Selasa, 12 Oktober 2021

PLN dan Schneider Electric Jalin Kerja Sama Tingkatkan Digitalisasi Panel Listrik

Schneider Electric dan PLN jalin kerja sama untuk perbaiki digitalisasi panel listrik

Schneider Electric, pemimpin transformasi digital dalam pengelolaan energi dan automasi mendukung rencana digitalisasi PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jakarta Jaya (PLN UID Jaya) dengan melakukan kerja sama uji coba digitalisasi panel listrik.

Pada tahap awal, Schneider Electric telah memasang dan mengoperasikan produk Smart Ring Main Unit (RMU) Kubikel TM Fully Gas Insulated di Gardu PLN UP3 Lenteng Agung, Jakarta Selatan yang diintegrasikan dengan sistem SCADA di kantor UP2D Jakarta Raya.

Sebagai informasi, Smart RMU Kubikel TM Fully Gas Insulated merupakan solusi dari Schneider Electric yang memungkinkan optimalisasi performa panel listrik, meningkatkan keamanan dan keandalan distribusi listrik di lingkungan yang kurang mendukung, serta memungkinkan pengelolaan biaya operasional dan pemeliharaan yang lebih efisien.

Baca juga: 3 Tindakan yang Harus Dilakukan Negara dan Industri untuk Mengatasi Perubahan Iklim

Smart RMU terkoneksi dengan arsitektur EcoStruxure Grid yang dapat mengintegrasikan dan mengelola data untuk pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan.

Solusi tersebut telah dilengkapi dengan sensor termal nirkabel dan aplikasi telepon pintar yang menggantikan infra-red thermal scanning. Sensor termal nirkabel dapat memberikan peringatan dini terhadap suatu kondisi yang berpontensi memicu terjadinya masalah koneksi dan potensi kebakaran atau percikan api akibat gangguan arus hubungan singkat.

Smart RMU Kubikel TM Fully Gas Insulated

Adapun pemanfaatan produk Smart RMU dari Schneider Electric memungkinkan PLN melakukan kontrol jarak jauh terhadap performa panel, efisiensi waktu pemeliharaan, meningkatkan akurasi pembacaaan arus tengangan panel, dan meningkatkan keamanan staf teknis terhadap potensi kecelakaan kerja.

Baca juga: Beberapa Sistem yang Harus Diperbarui Perusahaan Tambang di Era Industri 4.0

Melalui pemanfaatan teknologi digital berbasis Internet of Things (IoT), PLN dapat mengintegrasikan proses, membuat keputusan yang lebih akurat berbasis data, serta tetap kompetitif dalam mendukung kebutuhan distribusi listrik yang lebih aman, andal, efisien, dan sustainable di era industri 4.0.

Sebagai mitra digital dalam pengelolaan energi dan automasi, Schneider Electric berkomitmen untuk terus mengembangkan solusi-solusi inovatif yang tidak hanya berdampak terhadap performa bisnis pelanggan, tetapi juga memberikan dampak lingkungan dan prinsip keberlanjutan.

Sebagai informasi, Schneider Electric juga memiliki solusi Kubikel TM SF6 Free yang lebih ramah lingkungan karena tidak menggunakan gas SF6 yang berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca.

Baca juga: Sambut Industri 4.0, System Integrator Harus Punya Sertifikasi Industrial Edge Computing

Ke depan, Schneider Electric berencana melakukan kerja sama uji coba lanjutan dengan pihak PLN untuk mengimplementasikan solusi Kubikel TM SF6 Free  di gardu listriknya.

Senin, 11 Oktober 2021

Gandeng Schneider Electric, Meratus Ingin Jadi Perusahaan yang Lebih Customer-Centric

Schneider Electric jalin kerja sama strategis dengan Meratus

Schneider Electric baru saja menjalin kerja sama dengan Meratus. Seperti diketahui, Schneider Electric merupakan perusahaan yang berfokus pada transformasi digital dalam pengelolaan energi dan automasi. Sementara, Meratus merupakan salah satu perusahaan maritim dan logistik Indonesia yang menyediakan solusi transportasi point-to-point.

Nota kesepahaman yang telah ditandatangani menetapkan model co-creation berkelanjutan melalui kolaborasi yang akan menilai dan meninjau aspek-aspek penggerak bisnis strategis yang meliputi pengalaman pelanggan, kinerja operasional, strategi sustainability, platform data, dan model bisnis komersial.

Baca juga: Kebutuhan Sektor Industri Meningkat, Schneider Electric Hadirkan Sertifikasi Industrial Edge Computing

Melalui kerjasama tersebut, Schneider Electric akan bersama-sama membuat peta jalan yang dapat mendukung transformasi digital Meratus menjadi bisnis yang lebih customer-centric, berkelanjutan, serta efisien.

Bersama-sama, keduanya berkomitmen untuk mengurangi tantangan logistik dan layanan yang kompleks. Kedua perusahaan juga ingin menciptakan solusi yang dapat mengurangi jejak karbon dan memberikan kecepatan, visibilitas, serta pengalaman luar biasa kepada konsumen.

Untuk diketahui, Schneider Electric menghadirkan keahlian konsultasi, solusi digital dan data, serta kemampuan eksekusi terbaik. Melalui unit bisnis process automation, Schneider Electric mendukung proses transformasi digital klien di seluruh Asia Pasifik dari berbagai sektor industri, seperti logistik, rantai pasokan, minyak dan gas, serta pembangkit energi.

Baca juga: Beberapa Sistem yang Harus Diperbarui Perusahaan Tambang di Era Industri 4.0

CEO Meratus Farid Belbouab mengatakan, Schneider Electric memiliki pendekatan kolaboratif yang andal serta memiliki kepemimpinan dan keahlian yang mumpuni di sektor logistik dan maritim. Keunggulan ini akan membawa nilai signifikan bagi pasar Meratus.

“Bermitra dengan Schneider Electric, berarti kami dapat memanfaatkan pengalaman mereka untuk terus membawa perubahan bagi industri dan membangun peta jalan yang lebih berkelanjutan untuk ekosistem kami,” jelas Farid.

Adapun kerangka implementasi tersebut nantinya akan mencakup pendefinisian kembali tujuan bisnis, mengeksplorasi pengalaman lebih yang dapat diberikan kepada konsumen, meningkatkan keterlibatan dan mengevaluasi apa yang terbaik untuk mengatasi tantangan, serta diikuti dengan pendekatan pengembangan dan solusi bersama yang dibutuhkan untuk mendorong adaptasi, pengoptimalan, dan perbaikan.

Baca juga: Schneider Electric Indonesia Peroleh Pengakuan sebagai Great Place to Work

Senior Vice President Process Automation APAC Schneider Electric Neil Smith menyambut baik kerja sama tersebut. Pihaknya merasa terhormat menjadi mitra Meratus untuk bisnis dan transformasi digitalnya.

“Semangat kami dalam meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan operasional sangat sesuai dengan ambisi Meratus dalam meningkatkan kinerja bisnis dan mengurangi jejak karbon,” ujar Neil.

Sabtu, 25 September 2021

Beberapa Sistem yang Harus Diperbarui Perusahaan Tambang di Era Industri 4.0

transformasi digital pada industri pertambangan

Transformasi digital pada sektor pertambangan membutuhkan banyak perencanaan dan visi. Teknologi lama, seperti peralatan listrik dan protokol komunikasi harus diperbarui. Perusahaan pun sekarang minimal harus menggunakan Windows 10 dan mesin virtual yang terhubung ke infrastruktur cloud serta jaringan edge computing.

Protokol yang lebih baru mendukung konvergensi teknologi informasi (IT) dan teknologi operasional (OT) serta memungkinkan manajemen jarak jauh dan akses data yang lebih mudah.

Baca juga: Kebutuhan Sektor Industri Meningkat, Schneider Electric Hadirkan Sertifikasi Industrial Edge Computing

Dengan demikian, pembaruan jaringan menjadi kunci penerapan sistem pengumpulan data dan analitik yang memungkinkan pemantauan real-time serta pemeliharaan prediktif.

Untuk mendukung konvergensi IT/OT dan operasi yang terhubung, industri pertambangan perlu menerapkan Industrial Internet of Things (IIoT) dan jaringan edge computing. Jaringan IIoT mengirimkan data yang diambil dari sensor di lokasi. Sementara, jaringan edge memproses dan menganalisis data tersebut secara real-time.

Tantangan dan solusi

Semua perubahan yang terjadi di sektor tambang memunculkan beragam tantangan. Tantangan terbesar adalah penggunaan sistem cyber security. Saat industri tambang menerapkan sistem baru dan menjadi terhubung, mereka harus memastikan bahwa semuanya dilindungi melalui praktik dan teknologi cyber security terbaik.

Cyber attack atau serangan siber adalah bahaya yang selalu ada. Tantangan lain melibatkan keselamatan operasional dan kebutuhan akan keahlian untuk merencanakan dan melaksanakan transformasi digital. Sebagian besar perusahaan tidak memiliki semua keahlian dan pengalaman teknis yang diperlukan untuk transformasi digital sendiri.

Baca juga: 3 Tindakan yang Harus Dilakukan Negara dan Industri untuk Mengatasi Perubahan Iklim

Schneider Electric sebagai salah satu perusahaan yang memiliki fokus dalam membatu transformasi digital industri tambang pun tak tinggal diam. Melalui kecanggihan platform EcoStruxure for Industry, Schneider Electric menghadirkan visibilitas, pemantauan, dan manajemen jarak jauh untuk meningkatkan efisiensi serta keamanan perusahaan.

Schneider Electric juga menyediakan sistem dan layanan untuk mengoptimalkan kinerja aset untuk memungkinkan kerja jarak jauh, menyediakan akses jarak jauh untuk pemecahan masalah (Secure Connect), akses kapan saja/di mana saja untuk diagnosis (Augmented Operator), dan platform layanan berbasis cloud yang melacak peralatan dari jarak jauh (Machine Advisor).

Rabu, 22 September 2021

3 Tindakan yang Harus Dilakukan Negara dan Industri untuk Mengatasi Perubahan Iklim

aksi mengatasi pemanasan global harus dilakukan oleh semua negara

Sejumlah fenomena buruk terjadi akhir-akhir ini. Es di kutub semakin banyak mencair, banjir bandang terjadi di mana-mana, hujan di musim kemarau, udara panas di musim hujan, dan lain sebagainya. Kejadian-kejadian tersebut merupakan contoh dampak pemanasan global.

Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menunjukkan bahwa emisi global perlu dikurangi sebanyak 30-50 persen pada 2030 agar dampak yang terjadi tidak semakin parah. Hal ini harus diperjuangkan untuk membatasi kenaikan suhu global hingga 1,5 derajat.

Baca juga: Dapat Penghargaan Lagi, Schneider Electric Jadi Perusahaan dengan Label Great Place to Work

Riset terbaru yang dilakukan oleh Schneider Electric menunjukkan bahwa diperlukan pengurangan emisi 3-5 kali agar kita berada di jalur yang tepat untuk memenuhi target tersebut. Untungnya, masih ada waktu untuk mencapai tujuan ini dengan beberapa solusi.

Analisis Schneider Electric menunjukkan bahwa wilayah Amerika Utara, Eropa, Cina, dan negara-negara Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) Asia menyumbang 70 persen dari emisi karbondioksida global.

Baca juga: Kebutuhan Sektor Industri Meningkat, Schneider Electric Hadirkan Sertifikasi Industrial Edge Computing

Elektrifikasi, digitalisasi, dan renovasi untuk meningkatkan efisiensi energi diprediksi akan menjadi solusi mutakhir untuk mengurangi emisi. Ambil contoh bangunan. Adopsi teknologi listrik dan digital secara luas, seperti pompa panas dan sistem manajemen energi digital, dapat mengurangi penggunaan energi gedung hingga 40 persen.

Terdapat tiga tindakan utama yang harus dilakukan oleh semua negara untuk mendukung target tersebut.

1. Fokus menangani sektor industri tertentu

Dalam wacana global, banyak perhatian diberikan pada kebutuhan untuk mengurangi emisi yang timbul dari sektor-sektor yang sulit diatasi, seperti industri berat dan pelayaran jarak jauh.

Meskipun memajukan solusi di industri tersebut akan punya dampak besar dalam mencapai zero emission pada 2050, belum banyak solusi yang dapat diterapkan dalam skala besar. Oleh karena itu, negara harus fokus menangani industri lain yang lebih mudah dan memiliki dampak lebih besar pada peningkatan penyerapan teknologi hijau yang telah dikembangkan.

2. Modernisasi kerangka kebijakan untuk memfasilitasi tujuan dekarbonisasi

Kerangka kerja legislatif saat ini secara diam-diam mempromosikan penggunaan produk atau sumber bahan bakar yang kurang ramah lingkungan. Misalnya, di Uni Eropa, tarif pajak untuk penggunaan listrik rata-rata empat kali lebih tinggi daripada penggunaan gas dengan jumlah sama.

Kerangka kerja umum harus diadopsi untuk menyalurkan investasi, memantau kemajuan, serta menghargai pengadopsian produk dan praktik yang lebih ramah lingkungan.

3. Bisnis punya peran besar untuk dimainkan

Pengembangan rantai nilai yang efektif dan efisien menjadi kunci untuk memastikan bahwa teknologi terbarukan membawa dampak positif yang signifikan. Untuk memfasilitasi ini, perusahaan harus mempercepat ambisi lingkungan mereka menjelang 2030 dan mendukung usaha kecil menengah (UKM) dalam rantai pasokan mereka. Tujuannya sudah jelas, yakni mengurangi emisi yang dihasilkan UKM dalam skala besar.

Tantangan yang kita hadapi saat ini sampai 2030 sangat besar. Namun, solusi untuk mengatasinya sudah ada. Langkah yang tersisa adalah kapan dan bagaimana kita bertindak.

Jumat, 17 September 2021

Kebutuhan Sektor Industri Meningkat, Schneider Electric Hadirkan Sertifikasi Industrial Edge Computing

ilustrasi teknologi informasi 4.0

Perusahaan global terkemuka dalam transformasi digital di pengelolaan energi dan automasi, Schneider Electric memperkenalkan sertifikasi Industrial Edge Computing untuk mendukung system integrator memperkuat keahliannya terkait penerapan dan integrasi edge computing sebagai bagian dari kebutuhan transformasi digital industri. 

Adapun sertifikasi tersebut terbuka untuk semua system integrator yang mendaftar melalui mySchneider Personalized Experience, program bagi mitra Schneider Electric yang menyediakan dukungan fasilitas, informasi, insentif, dan pelatihan berfokus pada solusi infrastruktur fisik teknologi informasi (TI).

Schneider Electric memprediksi, penerapan edge computing di sektor industri  akan terus meningkat, mengingat efektivitas edge computing yang dapat mengurangi latensi dan menghadirkan kecepatan serta ketahanan untuk mendukung automatisasi, kecerdasan buatan, pembelajaran mesin, dan teknologi Industri 4.0.

Baca juga: Mewujudkan Pengelolaan Air Bersih dengan Smart Water Management

Untuk mengambil peluang tersebut, system integrator perlu memberikan jaminan kompetensi guna memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan. Hal inilah yang melatarbelakangi inisiatif Schneider Electric dalam menyediakan pelatihan dan sertifikasi terkait Industrial Edge Computing yang mencakup pengetahuan terkait edge computing, manfaat bagi sektor industri, cara pengimplementasiannya, dan faktor lain yang perlu diperhatikan. 

Para system integrator juga akan memperoleh pengetahuan yang mendalam mengenai solusi dan layanan edge computing dari Schneider Electric.

Pelatihan dan sertifikasi Industrial Edge Computing dilakukan secara online. Istimewanya, peserta bisa mengatur jadwal secara fleksibel untuk mengikuti pelatihan. Di akhir kurikulum, peserta pelatihan akan mengikuti ujian untuk dapat memperoleh sertifikasi.

Baca juga: Dapat Penghargaan Lagi, Schneider Electric Jadi Perusahaan dengan Label Great Place to Work

System integrator yang telah tersertifikasi juga akan dapat menikmati berbagai fasilitas, dukungan teknis, dan jaringan kemitraan dari Schneider Electric. Salah satunya, mendapatkan akses langsung ke Local Edge Configurator Schneider Electric melalui portal mySchneider.

Konfigurator tersebut memungkinkan mereka merancang solusi komputasi canggih dengan infrastruktur fisik, manajemen, layanan, dan keamanan fisik terbaik di kelasnya.

Melalui konfigurator, system integrator dapat mengakses desain referensi industrial edge computing, meliputi solusi lengkap yang telah dikonfigurasi sebelumnya yang semua komponennya telah diuji dan divalidasi.

Baca juga: Bangun Fondasi Infrastruktur Digital, Bank Digital Perlu Prefabricated Data Center

Di lain sisi, Schneider Electric juga menyediakan platform kolaborasi Schneider Electric Exchange untuk menyatukan para inovator dan pakar digital serta menyediakan sumber daya teknologi melalui API, wawasan terkait data, software development kit (SDK), akses jaringan ke komunitas, dan digital marketplace.

Komunitas system integrator juga dapat berinteraksi dengan calon mitra dan klien, mendemonstrasikan keahliannya serta terlibat langsung dengan para pakar di dalam Industrial Edge Computing Forum yang dapat diakses di Schneider Electric Exchange.

Membangun ekosistem kemitraan global yang melibatkan system integrator bersertifikat dalam teknologi operasional dan teknologi informasi, penyedia layanan, dan distributor menjadi salah satu kekuatan Schneider Electric

Baca juga: Mari Sambut Electricity 4.0, Era Baru Energi Masa Depan

Melalui ekosistem tersebut, kolaborasi dapat tercipta dengan memanfaatkan platform terbuka yang memungkinkan sektor industri memaksimalkan pemanfaatan teknologi industri 4.0 untuk meningkatkan ketahanan dan kelincahan operasional.

Kamis, 09 September 2021

Dapat Penghargaan Lagi, Schneider Electric Jadi Perusahaan dengan Label Great Place to Work

Ilustrasi karyawan bahagia

Schneider Electric Indonesia baru-baru ini memperoleh sertifikasi Great Place to Work. Tak hanya kantor di Indonesia saja, perusahaan global terkemuka yang fokus dalam transformasi digital di pengelolaan energi dan automasi itu juga mendapatkan sertifikasi serupa di lima kantor perwakilan lainnya di Asia Tenggara.

Sertifikasi itu menjadi sebuah pencapaian dan pengakuan atas usaha berkelanjutan dalam membangun perusahaan terbaik bagi karyawan dengan memberikan tujuan bermakna, menjunjung budaya inklusi, berdaya, dan mandiri.

Baca juga: Bangun Fondasi Infrastruktur Digital, Bank Digital Perlu Prefabricated Data Center

Sebagai informasi, Great Place to Work merupakan sebuah organisasi global yang berfokus pada budaya perusahaan. Sejak 1992, organisasi ini telah menyurvei lebih dari 100 juta karyawan di seluruh dunia. Great Place to Work juga membantu organisasi dan perusahaan mengukur budaya mereka serta menciptakan pengalaman kerja lebih baik guna menghasilkan produktivitas lebih optimal.

Adapun Great Place to Work telah melakukan survei kepada lebih dari 11.000 karyawan Schneider Electric di enam kantor perwakilan di Asia Tenggara untuk mengetahui kepuasan, kepercayaan, dan dampak yang dirasakan karyawan selama bekerja di perusahaan.

Beberapa indikator yang disurvei mencakup kepercayaan terhadap kredibilitas manajemen (credibility), rasa dihargai (respect), perlakuan yang setara dan adil (fairness), kebanggaan terhadap perusahaan (pride), dan rasa kebersamaan (camaraderie).

Baca juga: Mewujudkan Pengelolaan Air Bersih dengan Smart Water Management

Cluster President Schneider Electric Indonesia and Timor Leste Roberto Rossi mengatakan, Schneider Electric menjadi perusahaan yang hebat karena orang-orang di dalamnya yang juga hebat. 

“Kami bangga memperoleh pengakuan sebagai Great Place to Work. Terlebih, pada saat kondisi pandemi Covid-19. Hal ini menjadi bukti komitmen kuat kami untuk kesejahteraan dan inklusivitas terhadap semua orang dalam organisasi di kondisi seperti apapun,” kata Roberto.

Untuk diketahui, generasi pekerja saat ini tidak hanya mengejar aspek finansial, tetapi juga aspek sosial. Para pekerja mau berkontribusi lebih untuk bekerja dengan tujuan yang lebih besar.

Hasil survei yang dilakukan oleh Great Place to Work menunjukkan bahwa nilai-nilai perusahaan yang menekankan pada kontribusi dan dampak terhadap masyarakat dan komunitas serta nilai inklusivitas menjadi salah satu aspek penting terhadap tingkat kepuasan dan kebanggaan karyawan pada perusahaan.

Baca juga: Mari Sambut Electricity 4.0, Era Baru Energi Masa Depan

Selain itu, aspek perlakuan yang adil dan setara, fleksibilitas dalam bekerja, serta perhatian perusahaan terhadap pengembangan dan pemberdayaan tiap-tiap karyawan juga menjadi aspek vital yang memberikan skor tertinggi bagi karyawan Schneider Electric.

“Kami bangga mendapatkan kepercayaan dari para karyawan kami sebagai Great Place to Work. Di Schneider Electric, kami memiliki tujuan untuk memberdayakan semua orang dan memanfaatkan energi serta sumber daya sebaik-baiknya. Hal ini untuk menjembatani antara kemajuan dengan keberlanjutan untuk semua. Misi kami adalah menjadi mitra digital untuk keberlanjutan dan efisiensi,” jelasnya.

Komitmen tersebut Schneider Electric tunjukkan melalui inovasi solusi yang dikembangkan dan penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan di tiap kegiatan bisnis serta operasional

Rabu, 01 September 2021

Bangun Fondasi Infrastruktur Digital, Bank Digital Perlu Prefabricated Data Center

Ilustrasi perbankan digital di Indonesia

Akhir-akhir ini, pertumbuhan layanan perbankan digital di Indonesia memiliki potensi yang besar. Pasalnya, masih banyak masyarakat yang belum memiliki akses terhadap layanan perbankan. Menurut Bank Dunia, sekitar 95 juta orang Indonesia belum memiliki rekening bank. Uniknya, dari 95 juta orang tersebut, 60 juta di antaranya memiliki telepon selular.

Dengan akses seluler dan internet, layanan keuangan digital disinyalir dapat menjadi solusi tepat dalam menjembatani penyediaan akses layanan yang belum terjamah oleh bank konvensional.

Baca juga: Mewujudkan Pengelolaan Air Bersih dengan Smart Water Management

Schneider Electric pun mendukung pengembangan digitalisasi layanan perbankan. Upaya itu juga harus diikuti dengan penguatan infrastruktur digital yang tangguh dan berkelanjutan. 

Sebagai fondasi penentu keberlangsungan ekosistem bank digital, pembangunan infrastruktur digital perlu memperhatikan keamanan, transparansi, fleksibilitas, dan jaminan performa layanan 24/7.

Potensi pengembangan itu memicu percepatan adopsi teknologi untuk pengembangan inovasi layanan perbankan digital.

Tantangan sektor perbankan

Hal tersebut memunculkan tantangan baru bagi sektor perbankan dalam mempersiapkan infrastruktur digital. Pelaku perbankan perlu membangun data center yang dapat sefleksibel mungkin mengakomodasi pertumbuhan pengguna serta menyediakan transparansi data untuk meningkatkan keandalan sambil tetap memperhatikan dampak terhadap lingkungan.

Modul dan arsitektur prefabricated data center pun dapat menjadi solusi data center yang memberikan fleksibilitas dengan kemampuan yang dapat diskalakan (scalable) serta bisa ditempatkan pada kondisi lingkungan apapun.

Baca juga: Perpaduan Listrik dan Teknologi Digital untuk Hasilkan Energi yang Lebih Bersih

Prefabricated data center module juga dapat direkayasa ulang. Dengan begitu, solusi ini memberikan kemampuan bagi staf IT untuk menginstal implementasi yang identik di beberapa lokasi.

Dari sisi keamanan dan keandalan, prefabricated data center module memiliki fasilitas dan keunggulan yang sama dengan data center tradisional. Prefabricated data center module dari Schneider Electric tersedia dalam berbagai ukuran dan konfigurasi untuk menyediakan infrastruktur data center yang sederhana dan mudah diterapkan untuk aplikasi apapun.

Data real-time

Prefabricated data center module  juga didukung oleh perangkat lunak data center infrastructure management (DCIM). Perangkat ini menyediakan wawasan real-time terhadap kinerja data center untuk memungkinkan pengambilan keputusan yang tepat.

Dengan visibilitas yang menyeluruh terhadap penggunaan energi, kinerja peralatan, dan kondisi ruangan, pelaku perbankan dapat mengoperasikan data center-nya dengan lebih efisien. 

Baca juga: Wajib Didukung! Schneider Electric Semakin Ambisius dengan Komitmen Dekarbonisasi

Pemanfaatan kecerdasan buatan dan analisis prediktif pada data center juga memberikan kemampuan infrastruktur dalam menganalisis data untuk memberikan wawasan dan mengidentifikasi potensi masalah yang dapat ditindaklanjuti dengan tindakan preventif.

DCIM akan memberikan notifikasi ke perangkat genggam yang terhubung ke staf IT sehingga dapat dilakukan langkah yang tepat untuk memastikan bahwa perangkat tersebut diperbaiki sebelum terjadi masalah.

Cyber security

Dalam hal keamanan siber, penting untuk mempertimbangkan dua standardisasi saat memilih perangkat internet of things (IoT).

Pertama, apakah perangkat IoT memiliki security development lifecycle (SDL) yang diimplementasikan dengan baik. Sebagai informasi, SDL merupakan sebuah konsep yang diperkenalkan oleh Microsoft dengan mempertimbangkan masalah keamanan dan privasi di seluruh proses pengembangan perangkat lunak.

Kedua, standar IEC 62443 sebagai standar yang diterima secara internasional dalam menetapkan persyaratan proses untuk pengembangan produk yang aman digunakan dalam industri automasi, sistem kontrol, dan aplikasi edge IT.

Baca juga: Tips agar Rumah Jadi Lebih Minimalis dan Elegan

Platform EcoStruxure Modular Data Center dan EcoStruxure IT dari Schneider Electric telah banyak dipakai untuk mendukung sektor keuangan di dunia. 

Algoritma dan keahlian domain yang kuat dalam infrastruktur IT memberikan visibilitas, wawasan, pemantauan jarak jauh 24/7, dan dukungan konsultasi kapan saja serta di mana saja. Prefabricated data center module juga dapat mengurangi waktu pemasangan hingga 50 persen dibandingkan infrastruktur tradisional.

Indonesia EximBank merupakan salah satu perbankan yang telah menggunakan solusi EcoStruxure dari Schneider Electric. Dengan memanfaatkan arsitektur EcoStruxure, Indonesia EximBank berhasil meningkatkan visibilitas operasional data center, memastikan keandalan dan ketersediaan layanan IT yang berkelanjutan, serta menjalankan layanan perbankan digital dengan biaya yang efisien.

Jumat, 27 Agustus 2021

Mewujudkan Pengelolaan Air Bersih dengan Smart Water Management

pengelolaan air dengan smart water management dari Schneider Electric

Digitalisasi yang disertai dengan pemanfaatan energi bersih merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mewujudkan pengelolaan air yang ramah lingkungan. Dengan cara ini, sektor industri air minum dapat meningkatkan ketahanan operasional, menurunkan emisi karbon, dan menjaga keberlanjutan ketersediaan air bersih.

Schneider Electric pun bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dalam memanifestasikan proses transformasi menuju Smart Water Management. 

Baca juga: Wajib Didukung! Schneider Electric Semakin Ambisius dengan Komitmen Dekarbonisasi

Dalam kerja sama tersebut, Schneider Electric akan menjadi mitra strategis dalam mengembangkan solusi terintegrasi dan berbagi pengetahuan serta pengalaman yang relevan untuk diterapkan di Indonesia.

Perlu diketahui, kontribusi terbesar inefisiensi di sektor air adalah konsumsi listrik dan pemborosan air akibat kebocoran pipa yang tidak terdeteksi. 

Selain itu, sekitar 4 persen konsumsi listrik dunia berasal dari sektor air. Kemudian, sekitar 25-35 persen air hilang pada saat operasi pemompaan dan distribusi di dalam pipa, sebelum akhirnya sampai di tempat konsumen.

Untuk mengatasi permasalahan itu, dibutuhkan transparansi aset air di seluruh jaringan operasional dan distribusi guna meningkatkan visibilitas dalam pengambilan keputusan tepat berbasis data real-time. Upaya ini dapat dilakukan dengan pemanfaatan sensor, artificial intelligence (AI), digital-twin, dan analisis prediktif dengan platform terbuka.

Baca juga: Perpaduan Listrik dan Teknologi Digital untuk Hasilkan Energi yang Lebih Bersih

Komitmen Schneider Electric terhadap aspek keberlanjutan (sustainability) pun dibuktikan dengan pengembangan solusi pengelolaan energi dan automasi berbasis lingkungan, EcoStruxure for Water and Wastewater.

Adapun solusi EcoStruxure for Water and Wastewater telah terbukti dapat mengurangi konsumsi energi hingga 30 persen serta meningkatkan efisiensi operasional pada instalasi pengolahan air, jaringan distribusi air hingga 25 persen, serta dapat mengurangi total biaya kepemilikan (TCO) aset hingga 20 persen.

Lebih spesialnya lagi, solusi tersebut memungkinkan perusahaan pengelolaan air memonitor data secara real-time dari berbagai aplikasi yang dapat dibagikan dengan berbagai departemen perusahaan.

Baca juga: Dinding Rumah Jadi Lebih Stylish dengan Sakelar dan Stop Kontak AvatarOn dari Schneider Electric

Platform itu juga memungkinkan peningkatan kinerja operasional lebih cepat, kontrol kualitas lebih ketat, konsumsi energi dan bahan baku yang lebih rendah, pemeliharaan lebih baik, serta meningkatkan profitabilitas perusahaan.

Arsitektur EcoStruxure for Water and Wastewater telah membantu klien kami di lebih dari 150 negara untuk menghasilkan air berkualitas tinggi, melakukan purifikasi air limbah yang berkelanjutan, dan efisiensi operasional.

Senin, 23 Agustus 2021

Perpaduan Listrik dan Teknologi Digital untuk Hasilkan Energi yang Lebih Bersih

Teknologi EcoStruxure Resource Advisor dari Schneider Electric

Perusahaan global terkemuka dalam transformasi digital di pengelolaan energi dan automasi, Schneider Electric mengajak sektor industri untuk segera mengambil tindakan nyata dalam membangun masa depan rendah karbon.

Adapun caranya dengan mengakselerasi penerapan solusi digital untuk pengelolaan energi yang lebih cerdas dan efektif, pemanfaatan energi bersih, serta mengadopsi sistem evaluasi terukur atas strategi perubahan iklim.

Hal yang menjadi masalah adalah inefisiensi energi hingga saat ini masih kurang mendapatkan perhatian bila dibandingkan dengan sampah plastik, sisa makanan, dan sampah tekstil.

Baca juga: Wajib Didukung! Schneider Electric Semakin Ambisius dengan Komitmen Dekarbonisasi

Padahal, International Energy Agency menyebutkan bahwa hanya sepertiga dari total energi yang diproduksi diubah menjadi energi yang dikonsumsi oleh transportasi, industri, bangunan, dan perangkat. Sementara sisanya hilang atau terbuang dalam proses produksi dan transmisi.

Bila jumlah energi yang hilang dapat dikurangi dan penggunaannya lebih efisien, emisi karbon diperkirakan dapat dikurangi hingga setengahnya. Di sinilah peran teknologi digital. 

Cluster President Schneider Electric Indonesia and Timor Leste Roberto Rossi mengatakan, listrik merupakan energi yang paling efisien dan vektor terbaik dalam dekarbonisasi. Sementara teknologi digital memungkinkan automatisasi pengelolaan dan pengukuran konsumsi energi yang lebih efisien.

“Perpaduan listrik dan teknologi digital memfasilitasi peralihan ke energi yang lebih bersih sekaligus menghilangkan inefisiensi energi. Di Schneider Electric, kami menyebutnya Electricity 4.0, era baru dari energi masa depan,” jelas Roberto.

Sebagai sektor yang menyumbang emisi karbon terbesar, korporasi di sektor transportasi, industri ,dan bangunan di seluruh dunia tengah menghadapi tekanan global dalam mengurangi produksi emisi karbon dalam kegiatan operasionalnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, dibutuhkan sistem pengelolaan dan pengawasan konsumsi energi yang cerdas untuk mengukur keberhasilan strategi keberlanjutannya.

“Sebagai mitra pengelolaan energi dan automasi, Schneider Electric memiliki tanggung jawab dalam mendukung kebutuhan klien. Untuk itu, awal tahun ini, SchneiderElectric global merilis Climate Change Advisory Service yang memberikan solusi holistik dalam mendukung strategi keberlanjutan bisnis dan aksi iklim korporasi,” kata Roberto.

Baca juga: Bagaimana Cara Dinding Rumah Jadi Lebih Stylish dan Minimalis?

Schneider Electric ingin membantu menyeimbangkan visi dengan implementasi pemanfaatan manajemen energi, efisiensi sumber daya, pengadaan energi terbarukan, penyeimbangan karbon, dekarbonisasi, serta pengumpulan dan pengelolaan data berbasis artificial intelligence (AI).

Lebih lanjut, Schneider Electric belum lama juga telah memperluas cakupan layanan Climate Change Advisory Service dengan menambahkan layanan penilaian dan konsultasi risiko iklim (climate risk assessment and advisory).

Dengan EcoStruxure Resource Advisor, Schneider Electric melakukan penilaian risiko iklim dan mengembangkan strategi untuk mengatasi risiko tersebut.

Baca juga: 3 Teknologi Schneider Electric Ini Bantu Industri Mamin Tempuh Transformasi Digital

Di samping menyediakan solusi yang mendukung strategi keberlanjutan klien, Schneider Electric secara konsisten menjadikan keberlanjutan sebagai inti dari kegiatan perusahaan. Komitmen ini telah diakui oleh Corporate Knights dengan memberikan penghargaan sebagai perusahaan global paling berkelanjutan tahun 2021.

Schneider Electric juga memperoleh penghargaan dari The Centre for Resource Solutions (CRS) atas kepemimpinannya dalam membangun pasar energi terbarukan dan penyediaan energi hijau di wilayah Asia. 

Jumat, 20 Agustus 2021

Wajib Didukung! Schneider Electric Semakin Ambisius dengan Komitmen Dekarbonisasi

energi terbarukan di Indonesia

Schneider Electric menjadi satu dari beberapa perusahaan nasional dan multinasional dari sektor komersial serta industri yang menyatakan dukungannya lewat "Pernyataan Aspirasi Bersama" untuk mendorong pengadaan energi terbarukan di Indonesia. 

Perusahaan-perusahaan itu percaya bahwa kebijakan dan peraturan yang supportive dapat mendorong pengadaan energi terbarukan hingga 50 persen dalam bauran energi pada 2045.

Perbaikan kebijakan juga akan memberikan opsi pengadaan energi terbarukan yang sangat dibutuhkan untuk sektor komersial dan industri serta kesempatan kerja dan investasi baru.

Baca juga: Bagaimana Cara Dinding Rumah Jadi Lebih Stylish dan Minimalis?

Pernyataan Aspirasi Bersama tersebut diselenggarakan dan dipimpin oleh Clean Energy Investment Accelerator (CEIA) di Indonesia.

Selain Schneider Electric, perusahaan yang berpartisipasi meliputi Amazon, Body Shop, Columbia, Danone, grup H&M, Multi Bintang Indonesia, New Balance, Nike, Nutrifood, REI, Six Senses, dan VF Corporation. Saat ini, kelompok kerja CEIA berjumlah lebih dari 30 perusahaan dan 70 rantai pasok. Jumlah itu akan bertambah seiring dengan meningkatnya komitmen perusahaan untuk mendukung energi terbarukan di Indonesia.

Co-Lead CEIA Indonesia dan Country Director Allotrope Partners mengatakan, pihaknya senang dapat memfasilitasi Pernyataan Aspirasi Bersama dari anggota kelompok kerja CEIA.

Baca juga: Wajib Tahu, 3 Kunci Strategi Digital Industri Mamin untuk Meningkatkan Daya Saing

“Kami memiliki visi yang sama untuk memberikan ruang bagi konsumen energi guna berpartisipasi dalam pengadaan energi terbarukan dan mempercepat capaian target energi terbarukan Indonesia,” kata Gina.

Environment and Sustainability Domain Leader, GSC International, Schneider Electric Devina Raditya mengatakan, energi punya peran penting untuk mitigasi perubahan iklim. Kombinasi energi hijau dan teknologi digital akan memberdayakan manusia agar memiliki pandangan yang lebih besar dalam konsumsi energi.

“Kami percaya Indonesia dapat mengambil peran yang lebih besar dalam pengadaan energi terbarukan dan meningkatkan akses ke energi melalui dukungan peraturan pemerintah serta penerapan teknologi. Schneider Electric siap menjadi mitra strategis bagi Indonesia untuk bersama-sama mempercepat perjalanan dekarbonisasi,” katanya.

Sebagai informasi, Schneider Electric semakin ambisius dengan komitmen dekarbonisasi. Sejauh ini, Schneider Electric telah meningkatkan energi terbarukan dari hanya 2 persen pada 2017 menjadi 80 persen pada 2020.

Rencananya, Schneider Electric akan meningkatkan energi terbarukan hingga 100 persen pada 2030 dan  mencapai nol karbon dalam rantai pasokan perusahaan pada 2050.

“Kami percaya elektrifikasi adalah kunci untuk transisi energi dan Schneider Electric telah mempercepat pemberdayaan teknologi untuk mendukung transisi ini. Komitmen kami terhadap keberlanjutan telah diakui oleh Corporate Knights Global 100 Index sebagai The Most Sustainable Company in The World pada tahun 2021,” jelas Devina.