Senin, 12 April 2021

Tok! Schneider Electric dan Kemenperin Jalin Kerja Sama Percepat Making Indonesia 4.0

Kerja sama Schneider Electric dan Kementerian Perindustrian

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berlolaborasi dengan Schneider Electric dalam rangka akselerasi “Making Indonesia 4.0” yang fokus pada program vokasi dan pengembangan kompetensi pelaku industri untuk menyambut era industri 4.0.

Kolaborasi tersebut dilakukan sehubungan dengan pameran Hannover Messe 2021 di mana Indonesia menjadi negara mitra resmi. Pada acara bergengsi itu, Schneider Electric Manufacturing Batam ditunjuk mewakili Indonesia sebagai WEF Global Lighthouse Network dalam implementasi pabrik pintar di sektor manufaktur.

Baca juga: Asset Strategy Optimization, Solusi dari Schneider Electric untuk Wujudkan Transformasi Ekonomi

Pabrik pintar Schneider Electric di Batam mengimplementasikan EcoStruxure Machine, salah satu solusi EcoStruxure yang berbasis Internet of Things (IoT). Teknologi ini memungkinkan pelacakan secara real-time atas kinerja operasional dan visibilitas yang lebih baik terhadap kinerja peralatan berat dan kebutuhan perawatan (maintenance) preventif.

Dengan aplikasi Manufacturing Control Tower dashboards, manajer pabrik dapat membuat keputusan yang lebih baik dan lebih cepat dalam menyelesaikan masalah yang terjadi pada kegiatan operasional. Dengan solusi tersebut, pabrik Batam pun dapat mengurangi waktu perawatan sebesar 17 persen dan mengurangi resiko produk gagal sebesar 46 persen.

Adapun kerja sama strategis tersebut mencakup dua hal, yaitu pengembangan Pusat Inovasi Digital Industri 4.0 (PIDI 4.0) dan pengembangan program vokasi.

Sebagai informasi, selama lima tahun masa Nota Kesepahaman, Schneider Electric akan menjadi mitra kerja Kemenperin dalam menyusun kurikulum dasar serta melakukan bimbingan dan pelatihan kepada 500 pengajar dan 2.500 mahasiswa dari 50 universitas dan politeknik di seluruh Indonesia.

Tidak hanya itu, Schneider Electric juga akan memberikan pelatihan kepada 250 profesional di Kemenperin. Kerja sama ini merupakan bagian dari langkah strategis Kemenperin dalam pembangunan sumber daya manusia untuk percepatan Making Indonesia 4.0.

Baca juga: Penting Banget, Perusahaan Harus Miliki Teknologi Pengelolaan Aset Digital di Era Edge Computing!

Lebih lanjut, selama pameran Hannover Messe 2021 yang berlangsung pada  12-16 April 2021, Schneider Electric akan memperkenalkan teknologi mutakhir dan memperlihatkan secara langsung dampak nyata transformasi digital dari pabrik pintar.

Kehadiran pabrik pintar dapat membantu manajemen membuat keputusan yang didasarkan pada informasi dan data. Hal ini memungkinkan perusahaan meningkatkan profitabilitas, kinerja manajemen aset, serta efisiensi operasional dan produktivitas.

Jumat, 26 Maret 2021

Asset Strategy Optimization, Solusi dari Schneider Electric untuk Wujudkan Transformasi Ekonomi

teknologi pengelolaan aset digital dari Schneider Electric

Hi guys!

Selama masa pandemi Covid-19, sektor industri membutuhkan strategi pengelolaan aset digital untuk mewujudkan transformasi ekonomi.

Pengelolaan aset digital berfungsi untuk meningkatkan kinerja operasional, melakukan tindakan preventif sebelum terjadi kegagalan operasional melalui kemampuan analisis prediktif, dan meningkatkan efisiensi biaya perbaikan atau penggantian aset akibat kerusakan secara tiba-tiba.

Industri harus berani mengambil langkah dalam pengadopsian teknologi digital untuk memastikan keberlangsungan dan keberlanjutan operasional menghadapi berbagai kondisi.

Baca juga: Jangan Tunggu Merugi, Industri Harus Mampu Hadapi 3 Tantangan Ini di Era Edge Computing

Ada empat faktor strategi pengelolaan aset digital yang harus dipenuhi pelaku industri, yakni memastikan ketersediaan (availability) infrastruktur edge dalam kegiatan operasional secara real time, transparan serta memiliki sistem backup and recovery plan yang terintegrasi, memastikan adanya perlindungan sistem dan peralatan listrik yang baik, serta memiliki sistem keamanan fisik dan edge yang terbaik.

Atas dasar itu, perusahaan yang fokus dalam dalam transformasi digital untuk pengelolaan energi dan automasi, Schneider Electric, telah bekerja sama dengan perusahaan pembuat software, AVEVA untuk menyediakan solusi asset strategy optimization yang membantu sektor industri dalam meningkatkan kinerja aset.

Perangkat lunak tersebut dapat mendukung strategi pengelolaan dan pemeliharaan aset digital yang disesuaikan dengan tujuan bisnis perusahaan.

Solusi asset strategy optimization pun terbukti dapat menekan pengeluaran modal atau capital expenditure (capex) hingga 30 persen. 

Selain itu, dapat pula mengurangi biaya pemeliharaan hingga 50 persen, mengurangi biaya suku cadang hingga 25 persen, dan meningkatkan kinerja aset hingga 15 persen.

Selain sistem pengelolaan aset digital, pemanfaatan internet of things (IoT) juga dinilai penting di sektor industri selama masa pandemi. 

Semakin canggih teknologi berbasis IoT, maka semakin besar tantangan untuk mengurangi latensi dan meningkatkan kemampuan perusahaan dalam merespons kompleksitas operasional secara fleksibel. Di sinilah peran edge computing.

Pada era edge computingedge data center memiliki peranan penting dalam lingkungan kegiatan operasional yang berbasis perangkat IoT.

Baca juga: Hadapi Defisit Air di 2030, Perusahaan Pengelolaan Air Wajib Terapkan Teknologi Smart Water

Tuntutan koneksi jarak jauh yang lebih cepat membuat kebutuhan data center atau cloud semakin tinggi. Dengan begitu, semakin banyak pelaku bisnis yang bergantung pada data center dalam pengelolaan data di lingkungan operasionalnya.

Untuk membangun edge data center yang andal dan berkelanjutan, dibutuhkan standarisasi dan integrasi, peningkatan kapabilitas sumber daya manusia, teknologi yang mumpuni, pengawasan dan tata kelola data center yang terencana, serta sistem keamanan yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Guna mendukung pengelolaan data pada era edge computing, Schneider Electric memiliki tiga solusi edge data center yang dapat menjawab tantangan akan keterbatasan sumber daya manusia, keamanan, efisiensi dan sustainability, yaitu EcoStruxure Micro Data Center, EcoStruxure IT Expert, serta Monitoring and Dispatch Services.

Selasa, 23 Maret 2021

Jangan Tunggu Merugi, Industri Harus Mampu Hadapi 3 Tantangan Ini di Era Edge Computing

Schneider Electric ungkapkan 3 tantangan industri hadapi era edge computing

Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang sangat besar terhadap kelangsungan bisnis pada sektor komersial. Mereka perlu cepat beradaptasi dengan normal baru bila tidak ingin terjun bebas ke jurang kerugian.

Tak hanya itu, sektor komersial juga perlu memikirkan cara beroperasi dan menjalankan bisnis untuk memenuhi permintaan pelanggan serta perilaku berbelanja yang terus berkembang di era new normal.

Baca juga: Serba-serbi Teknologi Smart Water untuk Hadapi Defisit Air pada 2030

Ada sejumlah tantangan yang kini dihadapi sektor komersial di tengah masa krisis akibat pandemi, mulai dari pengelolaan operasional dari jarak jauh hingga gangguan dalam rantai pasokan.

Untuk mengetahui lebih lanjut tantangan apa yang menanti sektor bisnis di masa depan, simak ulasan yang bersumber dari rilis resmi Schneider Electric berikut.

1. Pengelolaan ledakan data

Perusahaan yang berinvestasi pada teknologi kecerdasan buatan (AI), pembelajaran mesin (machine learning), dan automasi proses robotik akan mendapatkan pertumbuhan masif selama beberapa tahun ke depan. Diperkirakan sekitar setengah dari perusahaan-perusahaan tersebut akan menggunakan teknologi ini dalam skala besar pada 2025.

Dengan pertumbuhan dan adopsi teknologi yang lebih besar, akan terjadi fenomena yang disebut ledakan data. International Data Corporation (IDC) memperkirakan akan ada 80 miliar perangkat yang terhubung dan menghasilkan 180 triliun gigabyte data baru pada 2025.

Baca juga: 3 Alasan Industri Harus Terapkan Automasi Universal

Dengan perkembangan perangkat yang terhubung tersebut, industri komersial perlu memahami dan mengatasi tantangan ini agar tidak tertinggal.

2. Visibilitas lebih besar

Seluruh mesin di fasilitas industri atau manufaktur yang menghasilkan data perlu dikontrol dan dikelola secara efektif sehingga memberikan nilai bagi kegiatan operasional. Di sinilah sistem teknologi edge akan melakukan lebih banyak analisis.

Sistem pemrosesan teknologi edge umumnya berada di fasilitas atau lokasi yang paling dekat dengan sensor sehingga industri bisa mendapatkan visibilitas lebih besar terhadap data yang dihasilkan. Data tersebut pun bisa langsung dianalisis dengan cepat.

Baca juga: Kamu Harus Tahu, Ini 3 Tips Membangun Usaha di Tengah Pandemi

3. Integrasi antara teknologi operasional dan teknologi informasi

Didorong oleh percepatan peningkatan teknologi pintar, banyak industri yang memanfaatkan Industrial Internet of Things (IIoT), robot, sensor, perangkat pintar, dan analitik data real-time untuk mengintegrasikan dan mengautomasi berbagai tugas dari sistem manufaktur.

Namun, integrasi teknologi operasional (OT) dan teknologi informasi (IT) seringkali tidak berjalan mulus dan bahkan dikelola secara terpisah.

Untuk mengatasainya, industri dapat mengombinasikan teknologi edge computing dan perangkat IIoT untuk mempermudah penyederhanaan proses kerja, mengoptimalkan rantai pasokan, dan menciptakan pabrik pintar.

Business Vice President Secure Power Schneider Electric Indonesia & Timor Leste Yana Achmad Haikal  mengatakan, perusahaan komersial dan industri saat ini didorong oleh kebutuhan untuk mengubah dan merangkul digitalisasi guna memenuhi tuntutan pasar, tetap relevan, dan mempertahankan ketahanan bisnis.

“Latensi rendah, kapasitas bandwidth yang tinggi, dan komputasi terpercaya yang hadir melalui teknologi industrial edge dapat memberi daya dalam membangun ekosistem operasional yang always on dan tak diragukan lagi merupakan solusi untuk kelangsungan bisnis yang efektif,” jelas Yana.

Dengan memperhatikan tiga tantangan di atas, industri dan sektor komersial pun diharapkan dapat lebih siap dalam menghadapi era edge computing di masa mendatang dan memastikan ketahanan serta kelangsungan bisnis dapat diraih.

Rabu, 17 Maret 2021

Serba-serbi Teknologi Smart Water untuk Hadapi Defisit Air pada 2030

bendungan air yang menggunakan teknologi smart water dari Schneider Electric

Hi guys!

Tahu gak, kalau masyarakat dunia akan menghadapi defisit air mencapai 40 persen pada 2030? Ada beberapa faktor yang membuat defisit air tersebut, di antaranya pertumbuhan populasi dan perubahan demografis, urbanisasi, serta perubahan iklim.

Sebagai informasi, total populasi dunia diperkirakan tumbuh menjadi 9,7 miliar pada 2050. Pada saat yang sama, konsumsi air meningkat 2,5 persen per tahun lebih cepat dari pertumbuhan populasi dunia. Kondisi ini menuntut pengelolaan air harus dilakukan lebih efisien guna memastikan keberlanjutan ketersediaan air bersih bagi seluruh makhluk di bumi.

Industri sektor air dan air limbah dalam hal ini perlu mencari solusi berkelanjutan dalam pengelolaan siklus air. Terutama harus fokus pada optimalisasi efisiensi energi, peningkatan sirkularitas dalam membangun kolaborasi dengan sektor lain, dan terlibat secara mendalam dengan komunitas masyarakat.

Baca juga: Biar Tambah Produktif dan Efisien, Industri Kecil Menengah Harus Go Digital!

Sejak 2015, World Economic Forum di Davos telah menegaskan krisis air sebagai risiko utama dunia yang harus diutamakan. Perusahaan pengelolaan air pun dituntut untuk terus berinvestasi dalam teknologi dan proses pengolahan terbaru.

“Sektor air dan air limbah menjadi garda terdepan dalam pengolahan dan penyediaan air bersih dengan pemanfaatan teknologi yang dapat mengurangi biaya operasional, menyediakan kemampuan analisis prediktif, dan mendukung pengambilan keputusan secara real time,” kata Business Vice President Industrial Automation Schneider Electric Indonesia & Timor Leste Hedi Santoso.

Di sinilah teknologi smart water berperan. Teknologi ini memang bukan hal baru, tetapi dalam beberapa tahun terakhir smart water telah menjadi fokus global. 

Teknologi smart water sendiri dikembangkan oleh Schneider Electric. Sebagai perusahaan global yang berfokus dalam transformasi digital di pengelolaan energi dan automasi, Schneider Electric mengadopsi pendekatan kolaboratif untuk solusi pengelolaan berbasis lingkungan dan layanan yang dapat digunakan oleh perusahaan di berbagai sektor dalam setiap fase perjalanan menuju keberlanjutan.

Lebih lanjut, Schneider Electric juga menjawab seruan untuk melakukan aksi yang dikampanyekan pada peringatan Hari Air Sedunia yang dirayakan pada 22 Maret setiap tahun dengan terus mengembangkan arsitektur EcoStruxure for Water and Wastewater.

Adapun arsitektur EcoStruxure for Water and Wastewater mencakup:

  1. EcoStruxure Asset Advisor dan EcoStruxure Power Advisor yang menyediakan data real-time untuk pengambilan keputusan lebih tepat dan cepat, mengoptimalkan kinerja operasional, mengurangi downtime, dan meningkatkan efisiensi operasional.
  2. EcoStruxure Maintenance Advisor yang memungkinkan pengoptimalan pemeliharaan sistem untuk mengontrol pasokan dan distribusi air dengan memonitor kesehatan perangkat secara real-time dan memberikan peringatan dini atas kemungkinan terjadinya kerusakan.
  3. EcoStruxure Resource Advisor untuk menyediakan visibilitas secara real-time terhadap konsumsi sumber daya, seperti air, energi, limbah, dan rantai suplai dalam kegiatan operasional.
  4. EcoStruxure Augmented Operator Advisor, yang berfungsi untuk diagnosis performa perangkat secara instan dan melakukan perawatan tanpa adanya kontak fisik dan mengurangi biaya operasional.
  5. EcoStruxure Secure Connect Advisor yang berfungsi untuk menjaga kecepatan respons tim maintenance dan quality control melakukan trouble shooting terhadap masalah yang terjadi dan memantau parameter kinerja di sistem pengolahan serta distribusi air.

Arsitektur EcoStruxure for Water and Wastewater pun telah banyak dimanfaatkan pada proyek-proyek pengelolaan air dan air limbah di seluruh dunia, seperti Anglian Water di Inggris, Shuqaiq 3 di Arab Saudi, pabrik pengolahan air limbah di California, dan Herning Water di Denmark.

Baca juga: 3 Alasan Industri Harus Terapkan Automasi Universal

Solusi tersebut juga telah terbukti mengurangi konsumsi energi hingga 30 persen dan meningkatkan efisiensi operasional pada instalasi pengolahan air dan jaringan distribusi air hingga 25 persen.

Selasa, 16 Maret 2021

Biar Tambah Produktif dan Efisien, Industri Kecil Menengah Harus Go Digital!

digitalisasi industri kecil menengah di Indonesia

Hi guys!

Pandemi mengingatkan kita bahwa krisis dapat terjadi kapan saja bahkan ketika ekonomi dalam kondisi yang cukup stabil. Dengan pergerakan bisnis yang terhambat, banyak sektor industri terpukul dan tidak sedikit yang harus menelan kepahitan. Namun begitu, banyak juga pelaku industri yang dapat bertahan di masa krisis, terutama bagi perusahaan yang telah memulai transformasi digital.

Belajar dari pandemi Covid-19, kemampuan perusahaan untuk dapat mengelola operasionalnya secara lebih efisien dan dapat tetap produktif di tengah pembatasan interaksi sosial menjadi faktor penting dalam menentukan tingkat ketahanan bisnisnya.

Efisiensi operasional dalam hal tersebut adalah bagaimana perusahaan menjalankan kegiatan bisnisnya melalui pengelolaan sumber daya yang cerdas untuk menghasilkan produktivitas yang lebih baik dan dapat mengurangi beban operasional. Salah satu beban operasional yang berkontribusi cukup signifikan terhadap biaya produksi adalah biaya energi dengan kisaran antara 20-30 persen.

Baca juga: Solusi Schneider Electric untuk Tingkatkan Produktivitas Industri Manufaktur

Business Vice President Industrial Automation Schneider Electric Indonesia & Timor Leste Hedi Santoso menyampaikan, pengelolaan energi menjadi salah satu area kritis karena risikonya cukup tinggi dan harus dioptimalkan oleh agar dapat kompetitif serta berkelanjutan.

Pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan energi dapat membantu perusahaan menganalisis konsumsi energinya dan mengambil keputusan berdasarkan data real-time untuk meningkatkan efisiensi serta mengurangi biaya energi hingga 50 persen.

“Digitalisasi juga memungkinkan perusahaan memiliki kemampuan analisis prediktif berbasis data atas kemungkinan terjadinya gangguan serta melakukan tindakan preventif sebelum terjadi kegagalan yang dapat merugikan perusahaan,” ujar Hedi.

Tuntutan konsumen masa depan

Kesadaran konsumen akan korelasi antara pilihan produk yang dikonsumsi dengan konstribusinya terhadap dampak lingkungan terus meningkat.

Gerakan mengurangi penggunaan kantong plastik, menggunakan produk daur ulang, serta menghemat penggunaan listrik dan air sedikit demi sedikit mulai menjadi kebiasaan baru.

Konsumen di negara yang sudah lebih maju bahkan telah meminta brand produk yang dikonsumsinya untuk secara transparan mengaudit kegiatan operasionalnya berdasarkan prinsip-prinsip keberlanjutan.

Konsumsi energi listrik diperkirakan akan meningkat signifikan dalam dua dekade ke depan yang diakibatkan oleh pertumbuhan populasi masyarakat yang diprediksi mencapai 8,5 miliar orang pada 2030.

Produksi energi listrik akan bertumbuh lebih dari 70 persen dalam 20 tahun ke depan yang dipicu oleh urbanisasi dan standar hidup yang tinggi. Tuntutan konsumen masa depan terhadap keberlanjutan lingkungan ini akan menciptakan standar baru di industri dan menjadi alarm untuk segera mengambil langkah perubahan dalam pengelolaan kegiatan bisnisnya.

Sektor industri kecil menengah (IKM) nasional harus jeli dalam mengantisipasi tantangan masa depan ini terutama agar dapat lebih kompetitif dalam menggarap pasar global.

Net zero gas rumah kaca

Pemerintah Indonesia tahun lalu meningkatkan target Nationally Determined Contribution (NDC) untuk penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen melalui pendanaan APBN/APB serta 41 persen dengan bantuan internasional pada 2030, sebagai aksi lanjutan dari komitmen global dalam pertemuan G20 di Pittsburgh tahun 2009 lalu.

Pemerintah Indonesia juga menyatakan komitmennya untuk menggunakan energi terbarukan yang ditargetkan mencapai 23 persen dari total penggunaan energi pada 2030 dan 31 persen pada 2050.

Pengelolaan energi berbasis teknologi digital menjadi agenda utama para pemimpin dunia untuk menciptakan hubungan yang lebih berkelanjutan antara konsumsi energi dan pertumbuhan bisnis. Cepat atau lambat, mau tidak mau, sektor industri termasuk IKM nasional harus beralih dari pengelolaan konvensional dan membuat rencana pengelolaan energi yang lebih strategis.

Baca juga: Kamu Harus Tahu, Ini 3 Tips Membangun Usaha di Tengah Pandemi

“Sekarang waktunya bagi IKM nasional untuk memperkuat keunggulan kompetitif, meningkatkan profitabilitas, memenuhi ekspektasi pemerintah dan konsumen masa depan, serta memastikan kelangsungan bisnis dengan cara membuat rencana pengelolaan energi secara lebih strategis,” ujar Hedi.

Hedi pun mengatakan bahwa Schneider Electric terus mendorong dan membantu para perusahaan dari sektor IKM untuk dapat bertahan di masa pandemi dengan semakin produktif dan efisien melalui pemanfaatan solusi digital yang terbuka dan dapat diskalakan.

Sabtu, 13 Maret 2021

Kamu Harus Tahu, Ini 3 Tips Membangun Usaha di Tengah Pandemi

cara membangun badan usaha

Hi guys!

Selama pandemi Covid-19, banyak perusahaan yang merugi dan gulung tikar. Beberapa penyebab yang kerap ditemui adalah menurunnya daya beli masyarakat, tidak ada inovasi untuk bertransformasi secara digital, dan tidak adanya legalitas usaha yang kuat. Untuk lebih jelasnya, mari kita bedah satu per satu.

Pertama, daya beli masyarakat menurun. Faktor ini menjadi alasan terbesar mengapa banyak usaha mikro kecil menengah (UMKM) merugi dan pailit. Selama pandemi, banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan mereka karena adanya penghematan pengeluaran yang dilakukan perusahaan.

Tak jarang pula perusahaan yang memotong pendapatan karyawan mulai dari 10-50 persen tergantung kebijakan masing-masing. Alhasil, masyarakat akan berpikir dua kali untuk mengeluarkan uang mereka.

Baca juga: Kupas Tuntas Skill Academy, Platform Pelatihan Prakerja Terlengkap

Kedua, banyak UMKM yang tidak menjalankan inovasi baru, terutama dalam hal go digital. Seperti kita ketahui, sekarang adalah eranya digital. Semua barang dan jasa yang ingin kita beli hampir tersedia di toko online atau marketplace.

Bila UMKM belum melakukan transformasi digital selama masa pandemi, bisa dikatakan usaha yang mereka jalani lambat laun akan terperosok ke dalam jurang kerugian.

Sebab, banyak orang kini lebih memilih melakukan belanja online dibandingkan datang ke toko fisik. Selain dapat menghindari kerumunan, berbelanja online juga dapat meminimalisasi transaksi secara tunai. Jadi, potensi tertular virus SARS-CoV-2 pada transaksi jual beli dapat berkurang.

Ketiga, banyak UMKM yang ternyata belum memiliki badan usaha. Menurut data yang dihimpun katadata.co.id, 96 persen usaha di industri kreatif belum memiliki legalitas berbadan hukum.

Data badan usaha di Indonesia

Selain itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat, setidaknya 7 dari 10 usaha di industri kreatif di Indonesia tidak berbadan hukum. Akibatnya, banyak perusahaan tersebut bermasalah dalam pembagian aset pribadi dan berpeluang gulung tikar bila terjadi sesuatu yang genting, seperti krisis ekonomi.

Oleh karena itu, sebaiknya kamu sudah mulai memikirkan untuk mendaftarkan usaha kamu secara resmi. Bila kamu masih bingung bagaimana cara mendaftarkan usaha dan memilih badan usaha yang tepat, mungkin kamu bisa mengikuti kelas yang disediakan Skill Academy by Ruangguru.

Di Skill Academy, ada kelas rekomendasi dengan topik “Bisnis Rumahan/UMKM Harus Tau: Menentukan Badan Usaha”. Kelas ini dibawakan oleh Abdilla Lahuddin, yakni seorang Legal Counsel yang telah memiliki banyak pengalaman di perusahaan startup.

Pada kelas tersebut, total ada 6 topik utama yang akan kamu pelajari, yakni mengenal badan usaha, bentuk-bentuk badan usaha di Indonesia, cara mendirikan badan usaha di Indonesia, mengubah bentuk badan usaha di Indonesia, tanya jawab seputar badan usaha dengan lawyer, dan ringkasan dari semua materi pembelajaran.

Bisnis Rumahan/UMKM Harus Tau: Menentukan Badan Usaha

Selain keenam topik tersebut, kamu juga bisa mengikuti pre-exam dan exam untuk mengasah pengetahuan yang telah kamu dapati. Eits, tak hanya sampai di situ, kamu juga berkesempatan mengikuti career mentoring secara gratis juga lho.

Pada career mentoring, kamu akan mempelajari bagaimana caranya membuat CV, menulis surat lamaran, menyusun profil LinkedIn, dan menghadapi interview. Satu lagi, kamu juga akan mendapatkan sertifikat usai mengikuti kelas di Skill Academy.

Jadi, sudah siap belajar tentang badan usaha untuk pelaku bisnis UMKM di Skill Academy? Langsung aja sob ke website resmi Skill Academy atau download aplikasinya sekarang juga di AppStore atau PlayStore karena banyak promo menarik dan cashback yang bisa kamu dapatkan.

Semoga usaha kamu berhasil, ya! Selamat berjuang!

Kamis, 11 Maret 2021

Solusi Schneider Electric untuk Tingkatkan Produktivitas Industri Manufaktur

Teknologi Industri manufaktur

Sebelum pandemi Covid-19 terjadi, produktivitas industri manufaktur bergerak ke arah perlambatan. Bahkan, United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) mencatat bahwa produksi manufaktur dunia mengalami perlambatan secara keseluruhan pada 2019. Kemudian, semakin diperparah oleh krisis ekonomi yang dipicu Covid-19.

Buktinya, pada kuartal II 2020, output manufaktur global turun signifikan sebesar 11,1 persen dan hanya pulih sedikit di paruh kedua 2020.

Business Vice President Industrial Automation Schneider Electric Indonesia & Timor Leste Hedi Santoso mengatakan, sesuatu yang dapat dipelajari dari masalah tersebut adalah bagaimana industri modern dapat bertahan.

“Hanya saja, kebanyakan teknologi digital dan automasi yang ada saat ini belum benar-benar dapat mendukung pelaku industri mencapai ketahanan secara efisien dan berkelanjutan. Untuk melihat perubahan nyata dalam ketahanan, efisiensi, dan keberlanjutan sektor industri, seluruh ekosistem industri perlu mengambil langkah berani dengan menerapkan automasi universal untuk industri masa depan,” jelas Hendi.

Automasi universal merupakan komponen perangkat lunak automasi sebuah industri yang dipasang dan diproduksi berdasarkan standar IEC61499. Automasi universal adalah dasar dari aplikasi automasi industri.

Dengan menghilangkan hambatan teknologi, automasi universal memungkinkan fasilitas produksi manufaktur dan proses industri dengan cepat diprogram ulang oleh para insinyur sesuai kebutuhan, bahkan dari jarak jauh. Kelincahan dan produktivitas yang meningkat ini diperlukan untuk memenuhi pola permintaan konsumen yang berubah-ubah, sekaligus menjadi solusi terhadap kendala keterbatasan seperti yang disebabkan oleh pandemi pada saat ini.

Penerapan standar IEC61499 untuk interoperabilitas dan portabilitas mengurangi banyak tantangan yang dihadapi industri saat ini. Adopsi standar umum di seluruh vendor memastikan sistem perangkat keras dan perangkat lunak yang berbeda dapat memanfaatkan teknologi canggih.

Baca juga: Kupas Tuntas Skill Academy, Platform Pelatihan Prakerja Terlengkap

Sistem interoperabilitas juga memiliki potensi besar untuk melakukan pemeliharaan secara lebih proaktif dan prediktif sehingga dapat meningkatkan efisiensi. Pemeliharaan prediktif ini dapat menghemat sekitar 8-12 persen dibandingkan pemeliharaan preventif dan hingga 40 persen dibandingkan pemeliharaan reaktif.

“Dengan automasi universal, sektor industri dapat menciptakan sistem operasional otomatis yang cerdas dengan kemampuan konfigurasi dan perbaikan secara mandiri. Hal ini dapat terwujud dengan adanya kolaborasi dari seluruh ekosistem industri,” jelas Hedi.

Jumat, 19 Februari 2021

Bikin Kerja Lebih Nyaman, Ini 4 Jenis Partisi Kantor yang Bisa Kamu Pilih!

Partisi kantor dari Arkadia Furniture

Hi guys!

Keberadaan partisi kantor penting untuk menunjang kinerja para karyawan saat bekerja. Hal tersebut bukan tanpa alasan karena keberadaan partisi atau penyekat dapat membantu karyawan lebih fokus dan bisa pula meningkatkan produktivitas.

Tanpa adanya partisi, bisa jadi karyawan menjadi tidak fokus karena perhatiannya kerap terganggu oleh lalu lalang karyawan lain.

Saat ini, terdapat banyak jenis partisi yang bisa kamu gunakan sesuai selera dan kebutuhan. Beberapa jenis partisi ini pun cocok digunakan di dalam kantor maupun instansi pemerintahan.

Baca juga: Apakah Memungkinkan Karyawan Kembali Bekerja di Kantor?

Namun, harap diperhatikan bahwa setiap jenis partisi memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Berikut adalah pilihan rekomendasi jenis partisi yang bisa kamu pilih guna meningkatkan kinerja maupun produktivitas karyawan di kantor.

1. Partisi bilik

Jenis partisi satu ini memang sangat populer dan paling banyak digunakan pada gedung perkantoran yang ada di Indonesia. Selain itu, partisi bilik juga dapat menghadirkan privasi yang lebih terjaga bagi para karyawan.

Model partisi bilik biasanya mampu menyekat ruangan hingga empat bagian. Tidak heran apabila jenis partisi ini sangat direkomendasikan.

2. Partisi akordeon

Pilihan partisi kantor berikutnya adalah partisi akordeon. Partisi akordeon mempunyai kemiripan dengan partisi bilik, yakni pada bagian komposisi meja yang rapat. Namun, partisi akordeon mempunyai ukuran lebih tinggi dibandingkan partisi bilik.

Adapun kelebihan dari partisi akordeon adalah bisa dibuka atau ditutup sehingga memberikan kenyamanan para karyawan untuk berkomunikasi.

3. Partisi portabel

Apabila kamu mempunyai ruangan kantor dengan konsep minimalis, partisi portabel bisa menjadi pilihan terbaik. Partisi portabel juga sangat cocok untuk area perkantoran yang fleksibel. Jadi, ketika ada perubahan tata letak meja, partisi portabel bisa dengan mudah dipindahkan.

4. Partisi kaca

Jenis partisi kantor berikutnya yang bisa kamu gunakan adalah partisi kaca. Jenis partisi ini biasanya digunakan oleh perusahaan untuk menyekat jenis ruangan tertentu, seperti ruangan manajer, kepala divisi, atau ruang meeting.

Adapun keunggulan dari partisi jenis ini adalah dapat meredam suara bising yang berasal dari luar. Alhasil, segala gangguan kebisingan yang berasal dari luar ruangan tidak akan terdengar. Kamu pun bisa lebih fokus dalam bekerja.

Baca juga: Jangan Biarkan Ruang Server di Kantor Berantakan, Ini 6 Langkah Menatanya...

Akan tetapi, jenis partisi kaca memiliki sejumlah kekurangan, salah satunya dapat terlihat dari luar karena tembus pandang. Namun, kamu juga bisa memberikan opsi lain dengan menggunakan penutup tirai agar tak terlihat dari luar.

Keberadaan partisi di dalam sebuah kantor memang menjadi hal yang cukup penting keberadaannya karena dapat meningkatkan privasi seseorang. Jika saat ini kamu sedang mencari partisi kantor terbaik dan berkualitas, arkadiafurniture.co.id bisa menjadi solusi andal.

Semoga bermanfaat!

Kamis, 18 Februari 2021

Kupas Tuntas Skill Academy, Platform Pelatihan Prakerja Terlengkap

Review Skill Academy sebagai platform pelatihan Kartu Prakerja

Hai guys!

Kartu Prakerja jadi perbincangan hangat sepanjang 2020 hingga awal 2021 ini. Bagaimana tidak, pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia membuat banyak orang kehilangan pekerjaan dan kesempatan berusahanya.

Lho, kok bisa? Sebab, banyak perusahaan dan unit usaha yang terdampak secara langsung maupun tidak langsung akibat krisis pandemi. Sejak adanya pandemi, banyak perusahaan menghemat pengeluaran dengan cara memutus hubungan kerja banyak karyawan. Kemudian, daya beli masyarakat juga menurun yang berakibat pada turunnya pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Baca juga: Yuk, Dekor Ulang Kamar Biar Makin Semangat Kerja di Rumah

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah Indonesia menelurkan sejumlah kebijakan untuk membantu masyarakat Indonesia yang terdampak krisis, salah satunya dengan menghadirkan Kartu Prakerja.

Kartu Prakerja membantu masyarakat dengan memberikan insentif finansial dan berbagai pelatihan yang relevan dengan berbagai jenjang karier profesional. Dalam perjalanannya, Kartu Prakerja pun menggandeng Skill Academy by Ruangguru untuk menjalankan pelatihan online terbaik bersertifikat guna meningkatkan kualitas softskill, hardskill, dan kepercayaan diri generasi penerus bangsa.

Keunggulan Skill Academy

Sebagai platform berbasis pendidikan terbesar di Indonesia, Skill Academy telah dipercaya oleh lebih dari 22 juta pengguna dari 100 bidang pelajaran. Berbagai kelas bisnis dan hobi pun hadir di Skill Academy dengan menyediakan semua keterampilan terlengkap serta harga yang terjangkau.

Adapun beberapa keunggulan yang dihadirkan Skill Academy sebagai platform pelatihan terbaik Kartu Prakerja. Melansir blog Skill Academy, simak ulasan berikut untuk mengetahuinya.

1. Mentor berkualitas

Skill Academy menghadirkan mentor atau instruktur berkualitas di bidangnya masing-masing. Untuk semakin meyakinkan kamu memilih kelas dan instruktur yang tepat, kamu juga bisa melihat profil instruktur yang menjelaskan kemampuan, jenjang karier, dan biodata profesional yang ia miliki. Dengan begini, kamu jadi gak perlu ragu deh buat ikut kelas pelatihan di Skill Academy.

Skill Academy platform terbaik pelatihan prakerja dengan menghadirkan mentor berkualitas

2. Kelas online melalui video interaktif

Kelas online yang disediakan Skill Academy hadir melalui video interaktif yang menyenangkan untuk diikuti. Selain itu, kamu juga bisa mengakses video pelatihan yang sudah dibeli kapan saja tanpa ada masa kedaluarsa. Jadi, kamu dapat menonton berulang-ulang jika membutuhkan di kemudian hari.

3. Harga terjangkau dan banyak diskon

Guna menjangkau seluruh masyarakat Indonesia untuk mendapatkan akses belajar yang berkualitas dan murah, semua kelas yang ada di Skill Academy terbilang terjangkau dengan rata-rata di bawah Rp 500.000. Selain terjangkau, Skill Academy juga selalu memberikan diskon atau potongan harga hingga 80 persen dari harga yang diatawarkan. Waaah, asyik banget!

4. Ada tes dan rangkuman materi

Semua pelatihan di Skill Academy dilengkapi dengan tes penguasaan materi di bagian tengah atau akhir pelatihan. Dengan adanya tes ini tentu akan membantu kamu menguasai materi secara lebih mendalam. Selain itu, ada pula rangkuman materi di akhir pelatihan. Jadi, kamu gak perlu repot tuh catet semua materi yang ada. As simple as that!

Skill Academy sebagai platform terbaik pelatihan prakerja dengan menyediakan tes dan rangkuman materi

5. Dapat sertifikat

Setelah menyelesaikan pelajaran atau pelatihan, kamu akan mendapatkan sertifikat. Ada dua jenis sertifikat yang akan kamu dapatkan, yakni sertifikat telah mengikuti pelatihan dan sertifikat penilaian untuk post-test.

Jadi, kamu bisa menggunakan sertifikat ini untuk melamar pekerjaan yang relevan dengan pelatihan yang diikuti.

Baca juga: Berkunjung ke Jepang, Berikut 5 Etiket yang Wajib Diketahui

Nah, itu dia ulasan beberapa keunggulan yang dihadirkan Skill Academy sebagai platform pelatihan terbaik Kartu Prakerja. Semoga ulasan ini bermanfaat untuk kamu, ya. 

Selamat menikmati proses belajar dan semoga sukses menapaki tangga kesuksesan dalam berkarier!

4 Keuntungan E-Commerce Menggunakan Jasa Layanan Data Center Indonesia

Nex Data Center menyediakan pelayanan data center di Indonesia

Hai guys!

Saat ini e-commerce menjadi salah satu ekosistem digital yang banyak digunakan orang, baik untuk berbelanja maupun berjualan online. Karena banyaknya pengguna yang berkunjung, e-commerce   sangat membutuhkan peran data center atau pusat data.

Untuk membangun data center, perusahaan e-commerce bisa membangunnya sendiri atau menggunakan jasa layanan data center Indonesia.

Baca juga: Peran Vital Data Center dalam Menyambut Tren Digitalisasi Industri

Namun, ada baiknya nih pemilik e-commerce lebih memilih menggunakan layanan data center dibandingkan membangun data center sendiri. Sebab, banyak keuntungan yang bisa e-commerce dapatkan bila menggunakan jasa layanan data center.

Nah, apakah kamu ingin tahu apa saja keuntungan yang bisa diperoleh perusahaan e-commerce dari penggunaan jasa layanan data center Indonesia? Simak ulasan berikut, ya.

1. Data tersimpan lebih aman

Salah satu keuntungan penggunaan data center Indonesia bagi perusahaan e-commerce adalah data yang tersimpan pada data center bisa dipastikan lebih aman. Sebab, perusahaan penyedia jasa data center sudah mempunyai sistem keamanan yang baik sehingga data yang tersimpan akan terjaga dengan baik.

Ada dua jenis pengamanan yang dilakukan selama 24 jam. Pertama, keamanan fisik data center yang dijaga oleh pihak security berpengalaman. Kedua, keamanan digital melalui CCTV.

Baca juga: Anti-boncos! 3 Langkah Kurangi Biaya Operasional Data Center Perusahaan

Nah, dengan sistem keamanan double ini, sudah sangat pasti jika data yang tersimpan pada data center tidak akan mudah diretas atau bahkan disebar oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

2. Meningkatkan bandwidth

Selanjutnya, dengan menggunakan jasa layanan data center, perusahaan e-commerce bisa meningkatkan bandwidth. Peningkatan bandwidth akan memengaruhi kelancaran bisnis e-commerce itu sendiri. Dengan semakin besar kapasitas bandwidth, maka data yang diakses akan lebih banyak dan lebih cepat.

Selain itu, dengan kecepatan akses serta banyaknya data yang diakses tentu sangat menguntungkan perusahaan e-commerce. Konsumen pun akan lebih puas berbelanja pada e-ecommerce yang kamu kelola karena website atau aplikasinya mudah diakses.

3. Adanya power supply

Sebuah perusahaan jasa data center pasti memiliki power supply. Power supply ini bisa menjaga pasokan listrik yang ada sehingga mampu meminimalisasi gangguan listrik pada data center.

Baca juga: 4 Pilar Penting Membangun Data Center Perusahaan

Hal tersebut tentu baik bagi perusahaan e-commerce. Server pun jadi lebih aman dan tidak mengalami gangguan. Di lain sisi, meskipun nanti terjadi gangguan akibat pemadaman listrik, masalah ini akan cepat ditangani oleh para teknisi.

4. Pertukaran data lebih lancar

E-commerce yang memiliki website yang lebih mudah diakses akan lebih disukai konumen. Perusahaan e-commerce pun bisa mendapatkan banyak keuntungan.

Apakah kamu tahu apa yang membuat website e-commerce tersebut mudah diakses? Jawabannya adalah layanan data center yang memungkinkan pertukaran data terjadi lebih cepat.

Nah, itulah keuntungan dari penggunaan layanan data center bagi e-commerce. Untuk itu, jika kamu memiliki bisnis e-commerce, jangan ragu untuk menggunakan jasa data center. Salah satu data center di Indonesia yang recommended adalah NEX Data Center. Kunjungi nexdatacenter.com untuk mengetahui lebih detail tentang NEX Data Center, ya.