Senin, 18 Januari 2021

Lebih Penting Mana di Sektor Industri Manufaktur, Tim IT atau OT?

teknologi industri manufaktur dari Schneider Electric

Industri manufaktur memiliki keunggulan sebagai salah satu segmen otomatisasi industri yang tumbuh paling cepat dan pendorong utama yang memengaruhi transformasi digital. Dalam transformasi digital, perusahaan pun memerlukan teknologi otomatisasi untuk memudahkan proses produksi.

Untuk mendapatkan manfaat penuh dari otomatisasi industri (industrial automation), perusahaan tidak dapat mengandalkan solusi berbasis cloud saja. Sebab, kecepatan dan ketahanan yang diminta oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence), machine learning, dan teknologi industri 4.0 lainnya membutuhkan infrastruktur IT lokal guna menyediakan daya pemrosesan dan penyimpanan.

Infrastruktur tersebut dapat hadir dalam berbagai lingkup dan ruang, tetapi jika berada di lingkungan industri seperti pabrik atau pusat distribusi, hal itu dikenal sebagai komputasi tepi industri atau industrial edge computing.

Vice President ARC Advisory Group Craig Resnick mengatakan, industrial edge computing sangat penting untuk membantu produsen mengukur kinerja aset dengan tepat, mengidentifikasi area masalah dengan cepat, dan membuat perubahan dalam waktu nyata untuk meningkatkan operasi serta memberikan ROI sesingkat mungkin,” jelasnya.

Baca juga: 2021 Masih WFH, Data Center Perusahaan Harus Andal!

Dalam sebuah industri, baik itu pabrik manufaktur atau fasilitas pengolahan air limbah, industrial edge computing digunakan untuk menggerakkan mesin dan proses yang diklasifikasikan sebagai operation technology (OT).

Meski demikian, ternyata tak banyak staf OT yang memiliki pengalaman untuk memasang atau mengoperasikan server, penyimpanan, perangkat lunak, dan peralatan jaringan yang penting untuk edge computing. Sebab, sistem semacam itu secara tradisional merupakan bidang IT.

Untuk mengatasi permasalahan itu, integrator sistem industri dan penyedia solusi IT dapat membantu perusahaan menjembatani kesenjangan tim IT dan OT. Schneider Electric, salah satu perusahaan yang fokus pada teknologi dan otomatisasi pun telah berinvestasi dalam sumber daya yang dapat membantu integrator sistem industri serta penyedia solusi IT memanfaatkan peluang edge computing.

Schneider Electric juga menawarkan pembelajaran pengembangan profesional baru untuk membantu integrator sistem industri menetapkan diri mereka sebagai konsultan IT dan OT tepercaya bagi pelanggan mereka.

Terakhir, ada pula Industrial Edge Computing Forum yang dihadirkan oleh Schneider Electric Exchange. Forum ini memungkinkan integrator sistem industri dapat mengidentifikasi dan terlibat dengan penyedia solusi IT bersertifikat edge computing.

Rabu, 13 Januari 2021

2021 Masih WFH, Data Center Perusahaan Harus Andal!

Data center perusahaan untuk mendukung WFH karyawannya

Pada 1951, orang-orang percaya bahwa setiap keluarga akan memiliki setidaknya satu helikopter di garasi mereka pada abad ke-21. Kemudian, Arthur C. Clarke, penulis buku A Space Odyssey (2001) berkata bahwa pada 1966 ada prediksi yang mengatakan pada 2020 semua rumah dapat terbang.

Sebuah prediksi yang masih kita harapkan dapat terwujud di tahun-tahun mendatang.

Di lain sisi, kita baru saja memasuki tahun baru 2021. Senior Vice President of EcoStruxure Solutions and CMO of Secure Power Division di Schneider Electric Kevin Brown pun tak mau ketinggalan memberikan prediksinya tentang dunia teknologi, terutama yang terkait dengan data center.

Baca juga: Mengenal Teknologi EcoStruxure IT with Public API dan EcoStruxure for Data Centers

Dilansir dari laman resmi Schneider Electric, berikut 4 prediksi yang Kevin Brown kemukakan. Selamat membaca!

1. Data center andal untuk new normal

Aktivitas bekerja dari rumah atau work from home (WFH) akan tetap ada pada 2021 seiring dengan peningkatan penggunaan internet di rumah. Bisa dikatakan, transformasi digital yang terjadi pada 2020 biasanya dapat tercapai dalam waktu 2 tahun. Namun, akibat adanya pandemi Covid-19, transformasi digital dapat dicapai hanya dalam kurun 2 bulan saja.

Selain itu, untuk memungkinkan perpindahan aktivitas dari kantor ke rumah, kualitas koneksi internet jadi semakin penting. Ini membutuhkan ekosistem kolaboratif guna membangun data center dan jaringan yang diperlukan untuk mendukung new normal.

2. 5G akan semakin meroket

Gegap gempita terkait kehadiran 5G akan masih berlanjut pada 2021. Seiring waktu, pengguna 5G akan kian bertambah mengingat adanya peningkatan kualitas bandwidth dan menghadirkan latensi yang lebih rendah. Hal ini tentu akan mempercepat transformasi digital di semua lini kehidupan.

Baca juga: Mengenal EcoStruxure Plant Advisor sebagai Teknologi Pintar Operasional Pabrik

3. Teknologi software terbaru

Saat ini, Schneider Electric sedang mengembangkan software analyticssoftware management tools, dan kemampuan layanan yang diperlukan pada masa mendatang untuk teknologi yang lebih tangguh serta berkelanjutan.

Menurut Kevin, pengguna layanan harus merasa nyaman dengan berbagi data melalui cloud dan memahami model bisnis yang berbeda. Selain itu, pengalaman pada 2020 akan mendorong adopsi yang lebih cepat dari pendekatan baru terkait lingkungan hybrid IT.

4. Tantangan energi

Selama pandemi, banyak restoran yang menerapkan pemesanan makanan melalui smartphone. Tak hanya restoran, aktivitas ini juga terjadi ketika kamu hendak menggunakan layanan transportasi umum, naik pesawat, membeli sayuran, dan lain sebagainya.

Pengalaman touch less ini akan semakin menjamur pada 2021. Teknologi yang hadir di baliknya pun memiliki peran yang signifikan. Mulai dari kecanggihan kamera beresolusi tinggi hingga sistem pengenalan wajah, memerlukan banyak informasi. Dalam hal ini, edge data center berskala besar untuk memproses informasi lebih banyak pun diperlukan.

Baca juga: Sambut Tahun Baru, Yuk Renovasi Rumah Baru!

Oleh karena itu, Schneider Electric memperkirakan bahwa jutaan pusat data mikro baru akan terpasang dalam lima tahun ke depan. Sejalan dengan perkiraan ini, edge data center akan mengonsumsi lebih banyak energi dalam 5-10 tahun ke depan. Inilah yang akan menjadi tantangan industri teknologi untuk menghasilkan data center yang hemat energi.

Senin, 11 Januari 2021

Mengenal Teknologi EcoStruxure IT with Public API dan EcoStruxure for Data Centers

Teknologi EcoStruxure for Data Centers dari Schneider Electric

Pertumbuhan pasar data center global diperkirakan akan terus meroket hingga 304,87 juta dollar AS pada 2020-2024. Pertumbuhan tercepat terjadi di kawasan Asia Pasifik.

Perusahaan pemeringkat saham dan obligasi asal Amerika Serikat S&P merilis studi bahwa kawasan Asia Pasifik akan mencapai  peningkatan pasar data center sekitar 10 persen compound annual growth rate (CAGR) pada 2017-2022.

Perencanaan untuk meningkatkan infrastruktur data center dengan pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI) dan otomasi pun semakin menjadi prioritas banyak perusahaan. Hal itu bertujuan mendorong efisiensi operasional dan ketahanan bisnis.

Business Vice President Secure Power Schneider Electric Indonesia & Timor Leste Yana Achmad Haikal mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 mendorong perusahaan semakin tertarik pada teknologi prediktif dan kapabilitas jarak jauh untuk data center mereka.

“Pasalnya, teknologi tersebut mampu membantu departemen teknologi informasi (TI) memprediksi gangguan yang tidak direncanakan,” jelas Yana.

Baca juga: Schneider Electric Luncurkan EcoStruxure Plant Advisor untuk Efisiensi Operasional Pabrik

Menurut perusahaan analisis Aberdeen Research, gangguan bisnis berpotensi merugikan perusahaan sekitar 260.000 dollar AS per jam, tergantung jenis industrinya.

Selama bertahun-tahun, AI dan pembelajaran mesin (machine learning) telah mengalami perkembangan besar.

Dalam hal data center, algoritma yang telah dibangun untuk otomasi dan pemeliharaan prediktif menjadi lebih disempurnakan sehingga memungkinkan tim TI lebih fokus pada strategi perencanaan dibandingkan mengerjakan tugas yang bersifat rutinitas.

“Algoritma memanfaatkan data historis untuk memprediksi segala gangguan dengan lebih akurat saat pemeliharaan dibutuhkan,” jelas Yana.

Algoritma tidak hanya dapat memberikan peringatan kepada departemen TI mengenai kemungkinan terjadi kegagalan, sistem cerdas ini juga dapat meminimalisasi kemungkinan kegagalan berkat model pemeliharaan prediktif berbasis data.

“Situasi pandemi menyadarkan perusahaan yang masih mengandalkan staf pendukung data center bahwa kondisi yang tak terduga ini menyebabkan ruang gerak mereka menjadi terbatas dan tidak memiliki visibilitas ke dalam operasional data center,” ujar Yana.

Untuk itu, perusahaan bisa memanfaatkan platform manajemen berbasis cloud generasi terbaru, seperti EcoStruxure IT with Public API. Dengan platform tersebut, staf TI dapat mengelola data center dari jarak jauh dan dengan cara yang jauh lebih aman.

Perusahan juga bisa meningkatkan kecerdasan dan otomasi infrastruktur data center agar jadi lebih andal dan efisien, baik dalam hal konsumsi maupun pengelolaan energi.

Berdasarkan data Departemen Energi Amerika Serikat, pemeliharaan prediktif (yang memungkinkan untuk melakukan perbaikan perangkat fasilitas sebelum terjadi kerusakan) dapat menghemat biaya sekitar 8-12 persen dibandingkan pemeliharaan preventif yang secara teratur dijadwalkan.

Selain itu, pemeliharaan prediktif juga lebih hemat 40 persen dibandingkan perawatan reaktif. Perawatan reaktif merupakan sebuah tindakan yang dilakukan tim TI saat peralatan atau sistem sudah terganggu.

Baca juga: Hindari Mati Listrik Tak Terduga, Ini 5 Manfaat Penggunaan Teknologi EcoStruxure Power

AI dan pembelajaran mesin akan mendukung manajemen infrastruktur data center. Disrupsi teknologi seperti ini akan mengintegrasikan manusia dan mesin dalam mengelola data center digital.

“Seiring dengan kemajuan transformasi digital, kita akan melihat data center berkembang berdasarkan pengalaman dunia nyata dan didorong oleh permintaan akan tingkat profitabilitas yang semakin tinggi dari perusahaan”, kata Yana.

Untuk membantu perusahaan dalam membangun ekosistem data center yang pintar, andal, berkelanjutan, dan ramah lingkungan, Schneider Electric juga menghadirkan solusi teknologi EcoStruxure for Data Centers.

Pemanfaatan teknologi data center pintar dan energi baru terbarukan dalam penerapan edge computing dapat memperkuat kemampuan pelaku industri dalam menjawab kebutuhan komunitas bisnis akan akses data yang semakin cepat dan terintegrasi, koneksi internet yang stabil, keamanan data, dan meningkatkan efisiensi konsumsi energi serta biaya operasional.

Solusi EcoStruxure for Data Center dari Schneider Electric mengintegrasikan manajemen listrik, gedung dan TI sehingga klien dapat memperoleh pemahaman menyeluruh terhadap performa data center-nya dan membantu pengambilan keputusan yang tepat berbasis data real-time.

Didukung oleh staf dan mitra terbaik, solusi tersebut telah banyak membantu transformasi digital perusahaan dan terbukti dapat meningkatkan efisiensi konsumsi energi hingga 38 persen, efisiensi biaya energi hingga 30 persen, peningkatan produktivitas hingga 60 persen, dan data center uptime hingga 100 persen.

Sabtu, 26 Desember 2020

Schneider Electric Luncurkan EcoStruxure Plant Advisor untuk Efisiensi Operasional Pabrik

Teknologi EcoStruxure Plant Advisor dari Schneider Electric

Perusahaan industri modern saat ini berada di bawah tekanan yang sangat besar untuk meningkatkan ketangkasan guna memenuhi permintaan global yang dinamis. Di lain sisi, industri juga harus tetap fokus pada efisiensi biaya dan tenaga operasional pabrik.

Atas dasar itu, perusahaan yang bergerak di bidang transformasi digital dan otomatisasi, Schneider Electric meluncurkan teknologi terbarunya yang diberi nama EcoStruxure Plant Advisor. Bisa dibilang, teknologi ini adalah evolusi berikutnya dalam manajemen pabrik digital Industrial Internet of Things (IIoT).

Baca juga: Bagaimana Peran Teknologi Otomatisasi Tahun 2021?

Pada EcoStruxure Plant Advisor, platform IIoT kini menjadi lebih terbuka untuk memberikan insight penting mengenai proses dan data operasional pabrik. Data-data yang diberikan ini akan membantu menyeimbangkan peningkatan kinerja operasional, peningkatan kendali mutu, pengurangan penggunaan energi dan bahan baku, pemeliharaan yang lebih baik, serta peningkatan profit.

Pada dasarnya, ada tiga bagian utama yang menjadi kunci teknologi EcoStruxure Plant Advisor.

1. Konektivitas hibrid (egde/cloud): Pendekatan agnostik untuk mengelola siklus hidup konektivitas sumber data dalam model data industri yang sama.

2. Platform pemrosesan data industri dan analisis multisite: Agregasi dan pemrosesan data memungkinkan pemantauan jarak jauh dan langsung melalui analitik multisite yang beroperasi secara real-time.

3. Pembuat aplikasi: Kemampuan untuk membangun aplikasi khusus dalam lingkungan kode rendah atau bahkan tanpa kode. Memanfaatkan modul IoT prebuilt dan akses terpusat ke semua data produksi untuk memenuhi kebutuhan bisnis tertentu.

Adapun beberapa manfaat yang bisa industri dapatkan dari pemanfaatan teknologi EcoStruxure Plant Advisor:

  • Pengurangan 15% downtime listrik dan sistem operasional
  • Pengurangan 30% biaya perawatan
  • Pengurangan 8% biaya pemakaian energi
  • Pengurangan 6% konsumsi bahan baku
  • Peningkatan 6% kualitas output
  • Pengurangan 5% dalam biaya penarikan produk
  • Peningkatan pendapatan sebelum bunga dan pajak (EBIT) 6-11% dari pabrik tertentu

Dengan menggabungkan sejumlah data yang dihasilkan perusahaan industri ke dalam hub terpusat, EcoStruxure Plant Advisor akan memudahkan end-user untuk mengakses, menggabungkan, dan mengontekstualisasikan semua informasi terkait operasional pabrik.

Dengan demikian, industri manufaktur atau pabrik dapat menyongsong era digitalisasi dengan lebih efisien, terukur, dan adaptif.

Jumat, 25 Desember 2020

Bagaimana Peran Teknologi Otomatisasi Tahun 2021?

data center dari schneider electric

Tahun 2020 mungkin akan dikenang sebagai tahun yang tidak begitu baik untuk bisnis - kecuali jika kamu sudah melakukan transformasi digital dalam bisnis kamu.

Tidak diragukan lagi bahwa data center dan jaringan internet adalah pendorong transformasi digital saat ini. Namun, beberapa pertanyaan tetap ada, seperti bagaimana jenis data center yang cukup untuk mendukung pertumbuhan bisnis? Inovasi apa yang dibutuhkan dalam jaringan perusahaan untuk mengimbangi transformasi digital yang semakin cepat? Bisakah perusahaan mewujudkan data center yang lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan di masa depan?

Untuk menjawab sebagian besar pertanyaan-pertanyaan di Atas, mari simak ulasa berikut ini beberapa tren yang akan terjadi pada tahun depan, sebagai akibat dari peningkatan akselerasi dan otomatisasi digital.

1. Pengadopsian besar edge computing, Wi-Fi 6, dan 5G dalam manufaktur industri 4.0

Hambatan terbesar bagi industri manufaktur dalam menghadapi pandemi Covid-19 adalah keinginan untuk meminimalkan biaya dengan ketersediaan tenaga terampil.

Baca juga: Sambut Tahun Baru, Yuk Renovasi Rumah Baru!

Oleh karena itu, kunci utama industri manufaktur bertahan pada masa krisis adalah otomatisasi. Wi-Fi 6 dan 5G, misalnya.

Teknologi tersebut menghadirkan kapasitas besar, keandalan yang solid, dan fleksibilitas tanpa tambatan agar mesin dapat terhubung sepenuhnya. Selain itu, teknologi itu membuat semua sensor dapat berbagi data hampir secara real-time untuk mengoptimalkan dan meningkatkan produksi.

Kemudian, ada pula edge computing dari Schneider Electric yang bisa dimanfaatkan untuk memproses semua informasi mesin dan pengoptimalan proses.

2. Otomatisasi beban kerja IT meningkat

Otomatisasi beban kerja IT tidak hanya memastikan proses, alur kerja, dan tugas di seluruh sistem operasi berjalan secara efisien, tetapi juga akan meningkatkan skala di seluruh arsitektur komputasi hybrid dalam skala besar berjalan tanpa gangguan.

Baca juga: Penggunaan Energi Hijau, Kunci Data Center yang Sustainable

Oleh karena itu, perusahaan memerlukan data center yang andal untuk mendukung kinerja jaringan mereka. Untuk itu, mungkin kamu bisa mempertimbangan teknologi data center dari Schneider Electric dengan fitur EcoStruxure for Data Centers.

3. Dunia tanpa kontak dan sentuhan

Sebelum pandemi, dunia sedang dalam perjalanan untuk mengotomatiskan tiket dan boarding transportasi umum, check-in hotel, serta pemesanan dan persiapan makanan. Beberapa dari aktivitas ini melibatkan layar sentuh ​​yang pada masa ini, mungkin akan dihindari.

Kini, dunia akan menuju ke arah teknologi tanpa sentuhan yang dapat memanfaatkan ponsel pintar, perintah suara, dan deteksi wajah menggunakan teknologi integrated video analytics (IVA).

Baca juga: Apa yang Harus Dipertimbangkan Saat Memilih Panel Listrik di Rumah?

Selain itu, algoritma artificial intelligence (AI) akan digunakan pada aplikasi untuk menentukan suasana hati seseorang atau tingkah laku mereka dan untuk memprediksi apa tindakan mereka selanjutnya (dalam mengoperasikan aplikasi tersebut).

Krisis yang menimpa kita semua pada 2020 dipastikan akan meningkatkan penggunaan teknologi informasi serta kapasitas jaringan agar bisa beradaptasi. 

Memasuki tahun 2021, fokusnya adalah pada inovasi arsitektur dan jaringan komputasi untuk mendorong kinerja serta efisiensi yang lebih tinggi melalui otomatisasi.

Kamis, 24 Desember 2020

Sambut Tahun Baru, Yuk Renovasi Rumah Baru!

renovasi rumah jadi smart home dan menggunakan teknologi wiser

Saat ini, ada beragam alasan mengapa seseorang ingin merenovasi rumah mereka. Baik itu untuk sekadar memperbaiki beberapa sudut ruangan, mengganti nuansa interior, maupun merombak total seluruh bangunan rumah.

Apapun alasannya, hal terpenting yang harus kamu lakukan adalah merencanakan semua proses renovasi jauh-jauh hari. Lalu, apa saja yang harus dipersiapkan dalam merenovasi rumah? Yuk, simak ulasan berikut.

1. Rencanakan anggaran

Hal pertama dan terpenting yang harus diperhatikan adalah menentukan anggaran. Menurut situs Schneider Electric, proses renovasi dapat dilakukan secara efisien dan efektif bila kamu merencanakan dan mempertimbangkan anggaran.

Baca juga: Penggunaan Energi Hijau, Kunci Data Center yang Sustainable

Bila kamu tidak memiliki rencana anggaran, sangat tidak disarankan untuk terjun langsung ke proses renovasi. Sebab, hal ini akan membuat kamu sulit di kemudian hari. Pasalnya, rencana anggaran berperan dalam memastikan bahwa biaya yang kamu gunakan tidak kurang.

2. Lakukan penelitian

Rencana renovasi yang tidak dipikirkan pada akhirnya dapat menimbulkan banyak kekacauan dan kebingungan. Ada banyak sumber dan informasi yang tersedia yang dapat kamu manfaatkan untuk mengidentifikasi apa yang paling sesuai dengan kebutuhan kamu.

Kamu sebagai pemilik rumah juga dapat menemukan beberapa ide renovasi melalui riset. Perencanaan yang baik dan sistematis akan membuat proses renovasi jadi jelas dan lancar. Sebaliknya, perencanaan tanpa adanya riset mendalam akan membuat proses renovasi tidak efisien dan bisa memengaruhi biaya serta memakan waktu.

3. Gunakan jasa kontraktor

Setelah kamu memiliki rencana anggaran dan riset mengenai rumah idaman, langkah selanjutnya adalah menyewa kontraktor untuk mengerjakannya. Mengapa harus kontraktor? Sebab, dengan berkonsultasi bersama kontraktor akan membuat seluruh proses renovasi menjadi lebih sistematis.

Baca juga: 5 Fungsi Pemanfaatan Teknologi EcoStruxure Power dari Schneider Electric

Selain itu, kontraktor yang andal juga tak hanya memikirkan tentang bangunannya saja, tetapi membuat semua ruangan dan komponen yang ada di dalam rumah menjadi lebih fungsional. Misalnya dengan pemanfaatan teknologi pintar dari Schneider Electric, mulai dari Wiser Smart Home, panel listrik andal, tempat charger untuk mobil listrik, hingga termostat digital.

Dengan begitu, dekorasi rumah idaman bukan lagi sekadar angan-angan. Selamat mendekorasi rumah, ya!

Rabu, 23 Desember 2020

Penggunaan Energi Hijau, Kunci Data Center yang Sustainable

Teknologi data center harus sustainable untuk mengurangi emisi karbon

Pada masa mendatang, ketergantungan industri dan bisnis pada infrastruktur digital akan meningkat secara dramatis. Faktanya, pada 2035, Schneider Electric memperkirakan bahwa semua teknologi informasi akan mengonsumsi 8,5 persen listrik global. Berbeda jauh bila dibandingkan pada 2021 dengan konsumsi 5 persen. Dengan melonjaknya penggunaan listrik, data center memiliki peran vital.

Banyak operator data center saat ini, dari hyperscalers hingga cloud, dan penyedia layanan colocation, secara terbuka menyatakan komitmennya terhadap Net Zero (industri rendah karbon) dengan mengadopsi pendekatan yang lebih berkelanjutan untuk bisnis digital.

Baca juga: 5 Fungsi Pemanfaatan Teknologi EcoStruxure Power dari Schneider Electric

Microsoft, misalnya, telah mulai beralih ke penggunaan energi angin terbarukan. Sebuah tren yang kemungkinan akan terus meningkat karena kesadaran dan permintaan energi terbarukan dari end user serta pemerintah melonjak.

Dengan menetapkan strategi yang komprehensif, keberlanjutan data center yang ideal sebenarnya tidak serumit kedengarannya. Strategi yang dimaksud di antaranya termasuk desain data center, lokasinya, utilitas listrik, serta strategi manajemen operasional dan energi.

Saat ini ada banyak perusahaan dan organisasi yang bekerja sama dengan Schneider Electric telah mencapai peningkatan signifikan dalam program keberlanjutan mereka dan menuai manfaat jangka panjang.

Pengadaan energi terbarukan Global Equinix, misalnya, telah meningkat dari 30 persen menjadi 82 persen dalam tiga tahun terakhir, sementara penyediaan 100 persen energi terbarukan di Amerika Utara telah memberi mereka penghematan biaya sebesar 23,2 juta dollar AS atau setara Rp 330 triliun.

Di Eropa, 75 persen listrik Iron Mountain telah diubah menjadi tenaga hijau. Sementara itu, sistem operasi mereka di Inggris Raya, Irlandia, dan Benelux (Belanda, Belgia, Luksemburg) telah menggunakan 100 persen energi terbarukan. Ini tidak hanya menghemat uang dan mengurangi jejak karbon, tetapi juga menghasilkan energi bersih yang cukup untuk memberi daya yang setara dengan 56.000.

Baca juga: Apa yang Harus Dipertimbangkan Saat Memilih Panel Listrik di Rumah?

Fokus pada Net Zero dan keberlanjutan ini juga merupakan sesuatu menjadi fokus Schneider Electric. Perusahaan ini telah menyatakan cara untuk meningkatkan komitmen terhadap netralitas karbon.

Beberapa caranya dengan mempercepat sasaran netralitas karbon yang semula akan dicapai 2030 menjadi 2025, sistem operasional sepenuhnya Net Zero pada 2030, dan mencapai rantai pasokan (supply chain) Net Zero pada 2050.

Sebagai sebuah industri, perusahaan memang harus fokus untuk menjadi lebih berkelanjutan dan membantu mengurangi dampak perubahan iklim untuk generasi mendatang.

Selasa, 22 Desember 2020

5 Fungsi Pemanfaatan Teknologi EcoStruxure Power dari Schneider Electric

Teknologi EcoStruxure Power dari Schneider Electric

Pada Desember 2017, pemadaman listrik di salah satu bandara terbesar di dunia, Hartsfield-Jackson Atlanta International Airport menyebabkan Delta Airlines kehilangan pendapatan senilai 25-50 juta dollar AS atau setara Rp 350-700 miliar karena terpaksa membatalkan sekitar 1.400 penerbangan.

Maskapai tersebut juga membutuhkan waktu beberapa hari untuk melanjutkan jadwal normal mereka.

Tak hanya terjadi di bandara, dampak serupa juga biasa terjadi pada fasilitas lainnya. Bangunan besar dan fasilitas penting memang sangat bergantung pada tenaga listrik yang andal, tetapi masalah terkait listrik semakin sering terjadi. Ada banyak alasan untuk ini.

Baca juga: 3 Prediksi Revolusi Teknologi Usai Pandemi

Peristiwa cuaca buruk yang meningkat, jaringan transmisi semakin menua, dan penambahan sumber daya yang tidak terpusat. Faktor-faktor ini dapat menyebabkan lebih banyak gangguan daya yang disalurkan ke fasilitas. Jaringan listrik di dalam fasilitas juga menjadi lebih kompleks.

Oleh karenanya, infrastruktur listrik harus lebih tangguh. Jika bisnis kamu mengandalkan tenaga listrik yang bersih, stabil, dan andal, kamu perlu mempertahankan kualitas daya tingkat tinggi, idealnya memenuhi standar internasional, seperti EN 50160 dan IEEE 519.

Selain itu, kamu perlu melakukan digitalisasi terhadap sistem distribusi daya listrik agar membantu meningkatkan visibilitas, insight, dan dukungan keputusan yang lebih baik untuk membantu mengatasi masalah kualitas daya yang kompleks.

Salah satu caranya dengan memanfaatkan teknologi EcoStruxure Power dari Schneider Electric. Pada teknologi ini, kamu bisa memanfaatkan sistem distribusi daya dan manajemen tenaga listrik untuk fasilitas kamu.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang manfaat penggunaan EcoStruxure Power, simak ulasan berikut.

1. Tenaga listrik cadangan

Kelangsungan bisnis bergantung pada aset penting seperti sistem tenaga cadangan. kamu perlu memastikan keandalan dan ketersediaan sistem back-up daya cadangan jika terjadi pemadaman listrik yang tidak terduga. Oleh karena itu, EcoStruxure Power akan membantu kamu menyediakan data akurat tentang sistem distribusi listrik.

2. Pemantauan kualitas tenaga listrik

Masalah kualitas daya dapat luput dari perhatian dan berdampak besar pada operasional fasilitas. Padahal, hal ini dapat menyebabkan kerusakan peralatan dan menurunnya masa pakai optimal.

Jika kamu menggunakan EcoStruxure Power, kamu tidak perlu gusar. Sebab, sistem ini memiliki alat analitik yang membantu kamu memahami titik kerusakan pada komponen listrik.

Baca juga: Transformasi Digital, Pabrik Perlu Terapkan 3 Langkah Ini

3. Pemantauan distribusi listrik

EcoStruxure Power akan meningkatkan visibilitas status seluruh sistem kelistrikan. Ini akan membantu tim operasional menganalisis laporan tentang kondisi permintaan puncak daya dan menyiapkan peralatan UPS, transformator, atau generator sebagai antisipasi mati listrik.

Tim kamu juga akan menerima alarm pada setiap kondisi atau kejadian yang tidak normal. Ini memungkinkan kamu dapat menganalisis dan memahami dari mana asal kegagalan jaringan distribusi listrik terjadi.

4. Manajemen kapasitas

Teknologi EcoStruxure Power dari Schneider Electric akan membantu kamu memahami kebutuhan kapasitas infrastruktur distribusi listrik, termasuk menyediakan perluasan atau modifikasi lingkungan fasilitas.

Teknologi tersebut dapat memastikan bahwa saat kamumeningkatkan fasilitas, daya listrik tidak akan melebihi kapasitas peralatan yang ada. Ini akan membantu mengurangi potensi risiko pada infrastruktur kelistrikan yang dapat menyebabkan kebakaran.

Baca juga: 3 Elemen Industri Manufaktur Terapkan Edge Computing Data Center

5. Analisis masalah tenaga listrik

Jika terjadi masalah daya yang berpotensi merusak jaringan listrik, kamu harus dapat mengisolasinya dengan cepat. EcoStruxure Power memberi kamu tools yang mencakup prioritas alarm, analisis urutan kejadian, dan deteksi arah gangguan yang membantu melakukan analisis akar penyebab secara efisien.  

Berbekal informasi itu, tim kamu dapat segera membuat keputusan yang tepat dan cukup menggunakan aplikasi seluler untuk membantu memulihkan daya serta melakukan tindakan pencegahan untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang.

Senin, 21 Desember 2020

Apa yang Harus Dipertimbangkan Saat Memilih Panel Listrik di Rumah?

panel listrik atau electrical switchboard schneider electric

Electric switchboard atau panel listrik adalah komponen kunci dari sistem distribusi daya di rumah. Berbagai panel listrik di switchboard membagi daya menjadi komponen yang lebih kecil dan mengirimkannya ke berbagai perangkat.

Alat ini juga menjalankan fungsi pengontrol dan bertindak sebagai perangkat pelindung untuk sistem tenaga di rumah. Jadi, sangat penting bagi kamu untuk mendedikasikan sebanyak mungkin waktu, tenaga, dan sumber daya untuk memasang panel listrik yang akan membantu kamu menghindari kejadian sengatan listrik.

Bersumber dari laman resmi Schneider Electric, berikut adalah beberapa aspek penting yang perlu diingat saat memilih panel listrik untuk rumah kamu.

1. Keandalan

Kualitas dan keandalan adalah hal yang menentukan umur peralatan listrik kamu. Gunakan selalu panel listrik merek ternama yang telah memenuhi semua standar kualitas dan keamanan seperti panel listrik dari Schneider Electric.

Schneider Electric pun menyediakan beragam panel listrik sesuai kebutuhan rumah dengan berbagai tipe, misalnya LV Switchboard jenis Okken, BlokSet, iPMCC, Prisma, dan Pragma.

2. Instalasi dan perawatan

Dianjurkan untuk menghubungi ahli listrik yang berkualifikasi untuk pemasangan yang tepat. Selain itu, selama pembelian, kamu harus membaca semua syarat dan ketentuan garansi dan memeriksa kembali layanan pemeliharaan yang ditawarkan oleh perusahaan.

3. Keamanan

Perlindungan keluarga kamu dan bangunan harus menjadi sudut pandang pertama yang dipertimbangkan saat membeli panel listrik. Karena switchboard mengatur semua aspek sistem kelistrikan, penting bagi kamu untuk mempelajari detail dan spesifikasi peralatan yang sesuai dengan rumah kamu.

Baca juga: Transformasi Digital, Pabrik Perlu Terapkan 3 Langkah Ini

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan ahli listrik berkualifikasi untuk memandu dan membantu kamu memahami spesifikasi yang diperlukan. Pastikan kamu memilih perangkat yang bisa menjangkau semua kebutuhan keamanan bangunan.

4. Lokasi

Kamu perlu memperkirakan lokasi yang tepat untuk memasang panel listrik. Ruangan yang dialokasikan untuk memasang panel listrik harus besar dan memiliki sirkulasi udara baik. Selain itu, penting bagi kamu untuk membatasi masuknya anak-anak ke ruangan ini untuk mencegah bahaya listrik.

5. Efisiensi

Efisiensi adalah titik kritis lain yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih panel listrik untuk rumah kamu. Hanya panel listrik yang efisien yang dapat berfungsi dalam situasi yang tidak terduga. Efisiensi panel listrik dan fungsinya pun saling berkorelasi.

Baca juga: 3 Elemen Industri Manufaktur Terapkan Edge Computing Data Center

Jika kamu ingin membuatnya ramah pengguna, kode warna dapat digunakan untuk perangkat kamu. kamu juga dapat mempertimbangkan untuk menggunakan sakelar listrik yang memiliki mekanisme interlock. Ini akan melindungi seluruh sistem sirkuit dari kegagalan kontrol.

Minggu, 20 Desember 2020

Transformasi Digital, Pabrik Perlu Terapkan 3 Langkah Ini

transformasi digital pabrik Schneider Electric di Batam, Indonesia

Selama beberapa tahun terakhir, banyak yang telah memprediksi potensi ekonomi dari revolusi industri 4.0. Namun, secara umum, banyak upaya digitalisasi masih belum mencapai manfaat yang diharapkan. Ironisnya, pandemi Covid- 19 datang dan memaksa banyak industri untuk mempercepat rencana transformasi digital mereka untuk meningkatkan ketangkasan dan ketahanan menghadapi krisis.

Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dan otomasi, Schneider Electric misalnya. Perusahaan ini mempunyai program smart factory yang salah satu pabriknya berada di Batam, Indonesia.

Pabrik Schneider Electric di Batam telah menerapkan berbagai teknologi Industrial Internet of Things (IIoT) termasuk sensor pintar, manajemen prediksi alarm, site benchmarking, dan augmented reality untuk memberdayakan tenaga kerjanya.

Baca juga: 3 Prediksi Desain Interior Rumah pada 2021

Dengan kehadiran teknologi-teknologi itu, pekerja memiliki visibilitas baru dalam pengoperasian, pemeliharaan, dan penggunaan energi. Hasilnya, biaya pemeliharaan berkurang dan efisiensi peralatan secara keseluruhan atau overall equipment efficiency (OEE) meningkat.

Melansir laman Schneider Electric, perusahaan ini pun membagikan sejumlah tips untuk perusahaan lain yang juga ingin melakukan transformasi digital. Berikut ulasannya.

1. Transformasi digital dimulai dari individu

Saat memulai transformasi pada 2015, Pabrik Schneider Electric di Batam mengidentifikasi banyak aktivitas manual dan administratif dalam operasionalnya. Kemudian, pada 2017 pihak mereka menyadari bahwa langkah yang dilakukan tidak hanya perlu memodernisasi teknologi, tetapi yang lebih penting juga memanfaatkan digitalisasi untuk mendorong pengayaan manusia.

Tujuan transformasi mereka pun mencakup peningkatan kualitas kerja yang memungkinkan pekerja untuk melaksanakan pekerjaan mereka dengan cara yang lebih sederhana dan pemberdayaan pengambilan keputusan yang lebih cepat serta lebih akurat.

Baca juga: 3 Prediksi Revolusi Teknologi Usai Pandemi

2. Kembangkan ekosistem eksternal

Saat memulai perjalanan transformasi digital, tim implementasi mereka hanya terdiri dari empat orang. Mereka menyadari bahwa untuk mewujudkan transformasi digital, mereka perlu memperluas lingkaran pengaruh mereka secara signifikan.

Untuk memperluas ekosistem, ada tiga sumber dari luar yang bisa dimanfaatkan, yakni universitas, pemerintah, dan organisasi seperti World Economic Forum (WEF). Masing-masing dari ketiga kelompok luar ini memiliki peran penting untuk dimainkan.

transformasi digital pabrik Schneider Electric di Batam, Indonesia

Misalnya bekerja sama dengan universitas lokal. Mereka dapat merekrut 12 siswa untuk berpartisipasi dalam program magang digital. Dengan membawa pola pikir digital kepada orang lain di dalam organisasi, kelompok siswa yang ingin bekerja dengan alat augmented reality dan virtual reality tersebut akan membantu mempercepat penerimaan digitalisasi dengan memberikan ide-ide out-of-the-box.

Upaya mereka dalam menggunakan digitalisasi untuk mengurangi limbah dan konsumsi energi juga sejalan dengan inisiatif pembangunan rendah karbon dari pemerintah Indonesia.

Baca juga: 3 Elemen Industri Manufaktur Terapkan Edge Computing Data Center

Dengan berkontribusi pada tujuan sistem energi yang lebih hemat karbon dan lebih efisien, mereka membantu pemerintah untuk mencapai tujuannya, yaitu rata-rata pertumbuhan PDB 6 persen per tahun hingga 2045, berkontribusi pada perolehan lapangan kerja, peningkatan pendapatan, dan pengentasan kemiskinan.

Organisasi seperti WEF juga membantu memvalidasi upaya Schneider Electric dan memberikan panduan untuk perbaikan di masa mendatang.

3. Tingkatkan integrasi vertikal dan horizontal

Banyak organisasi berasumsi bahwa transformasi digital terjadi dalam ruang hampa, hanya menguntungkan mereka yang berada di dalam gedung atau organisasi bisnis tertentu.

Manfaat sebenarnya, bagaimana pun, datang ketika upaya dilakukan untuk menghubungkan secara vertikal dalam organisasi (misalnya dari sensor mesin ke sistem supervisory control and data acquisition atau SCADA, lalu ke enterprise resource planning  atau ERP) dan juga secara horizontal di luar organisasi melalui mitra eksternal, seperti pemasok hulu dan pusat distribusi hilir.

Jumat, 18 Desember 2020

3 Elemen Industri Manufaktur Terapkan Edge Computing Data Center

Edge Computing Data Center dari Schneider Electric untuk Industri Manufaktur

Sudah banyak perusahaan industri yang melakukan upaya transformasi digital. Upaya ini mendorong kebutuhan sumber daya komputasi, jaringan, dan penyimpanan yang andal bagi industri manufaktur.

Kini, banyak industri manufaktur yang telah memasang sistem jaminan kualitas otomatis atau quality assurance (QA) untuk lini produksi mereka.

Mulai dari memasang serangkaian kamera pada sistem robotik yang bisa melakukan sekitar 90 pemeriksaan QA yang berbeda hingga dapat mengirim video ke data center berbasis cloud untuk analisis guna menentukan lulus atau gagalnya suatu produk.

Baca juga: Hati-hati, 5 Masalah Listrik Ini Sebabkan Kebakaran

Aplikasi semacam itu sangat penting bagi bisnis dan Anda bisa menggunakan sistem komputasi tepi (edge computing) untuk memudahkan semua sistem dapat bekerja secara optimal. Namun, untuk menjaga dan memastikan teknologi tersebut dapat berjalan dengan lancar, ada tiga elemen penting yang harus industri pastikan, yaitu daya, jaringan, dan keamanan.

1. Daya cadangan yang berkelanjutan

Dalam aplikasi Industrial Internet of Things (IIoT), semua sensor dan perangkat yang menghasilkan data membutuhkan daya. Untuk memastikan sistem ini dapat berfungsi, industri memerlukan daya cadangan.

Bersumber dari laman Schneider Electric, setiap pabrik harus mempunyai uninterruptible power supply (UPS) yang dapat memberi daya setidaknya pada beberapa perangkat hingga listrik kembali menyala. 

Untuk perangkat seperti sensor yang menghabiskan sedikit daya, UPS dapat menyediakan daya antara 10-90 menit.

UPS juga dapat memberikan daya untuk sampai generator kembali bekerja. Hal ini akan memastikan bahwa proses di dalam pabrik tetap berfungsi secara menyeluruh.

2. Jaringan koneksi kritis

Jaringan sangat penting karena jika Anda menghasilkan data tetapi tidak bisa mengirimkan data tersebut ke tempat yang seharusnya, maka data yang Anda miliki tidak ada gunanya. Pada tahap ini, Anda memerlukan jaringan yang andal. Namun, jaringan juga membutuhkan daya untuk beroperasi.

Para ahli yang tergabung dalam Schneider Electric Exchange berpendapat bahwa solusi edge computing memiliki peran penting dalam ketersediaan jaringan. Edge computing membantu meminimalkan risiko pemadaman jaringan sehingga memastikan proses pekerjaan di dalam pabrik tetap beroperasi.

Baca juga: Apa Saja Perbedaan Smart Home dan Smart Building?

Selama jaringan di dalam fasilitas tetap berfungsi, maka bisnis berjalan seperti biasa. Lagi-lagi, di sini UPS dan generator memiliki peran vital dalam membantu memastikan pengoperasian yang berkelanjutan.

3. Cyber security

Terakhir, segera setelah Anda mulai mengirim data, Anda perlu menangani keamanan siber (cyber security) secara menyeluruh (end-to-end). Dalam hal keamanan siber, Anda perlu memastikan bahwa data dienkripsi dan dilindungi dari penyusup yang tidak diinginkan, seperti dengan menggunakan firewall, jaringan pribadi virtual, dan sistem deteksi  atau pencegahan gangguan.