca juga: Indonesia Harus Bangga, di Batam Ada Pabrik Pintar Schneider Electric

Dalam transisi industri otomotif dari peran konvensional sebagai produsen mobil menjadi penyedia layanan mobilitas (e-Mobility), hal ini akan mendorong pendekatan lain terhadap model bisnis dan sistem TI yang mendukungnya. Faktanya, tren teknologi seperti konektivitas yang canggih dan big data menciptakan peluang dan risiko baru:

Peluang e-Mobility

1. Monetisasi data

Kemampuan dalam mengumpulkan dan menganalisis data akan menjadi keunggulan kompetitif yang sangat penting. Industri otomotif yang memiliki data terkait kebiasaan dan karakteristik pelanggan, serta bisa memprosesnya secara real time, akan dapat mengembangkan produk yang jauh lebih sesuai dengan kebutuhan konsumennya

Pada akhirnya, ini juga akan menciptakan pengalaman yang lebih berkualitas bagi konsumen.

2. Layanan berbasis software 

Pengalaman berkendara pada masa depan akan semakin didominasi layanan berbasis software yang menawarkan kemudahan dan kenyamanan dalam berkendara. Layanan berbagi perjalanan peer-to-peer, perencanaan rute yang mudah, dan layanan pembayaran yang disederhanakan akan menjadi potensi sumber pendapatan baru yang menguntungkan bagi industri otomotif.

Risiko e-Mobility

1. Keamanan siber

Sebagian besar kendaraan roda empat saat ini telah memiliki komputer kecil yang mengontrol mobil, untuk manajemen mesin dan multimedia. Namun, komputer ini belum mempunyai sistem terbuka. 

Untuk saat ini, masih sulit bagi peretas untuk terhubung ke sistem di dalam mobil. Namun, di masa depan, mobil akan semakin terhubung, baik dengan penyedia layanan maupun dengan mobil lain. Semakin banyaknya komunikasi dan interface yang terjadi ini akan berisiko terhadap ancaman keamanan siber.

2. Latensi

Teknologi kendaraan self-driving akan membutuhkan kemampuan untuk memulai dan berhenti dengan sangat cepat demi memastikan keselamatan penumpang.

Permintaan berbasis data seperti itu membutuhkan latensi sistem yang rendah dan proses manajemen data yang cepat. Infrastruktur TI berbasis edge data center merupakan solusi terbaik dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Sebab, daya komputasi akan bergerak lebih dekat ke mobil. 

Oleh karena itu, industri mobil harus bermitra dengan penyedia layanan TI untuk membangun jaringan umum yang dapat mendukung kendaraan listrik, hibrida, dan otonom yang terkoneksi.

Baca juga: Percepatan Adopsi Teknologi Digital dan Automasi bagi Industri

Business Vice President Secure Power Schneider Electric Indonesia & Timor Leste, Achmad Haikal mengatakan, edge computing dapat menjadi solusi bagi pelaku industri otomotif untuk menjawab tantangan latensi, bandwith, otonomi, dan keamanan.

“Semua itu bisa menjadi penghalang untuk mencapai potensi data sepenuhnya. Dengan memberdayakan industrial edge, pelaku industri otomotif dapat memanfaatkan data mereka secara real-time dan memberikan keunggulan kompetitif yang sangat dibutuhkan masa kini.” kata Yana.

Perubahan masif di sektor otomotif, seperti e-mobility dan self-driving juga menuntut kebutuhan akan solusi infrastruktur TI yang terintegrasi secara keseluruhan.

Baca juga: Sustainability Jadi Prioritas Industri Wujudkan Net Zero Operations

Infrastruktur itu mencakup aset yang dapat dengan mudah dikembangkan (scalable) dengan kemampuan komputasi dan solusi edge yang menyediakan pemrosesan data tanpa latensi, serta software analitik berbasis cloud untuk memaksimalkan profitabilitas. 

Teknologi digital dan automasi juga akan meningkatkan visibilitas untuk membangun jaringan serta memberikan layanan pemeliharaan prediktif dari jarak jauh yang mendorong performa dan meningkatkan keselamatan.

Schneider Electric memiliki solusi yang dapat mendukung pemangku kepentingan industri otomotif menyesuaikan diri dengan model bisnis e-Mobility. Infrastruktur TI yang terstandardisasi dan terukur dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan data dan keputusan bisnis berbasis data,” kata Yana.

Baca juga: Keberlanjutan adalah Kunci Kelangsungan Hidup Bisnis di Abad ke-21

Dibutuhkan perangkat berbasis cloud yang aman dalam menyediakan pemantauan jarak jauh untuk mengelola perangkat komputasi dan penyimpanan yang menampung dan memproses data yang diproduksi secara lokal di edge, di mana keahlian teknis di tempat tidak tersedia. 

Perangkat lunak, seperti EcoStruxure IT Expert memungkinkan pengelolaan perangkat TI dari jarak jauh dan EcoStruxure IT Advisor memungkinkan pengelolaan siklus hidup pusat data yang lebih mudah (termasuk perencanaan dan manajemen perubahan).

Kedua solusi tersebut menawarkan dukungan berbasis cloud yang diperlukan industri otomotif agar semakin kompetitif di era e-Mobility.

Baca juga: 3 Langkah Transformasi Digital untuk Pelaku UMKM

“Solusi EcoStruxure IT Expert dan EcoStruxure IT Advisor Arsitektur infrastruktur TI yang terukur dan modular memastikan fleksibilitas dan penghematan biaya dalam bersiap menghadapi pertumbuhan masa depan yang tidak dapat diprediksi,” ujar Yana.

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana arsitektur e-Mobility mendukung modernisasi dan perluasan industri otomotif, kunjungi Solusi Otomotif dan e-Mobility Schneider Electric

Lihat juga bagaimana Schneider Electric membantu akselerasi industri untuk meraih manajemen energi dan automasi untuk mendukung keberlanjutan pada laman ini.

Rabu, 13 Juli 2022

Percepatan Adopsi Teknologi Digital dan Automasi bagi Industri

Automasi Schneider Electric dan ekosistem digital industri

Hi guys!

Sektor industri saat ini tengah mengalami era ledakan digital. Krisis pada 2020 menjadi momentum bersejarah terhadap percepatan adopsi teknologi digital dan automasi secara masif, seperti internet of things (IoT)artificial intelligence (AI), dan machine learning.

Cara barang dan jasa diperoleh, diproduksi, dikirim, serta dikonsumsi semakin didorong oleh teknologi tersebut. Selain itu, lebih banyak pekerjaan dilakukan dari jarak jauh. Lebih banyak pula interaksi yang bersifat digital.

Di tengah adaptasi terhadap adopsi teknologi dan usaha mempertahankan kelangsungan bisnis pascapandemi, sektor industri juga mengemban misi global yang tak kalah penting dalam menekan emisi karbon bagi keberlanjutan bumi.

Baca juga: Sustainability Jadi Prioritas Industri Wujudkan Net Zero Operations

Menciptakan operasional yang sustainable untuk keberlangsungan bisnis dan planet adalah tujuan utama dunia industri yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain.

Pada dasarnya, automasi industri bisa dimaksimalkan secara penuh untuk membangun ekosistem industri yang terbuka, kolaboratif, dan berbasis software serta mengambil bagian dari aksi besar sebagai #GREENHEROESForLife.

Sebagai pemimpin transformasi digital dalam pengelolaan energi dan automasi, Schneider Electric melihat ada beberapa aspek yang dapat dimanfaatkan oleh sektor industri dari ledakan digital ini untuk memperoleh hasil yang maksimal. Simak pembahasan berikut.

1.  Industrial software dan cybersecurity

Industri masa depan membutuhkan cara berpikir digital—di mana perangkat lunak (software) memainkan peran utama. Sebab, automasi yang berpusat pada perangkat lunak (software-centric) dapat menurunkan biaya pengoperasian, meningkatkan kelincahan, dan meningkatkan sustainability.

Ke depan, akan semakin banyak mesin yang berfokus pada software-centric untuk memungkinkan operasi dan layanan jarak jauh, sekaligus meningkatkan kinerja.

Baca juga: Indonesia Harus Bangga, di Batam Ada Pabrik Pintar Schneider Electric

Selain itu, sektor industri harus beroperasi dalam suatu ekosistem digital yang aman, andal, serta dapat melindungi sumber daya manusianya, data, dan integritas bisnis. Pelaku bisnis perlu mempertimbangkan komitmen dan rekam jejak mitra digital dengan mengembangkan produk yang berorientasi pada cybersecurity.

2.  Universal automation

Automasi universal (universal automation) memiliki prinsip “plug and play” berstandardisasi IEC61499 yang memungkinkan perangkat dan teknologi automasi saling berkomunikasi dan berkolaborasi. 

Pendekatan automasi universal tersebut yang menjadi prinsip Schneider Electric dalam mengembangkan solusi automasi industri.

Baca juga: Agar Bisnis Tak Gulung Tikar, Perusahaan Masa Kini Harus Memenuhi Prinsip Keberlanjutan

Salah satu contohnya adalah EcoStruxure Automation Expert yang menjadi kategori baru dari automasi industri yang berpusat pada perangkat lunak (software-centric).

Schneider Electric juga menjadi salah satu pendiri UniversalAutomation.org, asosiasi nirlaba independen yang terdiri dari organisasi yang memiliki misi yang sama untuk memungkinkan portabilitas aplikasi dan interoperabilitas perangkat keras multi-vendor.

3.  Industrial sustainability

Sustainability memaksa perusahaan untuk semakin lebih gesit dan inovatif. Sustainability di sektor industri memiliki banyak makna, di antaranya optimalisasi efisiensi operasional, pengelolaan energi yang cerdas, dan hampir tanpa limbah (zero waste). Untuk mencapai sustainability ini, dibutuhkan interaksi perangkat lunak, teknologi automasi, dan pengelolaan energi.

Ke depan, Schneider Electric memiliki ambisi untuk dapat mencapai emisi nol bersih pada 2030. Selama 15 tahun terakhir, solusi Schneider Electric juga telah membantu kustomer mengurangi 120 juta ton emisi karbon. Tidak hanya itu, solusi EcoStruxure Schneider Electric telah terbukti mampu mengurangi 20 persen CapEX dan mengurangi downtime sebesar 15 persen.

4.  Digitalisasi rantai pasokan

Digitalisasi keseluruhan rantai pasokan membantu pelaku industri mengevaluasi dan melakukan penilaian secara obyektif berbasis data terkait kinerja dan praktik sustainability . Digitalisasi rantai pasokan juga meningkatkan ketahanan dan kelincahan operasional untuk menghadapi gangguan pasar dan mengikuti dinamika pasar yang terus berubah.

Tantangan masa depan tidak dapat sekadar diatasi dengan perangkat keras (hardware) baru, tetapi membutuhkan aplikasi cerdas dari teknologi berbasis perangkat lunak. Paradigma digital ini berpotensi memberikan kemampuan operasional yang belum pernah ada sebelumnya dan mendukung peluang bisnis baru bagi seluruh pemangku kepentingan industri.

5.  Pemberdayaan SDM digital

Terlepas dari ketakutan yang besar bahwa teknologi suatu hari nanti akan menggantikan pekerjaan sebagian orang, digitalisasi sebenarnya akan menciptakan lebih banyak pekerjaan dan peluang bagi talenta industri yang kurang dimanfaatkan.

Tidak hanya itu, digitalisasi operasional dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman, aman, dan produktif bagi para staf.

6.  Ekosistem yang kolaboratif

Tidak ada yang bisa mengelola dunia digital sendirian. Dibutuhkan ekosistem kemitraan yang terbuka dan kolaboratif yang mencakup perusahaan rintisan, mitra teknologi, distributor, dan integrator sistem untuk mendorong inovasi bersama.

Schneider Electric pun membangun ekosistem kemitraan yang dikenal dengan Schneider Electric Exchange. Ekosistem ini menyediakan marketplace digital di mana para mitra dapat memanfaatkan inovasi IoT yang kompatibel dengan EcoStruxure untuk automasi dan manajemen energi.

Baca juga: Pelaku UMKM, Lakukan 3 Langkah Ini untuk Melakukan Transformasi Digital

Schneider Electric memiliki misi menjadi mitra digital untuk sustainability dan efisiensi. Perusahaan asal Prancis ini mendukung pelaku industri memanfaatkan automasi dengan berpusat pada software yang terbuka dan kolaboratif melalui solusi EcoStruxure.

Bersama kita dapat membuat perubahan besar untuk masa depan yang lebih baik bagi bumi dan kehidupan generasi berikutnya. Schneider Electric mengajak kustomer, mitra, pembuat kebijakan, komunitas dan seluruh masyarakat untuk menjadi #GREENHEROESForLife.

Senin, 04 Juli 2022

Sustainability Jadi Prioritas Industri Wujudkan Net Zero Operations

Upaya Schneider Electric

Dalam meraih tujuan net-zero operations, semua perusahaan lintas industri di seluruh dunia harus fokus menjalankan program sustainability.

Namun, penelitian yang dilakukan oleh Schneider Electric melalui 451 Research, Forrester dan Canalys menunjukkan bahwa 22 persen koresponden dari seluruh dunia tidak menyebutkan sustainability sebagai fokus utama.

Penelitian bertajuk “The Future is Now: Preparing IT Infrastructures for Net Zero Operations” tersebut juga menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara pendapat perusahaan mengenai posisi mereka saat ini dengan penerapan dari program-program sustainability mereka di seluruh infrastruktur teknologi informatika (TI).

Baca juga: Peran Schneider Electric dalam Menuju Tujuan Keberlanjutan

Analis lebih lanjut mengidentifikasi bahwa dari 26 persen koresponden profesional TI yang disurvei memiliki program sustainability komprehensif yang mencakup semua infrastruktur. Namun, hanya 14 persen yang mengambil tindakan untuk menerapkan program-program tersebut.

Terkait hasil studi itu, Executive Vice President, Secure Power Division Schneider Electric Pankaj Sharma menyatakan bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengambil tindakan terhadap berbagai inisiatif sustainability.

Hasil riset sangat jelas, industri mengetahui bahwa sustainability harus diprioritaskan, tetapi masih ada tantangan untuk mengambil tindakan yang harus diupayakan bersama. Kabar baiknya, teknologi yang diperlukan untuk mengambil tindakan dalam sustainability saat ini sebenarnya sudah tersedia,” ujar Pankaj.

Baca juga: Indonesia Harus Bangga, di Batam Ada Pabrik Pintar Schneider Electric

Data center, lanjutnya, memainkan peran penting dalam mendorong sustainability dan merupakan kunci untuk mengubah arah perubahan iklim.

Sebagai pelaku industri, kami memiliki tanggung jawab untuk mendorong komitmen lingkungan yang sangat mendesak. Kami telah mencapai beberapa kemajuan, tetapi untuk menghindari tantangan energi yang besar, semua data center, termasuk edge distributed data center, harus lebih sustainable," kata Pankaj.

Upaya Schneider Electric

Bersamaan dengan dirilisnya hasil studi tersebut, Schneider Electric pun mengajak seluruh perusahaan di berbagai sektor industri untuk berkolaborasi mewujudkan tujuan sustainability.

“Kami meluncurkan kemitraan aliansi yang baru dengan penyedia layanan TI Kyndryl. Kemitraan ini memperkuat kerja sama dan berfokus pada program berbasis sustainability, termasuk daur ulang, electrical microgrids, baterai litium-ion, dan sistem penyimpanan energi,” kata Pankaj.

Baca juga: Agar Bisnis Tak Gulung Tikar, Perusahaan Masa Kini Harus Memenuhi Prinsip Keberlanjutan

Lebih lanjut, Schneider Electric juga merilis APC Smart-UPS Modular Ultra. UPS single-phase modular ini diklaim memiliki tingkat sustainable yang lebih tinggi dibandingkan produk sebelumnya.

APC Smart-UPS Modular Ultra merupakan UPS modular pertama dengan teknologi litium-ion di industri. Desainnya yang modular dengan densitas daya sampai dengan 2,5 kali memungkinkan peningkatan perlindungan daya, total biaya  lebih terjangkau, dan masa pakai lebih lama,” kata Pankaj.

Baca juga: Pelaku UMKM, Lakukan 3 Langkah Ini untuk Melakukan Transformasi Digital

Lebih lanjut, perusahaan mengumumkan pengembangan software EcoStruxure IT DCIM. Pembaruan ini mengembangkan solusi software pengelolaan data center dari data center individual menjadi solusi yang mencakup keseluruhan lingkungan TI yang hibrid.

Dengan berbagai solusi baru yang dihadirkan, Schneider Electric meyakini bahwa tujuan sustainability perusahaan bisa diwujudkan secara efisien sehingga target net-zero operations pun bukan sekadar impian.