Kamis, 01 Desember 2022

EcoStruxure Building Schneider Electric Mendapatkan Akreditasi WiredScore

Pengelolaan smart building

Pengelola bangunan di era digital membutuhkan manajemen energi untuk mewujudkan operasional yang lebih efisien dan mendorong pengurangan penggunaan emisi karbon dalam skala besar.

Inilah pentingnya solusi bangunan pintar atau smart building. Dalam skala yang lebih luas, bangunan yang dikelola secara digital juga bisa mendapatkan analitik data secara real-time.

Data tersebut memungkinkan pembuat keputusan atau pengelola gedung membuat pilihan berdasarkan informasi yang akurat guna meningkatkan keberlanjutan, efisiensi, dan ketahanan bangunan, sekaligus memberikan pengalaman yang lebih baik bagi penghuni.

Baca juga: Schneider Electric Ajak Industri Percepat Realisasi Aksi Sustainability

Namun, saat ini masih terdapat kesenjangan tentang bagaimana industri real estate dapat mengintegrasikan data dan solusi digital untuk mencapai target sustainability dan menciptakan smart building yang terhubung.

Pada dasarnya, saat ini telah banyak tersedia solusi pengelolaan smart building. Salah satunya adalah EcoStruxure Building yang dimiliki oleh Schneider Electric.

Pada EcoStruxure Building, Schneider Electric memiliki teknologi connected room solution yang terhubung dengan internet of things (IoT) dan big data.

Baca juga: Studi Schnedier Electric Mengungkapkan Masih Banyak Kesenjangan Aksi Sustainability Industri

Pengelolaan bangunan secara real-time tersebut membuat pengelolaan energi menjadi lebih efisien dan pada ujungnya bisa menghemat biaya operasional.

Kabar baiknya, EcoStruxure Building milik Schneider Electric juga mendapatkan akreditasi dari lembaga sertifikasi konektivitas digital global, WiredScore, dengan kategori “Solusi Terakreditasi”.

Akreditasi tersebut memungkinkan Schneider Electric dapat menyelaraskan teknologinya dengan panduan sertifikasi global SmartScore untuk mendukung perusahaan atau bisnis di berbagai sektor industri memenuhi standar bangunan pintar modern mereka.

VP of Digital Energy at Schneider Electric Kas Mohammed mengatakan, akreditasi WiredScore menjadi upaya berkelanjutan Schneider Electric dalam menghadirkan solusi digital cerdas yang memungkinkan bisnis menciptakan bangunan cerdas, hijau, dan sehat.

Baca juga: Kombinasi Elektrifikasi dan Digitalisasi untuk Mencapai Target Net Zero Emission

“Kami bersemangat memulai perjalanan dengan WiredScore dan menjadikan EcoStruxure. Inisiatif ini merupakan langkah maju dalam membantu klien kami memahami nilai manfaat yang dapat diberikan oleh investasi mereka dalam teknologi digital,” kata Kas dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (25/11/2022).

Kemitraan dan berbagi pengetahuan, lanjutnya, memiliki peran penting untuk mencapai tujuan sustainability.

Founder & CEO WiredScore Arie Barendrecht mengamini pernyataan tersebut. Pihaknya kini merasa bersemangat untuk membangun jembatan antara real estate dan teknologi.

Baca juga: Schneider Electric Bantu Para Mitra untuk Membuat Bisnis yang Future-proof

“Sejak meluncurkan SmartScore–sertifikasi gedung pintar kami–pada 2021, kami menyadari bahwa 'pintar' selalu menjadi subjek yang tidak jelas untuk industri real estate. Banyak yang terus mencari panduan tentang cara mengimplementasikan gedung pintar, penyedia solusi apa yang dapat digunakan, dan bahkan apa arti 'pintar' itu sendiri. Kami yakin bahwa penawaran Solusi Terakreditasi kami akan membantu pelaku industri menemuka cara sukses mewujudkan gedung pintar,” jelas Arie.

Jumat, 25 November 2022

Studi Schnedier Electric Mengungkapkan Masih Banyak Kesenjangan Aksi Sustainability Industri

Aksi sustainability industri di seluruh dunia

Pemimpin transformasi digital dalam pengelolaan energi dan automasiSchneider Electric telah melakukan studi bekerja sama dengan tiga firma riset independen yang berfokus pada aspek sustainability dalam operasional teknologi informasi dan data center.

Hasil dari ketiga studi tersebut mengungkapkan terjadinya kesenjangan antara niat dan tindakan di mana sebagian besar industri masih dalam tahap awal perjalanan sustainability-nya.

Tiga studi diselenggarakan, secara terpisah, oleh analis industri terkemuka, yaitu: 451 Research (bagian dari S&P Market Intelligence), Forrester Consulting, dan Canalys.

Baca juga: Schneider Electric Bantu Para Mitra untuk Membuat Bisnis yang Future-proof

Mereka mengumpulkan data dari hampir 3.000 responden global, termasuk penyedia colocation dan cloud terbesar, penyedia solusi teknologi informasi, serta profesional teknologi informasi di berbagai segmen dan ukuran organisasi.

Studi 451 Research mengungkapkan dilema antara persepsi-versus-realitas di mana mayoritas responden merasa bahwa program sustainability mereka lebih maju daripada realitasnya. Hasil evaluasi menunjukkan 48 persen responden tidak sesuai dengan jawaban sebelumnya.

Sementara itu, Studi Forrester Consulting yang berfokus pada colocation menemukan bahwa 73 persen responden melaporkan sustainability sebagai prioritas bisnis kedua terpenting bagi mereka secara keseluruhan, tetapi hanya 33 persen yang mengatakan organisasi mereka telah membuat rencana strategi sustainability-nya.

Baca juga: Schneider Electric Ajak Industri Percepat Realisasi Aksi Sustainability

Di lain sisi, Penelitian Canalys mengungkapkan bahwa mitra IT Channel mulai berinvestasi dalam strategi sustainability, tetapi masih berjuang untuk menerjemahkan investasi ke dalam suatu tindakan dan tidak memiliki jawaban yang jelas tentang bagaimana mencapai tujuan tersebut.

Dari 61 persen responden mengatakan telah memiliki personel yang didedikasikan untuk sustainability, hanya sepertiga yang telah menetapkan target environmental, social and governance (ESG).

Senior Vice President, Secure Power Division, International Operations for Schneider Electric Natalya Makarochkina  mengatakan, studi menunjukkan bahwa ada kesenjangan aksi sustainability di sektor data center dan teknologi informasi, niat belum berbanding lurus dengan aksi.

Baca juga: Schneider Electric Raih Penghargaan dari Kementerian ESDM untuk Bidang Efisiensi Energi

“Tentu saja, para profesional teknologi informasi memahami dan telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi isu sustainability. Namun, langkah mereka belum diimbangi dengan rencana aksi sustainability yang komprehensif dan didukung oleh target terukur untuk menciptakan perubahan yang diperlukan untuk mengatasi krisis iklim. Ketiga studi independen tersebut mengungkapkan kesenjangan antara aksi sustainability dan ini merupakan tantangan kolektif yang harus diatasi,” kata Natalya.

Memahami perkembangan inisiatif sustainability di industri

Schneider Electric menyelenggarakan tiga studi independen, yang dirancang untuk membantu industri lebih memahami kematangan inisiatif sustainability-nya. Berikut adalah ringkasan dari setiap studi dengan sampel hasil dan tautan ke versi lengkap:

1. Hasil Studi 451 Research: Sustainability at the Edge – The Gap between Enterprise Plans and Sustainability Programs for Core and Distributed IT. 

Studi ini menyurvei lebih dari 1.150 perusahaan menengah dan besar di seluruh dunia yang mewakili lebih dari 20 vertikal dan upaya sustainability mereka dengan sumber daya teknologi informasi terdistribusi.

Analis menemukan banyak perusahaan merasa sudah lebih jauh dalam perjalanan sustainability-nya daripada realitasnya. Pendorong utama aksi sustainability mereka adalah nilai bisnis perusahaan dengan mulai mengukur penggunaan energi, lalu berkembang ke metrik dan pengukuran sustainability lainnya.

Tantangan terbesar dalam perjalanan sustainability mereka antara lain optimalisasi penggunaan energi, diikuti dengan memperoleh data dan metrik yang konsisten (untuk pemimpin/perusahaan tingkat lanjut), serta kekurangan staf terampil (untuk organisasi pemula).

2. Studi Forrester Consulting: Reimagine Colocation Strategy With Sustainability Front of Mind. 

Para peneliti menyurvei 1.033 pengambil keputusan sustainability global di penyedia colocation di seluruh dunia dengan tujuan mengeksplorasi aspek pendorong sustainability di industri penyedia colocation.

Studi ini juga mengeksplorasi tantangan utama bagi pemain colocation dan di mana mereka berinvestasi paling banyak dalam hal teknologi.

Baca juga: Dorong Pertumbuhan Industri, Schneider Electric Perkenalkan Teknologi Industri Generasi Baru

Studi tersebut menemukan bahwa mayoritas organisasi belum memiliki strategi komprehensif atas program sustainability-nya dan hanya 33 persen yang mengatakan bahwa organisasi mereka telah membuat rencana sustainability yang strategis.

Hal ini menunjukkan bahwa industri ini masih berada di awal perjalanan sustainability-nya. Studi ini juga mengungkapkan bahwa kunci dari keberhasilan sustainability adalah menemukan mitra yang tepat untuk membantu keberhasilan organisasi.

3. Canalys: How can partners develop sustainability strategies? 

Penelitian ini berusaha memahami kesiapan ekosistem mitra IT Channel global dalam perjalanan sustainability dengan menyurvei 500 Penyedia Solusi teknologi informasi. Studi ini mendefinisikan kesiapan dan peran mitra IT Channel dalam ekosistem yang lebih luas.

Canalys menemukan bahwa 60 persen dari responden telah mendedikasikan sumber daya ESG dan 40 persen mengharapkan pendapatan dari solusi sustainability.

Menurut eBook, meskipun mitra IT Channel telah berinvestasi dalam strategi sustainability, mereka masih berjuang untuk menerjemahkannya ke dalam aksi..

Dukungan Schneider Electric untuk upaya sustainability

Untuk membantu perusahaan di berbagai sektor industri di seluruh dunia mewujudkan aksi  sustainability mereka, Schneider Electric meluncurkan produk, software, dan solusi komprehensif. Berikut beberapa di antaranya.

1. Schneider Electric menyediakan lebih dari 2.000 konsultasi sustainability dari untuk mendukung kustomer  menetapkan target, membangun strategi sustainability, pengadaan energi terbarukan, mengevaluasi opsi energi, mendekarbonisasi rantai pasokan, dan meningkatkan efisiensi dalam operasional.

2. Sustainable Performace by Design  – Schneider Electric memanfaatkan EcoDesign, sebuah program yang menanamkan kinerja berkelanjutan pada siklus proses desain produk. Produk yang memiliki kinerja lingkungan yang tinggi akan memperoleh label Green Premium.

3. Portofolio Data Center Infrastructure Management (DCIM) for Sustainability - EcoStruxure IT, portofolio software dan layanan yang komprehensif untuk data center, hybrid teknologi informasi, dan infrastruktur edge computing, yang memungkinkan pemantauan dan pengelolaan jarak jauh yang aman, perencanaan, dan pemodelan, serta membantu perusahaan mengatasi tantangan sustainability.

4. Sustainability melalui kemitraan masa depan - ekosistem terpadu yang kolaboratif dari penyedia solusi teknologi informasi yang menyederhanakan penerapan dan pengelolaan solusi teknologi informasi di tepi bagi kustomer.

5. Memprioritaskan sustainability untuk mitra melalui mySchneider – dengan akses ke Portal Desain, mitra dapat merancang untuk kemudahan servis, merancang sistem teknologi informasi yang efisien dari jarak jauh dan menawarkan produk inovasi kepada pelanggan yang sesuai dengan ketentuan terkait lingkungan. 

Kamis, 24 November 2022

Kombinasi Elektrifikasi dan Digitalisasi untuk Mencapai Target Net Zero Emission

Smart grid atau listrik pintar sebagai solusi industri kelistrikan agar lebih berkelanjutan

Hi guys!

Sebagai negara kepulauan, tidak sedikit tantangan yang dihadapi dalam pembangunan sistem jaringan kelistrikan yang merata dan dapat diandalkan. Terlebih saat ini, sektor kelistrikan di Indonesia dan seluruh dunia tengah mendapatkan sorotan dan tekanan luar biasa untuk dapat memastikan pemerataan akses serta pemenuhan kebutuhan masyarakat dan industri yang terus meningkat.

Di sisi lain, sektor kelistrikan juga dituntut untuk dapat mengatasi perubahan iklim dengan menghasilkan energi yang bersih dan sustainable. 

Belum lagi permasalahan operasional seperti kebocoran yang tak terdeteksi dalam produksi listrik dan perjalanan pendistribusiannya dari pembangkit hingga ke konsumen akhir. Hal ini tentu menyebabkan inefisiensi produktivitas yang berujung pada kerugian operasional.

Baca juga: Pesan CEO Schneider Electric di Innovation Summit World Tour 2022

Beban yang cukup besar, tetapi bukan tidak mungkin untuk dicari solusinya.

Sektor kelistrikan berpacu dengan waktu untuk dapat bergerak dengan memanfaatkan teknologi digital dan beralih dari sumber energi fosil ke sumber energi terbarukan.

Kombinasi elektrifikasi dan digitalisasi atau dikenal dengan istilah Electricity 4.0 merupakan cara tercepat untuk mencapai target emisi nol bersih.

Integrasi dan transformasi

Elektrifikasi merupakan vektor terbaik untuk dekarbonisasi, sementara teknologi digital memungkinkan visibilitas menyeluruh dari yang sebelumnya tidak terdeteksi menjadi terlihat. Hal ini memungkinkan operator mengantisipasi kerusakan perangkat sebelum terjadi kegagalan, mengurangi limbah, dan meningkatkan efisiensi.

Meski begitu, transformasi jaringan listrik pintar atau disebut smart grid juga memiliki tantangan tersendiri. Adopsi teknologi digital yang hampir merata di seluruh sektor mulai dari bangunan dan perumahan, industri, serta telekomunikasi dan transportasi mengubah mekanisme komunikasi dengan sistem jaringan listrik yang sebelumnya bersifat satu arah menjadi dua arah.

Sistem kelistrikan semakin kompleks dan perlu terintegrasi, serta dikelola secara cerdas di tingkat lokal dan di tingkat jaringan distribusi. Dengan begitu, operator sistem distribusi dapat memprediksi, memantau, dan mengambil aksi dalam memastikan kebutuhan terpenuhi dengan baik, sekaligus memastikan aspek sustainability-nya.

Baca juga: Schneider Electric Ajak Industri Percepat Realisasi Aksi Sustainability

Dibutuhkan perencanaan strategis dan holistik dengan berorientasi pada kebutuhan di masa depan agar pengembangan dan pengelolaan smart grid benar-benar dapat mendukung pengendalian perubahan iklim.

Untuk dapat mencapai tujuan tersebut, Schneider Electric sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan energi, meyakini konsep kemitraan strategis yang memiliki visi dan misi yang sama untuk membangun dunia kelistrikan lebih berkelanjutan. Schneider Electric menyebutnya “Partnership of The Future”.

Sistem kelistrikan masa depan harus ditunjang dengan mitra teknologi yang berorientasi pada kesederhanaan (simplified), keterbukaan (open system), dan teknologi berbasis perangkat lunak (software-oriented technology).

Baca juga: Schneider Electric Raih Penghargaan dari Kementerian ESDM untuk Bidang Efisiensi Energi

Tujuannya untuk memaksimalkan potensi sektor kelistrikan dalam mendukung kebutuhan masa depan, baik dari sisi suplai maupun dampak lingkungan.

“Sebagai mitra strategis PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero, Schneider Electric siap mendukung transformasi sistem distribusi listrik di Indonesia melalui keahlian, pengalaman, dan solusi yang kami miliki. Pengalaman global kami dalam mendukung transformasi digital dari berbagai perusahaan listrik memperlihatkan bagaimana kemitraan yang dibangun dapat menjadi pondasi dalam mencapai tujuan pembangunan sistem kelistrikan yang lebih andal, efisien, dan sustainable,” kata Cluster President Schneider Electric Indonesia & Timor Leste Roberto Rossi.

Kemitraan terbaru Schneider Electric bersama PLN adalah digitalisasi panel listrik di lima wilayah yang dikelola oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jakarta Jaya.

Dengan pemanfaatan Smart RMU dari Schneider Electric, memungkinkan tim teknis PLN untuk melakukan kontrol jarak jauh terhadap performa panel, efisiensi waktu pemeliharaan, meningkatkan akurasi pembacaan arus dan tegangan panel, serta meningkatkan keamanan staf teknis terhadap potensi kecelakaan kerja.

Baca juga: Dorong Pertumbuhan Industri, Schneider Electric Perkenalkan Teknologi Industri Generasi Baru

“Di global, kami mendukung digitalisasi perusahaan-perusahaan listrik seperti ENEL, Republik Ekuador, dan Tata Power. Perusahaan listrik terbesar di Eropa, Enel, misalnya, lebih dari 110.000 gardu induknya dilengkapi dengan solusi EcoStruxure Grid yang dapat melakukan isolasi kesalahan dengan cara yang sepenuhnya automatis dan terdesentralisasi, mengurangi kehilangan energi listrik sekitar 144 GWh per tahun, setara dengan listrik yang dikonsumsi oleh sekitar 50.000 rumah tangga di Italia setiap tahunnya,” ujar Roberto.

Digitalisasi jaringan kelistrikan dari hulu ke hilir membutuhkan kerja sama yang kolaboratif, Schneider Electric pun ingin mengajak seluruh pemangku kelistrikan di Indonesia, mulai dari sistem integrator, panel builder, electrical dan mechanical contractor, architect, engineering, hingga design consultant untuk bersama membangun ekosistem kemitraan yang terbuka untuk mendukung transformasi sektor kelistrikan di Indonesia lebih cepat.

Senin, 21 November 2022

Schneider Electric Bantu Para Mitra untuk Membuat Bisnis yang Future-proof

Cara mewujudkan tujuan emisi nol bersih dan sustainability industri

Hi guys!

Schneider Electric untuk pertama kalinya meluncurkan Schneider Electric Sustainability Impact Awards pada tahun ini dan merupakan bagian dari inisiatif program Partnering for Sustainability. Program ini merupakan pengakuan atas peran penting para mitra Schneider Electric dalam mewujudkan dunia kelistrikan yang lebih tangguh dan sustainable 

Baru-baru ini, Schneider Electric juga telah mengumumkan empat perusahaan yang meraih penghargaan Schneider Electric Sustainability Impact Award 2022 kategori Sustainability dan Efisiensi: Dampak bagi Pelanggan.

Keempat perusahaan tersebut adalah PT Sigmatech Tatakarsa, PT Asdi Swasatya, PT Asia Megatama Sejahtera, dan PT Teamworx Indonesia.

Baca juga: Dorong Pertumbuhan Industri, Schneider Electric Perkenalkan Teknologi Industri Generasi Baru

Pengumuman itu merupakan bagian dari agenda kegiatan Innovation Summit Jakarta 2022 yang mengangkat tema Innovation for Sustainable Indonesia.

Program Partnering for Sustainability juga merupakan kelanjutan dari inisiatif Schneider Electric untuk memberdayakan ekosistem mitra agar bergerak bersama menuju masa depan yang lebih sustainable.

Para mitra yang dimaksud antara lain HomebuildersIT PartnersPartner BuildersDesign FirmsKontraktorSystem IntegratorsEcoXpertsOriginal Equipment Manufacturer (OEM)Integrator Sistem Otomasi Industri (Industrial Automation System Integrators)Integrator Mesin (Machine Integrators)Distributor Otomasi Industri (Industrial Automation Distributors).

Baca juga: Schneider Electric Ajak Industri Percepat Realisasi Aksi Sustainability

Program tersebut mencakup beberapa aspek untuk membuat bisnis mereka future-proof, seperti pendidikan dan pelatihan yang komprehensif, portofolio produk yang disederhanakan, ekosistem pendukung yang terbuka dan kolaboratif, serta akses terhadap keahlian dan sumber daya yang dibutuhkan dalam transformasi digital.

Cluster President Schneider Electric Indonesia & Timor Leste Roberto Rossi mengatakan, Schneider Electric Sustainability Award diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak lagi mitra-mitra di seluruh dunia, termasuk Indonesia untuk bergabung dalam gerakan kolektif mempercepat perjalanan sustainability-nya.

Baca juga: Schneider Electric Raih Penghargaan dari Kementerian ESDM untuk Bidang Efisiensi Energi

“Salah satu tujuan utama kami adalah untuk mencapai tujuan emisi nol bersih dan menjadikan mereka duta #GREENHEROESForLife dalam berbagi praktik keberlanjutan perusahaan,” kata Roberto.

Selanjutnya, pemenang dari Indonesia akan mengikuti seleksi lebih lanjut untuk penghargaan di tingkat regional dan juga global. Pemenang tingkat global akan diumumkan pada Januari 2023.

Rabu, 16 November 2022

Schneider Electric Ajak Industri Percepat Realisasi Aksi Sustainability

Atasi krisis iklim dengan mengurangi emisi karbon dioksida

Schneider Electric, pemimpin transformasi digital dalam pengelolaan energi dan automasi telah menyelenggarakan Innovation Summit Jakarta 2022 dengan tema “Innovation for Sustainable Indonesia”.

Innovation Summit Jakarta 2022 merupakan bagian dari Innovation Summit World Tour 2022 yang menyerukan semangat untuk mengatasi tiga krisis, yakni energi, ekonomi, dan iklim yang dihadapi pemerintah, bisnis, serta konsumen di seluruh dunia.

Dalam dua hari penyelenggaraannya, Innovation Summit Jakarta membahas langkah-langkah mengatasi tantangan iklim global dan memberikan wawasan kepada pelanggan, mitra, regulator, dan pembuat kebijakan mengenai cara-cara mengurangi emisi dengan cepat untuk mendekarbonisasi ekonomi.

Baca juga: Pesan CEO Schneider Electric di Innovation Summit World Tour 2022

Para peserta juga dapat mendengarkan kisah para pelaku bisnis yang telah memulai dan berhasil menjalankan aksi sustainability-nya, berdiskusi dengan para ahli dan menyaksikan secara langsung berbagai inovasi solusi yang dapat mendukung upaya pengurangan emisi karbon yang mencakup solusi digital dan automasi untuk bangunan, data center, industri, otomotif, dan grid.

Country President Schneider Electric Indonesia & Timor Leste Roberto Rossi mengatakan, dalam upaya mencapai tujuan sustainability, penting bagi pemangku kepentingan untuk memiliki visibilitas menyeluruh terhadap perjalanan aksinya, termasuk konsumsi energi, memiliki kemampuan untuk memproses data secara akurat dan real time untuk pengambilan keputusan yang lebih tepat sasaran.

“Pemanfaatan energi terbarukan dapat meningkatkan keamanan energi, ketahanan, dan juga dekarbonisasi apabila adopsi teknologi digital yang berfokus pada software dalam ekosistem terbuka dikombinasikan dengan elektrifikasi,” kata Roberto.

Baca juga: Schneider Electric Raih Penghargaan dari Kementerian ESDM untuk Bidang Efisiensi Energi

Lebih lanjut, Roberto juga mengajak seluruh pelanggan dan mitra untuk bergerak bersama dan menjadi bagian dari Gerakan #GREENHEROESForLife.

#GREENHEROESForLife adalah inisiatif Schneider Electric untuk berbagi inspirasi perjalanan para pelanggan dan mitranya dalam mencapai tujuan sustainability dan membangun komunitas untuk berdialog dalam mencari solusi untuk percepatan realisasi aksi iklim.

East Asia & Japan Zone President Schneider Electric Manish Pant juga turut menekankan pentingnya peralihan ke elektrifikasi dan digitalisasi.

“Sistem energi kita saat ini sangat terkarbonisasi, mengkonsumsi sekitar 150.000 TWh energi setiap tahun, dengan 80 persen di antaranya berasal dari bahan bakar fosil (minyak, gas alam, batu bara),”  ujar Manish.

Baca juga: Dorong Pertumbuhan Industri, Schneider Electric Perkenalkan Teknologi Industri Generasi Baru

Saat ini, energi mewakili sekitar 80 persen dari total emisi karbondioksida, cadangan bahan bakar fosil tidak terdistribusi secara merata di seluruh dunia, dan sangat tidak efisien jika 60 persen bahan bakar fosil yang diekstraksi terbuang sia-sia. Masalah-masalah ini terus menciptakan ketidakseimbangan dan risiko besar bagi planet bumi.

“Digitalisasi penting untuk membantu perusahaan mengurangi ketergantungan mereka pada sumber daya alam dan mengurangi emisi karbon tanpa mengorbankan kinerja laba. Hal ini krusial untuk mencapai target sustainability dan mendorong nilai perusahaan. Di sisi lain, elektrifikasi akan secara signifikan mengubah cara penggunaan energi, vektor tercepat dalam dekarbonisasi,” jelasnya.

Dalam Innovation Summit Jakarta 2022, Schneider Electric mengumumkan sejumlah inovasi dan inisiatif terbaru perusahaan dalam mendukung dan mendorong percepatan realisasi aksi sustainability para pelanggan dan mitranya, antara lain:

1. SM AirSet

Inovasi switchgear berinsulasi udara modular untuk instalasi distribusi sekunder MV di sektor bangunan dan utilitas komersial dan industri, tanpa menggunakan SF6, gas rumah kaca yang berbahaya.

SM AirSeT adalah solusi hijau dan digital terbaru yang memanfaatkan pure air, memungkinkan industri dan utilitas untuk mengurangi dampak lingkungan mereka dan mengoptimalkan pemeliharaan dan operasional.

2. EcoStruxure Automation Expert 22.1

Rilis terbaru dari sistem automasi industri yang berpusat pada perangkat lunak pertama di dunia, terintegrasi lebih jauh dengan Platform Sistem AVEVA sehingga pengguna dapat mendesain grafik dengan Operations Management Interface dan mengakses daftar aset AVEVA berdasarkan standardisasi yang berlaku.

Merancang grafik AVEVA dan aplikasi kontrol di lingkungan yang sama mengurangi upaya rekayasa hampir 50 persen, meminimalkan waktu pelatihan, dan menghilangkan masalah kualitas.

3. GAPMMI – Schneider Electric Sustainability Award

Inisiatif Schneider Electric bersama Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI) untuk memberikan apresiasi kepada perusahan makanan minuman dan anggota GAPMMI yang telah menjalankan praktik-praktik sustainability dalam kegiatan bisnisnya.

Adapun dalam penyelenggaraan pertamanya, PT Kalbe Morinaga Indonesia, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, dan PT Tirta Investama (Danone Aqua) terpilih atas inisiatif dan kepemimpinannya dalam menjalankan komitmen sustainability mencakup adanya digital dan sustainability roadmap yang jelas, penerapan teknologi digital dalam pengelolaan energi, penerapan energi terbarukan, pengelolaan limbah, serta komitmen terhadap lingkungan serta perubahan iklim.

4. Schneider Electric Sustainability Impact Awards

Penghargaan ini dirancang untuk memberikan apresiasi atas peran penting yang dimainkan pelanggan dan pemasok dalam menghadirkan dunia yang lebih tangguh dan sustainable.

Memahami bahwa mitra dan pemasok Schneider Electric yang sukses akan menjadi contoh bagi orang lain untuk mengikuti jejak mereka, program ini diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan melalui praktik yang berkelanjutan dan efisien.

5. Program University Student Talkshow 

Program ini mengangkat tema “Peluang Karir di Era Industri Hijau”, yang bertujuan untuk mendorong partisipasi aktif dari generasi muda dan mempersiapkan mereka dalam menapaki karir di era industri hijau.

Dalam program tersebut, Schneider Electric akan berbagi tren seputar kebutuhan industri masa depan, keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan, serta program pengembangan karir di Schneider Electric.

Terdapat sekitar 38 sesi dan topik diskusi dengan lebih dari 50 pembicara yang akan mengulas topik terkait industry of the future, data center of the future, building of the future, grid of the future, sustainability dan masih banyak lagi. Acara digelar secara hybrid dan diikuti oleh lebih dari 3.000 peserta. baik secara online maupun offline.

Senin, 14 November 2022

Schneider Electric Raih Penghargaan dari Kementerian ESDM untuk Bidang Efisiensi Energi

Schneider Electric dalam upaya keberlanjutan

Schneider Electric memperoleh penghargaan Subroto Bidang Efisiensi Energi (PSBE) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk inisiatif dan upaya perusahaan dalam mengelola dan meningkatkan efisiensi energi dalam kegiatan operasionalnya di pabrik pintar Cikarang.

Perusahaan pemimpin transformasi digital dalam pengelolaan energi dan automasi itu memperoleh penghargaan untuk sub kategori manajemen energi di industri manufaktur kecil dan menengah.

Sebagai informasi, PSBE merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Kementerian ESDM sejak 2012 kepada para stakeholder yang telah berhasil mengimplementasikan efisiensi dan konservasi energi.

Baca juga: Schneider Electric Lakukan Pembaruan Software EcoStruxure IT

Penyelenggaraan nominasi PSBE terbagi dalam tiga kategori yang mencakup; (1) Kategori Gedung Hemat Energi, yang mencakup sub kategori gedung hijau, gedung baru, gedung retrofitted, gedung tropis, dan inovasi khusus, (2) Kategori Manajemen Energi di Industri dan Gedung, yang mencakup sub kategori gedung kecil dan menengah, gedung besar, industri pertambangan dan energi, industri manufaktur besar, industri manufaktur kecil dan menengah, (3) Kategori Penghematan Energi di Gedung Perkantoran Pemerintah yang akan diikuti oleh instansi pemerintah pusat dan daerah.

Cluster President Schneider Electric Indonesia & Timor Leste Roberto Rossi mengatakan, pihaknya bangga memperoleh pengakuan dari pemerintah Indonesia atas upaya dan inisiatif berkelanjutan perusahaan dalam mencapai target emisi nol bersih.

Baca juga: Dorong Pertumbuhan Industri, Schneider Electric Perkenalkan Teknologi Industri Generasi Baru

“Terima kasih kepada seluruh staf dan karyawan Schneider Electric yang turut mendukung visi misi perusahaan untuk menjadi perusahaan yang sustainable dan berdampak positif terhadap lingkungan, sosial, dan ekonomi,” jelas Roberto.

Transformasi digital dari operasional pabrik yang dikombinasikan dengan pemanfaatan energi terbarukan menggunakan panel surya, lanjutnya, menjadi bukti nyata yang diharapkan akan dapat membuka wawasan para pelanggan untuk segera mengakselerasi transformasinya untuk mencapai tujuan sustainability.

Transformasi digital pabrik Schneider Electric di Cikarang telah dimulai sejak 2017 melalui penerapan teknologi digital dan automasi dengan solusi EcoStruxure untuk produktivitas dan efisiensi operasional.

Baca juga: Pesan CEO Schneider Electric di Innovation Summit World Tour 2022

Pabrik pintar di Cikarang juga melakukan pelestarian keanekaragaman hayati di lingkungan pabrik, antara lain dengan mengurangi pemakaian plastik sekali pakai, menghemat air, serta memperkuat dan melestarikan ekosistem lingkungan.

Adapun Schneider Electric menargetkan netralitas karbon pabrik pintar Cikarang pada 2025 dengan pemanfaatan 100 persen energi terbarukan sebagai sumber energi listrik, dan penerapan green supply chain, seperti misalnya mengurangi air freight ratio di sektor logistik dan program Reduce, Reuse, Recycle (3R) di sektor kemasan produk untuk mendukung program zero waste dalam pengelolaan sampah.

Pemanfaatan sistem automasi industri dan energi terbarukan di Schneider Electric Cikarang dapat meningkatkan visibilitas dan koordinasi antar-operator, serta meningkatkan efisiensi energi hingga 15 persen dan mendukung pelestarian lingkungan.

Baca juga: Kompetisi Schneider Electric untuk Generasi Muda Hadapi Era Electricity 4.0

Selain itu, PLTS di Schneider Electric Cikarang dapat menghasilkan hingga 228 MWh per tahun dan telah mengurangi emisi karbon hingga 181 ton karbon dioksida per tahun atau setara dengan menanam 900 pohon per tahun. Lebih dari 20 persen konsumsi energi bulanan di pabrik saat ini juga dihasilkan oleh tenaga surya.

“Di Schneider Electric, kami percaya solusi untuk mencapai masa depan dunia yang berkelanjutan adalah digital dan elektrik. Kami ingin mengajak sebanyak-banyaknya mitra dan pelanggan kami untuk ikut ambil bagian dalam gerakan #GREENHEROESForLife yang belum lama ini kami luncurkan sebagai gerakan kolektif untuk membangun ekosistem kemitraan yang saling mendukung dan berbagi inspirasi perjalanannya dalam mencapai tujuan sustainability,” kata Roberto.

Selasa, 25 Oktober 2022

Dorong Pertumbuhan Industri, Schneider Electric Perkenalkan Teknologi Industri Generasi Baru

Teknologi baru Schneider Electric

Digitalisasi, industrial internet of things (IIoT), dan automasi telah mendorong pertumbuhan industri. Tak hanya itu, teknologi-teknologi tersebut juga harus berdampak lebih terhadap ekonomi masyarakat, dekarbonisasi, dan melindungi sumber daya bumi yang terbatas. 

Oleh karena itu, hampir semua perusahaan di beberapa sektor industri tengah fokus menargetkan perjalanan menuju net-zero. Untuk menyukseskan langkah ini, industri harus mengintegrasikan keberlanjutan, sirkularitas, ketahanan, dan kualitas hidup ke dalam setiap langkah pengambilan keputusan mereka.

Hal tersebut diungkapkan secara langsung oleh Executive Vice President, Industrial Automation at Schneider Electric Barbara Frei pada acara InnovationSummit World Tour 2022 yang diselenggarakan secara virtual.

“Industri perlu merangkul teknologi generasi berikutnya, di mana setiap inovasi harus dapat memberdayakan tenaga kerja, memajukan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, serta memberikan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan,” katanya.

Baca juga: Upaya Schneider Electric Wujudkan Dunia Kelistrikan Lebih Tangguh dan Sustainable

Sebagai pemimpin transformasi digital dalam pegelolaan energi dan automasi, Schneider Electric pun terus berinovasi menghasilkan produk yang berfokus pada peningkatan efektivitas produksi dan memenuhi tantangan kekurangan pekerja.

Salah satu inovasi yang baru saja dirilis Schneider Electric adalah sistem automasi industri yang berpusat pada perangkat lunak pertama di dunia, yakni EcoStruxure Automation Expert 22.1.

Sistem tersebut terintegrasi dengan platform sistem milik AVEVA. Dengan kata lain, pengguna dapat mendesain grafik dengan Operations Management Interface dan mengakses daftar aset AVEVA berdasarkan standardisasi yang berlaku.

Baca juga: Pesan CEO Schneider Electric di Innovation Summit World Tour 2022

Dengan sistem automasi tersebut, pengguna bisa mengurangi upaya rekayasa hampir 50 persen, meminimalisasi waktu pelatihan kepada karyawan, dan menghilangkan masalah kualitas.

Versi baru EcoStruxure Automation Expert juga terintegrasi dengan Modicon M262d. Integrasi ini menghasilkan pengontrol hemat biaya untuk manufaktur dengan daya komputasi yang lebih besar.

EcoStruxure Automation Expert 22.1 juga bisa digabungkan dengan EcoStruxure Machine Expert Twin untuk mendorong efisiensi teknis dan operasional. Sistem ini pun dapat diterapkan ke PC Sistem Linux guna menawarkan perangkat keras dan bentuk yang lebih luas kepada pengguna sesuai dengan kebutuhan penggunaan dan alokasi budget mereka.

Teknologi dan inovasi lainnya

Schneider Electric juga merilis solusi EcoStruxure Power and Process yang menghubungkan teknologi operasional, informasi, dan rekayasa untuk memberikan visibilitas di seluruh perusahaan, mengurangi konsumsi energi dan waktu henti yang tidak direncanakan, serta meningkatkan profitabilitas.

EcoStruxure Power and Process kini terintegrasi dengan solusi perangkat lunak manajemen energi ETAP yang merancang, mengoperasikan, dan mengautomatisasi sistem listrik.

Kombinasi teknologi itu meningkatkan kemampuan simulasi, karena perubahan proses dapat dijalankan secara digital untuk menunjukkan potensi efisiensi tanpa membuat perubahan fisik dan memberikan manfaat pemulihan sehingga protokol untuk pemadaman listrik atau kondisi tidak stabil dapat diprogram ke dalam sistem.

Baca juga: Kompetisi Schneider Electric untuk Generasi Muda Hadapi Era Electricity 4.0

Schneider Electric kini menawarkan EcoStruxure Power and Process sebagai paket layanan dengan analitik prediktif berdasarkan kesehatan sistem dan aset yang digunakan pada aset daya dan proses, termasuk rotating equipment, untuk mengurangi kebutuhan akan keahlian internal dan personel di lokasi serta menurunkan biaya perawatan.

Terakhir, Schneider Electric juga meluncurkan Lexium Cobot baru sebagai bagian dari sistem robot canggih yang membantu pekerja melakukan tugas berat, berulang, dan kompleks.

Baca juga: Schneider Electric Lakukan Pembaruan Software EcoStruxure IT

Cobot mudah diterapkan ke lingkungan industri yang ada guna meningkatkan pemberdayaan dan keselamatan tenaga kerja. Cobot dapat secara akurat melakukan tugas-tugas teknis, mengangkat benda hingga 18 kilogram, dan berkolaborasi dengan para pekerja di tahap produksi. Pengguna dapat secara intuitif memprogram dan mengoperasikan cobot melalui aplikasi Android.

Selasa, 18 Oktober 2022

Pesan CEO Schneider Electric di Innovation Summit World Tour 2022

Innovation Summit World Tour 2022 oleh Schneider Electric

Perubahan iklim kini bukan lagi menjadi isu lingkungan semata, tetapi juga menjadi persoalan yang harus diatasi oleh industri.

Belum lagi ditambah dengan isu krisis energi, volatilitas pasar dan rantai suplai, serta ketegangan sosial-ekonomi yang semakin intens. Pelaku industri harus mulai mengambil keputusan tepat.

Untuk membantu pelaku industri mengatasi isu-isu tersebut, Schneider Electric sebagai pemimpin transformasi digital dalam pengelolaan energi dan automasi turut memberikan beberapa solusi dan pendekatan.

Baca juga: Kompetisi Schneider Electric untuk Generasi Muda Hadapi Era Electricity 4.0

Chairman and CEO Schneider Electric Jean-Pascal Tricoire mengatakan bahwa dalam masa krisis global, pelaku industri harus memiliki visibilitas penuh tentang perjalanan dan tujuan bisnis.

“Krisis energi saat ini hanyalah puncak gunung es,” kata Tricoire dalam pembukaan Innovation Summit World Tour 2022 yang diadakan secara virtual, Rabu (12/10/2022).

Dengan permintaan energi global yang diperkirakan akan tumbuh tiga kali lipat dalam 30 tahun ke depan, lanjutnya, sangat penting bagi pelaku industri untuk menerapkan semua teknologi yang sudah tersedia sekarang guna mempercepat elektrifikasi, digitalisasi, dan keberlanjutan.

Baca juga: Schneider Electric Lakukan Pembaruan Software EcoStruxure IT

Menurut data studi kuantitatif yang dilakukan oleh Schneider Electric Research Institute (2022), potensi teknologi jika digabungkan dan digunakan dalam skala besar bisa menurunkan emisi karbon hingga dua per tiga pada 2030.

“Selain itu, industri bisa sekaligus meningkatkan efisiensi dalam skala besar atas konsumsi energi pada bangunan (hingga 70 persen),” imbuhnya.

Baca juga: Upaya Schneider Electric Wujudkan Dunia Kelistrikan Lebih Tangguh dan Sustainable

Sebagai informasi, Schneider Electric telah lama mengadvokasi perlunya aksi mendesak dan terpadu untuk mengurangi pemborosan energi, berinvestasi dalam energi terbarukan, mengelektrifikasi, dan mendigitalisasi ekosistem energi.

Berkat upaya yang dilakukan tersebut, Schneider Electric pun dikenal luas sebagai pemimpin dalam masalah lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), di mana produk dan layanan telah membantu pelanggan, pemasok, mitra bisnis, dan masyarakat membuat kemajuan perusahaan di bidangnya.

Executive Vice President, Industrial Automation at Schneider Electric Barbara Frei mengatakan, langkah-langkah mengatasi isu perubahan iklim dan energi bisa dilakukan dengan mengintegrasikan keberlanjutan, sirkularitas, ketahanan, dan kualitas hidup ke dalam setiap langkah pengambilan keputusan industri.

Baca juga: Schneider Electric Jadi Perusahaan Terbaik dalam Diversity, Equity, dan Inclusion

Hal tersebut dilakuan juga untuk mencapai tujuan dalam perjalanan menuju net-zero.

“Digitalisasi, industrial internet of things (IIoT) dan automasi tak hanya mendorong pertumbuhan, tetapi juga berdampak terhadap ekonomi masyarakat, dekarbonisasi, dan melindungi sumber daya bumi yang terbatas,” kata Barbara pada acara yang sama.

Barbara juga menekankan bahwa industri perlu merangkul teknologi generasi berikutnya atau the next generation technology.

“Setiap inovasi harus dapat memberdayakan tenaga kerja, memajukan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, dan memberikan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan,” ujar Barbara.

Penghargaan untuk mitra

Pada gelaran Innovation Summit World Tour 2022, Schneider Electric Indonesia memiliki kesempatan menyelenggarakan konferensi tersendiri yang akan diadakan pada Rabu (2/11/2022) hingga Kamis (3/11/2022).

Schneider Electric juga akan mengumumkan serangkaian inovasi terbaru pada semua rangkaian kegiatan Innovation Summit World Tour pada tahun ini.

“Dengan sustainability sebagai tujuan utama dan untuk merayakan serta memperjuangkan inisiatif di seluruh dunia, kami juga mengumumkan Schneider Electric Sustainability Impact Awards,” kata Tricoire.

Baca juga: Bagaimana Bila Teknologi AI Disempurnakan dengan Edge Computing?

Ajang penghargaan tersebut dirancang untuk memberikan apresiasi atas peran penting pelanggan dan pemasok produk perusahaan dalam menghadirkan dunia yang lebih tangguh dan sustainable.

“Memahami bahwa mitra dan pemasok kami yang sukses akan menjadi contoh bagi orang lain untuk mengikuti jejak mereka, program tersebut diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan melalui praktik yang berkelanjutan dan efisien,” kata Tricoire. 

Jumat, 14 Oktober 2022

Kompetisi Schneider Electric untuk Generasi Muda Hadapi Era Electricity 4.0

Schneider Electric menyelenggarakan kompetisi EEPS 2022

Schneider Electric berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) untuk kembali menyelenggarakan Electrical Education Program and Competition (EEPC).

Adapun EEPS merupakan program pendidikan dan pelatihan vokasi untuk pengembangan kompetensi para calon ahli listrik Indonesia.

Baca juga: Masa Depan Sektor Kelistrikan di Era Electricity 4.0

Dalam program EEPC kali ini, Schneider Electric juga mengajak para generasi muda menyalurkan ide-ide kreatifnya dalam mencari solusi yang dapat meningkatkan keselamatan diri dan orang-orang terdekat dari bahaya listrik dengan perangkat arus residual residual-current device (RCD). Alasannya adalah karena kasus kebakaran belakangan ini terus meningkat.

Menurut catatan Pemadam DKI Jakarta, hingga September 2022, tercatat 1.197 kasus dan penyebab utamanya kebanyakan akibat korsleting listrik atau masalah arus pendek listrik.

Penyelenggaraan EEPC 2022 pun diikuti oleh 7.102 pelajar dan guru dari 103 sekolah menengah kejuruan (SMK) jurusan kelistrikan. Mereka mengikuti sesi pelatihan dan pembekalan secara online selama tiga minggu yang berlangsung mulai 18 Agustus hingga 1 September 2022.

Baca juga: Schneider Electric Lakukan Pembaruan Software EcoStruxure IT

Sebagai informasi, tema pembelajaran pada program EEPC kali ini berfokus pada persiapan calon ahli listrik menghadapi era electricity 4.0. Para peserta yang telah menyelesaikan seluruh webinar pun nantinya akan memperoleh sertifikasi EEPC dari Schneider Electric dan Kemendikbud Ristek.

Electricity 4.0

Distribution Vice President Schneider Electric Indonesia & Timor Leste Farhan Lucky mengatakan, internet of things (IoT) dan revolusi industri 4.0 tengah membawa manusia pada era electricity 4.0.

“Pemanfaatan teknologi digital yang dikombinasikan dengan listrik akan semakin luas dan masif digunakan di lintas sektor industri,” ujar Farhan.

Saat ini, lanjutnya, transformasi pabrik pintar, kendaraan listrik, smart grid, bangunan pintar, smart hospital, dan energi baru terbarukan adalah masa depan dunia.  Sejalan dengan itu, semakin banyak pula kebutuhan akan tenaga ahli kelistrikan berwawasan luas lintas bidang ilmu.

Baca juga: Upaya Schneider Electric Wujudkan Dunia Kelistrikan Lebih Tangguh dan Sustainable

“Pelatihan dan pembekalan pada program EEPC menekankan pada kemampuan problem solvingstrategic thinking, analisis data, dan pengenalan pada pengoperasian berbagai software yang diterapkan industri saat ini,” ujar Farhan.

Tujuannya adalah untuk melengkapi ilmu yang diperoleh di sekolah dengan wawasan dan ilmu praktis yang diterapkan di industri.

Tidak hanya ilmu baru di bidang kelistrikan, materi pembelajaran juga memfokuskan pada keamanan instalasi listrik, mengingat kasus kebakaran akibat korsleting listrik masih kerap terjadi.

Baca juga: Schneider Electric Jadi Perusahaan Terbaik dalam Diversity, Equity, dan Inclusion

Di akhir program, Schneider Electric dan Kemendikbud Ristek menggelar kompetisi yang mengangkat tema “Pentingnya Keselamatan Kita dan Keluarga dengan Perangkat Arus Residual RCD”.

Kompetisi tersebut diikuti oleh 1.446 peserta yang terbagi menjadi 541 kelompok. Dengan jumlah peserta sebanyak itu, kompetisi kelistrikan yang diselenggarakan oleh Schneider Electric ini mendapatkan anugerah dari Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan kategori Kompetisi Kelistrikan oleh Siswa SMK Terbanyak.

Penganugerahan pun diberikan secara langsung oleh Direktur Operasional MURI Jusuf Ngadri dan Customer Relations  MURI Lutvi kepada Schneider Electric.

Apresiasi Kemendikbud Ristek

Koordinator Bidang Program, Data, dan Informasi BBPPMPV BMTI, Kemendikbud Ristek Haryono turut mengapresiasi langkah Schneider Electric dalam menyelenggarakan kompetisi bagi pelajar SMK.

Haryono mengatakan, masa depan dunia akan semakin bergantung pada listrik. Penguatan kompetensi dasar mulai dari instalasi listrik, perangkat pengaman listrik seperti RCD, hingga pengenalan software semakin dibutuhkan.

“Terlebih, sekarang ini peta perencanaan kelistrikan sebuah bangunan pintar semakin kompleks. Schneider Electric sebagai produsen perangkat kelistrikan dan juga pelaku industri yang memiliki pengalaman dalam transformasi digital dapat memberikan perspektif menyeluruh akan inovasi-inovasi baru dalam solusi kelistrikan dan kompetensi ahli listrik yang dibutuhkan pelaku industri dalam mendukung transformasi digitalnya,” kata Haryono.

Baca juga: Bagaimana Bila Teknologi AI Disempurnakan dengan Edge Computing?

Ikatan hubungan Schneider Electric dengan lembaga pendidikan vokasi memang sudah terjalin sejak lama dan mencakup kerja sama dalam pembangunan fasilitas SMK, pengembangan kurikulum, dan pelatihan.

Schneider Electric juga secara aktif merekrut lulusan-lulusan vokasi untuk bekerja dan memberikan kesempatan bagi lulusan perempuan untuk berkarier di perusahaan.