Kamis, 17 Juni 2021

Kunci Atasi Perubahan Iklim: Membangun Data Center yang Tangguh dan Berkelanjutan

Data center yang andal dan berkelanjutan dapat mengatasi perubahan iklim di masa depan

Hai guys!

Data center kini sudah menjadi kebutuhan banyak perusahaan dari lintas industri. Data center seakan menjadi motor penggerak dari ekosistem digital sebuah perusahaan. Tak hanya harus menggunakan teknologi canggih, data center juga harus andal dan berkelanjutan.

Ekosistem digital yang tangguh dan berkelanjutan sangat diperlukan untuk mengatasi perubahan iklim serta mendorong pertumbuhan ekonomi. Data center sebagai tumpuan dalam pengembangan ekosistem digital pun harus dikelola secara lebih efisien, cerdas, dan adaptif.

Pada 2035, Schneider Electric memperkirakan industri teknologi informasi (TI) akan mengonsumsi 8,5 persen listrik global terkait pemanfaatan data center.

Baca juga: Transformasi Digital Jadi Fokus Utama Scheneider Electric pada Acara Innovation Day 2021

Selain itu, penggunaan energi oleh industri teknologi informasi dan komputer (TIK) diprediksi akan membludak menjadi 20,9 persen dari total global pada 2025. Jumlah tersebut akan menyumbang sebanyak 5,5 persen dari emisi gas rumah kaca global.

Melihat prediksi-prediksi tersebut, upaya untuk memastikan kelestarian lingkungan pun harus lebih besar. Saat ini, telah banyak perusahaan yang sadar dan mulai memperhatikan konsumsi karbon mereka dengan cermat dan meminimalisasi beban mereka terhadap lingkungan.

Cluster President Schneider Electric Indonesia and Timor Leste Roberto Rossi mengatakan, pelaku bisnis di Asia, termasuk Indonesia, memiliki peluang untuk menjadi yang terdepan dalam aksi iklim.

“Elektrifikasi yang didukung oleh teknologi manajemen digital memiliki potensi besar sebagai sumber energi bersih yang aman, andal, dan berkelanjutan. Potensi ini dapat membantu memenuhi kebutuhan bisnis secara bertanggung jawab tanpa mengorbankan masa depan,” kata Roberto pada Konferensi Pers Innovation Day 2021 Schneider Electric, Rabu (16/6/2021).

Di Schneider Electric, keberlanjutan (sustainability) menjadi inti bisnis. Adapun misi dari perusahaan asal Prancis itu adalah menjadi mitra digital untuk keberlanjutan dan efisiensi.

Baca juga: Main Game Takut Mati Listrik? Say No More, Lakukan Tips Berikut!

“Kami menunjukkan kepemimpinan dengan menjadi contoh dalam operasional dan ekosistem kami sendiri. Adapun komitmen kami terhadap aspek keberlanjutan ini telah mendapatkan pengakuan oleh Corporate Knights. Pada penghargaan tersebut, Schneider Electric menempati posisi pertama dalam 2021 Global 100 Most Sustainable Corporations,” jelas Roberto.

Atas dasar itu, Schneider Electric mengajak para pemimpin dari seluruh dunia dan lintas industri untuk bersama-sama membangun ekosistem digital yang tangguh dan berkelanjutan pada acara Innovation Day: Sustainable Digital Transformation Indonesia 2021.

Acara ini akan menampilkan jajaran pembicara lokal dan internasional, termasuk konservasionis dan polar adventurer Robert Swan, analis digital dan antropolog Brian Solis, penulis dan dosen di Universitas Oxford Rachel Botsman, Executive Vice President of Secure Power Schneider Electric Pankaj Sharma, dan VP Datacenter Ecosystem Solution PT Sigma Cipta Caraka Eugene Johannes Siagian.

Baca juga: Kamu Harus Tau, Ini 6 Cara Jaga Keamanan Jaringan Rumah dan Perangkat Pintar

Pada Innovation Day 2021, Schneider Electric akan berbagi wawasan tentang bagaimana data center masa depan mengakomodasi permintaan pasar yang meningkat.

Ada  empat bidang utama yang harus ditingkatkan, yakni dari sisi keberlanjutan (bagaimana data center dapat mengakomodasi kebutuhan pengelolaan data di seluruh rantai pasok) dan efisiensi (pemanfaatan sensor cerdas, menambahkan lebih banyak layanan digital dan kemampuan remote monitoring untuk mendorong alur kerja yang lebih efisien).

Kemudian, fleksibilitas (menyesuaikan desain, implementasi, dan layanan dengan kebutuhan saat ini dan masa depan) serta ketahanan (menerapkan predictive analytic untuk menghemat, mencegah downtime, dan mengoptimalisasi masa pakai peralatan).

Dalam acara virtual tersebut, Schneider Electric juga akan memperkenalkan dua solusi terbarunya ke pasar Indonesia yang semakin memperkuat strategi digital customer dalam membangun data center yang lebih tangguh dan berkelanjutan:

1. EcoStruxure Micro Data Center 43U

Produk ini menawarkan kapasitas terbesar di lini micro data center komersial dan kantor perusahaan. EcoStruxure Micro Data Center 43U dapat dipantau dari jarak jauh dengan EcoStruxure IT Software and Digital Services.

Produk ini disinyalir dapat menghemat biaya capital expenditure (Capex) hingga 48 persen dan biaya field engineering sebesar 40 persen.

Selain itu, EcoStruxure Micro Data Center 43U diprediksi adapt mengurangi biaya perawatan sebesar 7 persen. Produk ini bisa digunakan pada segmen perbankan, financial services, retail, healthcare, pemerintahan, and lembaga pendidikan.

2. Galaxy VL - UPS Compact

Galaxy VL - UPS Compact menawarkan efisiensi hingga 99 persen dalam mode ECOnversion. Infrastruktur ini juga menawarkan return on investment (ROI) dalam kurun waktu dua tahun untuk data center skala menengah dan besar, fasilitas komersial, serta industri.

Dari segi rancangan, Galaxy VL - UPS Compact dapat disesuaikan untuk kebutuhan bisnis dengan meminimalisasi biaya kepemilikan.

Selain itu, Galaxy VL - UPS Compact juga dilengkapi dengan fitur Live Swap. Dengan fitur desain sentuh yang aman ini, proses penambahan atau penggantian modul daya saat uninterruptible power supply (UPS) dalam keadaan online tidak akan mengalami downtime.

Senin, 14 Juni 2021

Transformasi Digital Jadi Fokus Utama Scheneider Electric pada Acara Innovation Day 2021

Innovation Day 2021 mengusung tema Sustainable Digital Transformation

Halo kawan!

Di era digital seperti sekarang, digitalisasi memengaruhi hampir sebagian besar pertumbuhan bisnis dan ketahanan operasional perusahaan. Digitalisasi juga harus menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan (sustainability).

Salah satu tonggak utama yang berperan besar dalam ekosistem digital adalah data center. Membangun data center yang tangguh dan sustainable merupakan wujud masa depan yang lebih pintar, efisien, adaptif, serta ramah lingkungan.

Baca juga: 5 Langkah Industri Ciptakan Masa Depan Keberlanjutan

Untuk mendukung upaya tersebut, Schneider Electric akan menggelar acara bincang bisnis bertajuk Innovation Day: Sustainable Digital Transformation Indonesia 2021 pada Kamis, (17/6/2021).

Executive Vice President of Secure Power Schneider Electric Pankaj Sharma mengatakan, digitalisasi memberdayakan perusahaan untuk lebih unggul, kompetitif, dan berkembang di era normal baru. Ia mengakui bahwa potensi digitalisasi sangat luar biasa, terutama dengan dampak positif yang diberikan kepada lingkungan.  

“Saat ini, aspek keberlanjutan sangat penting untuk kelangsungan hidup perusahaan. Dengan strategi yang tepat, digitalisasi dapat mendorong pertumbuhan bisnis sekaligus meminimalisasi dampak negatif terhadap lingkungan,” kata Pankaj.

Baca juga: Main Game Takut Mati Listrik? Say No More, Lakukan Tips Berikut!

Business Vice President of Secure Power Schneider Electric Indonesia sependapat dengan pendapat Pankaj. Ia mengatakan, perjalanan menuju keberlanjutan dimulai dengan digitalisasi. Para pemimpin bisnis dan teknologi informasi perlu melihat ini sebagai bagian dalam strategi bisnisnya untuk membangun ketahanan perusahaan.

“Dengan digitalisasi yang menerapkan prinsip sustainability, perusahaan memungkinkan untuk mencapai tujuan net-zero energy dan net-zero carbon. Target ambisius ini menjadi indikator sebuah bisnis yang cerdas,” kata Yana.

Pembicara dan topik yang relevan

Pada Innovation Day 2021, Schneider Electric akan menghadirkan konservasionis dan polar adventurer Robert Swan, analis digital dan antropolog Brian Solis, penulis dan dosen di Universitas Oxford Rachel Botsman, serta Executive Vice President of Secure Power Schneider Electric Pankaj Sharma.

Adapun sejumlah topik yang akan dibahas meliputi:

  1. Bagaimana memaksimalkan pemanfaatan teknologi digital dalam rangka membangun masa depan yang lebih berkelanjutan dan tangguh.
  2. Membangun kepercayaan melalui transformasi digital.
  3. Peran para sustainability leader untuk menjaga perusahaan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Di acara tersebut, Schneider Electric juga akan meluncurkan dua solusi terbarunya yang memperkuat strategi digital perusahaan dalam membangun data center lebih tangguh dan berkelanjutan.

Selain itu, terdapat berbagai sesi praktis yang membahas tentang cara menerapkan solusi masa depan. Akan ada juga sesi breakout dan peluang untuk membangun jejaring bisnis bagi para profesional teknologi informasi, data center, penyedia solusi teknologi informasi, manajer fasilitas, konsultan, dan kontraktor listrik.

Baca juga: Kamu Harus Tau, Ini 6 Cara Jaga Keamanan Jaringan Rumah dan Perangkat Pintar

Tidak hanya itu, terdapat pula sesi diskusi panel dengan Telkomsigma yang akan membagikan wawasan mengenai strategi perusahaan dalam membangun data center yang tangguh dan berkelanjutan. Telkomsigma juga akan berbagi pandangan mengenai cybersecurity dan strategi perusahaan dalam menjamin keamanan data penggunanya.

Untuk mengikuti Innovation Day 2021, silakan melakukan registrasi dengan mengakses laman ini. Acara ini tidak dikenai biaya apa pun alias gratis.

Rabu, 02 Juni 2021

Main Game Takut Mati Listrik? Say No More, Lakukan Tips Berikut!

UPS dari APC by Schneider Electric membuat bermain game jadi

Siapa yang selama pandemi Covid-19 hobinya main game? Baik kamu yang main game di smartphone, komputer, laptop, atau game console boleh tunjuk tangan!

Bahkan gak cuma sekadar hobi, banyak juga gamer yang ikut berbagai kompetisi. Semakin banyaknya kompetisi tingkat nasional hingga global yang diselenggarakan menunjukkan bahwa minat komunitas gamer untuk menekuni keahliannya semakin tinggi. 

Masa pandemi juga menjadi momentum komunitas gamer untuk mengasah keahlian bermain game selama di rumah. 

Namun, main game di rumah bukan berarti tanpa kendala. Saat bermain, tentu kamu akan terganggu bila tiba-tiba mati listrik. Kejadian tersebut tak hanya dapat menyebabkan kamu tersingkir dari permainan dan hilangnya kesempatan untuk menang. Perangkat gaming yang kamu punya juga bisa rusak.

Untuk mengatasi masalah tersebut, gamer pun memerlukan uninterruptible power supply (UPS). UPSsendiri merupakan sebuah alat elektronik yang berfungsi sebagai penyedia listrik cadangan pada komputer.

Memilih UPS juga tak boleh asal. kamu harus punya beberapa pertimbangan agar kualitas UPS yang dipakai sesuai kebutuhan.

Baru-baru ini, perusahaan global terkemuka dalam transformasi digital di pengelolaan energi dan automasi Schneider Electric melalui divisinya APC by Schneider Electric memperkenalkan APC Easy UPS BVX900LI-MS dan APC Back-UPS Pro BR1600MI. Kedua UPS tersebut didesain khusus untuk mendukung komunitas gamer.

Rangkaian produk UPS dari APC by Schneider Electric itu akan memberikan kenyamanan lebih kepada komunitas gamer agar tetap terproteksi, terkoneksi, dan bermain dengan tenang tanpa khawatir akan terjadinya gangguan daya listrik secara tiba-tiba.

APC Easy UPS BVX900LI-MS dan APC Back-UPS Pro BR1600MI berfungsi sebagai cadangan daya listrik dan stabilizer untuk melindungi peralatan gaming dan alat-alat elektronik dari tegangan listrik yang tidak stabil.

UPS seri tersebut juga memberikan cadangan daya secara otomatis ketika terjadi pemadaman sehingga kamu memiliki waktu yang cukup untuk menyimpan dan memberitahukan rekan sepermainan bahwa akan terjadi gangguan listrik di rumah kamu. 

Baca juga: Menilik 6 Komitmen Jangka Panjang Schneider Electric di 100 Negara

APC Easy UPS BVX900LI-MS dan APC Back-UPS Pro BR1600MI juga berfungsi memproteksi peralatan gaming  dari kerusakan akibat tegangan listrik yang tidak stabil.

Selain itu, ada beberapa aspek yang harus dipertimbangkan agar produk UPS yang dibeli sesuai dengan kebutuhan proteksimu.

Pertama,  perhatikan jumlah kapasitas dan ketahanan baterai dari UPS yang dibeli. Apakah cukup mengakomodasi kebutuhan cadangan daya listrik dan dapat diandalkan atau tidak.

Kedua, pilih produk UPS yang memiliki kemampuan analitik terhadap performa baterai dan dapat memberikan peringatan dini sebelum terjadi kerusakan.

Ketiga, pastikan produk UPS memiliki sertifikasi keamanan produk untuk memberikan perlindungan yang maksimal serta mudah dioperasikan.

Dari segi desain, rangkaian produk UPS dari APC by Schneider Electric memiliki bentuk yang fleksibel dan compact untuk perangkat berdaya tinggi serta rendah. 

Baca juga: Kamu Harus Tau, Ini 6 Cara Jaga Keamanan Jaringan Rumah dan Perangkat Pintar

Produk UPS dari APC by Schneider Electric memiliki teknologi sine wave untuk memastikan perlengkapan gaming yang sensitif tetap bertenaga saat kamu sangat membutuhkannya.

UPS juga didukung dengan fitur pengisian baterai yang cerdas walaupun UPS dalam kondisi dimatikan dan memiliki kemampuan diagnosis yang dapat memberikan notifikasi mengenai kondisi baterai sehingga dapat mengidentifikasi potensi kerusakan.

Selain itu, UPS dilengkapi dengan LED indicator yang berfungsi sebagai indikator kapasitas baterai dan USB port. 

Khusus APC Back-UPS Pro BR1600MI, UPS ini memiliki power saving mode dan LCD status display yang menampilkan status UPS berupa kapasitas serta beban baterai dalam bentuk grafik maupun angka.

Baca juga: 5 Langkah Industri Ciptakan Masa Depan Keberlanjutan

Seluruh produk UPS dari APC by Schneider Electric telah melalui uji keamanan dan memperoleh sertifikasi keamanan produk. UPS yang dijual pun memiliki jaminan pergantian produk baru jika barang rusak selama dalam masa garansi 2 tahun.

Jika tertarik terhadap UPS canggih dari APC by Schneider Electric, kamu dapat membelinya di toko resmi Schneider Electric di Tokopedia dan Shopee. Kamu juga bisa mendapatkan promo potongan harga spesial selama periode 1-30 Juni 2021.

Mau mempelajari lebih lanjut mengenai produk UPS dari APC by Schneider Electric? Yuk, kunjungi laman www.apc.com/id.

Senin, 24 Mei 2021

Kamu Harus Tau, Ini 6 Cara Jaga Keamanan Jaringan Rumah dan Perangkat Pintar

Keamanan siber perangkat smart home dari Schneider Electric

Hai guys!

Pada zaman yang serba digital, tampaknya kamu harus lebih bersiaga terhadap ancaman kejahatan siber di lingkungan rumah.

Terlebih bagi kamu yang menggunakan perangkat smart home. Pasalnya, perangkat ini terkoneksi dengan data-data penting lainnya, seperti pribadi, pekerjaan, bisnis, maupun pendidikan.

Oleh karena itu, perangkat tersebut seringkali berpotensi menjadi sasaran penjahat dunia maya. Dalam beberapa kasus, data tersebut dapat digunakan untuk melakukan ancaman ransomware.

Baca juga: Perlunya Perencanaan Digitalisasi Infrastuktur bagi Rumah Sakit di Indonesia

Nah, berikut enam langkah yang dapat kamu lakukan untuk memperkuat keamanan siber di rumah, mulai dari memisahkan jaringan perangkat pintar rumah dengan jaringan utama, menggunakan virtual private network (VPN), hingga sistem firewall yang canggih.

1. Menggunakan firewall

Sebagian besar pemilik rumah dan penghuni tidak memasang perlindungan malware atau antivirus pada perangkat smart home. Padahal, penggunaan perangkat smart home yang didukung dengan kemampuan firewall yang canggih dapat memberikan keamanan lebih.

Solusi ini akan mengidentifikasi lalu lintas yang berbahaya di jaringan rumah dan akan memberi tahu penghuni rumah jika lalu lintas yang mencurigakan terdeteksi.

Dari sisi penyedia perangkat pintar juga harus dapat memastikan bahwa produk yang dibuat didukung dengan sistem keamanan yang terbaik. Salah satu penyedia perangkat smart home Schneider Electric, misalnya, merancang sistem keamanan siber yang tangguh.

Schneider Electric tidak hanya mempertimbangkan ancaman keamanan siber saat ini, tetapi juga mengembangkan solusi untuk mengatasi potensi ancaman siber baru di masa mendatang.

Dalam setiap pengembangan produk dan solusi, Schneider Electric selalu mengikuti proses secure development lifecycle (SDL) yang telah tersertifikasi mematuhi standar keamanan siber terkemuka di dunia, yakni ISA/IEC 62443.

2. Pisahkan perangkat smart home dari jaringan utama

Sebaiknya gunakan router Wi-Fi yang mendukung LAN virtual (VLAN) atau jaringan tamu untuk menghubungkan perangkat smart home kamu. Dengan begitu, perangkat smart home ditempatkan di jaringan tersegmentasi yang tidak memiliki akses ke jaringan utama.

3. Ubah nama SSID

Ketika kamu membuka daftar jaringan Wi-Fi lokal di laptop atau ponsel, Service Set Identifier (SSID) akan ditampilkan, beberapa di antaranya mungkin berasal dari jaringan tetangga.

Untuk meningkatkan keamanan siber, ada baiknya kamu mengubah nama SSID Wi-Fi agar tidak mudah diketahui jenis perangkat keras Wi-Fi yang sedang digunakan.

Baca juga: 5 Langkah Industri Ciptakan Masa Depan Keberlanjutan

Informasi pengenal, seperti nama atau nomor jalan rumah kamu, sebaiknya tidak digunakan sebagai bagian dari nama SSID. Mematikan siaran SSID ketika tidak digunakan juga dapat membantu meningkatkan keamana siber di rumah kamu.

4. Gunakan VPN

Saat bekerja dari rumah, kamu harus memastikan bahwa perangkat kamu terhubung ke VPN perusahaan. VPN menyediakan jalur aman antara perangkat rumah dan jaringan perusahaan atau dunia luar. Semua informasi pun terenkripsi dengan baik sehingga menjaga kerahasiaan informasi.

5. Aktifkan pembaruan otomatis

Sebagian besar perangkat smart home menawarkan opsi pembaruan software otomatis yang dapat diaktifkan pengguna. Dengan mengaktifkan opsi pembaruan otomatis, perangkat akan mendapatkan pembaruan keamanan yang dibutuhkan.

6. Ubah kata sandi

Jenis router terbaru biasanya akan meminta pengguna untuk menyetel kata sandi saat pertama kali terhubung. Nah, kredensial default tersebut harus diubah secara rutin. Jika kata sandi tidak pernah diubah, siapa pun yang mengetahui kata sandi dapat mengakses router dan jaringan rumah.

Baca juga: Menilik 6 Komitmen Jangka Panjang Schneider Electric di 100 Negara

Hal itu juga memungkinkan mereka untuk menyerang komputer rumah dan perangkat pintar lainnya. Selain mengubah kata sandi modem kabel dan/atau kredensial router Wi-Fi, remote access juga harus dinonaktifkan bila tidak digunakan untuk mengantisipasi kemungkinan serangan siber dari luar.

Dengan demikian, kamu bisa memanfaatkan segala fitur smart home tanpa perlu khawatir disusupi penjahat siber.

Jumat, 21 Mei 2021

5 Langkah Industri Ciptakan Masa Depan Keberlanjutan

transformasi digital bagi industri hadapi pandemi Covid-19

2020 jadi tahun terberat pada dekade ini bagi bisnis di berbagai sektor industri. Namun, pasrah terhadap keadaan bukan menjadi jalan akhir. Tahun berikutnya, yakni 2021, dinilai sebagai tahun pemulihan ekonomi.

Bagi para pemimpin industri, pemulihan adalah peluang untuk mempercepat upaya transformasi digital dan mewujudkan kemajuan teknologi yang direncanakan selama bertahun-tahun dalam hitungan bulan.

Menurut survei Forbes Insights 2020, sekitar 80 persen CEO mengatakan bahwa Covid-19 mempercepat digitalisasi operasi mereka. Sementara itu, 64 persen mengatakan bahwa pandemi mempercepat pembuatan model bisnis digital baru dan aliran pendapatan.

Baca juga: Perlunya Perencanaan Digitalisasi Infrastuktur bagi Rumah Sakit di Indonesia

Dengan peralihan ke digital, para pemimpin industri dapat menciptakan masa depan yang lebih maju secara teknologi dan mengutamakan digital untuk generasi berikutnya.

Adapun 5 langkah kunci yang bisa dilakukan untuk mewujudkan upaya tersebut. Simak pembahasannya berikut.

1. Optimalisasi dengan automasi

Berkat inovasi teknologi di berbagai sektor, pendekatan baru untuk manajemen energi semakin memungkinkan untuk dilakukan. Perusahaan pun bisa mengubah model operasionalnya dari sistem jaringan terpusat tradisional ke model inovatif yang saling terhubung (terdesentralisasi).

Guna mewujudkan potensi penuhnya, jaringan terdistribusi tersebut bisa menggunakan proses automasi.

Industri pun perlu membangun akses ke seluruh jaringan energi untuk membantu mengoptimalkan biaya selama siklus hidup pabrik dengan memperpendek masa produksi dan mengurangi jejak karbonnya. Ini adalah the next generation dari manajemen energi automasi.

2. Terhubung dengan cloud

Cloud memberikan daya komputasi tak terbatas yang lebih efisien dan nyaman daripada fasilitas hosting. Bagi para pemimpin industri, cloud menjadi alat untuk meningkatkan kinerja dan memberikan insight. Kuncinya adalah koneksi, bukan migrasi. 

Baca juga: Menilik 6 Komitmen Jangka Panjang Schneider Electric di 100 Negara

Dari lantai pabrik hingga ruang kontrol, ribuan titik akhir menghasilkan data yang sangat penting sepanjang waktu. Dengan menghubungkan titik akhir tersebut ke ruang kontrol berbasis cloud, industri mendapatkan akses langsung ke artificial intelligence (AI), machine learning, dan sumber daya teknologi lainnya untuk memaksimalkan big data.

3. Sinkronisasi pekerja dan teknologi

Langkah selanjutnya yang bisa industri lakukan adalah menyatukan pekerja, prosesnya, dan asetnya untuk menciptakan lingkungan kerja digital yang kolaboratif dan fokus pada pertumbuhan.

Guna mewujudkannya, industri membutuhkan standardisasi dan integrasi, peningkatan kapabilitas sumber daya manusia (SDM), teknologi yang mumpuni, pengawasan dan tata kelola data center yang terencana, serta sistem keamanan yang disesuaikan dengan kebutuhan.

4. Digitalisasi rantai pasokan

Seluruh rantai pasokan atau supply chain dapat dioperasikan dalam ekosistem terpadu yang sepenuhnya digital. Sebagai contoh salah satu perusahaan yang fokus pada automasi dan energi, Schneider Electric.

Schneider Electric selalu menghubungkan pemasok, pelanggan, dan mitra secara end-to-end. Perusahaan asal Prancis ini juga menghadirkan visibilitas dan kecerdasan yang lebih baik ke setiap proses mereka.

Alhasil, langkah tersebut memungkinkan perusahaan untuk mengoptimalkan operasi, memprediksi gangguan, dan mencegah kegagalan.

5. Memperkuat keamanan siber

Meskipun disebutkan terakhir dalam perjalanan transformasi lima langkah ini, cyber security atau keamanan siber merupakan elemen terpenting.

Dengan operasi industri yang menghadapi ribuan upaya penyusupan dunia maya setiap harinya, pengelolaan risiko keamanan siber menjadi dasar dari setiap strategi digital dan matriks manajemen risiko.

Baca juga: Begini Cara agar Listrik di Rumah Sakit Tidak Anjlok

Jika ingin melindungi dan meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan, perusahaan pun perlu secara proaktif mengelola risiko dunia maya mereka di seluruh siklus hidup operasi.

Dengan pemanfaatan model bisnis baru, aliran pendapatan, dan peluang lain di era digital yang holistik serta dinamis, keamanan siber bisa jadi ujung tombak keberhasilan industri.

Senin, 10 Mei 2021

Menilik 6 Komitmen Jangka Panjang Schneider Electric di 100 Negara

Schneider Sustainability Impact, program baru Schneider Electric wujudkan keberlanjutan dunia

Hai guys!

Schneider Electric, perusahaan global yang fokus pada transformasi digital di pengelolaan energi dan automasi, mengumumkan percepatan strategi keberlanjutannya dengan menetapkan target yang lebih agresif dan inklusif untuk 2025.

Target tersebut mencakup enam komitmen jangka panjang yang meliputi keberlanjutan iklim, sumber daya, kepercayaan, kesempatan yang sama, generasi, dan komunitas lokal.

Baca juga: Wow! Schneider Go Green 2021 Hasilkan 200 Lebih Ide tentang Pengelolaan Energi dan Automasi

Schneider Electric’s Chief Strategy and Sustainability Officer Olivier Blum mengatakan, fase awal ini sangat penting dalam mewujudkan tujuan keberlanjutan global dan lokal.

"Kami memiliki harapan yang tinggi dan bersemangat untuk memulai perjalanan menuju dunia yang rendah karbon dan mewujudkan masyarakat yang inklusif,” harap Oliver.

Dalam triwulan pertama 2021, program Schneider Sustainability Impact (SSI) 2021-2025 pun telah berjalan sesuai target untuk mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Baca juga: Perlunya Perencanaan Digitalisasi Infrastuktur bagi Rumah Sakit di Indonesia

Tidak hanya inisiatif global, program SSI menitikberatkan pada inisiatif lokal yang semakin menunjukkan bagaimana Schneider Electric mengelola operasional dan rantai pasokannya secara berkelanjutan.

Program tersebut juga sekaligus membantu konsumen dan mitra mencapai tujuan pembangunan keberlanjutannya.

Schneider Electric pun semakin memperkuat inisiatif lokal dalam program pembangunan keberlanjutannya di lebih dari 100 negara.

Inisiatif lokal itu difokuskan dalam mengatasi tantangan dan peluang di tiap negara dan komunitas lokal dimana Schneider Electric beroperasi. Inisiatif ini akan semakin memperkuat kepemimpinan Schneider Electric sebagai perusahaan paling berkelanjutan di dunia berdasarkan Corporate Knights.

Berikut beberapa inisiatif lokal yang dijalankan Schneider Electric.

  • Mendorong akses yang merata untuk memperoleh pembelajaran digital bagi 24.000 siswa di India dengan pemanfaatan energi matahari bagi 100 sekolah.
  • Memberikan donasi produk elektrikal melalui online marketplace untuk tujuan edukasi dan meningkatkan instalasi listrik bagi keluarga yang berisiko kesulitan energi di Spanyol.
  • Mendukung peralihan kendaraan listrik di Korea Selatan dengan mendorong pemanfaatannya di internal perusahaan.
  • Transisi ke 100 persen penggunaan kendaraan listrik di Norwegia pada 2023.
  • Meningkatkan prioritas pembelian dari pemasok yang berasal dari penduduk asli Australia sebesar lima kali lipat sebagai bagian dari Reconciliation Action Plan.
  • Menambahkan 150 referensi produk daur ulang ke dalam katalog internal Schneider Electric untuk referensi stafnya di Prancis.

Jumat, 07 Mei 2021

Perlunya Perencanaan Digitalisasi Infrastuktur bagi Rumah Sakit di Indonesia

Rumah sakit perlu menerapkan perencanaan digitalisasi infrastruktur untuk menjadi smart hospital

Industri kesehatan jadi salah satu sektor yang mengalami disrupsi akibat masifnya perkembangan teknologi digital. Kini, semua orang bahkan menginginkan pelayanan kesehatan yang lebih mudah, cepat, dan tepercaya.

Guna mewujudkannya, banyak rumah sakit di Indonesia sudah dan beberapa mulai memanfaatkan teknologi digital untuk semua pelayanannya.

Pasien yang ingin bertemu dokter, mencari kamar rawat, mengantre saat membayar administrasi, atau menebus obat kini bisa dilakukan hanya dengan sentuhan jari di layar gadget.

Baca juga: Begini Cara agar Listrik di Rumah Sakit Tidak Anjlok

Untuk mendukung penggunaan teknologi digital dalam pengoperasiannya, rumah sakit perlu memikirkan perencanaan digitalisasi infrastruktur. Manajemen rumah sakit juga harus memiliki perencanaan mekanikal dan elektrikal yang terintegrasi.

Rumah sakit harus memastikan suplai listrik yang memadai tanpa adanya gangguan, pengaturan sistem tata udara yang baik, dan perencanaan pemeliharaan berkala terhadap sarana serta prasarana rumah sakit.

Selain itu, rumah sakit juga perlu memberikan jaminan keselamatan terhadap pasien dari bahaya listrik dan kebakaran. Sebab, hal tersebut merupakan tujuan utama dalam digitalisasi infrastruktur rumah sakit.

Baca juga: Wow! Schneider Go Green 2021 Hasilkan 200 Lebih Ide tentang Pengelolaan Energi dan Automasi

Perencanaan-perencanaan itu hanya dapat dilakukan dengan mengintegrasikan seluruh sistem sehingga dapat menciptakan satu kumpulan data yang dapat dianalisis secara menyeluruh.

Dengan berbagai data yang dimiliki, rumah sakit dapat melakukan langkah-langkah preventif untuk mencegah terjadinya kegagalan yang berdampak terhadap keselamatan pasien dan tenaga medis.

Country Segment Business Leader, Healthcare, and Real Estate Schneider Electric Indonesia Ferry Kurniawan berpendapat, ada tiga hal utama yang dapat terbantu berkat adanya digitalisasi di rumah sakit, yakni keselamatan pasien, pengalaman pasien, dan produktivitas staf.

Baca juga: Menilik Potensi Indonesia di Bidang Ekonomi Digital

“Sistem yang baik harus dapat menjangkau parameter patient safety. Selain itu, pengalaman pasien juga dapat meningkat dengan adanya teknologi. Pasien dapat dilayani, dirawat, dan keluar dengan cepat berkat penggunaan teknologi digital di rumah sakit,” kata Ferry.

Digitalisasi juga dapat meningkatkan produktivitas staf dan meningkatkan profitabilitas rumah sakit. Oleh karena itu, rumah sakit dapat memanfaatkan teknologi digital, seperti EcoStruxure for Healthcare dari Schneider Electric.

Ferry menjelaskan, EcoStruxure for Healthcare didesain dengan sistem platform terbuka berbasis internet of things (IoT) untuk mendorong transformasi digital dalam pengelolaan energi dan automasi.

Platform EcoStruxure itu memberikan visibilitas dan kontrol terhadap seluruh infrastruktur rumah sakit melalui real-time monitoring, mobile insight, kemampuan digital twin, dan manajemen risiko yang proaktif.

Dari segi efektivitas, arsitektur EcoStruxure for Healthcare dapat meningkatkan daya uptime listrik sampai 15 persen, meningkatkan keandalan dan keamanan aset hingga 20 persen, serta mengurangi troubleshooting listrik hingga 20 persen.

Dalam hal manajemen gedung, EcoStruxure for Healthcare juga memungkinkan manajemen rumah sakit melakukan efisiensi operasional dengan pengontrolan sistem tata udara secara otomatis dan berkala di seluruh ruangan.

Hal itu untuk memastikan temperatur, sirkulasi, tekanan ruangan, dan kelembaban udara terjaga guna mencegah terjadinya penyebaran dan perkembangbiakan virus di lingkungan rumah sakit.

Kamis, 06 Mei 2021

Begini Cara agar Listrik di Rumah Sakit Tidak Anjlok

Teknologi digital di rumah sakit untuk smart hospital

Welcome to the digital world! 

Berkat teknologi digital, banyak sektor industri yang mengalami perubahan masif atau disrupsi, baik dari segi produksi, operasional, maupun distribusi. Sektor kesehatan jadi salah satunya.

Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) dr Kuntjoro Adi Purjanto, M Kes mengatakan, sekitar 15 juta orang Indonesia menggunakan aplikasi untuk mendapatkan pelayanan di rumah sakit.

Meski demikian, fungsi digital yang digunakan sekarang ternyata belum sampai pada ujungnya, melainkan hanya awal dari sebuah smart system.

Baca juga: Menilik Potensi Indonesia di Bidang Ekonomi Digital

Sebab, kehadiraan teknologi dalam dunia kesehatan harus melengkapi tujuh indikator mutu dari World Health Organization (WHO).

Pertama, semua keputusan strategis terkait pengembangan rumah sakit harus efektif menggunakan evidence-based.

Kedua, safe. Kehadiran teknologi dapat membantu meningkatkan mutu keselamatan bagi tenaga kesehatan, pasien, dan lingkungan rumah sakit.

Ketiga adalah people center care. Harapannya, tidak ada tembok yang menyekat hubungan rumah sakit dan publik.

Keempat, kehadiran teknologi digital dapat menghemat waktu.

Kelima, digitalisasi membawa keadilan atau equitable bagi semua masyrakat dunia.

Keenam, digitalisasi harus membantu integrasi antarunit. Jadi, kolaborasi dapat dilakukan dengan lebih efektif.

Ketujuh adalah efisien. Dengan kehadiran kecerdasan teknologi, semua proses penanganan di rumah sakit harus jadi lebih efisien.

Country Segment Business Leader, Healthcare, and Real Estate Schneider Electric Indonesia Ferry Kurniawan mengatakan, digitalisasi juga dapat meningkatkan produktivitas staf dan meningkatkan profitabilitas rumah sakit. 

Oleh sebab itu, rumah sakit dapat memanfaatkan teknologi digital yang andal, seperti EcoStruxure for Healthcare dari Schneider Electric.

Baca juga: Wow! Schneider Go Green 2021 Hasilkan 200 Lebih Ide tentang Pengelolaan Energi dan Automasi

Ferry menjelaskan, EcoStruxure for Healthcare didesain dengan sistem platform terbuka berbasis internet of things (IoT) untuk mendorong transformasi digital dalam pengelolaan energi dan automasi.

Platform EcoStruxure itu juga memberikan visibilitas dan kontrol terhadap seluruh infrastruktur rumah sakit melalui real-time monitoring, mobile insight, kemampuan digital twin, dan manajemen risiko yang proaktif.

Dari segi efektivitas, EcoStruxure for Healthcare dapat meningkatkan daya uptime listrik hingga 15 persen, meningkatkan keamanan aset sampai 20 persen, serta mengoptimalkan kinerja jaringan listrik dan mengurangi troubleshooting listrik sampai 20 persen.

Selasa, 27 April 2021

Wow! Schneider Go Green 2021 Hasilkan 200 Lebih Ide tentang Pengelolaan Energi dan Automasi

Schneider Go Green 2021

Hai guys!

Schneider Electric kembali menggelar kompetisi Schneider Go Green. Schneider Electric juga mengungkapkan apresiasi kepada minat generasi muda Indonesia yang tinggi dalam berpartisipasi di kompetisi tersebut meskipun di tengah situasi pandemi Covid-19. 

Bahkan, para peserta mampu melampaui ekspektasi dengan terkumpulnya lebih dari 200 ide tahun ini.

Schneider Go Green adalah kompetisi global yang diperuntukkan bagi mahasiswa/i untuk menumbuhkan minat dan memfasilitasi generasi muda untuk ikut ambil bagian mencari solusi dalam pengelolaan energi dan automasi industri yang efisien serta berdampak positif terhadap lingkungan. 

Baca juga: Upaya Menurunkan Emisi Karbon dengan Pemanfaatan Energi Listrik Ramah Lingkungan

Schneider Go Green merupakan bagian dari komitmen global Schneider Electric dalam membuka akses energi untuk setiap orang.

Pada gelaran tahun ini, perusahaan global terkemuka dalam transformasi digital di pengelolaan energi dan automasi ini menggandeng salah satu perusahaan global terdepan dalam engineering dan perangkat lunak industry, AVEVA.

Kolaborasi Schneider Go Green dan AVEVA tahun ini pun menambah dan melengkapi cakupan kategori kompetisi, yaitu De[coding] the Future yang fokus pada pendekatan masa depan desain, engineering dan konstruksi aset dan infrastruktur, Access to Energy, Homes of the Future, Plants of the Future, dan Grids of the Future.

Baca juga: Menilik Potensi Indonesia di Bidang Ekonomi Digital

Satu hal yang juga berbeda dalam penyelenggaraan tahun ini adalah Schneider Electric Indonesia turut menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB), Microsoft, dan Kemenristek/BRIN dalam menyelenggarakan kompetisi Mile Zero Project.

Mile Zero Project mengusung tema “Driving Economic Innovation and Sustainability in Challenging Times with AI” yang menekankan pada solusi artificial intelligence (AI) dan internet of things (IoT).

Di akhir acara, tim Carragenergy dari Institut Teknologi Bandung menjadi pemenang dan terpilih mewakili Indonesia untuk bersaing di tingkat Asia Pasifik guna memperebutkan tiket menuju Grand Final yang akan diselenggarakan pada Juni 2021.

Baca juga: Industri Masa Depan Semakin Nyata dengan 6 Inovasi Terbaru Schneider Electric Ini

Adapun Pemenang Indonesia Schneider Go Green 2021 yang beranggotakan Richie Fane dan Yumna Dzakiyyah mengusung gagasan untuk memanfaatkan ekstrak tumbuhan rumput laut merah (carrageenan) menjadi bahan dasar pembuatan baterai organik yang lebih ramah lingkungan dan sustainable.

Senin, 26 April 2021

Menilik Potensi Indonesia di Bidang Ekonomi Digital

potensi Indonesia dalam bidang ekonomi digital

Hai guys!

Indonesia memiliki potensi yang luar biasa di bidang ekonomi digital. Dengan penetrasi internet yang kian meningkat dan semakin tumbuhnya rasio elektrifikasi nasional, Indonesia menunjukkan pilar yang kuat untuk membangun perjalanan menjadi salah satu negara dengan ekonomi teratas di dunia dalam 10 tahun mendatang.

Sebagai informasi, selama 48 tahun di Indonesia, Schneider Electric terus memperkuat komitmen kemitraannya dengan sektor publik dan swasta dalam mendukung pemerintah menapaki perjalanan transformasi digital.

Schneider Electric turut membantu menyediakan solusi digital yang inovatif dan terintegrasi guna memaksimalkan produktivitas, efisiensi energi, dan keberlanjutan industri dalam negeri.

Baca juga: Industri Masa Depan Semakin Nyata dengan 6 Inovasi Terbaru Schneider Electric Ini

Sejak 2018, Schneider Electric juga telah menjadi mitra kerja pemerintah Indonesia dalam mengakselerasi penerapan revolusi industri 4.0 dalam mencapai Making Indonesia 4.0.

Bersama dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Schneider Electric menjadi mitra dalam memberikan pelatihan dan program inovasi untuk universitas dan pendampingan bagi para pelaku industri.

Pabrik pintar Schneider Electric di Batam juga menjadi pabrik percontohan yang memberikan gambaran dampak positif transformasi digital. Harapannya, inovasi yang telah diterlurkan Schneider Electric turut mendorong pelaku industri terjun ke dalam perjalanan ini.

Tidak hanya itu, Schneider Electric menjadi mitra kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam mengembangkan kurikulum.

Baca juga: Upaya Menurunkan Emisi Karbon dengan Pemanfaatan Energi Listrik Ramah Lingkungan

Schneider Electric juga membantu Kemendikbud dalam membangun kompetensi pengajar melalui pembangunan Center of Excellent (CoE) yang berlokasi di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Mesin dan Teknik Industri (P4TK BMTI) di Cimahi, Bandung.

Melalui pendekatan Train of Trainers (ToT), kerja sama tersebut bertujuan untuk mencetak pelajar SMK siap kerja di bidang manajemen energi, otomatisasi bangunan, otomatisasi industri, instalasi bangunan dan energi terbarukan kerja.