Selasa, 27 Juli 2021

Mengapa Strategi Data Center Harus Mencakup Sistem Edge Computing?

Penerapan jaringan edge computing dari Schneider Electric pada sistem data center

Perusahaan riset dan analis Gartner memperkirakan, sekitar 75 persen data akan diproses atau dianalisis di tepi jaringan (edge computing) pada 2025. Prediksi itu menyoroti pemanfaatan jaringan internet oleh individu yang tersebar di berbagai wilayah.

Ya, kebutuhan untuk memperpendek jarak antara penyedia layanan jaringan dan individu adalah alasan banyak perusahaan penyedia jasa cloud melakukan investasi infrastruktur 5G.

Baca juga: Salah Satu Startup Energi Terbarukan di Indonesia, Xurya Mendapat Suntikan Dana Investasi dari Schneider Electric

Jaringan 5G bisa meningkatkan layanan dengan bandwidth jaringan yang lebih cepat, bahkan untuk individu yang tinggal lebih jauh dari hub jaringan atau pusat kota.

Hal itu pula yang mendorong perusahaan penyedia cloud ternama seperti Schneider Electric, Amazon, Facebook, dan Google melakukan investasi data center di berbagai tempat di Amerika Serikat. Ada di Umatilla, Oregon (Newton), Georgia, Bridgeport, dan Alabama.

Baca juga: Agar Jaringan Edge Computing Andal, Perusahan Harus Membangun Sistem Keamanan Siber

Uniknya, lokasi-lokasi tersebut merupakan kota-kota kecil di Amerika Serikat dan jauh dari pusat bisnis. Namun, keputusan untuk mendirikan pusat data center di daerah yang lebih terpencil kemungkinan didorong oleh perubahan demografis.

Data sensus 2020 menunjukkan, banyak warga Amerika Serikat yang bermigrasi keluar dari kota besar. Ketika orang-orang keluar dari lingkaran pusat bisnis, mereka secara tidak langsung juga meninggalkan jaringan kuat yang dibangun di kota besar.

Edge computing menjadi kunci

Perusahaan teknologi bukan satu-satunya organisasi yang berinvestasi besar dalam edge computing. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak pemain telekomunikasi telah menjual sebagian besar kepemilikan data center mereka dan mengalihkan perhatian untuk berinvestasi infrastruktur 5G.

Pembangunan infrastruktur cenderung berfokus pada tempat-tempat ramai, termasuk arena olahraga, gedung penyedia layanan kesehatan, dan pusat transportasi. Namun, operator telekomunikasi juga dapat memanfaatkan data sensus sebagai panduan lokasi investasi infrastruktur selanjutnya.

Hampir semua bisnis dalam skala apa pun kini harus lebih fokus pada kemampuan jarak jauh. Ke depan, perusahaan harus menjangkau pelanggan dan karyawan secara di lokasi yang lebih tersebar. Untuk melakukannya, diperlukan perluasan infrastruktur yang dapat secara efektif menjangkau pengguna akhir (end user) di berbagai tempat.

Baca juga: Keberlanjutan dan Transformasi Digital, Dua Hal Penting bagi Industri Pertambangan

Transisi investasi mungkin akan mudah dilakukan bagi perusahaan besar dengan dana miliaran dollar. Namun, tidak setiap perusahaan memiliki kemampuan finansial untuk melakukan perubahan serupa. 

Meski demikin, perusahan yang lebih kecil juga masih memiliki kesempatan dapat mengikuti jejak perusahaan besar dalam berinvestasi di jaringan tepi. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang investasi edge computing, silakan berkunjung ke laman resmi Schneider Electric berikut.

Minggu, 25 Juli 2021

Agar Jaringan Edge Computing Andal, Perusahan Harus Membangun Sistem Keamanan Siber

Sistem keamanan siber untuk jaringan edge computing

Penerapan edge computing di lingkungan perusahaan kini harus disertai dengan strategi keamanan siber. Pasalnya, mitigasi strategi keamanan siber perlu memperhatikan empat faktor penting, yaitu kriteria pemilihan perangkat, desain jaringan yang aman, pengaturan atau konfigurasi perangkat, dan pengoperasian serta pemeliharaan.

Penerapan teknologi edge computing, menurut Schneider Electric, saat ini tidak lagi hanya sekadar sebuah tren, tetapi merupakan sebuah kebutuhan.

Perusahaan riset pasar global terkemuka Forrester menyebutkan, 2021 merupakan tahun edge computingHanya saja, masih banyak kekhawatiran dari pelaku bisnis dalam penerapan edge computing, terutama terkait keamanan.

Baca juga: Schneider Electric Ungkap Potensi Industri Masa Depan yang Berkelanjutan

Hal itu mengingat konsep edge menawarkan desentralisasi jaringan perangkat teknologi informasi (TI) di lokasi paling akhir yang tidak dikondisikan secara ideal layaknya data center terpusat.

Data center diletakkan pada kondisi lingkungan dan sistem keamanan terbaik untuk perangkat TI. Hal inilah yang sering menjadi alasan lambatnya pengadopsian edge computing di sebuah organisasi

Oleh karena itu, membangun mitigasi sistem keamanan di jaringan edge computing merupakan langkah krusial. Untuk membangun sistem keamanan edge computing yang andal, perusahaan wajib memerhatikan empat faktor berikut.

1. Desain jaringan yang aman

Membangun sistem keamaan terbaik tidak dapat dilakukan dengan pendekatan “one-size-fits all”. Lebih baik, menggunakan pendekatan defense-in-depth network (DDN)yang direkomendasikan oleh pakar keamanan siber di dunia.

Pendekatan DDN dapat membantu mendiversifikasi risiko dan membangun zona keamanan dengan elemen pertahanan yang berbeda di setiap zona. Dengan pendekatan ini, sistem keamanan dapat mencegah berbagai macam ancaman sambil memasukkan redundansi jika satu mekanisme gagal.

Lapisan pertama yang bisa dilakukan adalah membangun segmentasi jaringan dengan memecah jaringan komputer menjadi beberapa segmen, memungkinkan kontrol lalu lintas data yang lebih baik, dan membatasi seberapa jauh serangan dapat menyebar.

Baca juga: Keberlanjutan dan Transformasi Digital, Dua Hal Penting bagi Industri Pertambangan

Segmentasi jaringan ini dapat lebih diperkuat dengan menggunakan dioda data dan gateway satu arah. Hal ini dapat memungkinkan lalu lintas mengalir hanya dalam satu arah dan mencegah kebocoran data sensitif dari perangkat tepi (edge).

Langkah selanjutnya adalah sistem deteksi intrusi yang dapat mengidentifikasi dan memperingatkan pengguna tentang lalu lintas yang berpotensi memiliki bahaya untuk merusak, mengganggu layanan, atau memengaruhi ketersediaan sistem yang berjalan di edge.

2. Kriteria pemilihan perangkat

Kekhawatiran paling umum terhadap perangkat berbasis internet of things (IoT) adalah adanya celah yang berpotensi dijadikan titik serangan siber ke jaringan edge.

Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan dua standardisasi saat memilih perangkat. Pertama, apakah perangkat IoT yang memiliki security development lifecycle (SDL) dapat diimplementasikan dengan baik.

Baca juga: Salah Satu Startup Energi Terbarukan di Indonesia, Xurya Mendapat Suntikan Dana Investasi dari Schneider Electric

Sebagai informasi, SDL merupakan sebuah konsep yang diperkenalkan oleh Microsoft. Sistem ini mempertimbangkan masalah keamanan dan privasi di seluruh proses pengembangan perangkat lunak.

Kedua, penerapan standar IEC 62443 yang sudah diterima secara internasional. Jadi, implementasi edge computing wajib menggunakan standar IEC 62443 untuk pengembangan produk yang aman digunakan dalam automasi industri dan sistem kontrol serta aplikasi edge IT.

3. Pengoperasian dan pemeliharaan

Memasang perangkat atau sistem baru hanyalah awal dari strategi keamanan. Dalam pemeliharaan aplikasi edge, ada tiga praktik terbaik untuk diterapkan, yaitu manajemen patch, manajemen kerentanan, dan pengujian penetrasi.

Ada banyak bagian yang bergerak dalam aplikasi edge. Jadi, sebelum melakukan penerapan patch, penting untuk berkoordinasi dengan operator sehingga mereka memiliki pemahaman yang tepat tentang apa yang perlu diperbaiki atau dilakukan pembaruan, serta langkah mitigasi dan waktu yang dibutuhkan untuk penerapan patch.

Baca juga: Mengapa Sustainability dan Digitalisasi Harus Berjalan Beriringan?

Terakhir, ada baiknya secara rutin melakukan pengujian sistem sebelum terjadi ancaman eksternal. Hal ini dapat dilakukan dengan pengujian penetrasi yang mensimulasikan serangan pada perangkat, sistem, atau lingkungan jaringan.

4. Pengaturan atau konfigurasi perangkat

Sebaiknya, pahami cara kerja perangkat IoT dalam kegiatan operasional sebelum mencolokkan perangkat atau sistem baru ke aplikasi edge.

Beberapa langkah yang direkomendasikan adalah melakukan penilaian tingkat kerentanan perangkat atau sistem bila ditempatkan di lokasi edge.

Pahami pula panduan konfigurasi perangkat, cara menonaktifkan protokol yang tidak aman atau tidak perlu untuk mengurangi ancaman serangan, dan melakukan pembaruan sistem.

Kamis, 22 Juli 2021

Keberlanjutan dan Transformasi Digital, Dua Hal Penting bagi Industri Pertambangan

transformasi digital industri tambang

Hai guys!

Transformasi digital dan keberlanjutan menjadi dua topik yang menjadi bahasan utama di beberapa industri, salah satunya industri pertambangan. Pasalnya, kedua topik tersebut berkaitan erat dengan peran industri dalam mengurangi jejak karbon.

Oleh karena itu, Schneider Electric dan AVEVA bergandengan tangan untuk mendorong transformasi digital dan keberlanjutan perusahaan pertambangan dalam empat pilar, yakni efisiensi energi, peningkatan pengembalian investasi (yield), adopsi teknologi rendah emisi rumah kaca, dan proses hijau baru.

Baca juga: Mengapa Sustainability dan Digitalisasi Harus Berjalan Beriringan?

Vice President (VP) North America, Mining, Minerals and Metals Segment Schneider Electric David Willick mengatakan, operasional perusahaan yang terintegrasi secara digital dapat mendukung asas keberlanjutan dengan menggabungkan kecerdasan teknologi.

“Digitalisasi merupakan evolusi penting bagi industri sumber daya. Schneider Electric dan AVEVA berkomitmen untuk membantu. Bersama-sama, kami telah mendapatkan kepercayaan dari banyak perusahaan terkemuka di dunia dengan ribuan implementasi,” kata David dalam acara webinar yang digelar secara virtual, Kamis (15/7/2021).

Dekarbonisasi global, lanjutnya, juga bergantung pada produksi mineral dan komoditas yang berkelanjutan. Sektor pertambangan dan logam yang sehat pun sangat penting bagi ekonomi global, seperti pengurangan perubahan iklim, perlindungan lingkungan, dan ekonomi sirkular.

Schneider Electric dan AVEVA menyediakan teknologi yang dibutuhkan perusahaan untuk membuat keputusan tepat dari segi keberlanjutan,” jelas David.

Baca juga: Salah Satu Startup Energi Terbarukan di Indonesia, Xurya Mendapat Suntikan Dana Investasi dari Schneider Electric

Senior Research Manager IDC Energy Insights-WW Mining Ben Kirkwood sependapat dengan David. Ia mengatakan, teknologi memiliki peran penting dalam mendukung perusahaan pertambangan mencapai target keberlanjutan.

“Dengan penggunaan teknologi, perusahaan mendapatkan visibilitas serta kontrol lebih besar terhadap operasional mereka. Hal itu berkaitan dengan penghematan energi, penggunaan air, dan pengelolaan lingkungan,” kata Ben.

Masalahnya, industri pertambangan sejauh ini dibatasi oleh infrastruktur lama, kekurangan data, dan kurangnya program pengoptimalan.

Oleh karena itu, Schneider Electric menghadirkan solusi manajemen energi, sistem, dan layanan otomasi guna membantu industri pertambangan mencapai target keberlanjutan mereka.

Solusi tersebut bisa digabungkan dengan solusi transformasi pertambangan digital dari AVEVA yang memungkinkan perusahaan tambang mengubah operasi penambangan konvensional menjadi bisnis yang lebih cerdas, tangguh, dan berkelanjutan.

Senin, 19 Juli 2021

Salah Satu Startup Energi Terbarukan di Indonesia, Xurya Mendapat Suntikan Dana Investasi dari Schneider Electric

Schneider Electric gelontorkan dana investasi kepada Xurya

Salah satu early-stage startup energi terbarukan di Indonesia, Xurya, mendapatkan suntikan dana investasi dari Schneider Electric melalui Schneider Electric Energy Access Asia (SEEAA). Selain SEEAA, ada dua investor lain yang juga berinvestasi, yaitu New Energy Nexus Indonesia 1 dan Crevisse Partners.

Dengan investasi tersebut, ketiga investor berharap dapat mengembangkan bisnis Xurya sebagai penyedia solusi listrik tenaga surya terintegrasi di Indonesia.

Didirikan pada November 2018, Xurya merupakan penyedia solusi energi bersih yang mengelola pengembangan solusi listrik tenaga surya terintegrasi. Beberapa jasa pelayanannya mencakup pengadaan, engineering, pembiayaan, instalasi, dan monitoring.

Baca juga: Mengapa Sustainability dan Digitalisasi Harus Berjalan Beriringan?

Hingga saat ini, Xurya telah mengelola portofolio 40+ situs yang sudah selesai atau sedang dibangun dari berbagai industri, seperti cold storage, perusahaan logistik global, pusat perbelanjaan, kawasan industri, perusahaan beton, industri cat, perusahaan tekstil, dan perusahaan besar lainnya yang telah berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan.

President of Schneider Electric Energy Access Gilles Vermot Desroches mengatakan, SEEAA sangat gembira dengan investasi pertama di Indonesia karena pihaknya percaya Xurya akan memainkan peranan penting dalam mendorong adopsi listrik tenaga surya di sektor komersial.

“Ini merupakan kesempatan baik untuk dapat berinvestasi bersama dengan early-stage impact investor lain guna mendukung perusahaan startup yang secara positif memajukan SDGs 7,” kata Vermont.

Baca juga: Schneider Electric Perbarui Teknologi EcoStruxture Triconex Safety View

Sebagai informasi, SEEAA adalah impact fund yang memfokuskan investasi kepada perusahaan startup yang berupaya meningkatkan kualitas hidup dan mendorong pembangunan ekonomi di Asia.

Lembaga itu didirikan oleh Schneider Electric, Norfund, EDFI ElectriFI, dan Amundi dengan tujuan untuk melakukan investasi yang menunjukkan kontribusi pada tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) di Asia Pasifik, memiliki potensi pertumbuhan dan kelayakan finansial, serta mempunyai tata kelola dan kepatuhan terhadap kriteria environmental, social, and corporate governance (ESG).

Membawa perubahan 

Cluster President Schneider Electric Indonesia and Timor Leste Roberto Rossi mengatakan, investasi tersebut merupakan bagian dari target Schneider Electric pada 2025 dalam memenuhi enam komitmen jangka panjang terkait iklim, sumber daya, kepercayaan, peluang yang sama, generasi, dan komunitas lokal.

“Kami sangat antusias melihat bagaimana startup seperti Xurya akan menjadi pembawa perubahan dalam perjalanan industri untuk mencapai komitmen terhadap lanskap energi baru dan perubahan iklim,” jelas Roberto.

Baca juga: Teknologi Nirsentuh di Hotel Bikin Tamu Nyaman dan Aman

Untuk diketahui, Xurya saat ini telah bekerja sama dengan sejumlah mitra engineering, procurement, dan construction (EPC) terpilih untuk pembangunan aset tenaga surya, memperkuat ekosistem pengembangan tenaga surya di Indonesia, dan menciptakan peluang bisnis baru.

Managing Director Xurya Daya Indonesia Eka Himawan menyambut baik investasi yang dilakukan oleh SEEAA. Ia mengatakan, Xurya bertujuan untuk membantu adopsi listrik tenaga surya bagi sektor komersial di Indonesia tanpa perlu khawatir dengan modal dan pembiayaan di awal.

“Kami berusaha untuk mencapai SDGs 7, berkontribusi untuk meningkatkan pangsa energi terbarukan dalam bauran energi global. Investasi yang kami terima dari investor akan membantu memperkuat bisnis kami dalam memberikan solusi satu atap. Mulai dari pengembangan studi kelayakan dan manajemen konstruksi, akses ke fasilitas pembiayaan ramah lingkungan, hingga pengoperasian dan pemeliharaan kinerja aset,” ujar Eka.

Rabu, 07 Juli 2021

Mengapa Sustainability dan Digitalisasi Harus Berjalan Beriringan?

Teknologi berperan penting untuk kurangi dampak perubahan iklim

Untuk mengurangi emisi karbon yang merugikan seluruh penghuni bumi, kita sebagai manusia bertanggung jawab harus bijak mengonsumsi energi dan menggunakannya secara lebih efisien. 

Kedengarannya sederhana. Namun, kita semua tahu bahwa itu sulit dilakukan.

Baca juga: Kunci Atasi Perubahan Iklim: Membangun Data Center yang Tangguh dan Berkelanjutan

Namun, kabar baiknya adalah teknologi digital saat ini dapat membantu kita membuat keputusan lebih cerdas, cepat, tepat. Pada akhirnya, semua itu bisa membawa kebaikan untuk planet tercinta ini.

Untuk mewujudkan hal tersebut, ada tiga poin utama yang harus diperhatikan.

1. Visibilitas konsumsi

Internet of Things (IoT) memungkinkan kita mengumpulkan serta menganalisis data tentang energi dan sumber daya yang digunakan. IoT juga bisa memberikan insight tentang seluruh sistem perusahaan dalam pemanfaatan energi.

Dengan visibilitas tersebut, penggunaan listrik dan sumber daya lainnya akan lebih efisien serta efektif. Pasalnya, kita dapat mengukur seberapa banyak energi yang digunakan dan mengontrolnya dengan mencocokkan kebutuhan aktual di lapangan. Langkah ini adalah titik awal untuk dekarbonisasi.

2. Analisis dengan artificial intelligence (AI)

Dengan insight berbasis data, kita dapat membuat keputusan cerdas berdasarkan pengukuran dan pembelajaran yang didasarkan pada fakta, bukan intuisi.

Dengan kualitas dan struktur data yang tepat, AI memiliki kekuatan untuk mengotomatisasi atau membantu kita membuat keputusan tersebut secara real time. Cara ini akan mengubah proses bisnis tradisional yang lebih boros energi.

3. Kolaborasi ekosistem digital

Tidak ada yang bisa melawan perubahan iklim sendirian, sama seperti tidak ada yang bisa berinovasi sendiri. Menemukan mitra teknologi yang tepat seringkali merupakan cara tercepat, termudah, dan paling menguntungkan untuk mencapai tujuan keberlanjutan.

Di sinilah ekosistem digital, seperti Schneider Electric Exchange dapat membuat perbedaan besar. Schneider Electric memberdayakan pengguna akhir (end user), penyedia teknologi, dan integrator untuk berkumpul serta berbagi data guna menciptakan lebih banyak insight.

Baca juga: Schneider Electric Perbarui Teknologi EcoStruxture Triconex Safety View

Dengan begitu, semua pihak punya kesempatan untuk mengembangkan solusi baru serta memecahkan tantangan efisiensi dan keberlanjutan.

Ketiga faktor pendukung utama itu memiliki satu kesamaan, yakni potensi untuk mengubah cara bisnis beroperasi dan cara orang bekerja. Inilah inti dari transformasi digital. Hal yang sama berlaku untuk keberlanjutan, strategi keberlanjutan perusahaan yang sukses perlu dirancang dan diterapkan secara menyeluruh untuk mempercepat implementasi di seluruh rantai bisnis.

Sekarang waktunya

Schneider Electric melihat elektrifikasi dan digitalisasi sebagai bagian tak terpisahkan serta penting dalam perjuangan melawan perubahan iklim.

Jadi, tidak mengherankan jika EcoStruxure, platform IoT terbuka Schneider Electric, memanfaatkan digitalisasi untuk mengoptimalkan penggunaan energi dan sumber daya pelanggan, mitra, serta pabrik dan bangunan perusahaan asal Prancis itu sendiri.

Baca juga: Teknologi Nirsentuh di Hotel Bikin Tamu Nyaman dan Aman

Untuk mengatasi krisis yang mendesak ini, kita perlu mengembangkan dan menerapkan roadmap atau solusi yang dapat ditindaklanjuti untuk menurunkan emisi terkait energi sambil tetap memenuhi permintaan energi dunia.

Kekuatan teknologi digital, data, dan AI saat ini dapat membantu manusia mempercepat transformasi keberlanjutan ini. Sebagai pemain ekonomi utama, perusahaan seperti Schneider Electric memiliki peran penting di dalamnya. Semakin cepat dan lebih holistik kita bertindak, maka semakin baik.

Sabtu, 26 Juni 2021

Schneider Electric Perbarui Teknologi EcoStruxture Triconex Safety View

EcoStruxture Triconex Safety View dari Schneider Electric

Dalam operasional industri, perusahaan dituntut menerapkan sistem keselamatan dan keamanan yang andal. Sistem keselamatan dalam operasional industri perlu dirancang untuk membantu mencegah terjadinya kondisi berbahaya.

Selain itu, sistem keselamatan juga menjadikan area pabrik sebagai tempat yang aman. Sistem ini harus selalu dalam keadaan aktif, mengingat perannya begitu vital dalam melindungi pekerja, aset, kegiatan produksi, dan lingkungan.

Dalam kegiatan operasional, ada kemungkinan terjadi suatu bahaya dan bypass perlu diterapkan atau alarm tanda bahaya perlu ditekan.

Baca juga: Kunci Atasi Perubahan Iklim: Membangun Data Center yang Tangguh dan Berkelanjutan

Hal itu secara langsung berhubungan dengan tingkat risiko operasional dan keselamatan pabrik yang mencakup keselamatan staf serta kegiatan produksi. Jika masalah terus berlanjut, dampaknya akan semakin luas terhadap profit perusahaan.

Perusahaan global terkemuka dalam transformasi digital di pengelolaan energi dan automasi, Schneider Electric, sadar akan hal tersebut. Oleh karena itu, Schneider Electric menyempurnakan teknologi EcoStruxureTriconex Safety View.

Dengan pembaruan tersebut, EcoStruxure Triconex Safety View memiliki perangkat lunak manajemen alarm dan bypass pertama yang memperoleh sertifikasi ganda untuk keselamatan dan cybersecurity di industri.

Baca juga: Teknologi Nirsentuh di Hotel Bikin Tamu Nyaman dan Aman

Perangkat lunak tersebut telah memperoleh sertifikasi TÜV Rheinland sebagai Security Level 1 (SL1) sesuai dengan IEC 62443-4-2 dan Systematic Capability 3 (SC3) sesuai dengan IEC 61508 untuk digunakan dalam aplikasi terkait keselamatan hingga tingkat Safety Integrity Level 3 (SIL3).

Hal itu berarti, EcoStruxure Triconex Safety View telah memenuhi persyaratan ketat untuk keselamatan, keamanan siber, pengurangan risiko, dan operasional berkelanjutan untuk sektor minyak serta gas, penyulingan, petrokimia, listrik, dan industri berisiko tinggi lainnya.

Tingkatkan kualitas manajemen risiko

Manajemen bypass yang disediakan oleh EcoStruxure Triconex Safety View dapat membantu perusahaan mengelola risiko keselamatan dengan lebih baik, termasuk risiko yang mengancam kinerja operasional.

Hal itu akan berkontribusi pada kinerja bisnis yang lebih baik secara keseluruhan, mulai dari meningkatkan produktivitas, profitabilitas, hingga tingkat sustainability.

EcoStruxure Triconex Safety View juga memberikan visibilitas secara real-time terhadap kondisi pabrik dan membantu mendorong kinerja keselamatan lebih andal. Dengan demikian, perusahaan dalam mencapai profitabilitas dan keberlanjutan bisnis yang lebih baik dalam jangka panjang.

Visibilitas meningkatkan uptime

EcoStruxure Triconex Safety View terbukti meningkatkan waktu kerja (uptime) sekaligus membantu mengurangi biaya operasional, pemeliharaan, dan teknik. EcoStruxure memberikan peningkatan yang terukur pada profitabilitas operasional serta return of investment (ROI) yang lebih cepat dan total biaya kepemilikan (TCO) yang lebih baik.

Tak hanya itu, EcoStruxure Triconex Safety View memungkinkan perusahaan dapat mengidentifikasi, mengurangi, dan menghindari risiko lainnya di masa depan.

Dengan kemampuan digital yang ditingkatkan, termasuk kemampuannya untuk mengekstrak dan membuat tekstualisasi data operasional secara real-time, EcoStruxure Triconex Safety View memberikan tampilan real-time yang lebih baik terkait potensi risiko dengan sistem start-up, shutdown, dan transisi proses penting lainnya.

Dengan data yang akurat, petugas operator, teknisi, dan personel pabrik akan dengan cepat dan efisien mengambil tindakan jika terjadi suatu masalah.

Selasa, 22 Juni 2021

Teknologi Nirsentuh di Hotel Bikin Tamu Nyaman dan Aman

teknologi nirsentuh di hotel dari Schneider Electric

Halo guys!

Tak bisa dimungkiri, kencangnya arus pemanfaatan teknologi dan fitur baru di sejumlah sektor industri disebabkan oleh kehadiran pandemi Covid-19. Pemanfaatan teknologi baru tersebut pun sebagian besar ditujukan untuk mengurangi kontak fisik antarmanusia atau manusia dengan benda.

Salah satu industri yang mulai menerapkan ragam teknologi baru adalah sektor perhotelan. Fasilitas berteknologi tinggi, seperti kontrol kamar otomatis kini dianggap sebagai suatu kebutuhan vital.

Namun, investasi teknologi pada industri perhotelan tidak hanya difokuskan pada standar kenyamanan dan kemudahannya saja, tetapi harus memerhatikan solusi yang memungkinkan hotel dapat lebih mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan wabah pandemi di masa depan.

Baca juga: Kunci Atasi Perubahan Iklim: Membangun Data Center yang Tangguh dan Berkelanjutan

Beberapa teknologi baru yang mulai diterapkan adalah check-in/out secara online, penggunaan smartphone sebagai kunci virtual, berbicara dengan resepsionis menggunakan smartphone, dan kemampuan untuk pengoperasian hiburan di kamar tanpa sentuhan, seperti sistem pengaturan pencahayaan, suhu, serta tirai.

Dari sudut pandang pemilik hotel, tren menuju percepatan integrasi teknologi kontrol kamar otomatis menghadirkan tiga peluang untuk pertumbuhan bisnis baru.

Pertama, meningkatkan kenyamanan tamu. Solusi kontrol kamar dapat dikonfigurasi para tamu agar tamu dapat mengunduh aplikasi sederhana yang memungkinkan kontrol pribadi melalui smartphone.

Kedua, meningkatkan operasional dan efisiensi energi. Solusi kontrol ruangan memungkinkan penggunaan energi di dalam ruangan dapat disesuaikan secara otomatis, berdasarkan parameter ruangan dalam status “ditempati” atau “tidak ditempati”.

Sensor di kunci pintu dan langit-langit akan mendeteksi kehadiran tamu. Bila tamu meninggalkan ruangan, lampu akan mati secara otomatis, suhu pendingin ruangan akan menyesuaikan, dan tirai secara otomatis tertutup untuk menghemat energi.

Ketiga, pemeliharaan yang lebih cepat dan lebih responsif. Staf pemeliharaan dapat mengidentifikasi masalah dari jarak jauh sebelum memasuki ruangan dan dapat cepat mengatasinya tanpa mengganggu tamu.

Teknologi EcoStruxure

Saat menjelajahi pasar untuk mencari solusi manajemen kamar tamu terbaik, pengelola hotel harus mempertimbangkan empat aspek solusi penting yang memungkinkan pengendalian biaya sekaligus meningkatkan kenyamanan dan kesejahteraan tamu:

Baca juga: Transformasi Digital Jadi Fokus Utama Scheneider Electric pada Acara Innovation Day 2021

1. Sistem terbuka untuk memungkinkan integrasi yang mudah dari sejumlah aplikasi pihak ketiga, seperti property management systems (PMS), kunci pintu dan tirai jendela otomatis, serta sistem pencahayaan dan ventilasi cerdas.

2. Sistem modular yang dapat menawarkan fleksibilitas untuk upgrade dari layanan dasar ke layanan lebih lengkap dengan biaya minimum. Hal ini akan memungkinkan pemilik hotel dapat lebih mudah memberikan pelayanan terbaik untuk memenuhi kebutuhan tamu yang berubah.

3. Sistem keamanan siber yang dirancang dengan proses secure development lifecycle untuk meminimalisasi risiko peretasan oleh penjahat siber.

4. Dasbor intuitif dan berwawasan luas yang dapat memberikan data tentang pemakaian energi serta jumlah tamu. Dasbor harus mudah dipahami dan bermanfaat bagi departemen teknik, housekeeping, dan staf manajemen hotel.

Keempat faktor tersebut pun menjadi fokus salah satu perusahaan yang bergerak di bidang energi dan automasi, Schneider Electric untuk menghadirkan solusi EcoStruxure Connected Room Solutions for Hotels

Solusi Exostruxure terbaru itu akan memudahkan pengelola hotel dalam melakukan pemantauan, pengawasan, manajemen energi, dan peningkatan kenyamanan tamu untuk menuju hotel masa depan.

Kamis, 17 Juni 2021

Kunci Atasi Perubahan Iklim: Membangun Data Center yang Tangguh dan Berkelanjutan

Data center yang andal dan berkelanjutan dapat mengatasi perubahan iklim di masa depan

Hai guys!

Data center kini sudah menjadi kebutuhan banyak perusahaan dari lintas industri. Data center seakan menjadi motor penggerak dari ekosistem digital sebuah perusahaan. Tak hanya harus menggunakan teknologi canggih, data center juga harus andal dan berkelanjutan.

Ekosistem digital yang tangguh dan berkelanjutan sangat diperlukan untuk mengatasi perubahan iklim serta mendorong pertumbuhan ekonomi. Data center sebagai tumpuan dalam pengembangan ekosistem digital pun harus dikelola secara lebih efisien, cerdas, dan adaptif.

Pada 2035, Schneider Electric memperkirakan industri teknologi informasi (TI) akan mengonsumsi 8,5 persen listrik global terkait pemanfaatan data center.

Baca juga: Transformasi Digital Jadi Fokus Utama Scheneider Electric pada Acara Innovation Day 2021

Selain itu, penggunaan energi oleh industri teknologi informasi dan komputer (TIK) diprediksi akan membludak menjadi 20,9 persen dari total global pada 2025. Jumlah tersebut akan menyumbang sebanyak 5,5 persen dari emisi gas rumah kaca global.

Melihat prediksi-prediksi tersebut, upaya untuk memastikan kelestarian lingkungan pun harus lebih besar. Saat ini, telah banyak perusahaan yang sadar dan mulai memperhatikan konsumsi karbon mereka dengan cermat dan meminimalisasi beban mereka terhadap lingkungan.

Cluster President Schneider Electric Indonesia and Timor Leste Roberto Rossi mengatakan, pelaku bisnis di Asia, termasuk Indonesia, memiliki peluang untuk menjadi yang terdepan dalam aksi iklim.

“Elektrifikasi yang didukung oleh teknologi manajemen digital memiliki potensi besar sebagai sumber energi bersih yang aman, andal, dan berkelanjutan. Potensi ini dapat membantu memenuhi kebutuhan bisnis secara bertanggung jawab tanpa mengorbankan masa depan,” kata Roberto pada Konferensi Pers Innovation Day 2021 Schneider Electric, Rabu (16/6/2021).

Di Schneider Electric, keberlanjutan (sustainability) menjadi inti bisnis. Adapun misi dari perusahaan asal Prancis itu adalah menjadi mitra digital untuk keberlanjutan dan efisiensi.

Baca juga: Main Game Takut Mati Listrik? Say No More, Lakukan Tips Berikut!

“Kami menunjukkan kepemimpinan dengan menjadi contoh dalam operasional dan ekosistem kami sendiri. Adapun komitmen kami terhadap aspek keberlanjutan ini telah mendapatkan pengakuan oleh Corporate Knights. Pada penghargaan tersebut, Schneider Electric menempati posisi pertama dalam 2021 Global 100 Most Sustainable Corporations,” jelas Roberto.

Atas dasar itu, Schneider Electric mengajak para pemimpin dari seluruh dunia dan lintas industri untuk bersama-sama membangun ekosistem digital yang tangguh dan berkelanjutan pada acara Innovation Day: Sustainable Digital Transformation Indonesia 2021.

Acara ini akan menampilkan jajaran pembicara lokal dan internasional, termasuk konservasionis dan polar adventurer Robert Swan, analis digital dan antropolog Brian Solis, penulis dan dosen di Universitas Oxford Rachel Botsman, Executive Vice President of Secure Power Schneider Electric Pankaj Sharma, dan VP Datacenter Ecosystem Solution PT Sigma Cipta Caraka Eugene Johannes Siagian.

Baca juga: Kamu Harus Tau, Ini 6 Cara Jaga Keamanan Jaringan Rumah dan Perangkat Pintar

Pada Innovation Day 2021, Schneider Electric akan berbagi wawasan tentang bagaimana data center masa depan mengakomodasi permintaan pasar yang meningkat.

Ada  empat bidang utama yang harus ditingkatkan, yakni dari sisi keberlanjutan (bagaimana data center dapat mengakomodasi kebutuhan pengelolaan data di seluruh rantai pasok) dan efisiensi (pemanfaatan sensor cerdas, menambahkan lebih banyak layanan digital dan kemampuan remote monitoring untuk mendorong alur kerja yang lebih efisien).

Kemudian, fleksibilitas (menyesuaikan desain, implementasi, dan layanan dengan kebutuhan saat ini dan masa depan) serta ketahanan (menerapkan predictive analytic untuk menghemat, mencegah downtime, dan mengoptimalisasi masa pakai peralatan).

Dalam acara virtual tersebut, Schneider Electric juga akan memperkenalkan dua solusi terbarunya ke pasar Indonesia yang semakin memperkuat strategi digital customer dalam membangun data center yang lebih tangguh dan berkelanjutan:

1. EcoStruxure Micro Data Center 43U

Produk ini menawarkan kapasitas terbesar di lini micro data center komersial dan kantor perusahaan. EcoStruxure Micro Data Center 43U dapat dipantau dari jarak jauh dengan EcoStruxure IT Software and Digital Services.

Produk ini disinyalir dapat menghemat biaya capital expenditure (Capex) hingga 48 persen dan biaya field engineering sebesar 40 persen.

Selain itu, EcoStruxure Micro Data Center 43U diprediksi adapt mengurangi biaya perawatan sebesar 7 persen. Produk ini bisa digunakan pada segmen perbankan, financial services, retail, healthcare, pemerintahan, and lembaga pendidikan.

2. Galaxy VL - UPS Compact

Galaxy VL - UPS Compact menawarkan efisiensi hingga 99 persen dalam mode ECOnversion. Infrastruktur ini juga menawarkan return on investment (ROI) dalam kurun waktu dua tahun untuk data center skala menengah dan besar, fasilitas komersial, serta industri.

Dari segi rancangan, Galaxy VL - UPS Compact dapat disesuaikan untuk kebutuhan bisnis dengan meminimalisasi biaya kepemilikan.

Selain itu, Galaxy VL - UPS Compact juga dilengkapi dengan fitur Live Swap. Dengan fitur desain sentuh yang aman ini, proses penambahan atau penggantian modul daya saat uninterruptible power supply (UPS) dalam keadaan online tidak akan mengalami downtime.

Senin, 14 Juni 2021

Transformasi Digital Jadi Fokus Utama Scheneider Electric pada Acara Innovation Day 2021

Innovation Day 2021 mengusung tema Sustainable Digital Transformation

Halo kawan!

Di era digital seperti sekarang, digitalisasi memengaruhi hampir sebagian besar pertumbuhan bisnis dan ketahanan operasional perusahaan. Digitalisasi juga harus menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan (sustainability).

Salah satu tonggak utama yang berperan besar dalam ekosistem digital adalah data center. Membangun data center yang tangguh dan sustainable merupakan wujud masa depan yang lebih pintar, efisien, adaptif, serta ramah lingkungan.

Baca juga: 5 Langkah Industri Ciptakan Masa Depan Keberlanjutan

Untuk mendukung upaya tersebut, Schneider Electric akan menggelar acara bincang bisnis bertajuk Innovation Day: Sustainable Digital Transformation Indonesia 2021 pada Kamis, (17/6/2021).

Executive Vice President of Secure Power Schneider Electric Pankaj Sharma mengatakan, digitalisasi memberdayakan perusahaan untuk lebih unggul, kompetitif, dan berkembang di era normal baru. Ia mengakui bahwa potensi digitalisasi sangat luar biasa, terutama dengan dampak positif yang diberikan kepada lingkungan.  

“Saat ini, aspek keberlanjutan sangat penting untuk kelangsungan hidup perusahaan. Dengan strategi yang tepat, digitalisasi dapat mendorong pertumbuhan bisnis sekaligus meminimalisasi dampak negatif terhadap lingkungan,” kata Pankaj.

Baca juga: Main Game Takut Mati Listrik? Say No More, Lakukan Tips Berikut!

Business Vice President of Secure Power Schneider Electric Indonesia sependapat dengan pendapat Pankaj. Ia mengatakan, perjalanan menuju keberlanjutan dimulai dengan digitalisasi. Para pemimpin bisnis dan teknologi informasi perlu melihat ini sebagai bagian dalam strategi bisnisnya untuk membangun ketahanan perusahaan.

“Dengan digitalisasi yang menerapkan prinsip sustainability, perusahaan memungkinkan untuk mencapai tujuan net-zero energy dan net-zero carbon. Target ambisius ini menjadi indikator sebuah bisnis yang cerdas,” kata Yana.

Pembicara dan topik yang relevan

Pada Innovation Day 2021, Schneider Electric akan menghadirkan konservasionis dan polar adventurer Robert Swan, analis digital dan antropolog Brian Solis, penulis dan dosen di Universitas Oxford Rachel Botsman, serta Executive Vice President of Secure Power Schneider Electric Pankaj Sharma.

Adapun sejumlah topik yang akan dibahas meliputi:

  1. Bagaimana memaksimalkan pemanfaatan teknologi digital dalam rangka membangun masa depan yang lebih berkelanjutan dan tangguh.
  2. Membangun kepercayaan melalui transformasi digital.
  3. Peran para sustainability leader untuk menjaga perusahaan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Di acara tersebut, Schneider Electric juga akan meluncurkan dua solusi terbarunya yang memperkuat strategi digital perusahaan dalam membangun data center lebih tangguh dan berkelanjutan.

Selain itu, terdapat berbagai sesi praktis yang membahas tentang cara menerapkan solusi masa depan. Akan ada juga sesi breakout dan peluang untuk membangun jejaring bisnis bagi para profesional teknologi informasi, data center, penyedia solusi teknologi informasi, manajer fasilitas, konsultan, dan kontraktor listrik.

Baca juga: Kamu Harus Tau, Ini 6 Cara Jaga Keamanan Jaringan Rumah dan Perangkat Pintar

Tidak hanya itu, terdapat pula sesi diskusi panel dengan Telkomsigma yang akan membagikan wawasan mengenai strategi perusahaan dalam membangun data center yang tangguh dan berkelanjutan. Telkomsigma juga akan berbagi pandangan mengenai cybersecurity dan strategi perusahaan dalam menjamin keamanan data penggunanya.

Untuk mengikuti Innovation Day 2021, silakan melakukan registrasi dengan mengakses laman ini. Acara ini tidak dikenai biaya apa pun alias gratis.

Rabu, 02 Juni 2021

Main Game Takut Mati Listrik? Say No More, Lakukan Tips Berikut!

UPS dari APC by Schneider Electric membuat bermain game jadi

Siapa yang selama pandemi Covid-19 hobinya main game? Baik kamu yang main game di smartphone, komputer, laptop, atau game console boleh tunjuk tangan!

Bahkan gak cuma sekadar hobi, banyak juga gamer yang ikut berbagai kompetisi. Semakin banyaknya kompetisi tingkat nasional hingga global yang diselenggarakan menunjukkan bahwa minat komunitas gamer untuk menekuni keahliannya semakin tinggi. 

Masa pandemi juga menjadi momentum komunitas gamer untuk mengasah keahlian bermain game selama di rumah. 

Namun, main game di rumah bukan berarti tanpa kendala. Saat bermain, tentu kamu akan terganggu bila tiba-tiba mati listrik. Kejadian tersebut tak hanya dapat menyebabkan kamu tersingkir dari permainan dan hilangnya kesempatan untuk menang. Perangkat gaming yang kamu punya juga bisa rusak.

Untuk mengatasi masalah tersebut, gamer pun memerlukan uninterruptible power supply (UPS). UPSsendiri merupakan sebuah alat elektronik yang berfungsi sebagai penyedia listrik cadangan pada komputer.

Memilih UPS juga tak boleh asal. kamu harus punya beberapa pertimbangan agar kualitas UPS yang dipakai sesuai kebutuhan.

Baru-baru ini, perusahaan global terkemuka dalam transformasi digital di pengelolaan energi dan automasi Schneider Electric melalui divisinya APC by Schneider Electric memperkenalkan APC Easy UPS BVX900LI-MS dan APC Back-UPS Pro BR1600MI. Kedua UPS tersebut didesain khusus untuk mendukung komunitas gamer.

Rangkaian produk UPS dari APC by Schneider Electric itu akan memberikan kenyamanan lebih kepada komunitas gamer agar tetap terproteksi, terkoneksi, dan bermain dengan tenang tanpa khawatir akan terjadinya gangguan daya listrik secara tiba-tiba.

APC Easy UPS BVX900LI-MS dan APC Back-UPS Pro BR1600MI berfungsi sebagai cadangan daya listrik dan stabilizer untuk melindungi peralatan gaming dan alat-alat elektronik dari tegangan listrik yang tidak stabil.

UPS seri tersebut juga memberikan cadangan daya secara otomatis ketika terjadi pemadaman sehingga kamu memiliki waktu yang cukup untuk menyimpan dan memberitahukan rekan sepermainan bahwa akan terjadi gangguan listrik di rumah kamu. 

Baca juga: Menilik 6 Komitmen Jangka Panjang Schneider Electric di 100 Negara

APC Easy UPS BVX900LI-MS dan APC Back-UPS Pro BR1600MI juga berfungsi memproteksi peralatan gaming  dari kerusakan akibat tegangan listrik yang tidak stabil.

Selain itu, ada beberapa aspek yang harus dipertimbangkan agar produk UPS yang dibeli sesuai dengan kebutuhan proteksimu.

Pertama,  perhatikan jumlah kapasitas dan ketahanan baterai dari UPS yang dibeli. Apakah cukup mengakomodasi kebutuhan cadangan daya listrik dan dapat diandalkan atau tidak.

Kedua, pilih produk UPS yang memiliki kemampuan analitik terhadap performa baterai dan dapat memberikan peringatan dini sebelum terjadi kerusakan.

Ketiga, pastikan produk UPS memiliki sertifikasi keamanan produk untuk memberikan perlindungan yang maksimal serta mudah dioperasikan.

Dari segi desain, rangkaian produk UPS dari APC by Schneider Electric memiliki bentuk yang fleksibel dan compact untuk perangkat berdaya tinggi serta rendah. 

Baca juga: Kamu Harus Tau, Ini 6 Cara Jaga Keamanan Jaringan Rumah dan Perangkat Pintar

Produk UPS dari APC by Schneider Electric memiliki teknologi sine wave untuk memastikan perlengkapan gaming yang sensitif tetap bertenaga saat kamu sangat membutuhkannya.

UPS juga didukung dengan fitur pengisian baterai yang cerdas walaupun UPS dalam kondisi dimatikan dan memiliki kemampuan diagnosis yang dapat memberikan notifikasi mengenai kondisi baterai sehingga dapat mengidentifikasi potensi kerusakan.

Selain itu, UPS dilengkapi dengan LED indicator yang berfungsi sebagai indikator kapasitas baterai dan USB port. 

Khusus APC Back-UPS Pro BR1600MI, UPS ini memiliki power saving mode dan LCD status display yang menampilkan status UPS berupa kapasitas serta beban baterai dalam bentuk grafik maupun angka.

Baca juga: 5 Langkah Industri Ciptakan Masa Depan Keberlanjutan

Seluruh produk UPS dari APC by Schneider Electric telah melalui uji keamanan dan memperoleh sertifikasi keamanan produk. UPS yang dijual pun memiliki jaminan pergantian produk baru jika barang rusak selama dalam masa garansi 2 tahun.

Jika tertarik terhadap UPS canggih dari APC by Schneider Electric, kamu dapat membelinya di toko resmi Schneider Electric di Tokopedia dan Shopee. Kamu juga bisa mendapatkan promo potongan harga spesial selama periode 1-30 Juni 2021.

Mau mempelajari lebih lanjut mengenai produk UPS dari APC by Schneider Electric? Yuk, kunjungi laman www.apc.com/id.