Rabu, 01 Desember 2021

Teknologi Data Center Schneider Electric Bikin Layanan 3 Indonesia Makin Tokcer!

Teknologi Schneider Electric di data center milik 3 Indonesia

Hi guys!

Kabar menggembirakan, 3 Indonesia menggandeng Schneider Electric untuk memodernisasi tiga data center dengan standardisasi dan sertifikasi Uptime Institute.

Schneider Electric juga mendukung 3 Indonesia meraih Service Level Agreement (SLA) hingga 99,982 persen dengan parameter mencakup jaminan atas ketersediaan critical power and cooling selama 24/7.

Chief Technical Officer 3 Indonesia Desmond Cheung mengatakan, modernisasi ketiga data center tersebut merupakan wujud komitmen dan realisasi 3 Indonesia dalam membangun bisnis yang berkelanjutan, memaksimalkan pelayanan untuk pelanggan, dan mendukung perluasan cakupan pasar, termasuk menggarap layanan 5G di Indonesia.

Baca juga: Mobiya TS 170S, Lampu Darurat Bertenaga Surya dari Schneider Electric

“Kami melakukan berbagai pembaruan solusi dan teknologi digital pada infrastruktur data center yang dapat semakin meningkatkan waktu. Analisis data pun menjadi lebih akurat untuk menjaga dan meningkatkan kualitas layanan kepada seluruh pelanggan kami,” kata Desmond.

Dengan digitalisasi tersebut, 3 Indonesia bisa melakukan pemantauan jarak jauh terhadap seluruh aset dan performa data center. Ini merupakan hal krusial dalam memberikan visibilitas yang lebih baik dan real-time.

Business Vice President Secure Power Division Schneider Electric Indonesia and Timor Leste Yana Achmad Haikal mengatakan, ketiga data center 3 Indonesia menerapkan solusi EcoStruxure for Data Centers yang berbasis Internet of Things (IoT).

Baca juga: Awas! Website dan Aplikasi Ini Mengatasnamakan Schneider Electric Secara Ilegal

Solusi EcoStruxure for Data Centers pun telah banyak membantu transformasi digital di sektor telekomunikasi dan terbukti dapat meningkatkan efisiensi konsumsi energi hingga 38 persen, efisiensi biaya energi hingga 30 persen, peningkatan produktivitas hingga 60 persen dan data center uptime hingga 100 persen.

“Teknologi itu mampu mengintegrasikan manajemen listrik, gedung dan teknologi informasi (TI) sehingga 3 Indonesia dapat memperoleh pemahaman menyeluruh terhadap performa data center-nya serta membantu pengambilan keputusan yang tepat berbasis data real-time,” kata Yana.

Teknologi tersebut juga menyediakan analisis prediktif secara real-time dalam siklus hidup operasional  data center.

Baca juga: Edge Computing untuk Tingkatkan Efisiensi Industri F&B

Pada saat yang sama, teknogi EcoStruxure juga dapat memberikan solusi mudah untuk merencanakan kapasitas tambahan dalam desain data center. 3 Indonesia juga menggunakan rangkaian produk circuit breaker dan trafo dari Schneider Electric untuk keamanan sistem listrik.

“Dalam proses pengembangan 5G dan penggabungan perusahaan, layanan kami akan terus berjalan dan pelanggan tidak akan mengalami hambatan akibat adanya proses upgrading yang dilakukan di operasional. Dengan meningkatkan data center menjadi Tier-3, pelanggan akan mendapatkan pengalaman terbaik dalam menjelajahi dunia maya tanpa hambatan,” ujar Desmond.

Kerja sama dengan 3 Indonesia pun menambah portofolio Schneider Electric sebagai mitra transformasi digital bagi sektor telekomunikasi dan data center.  

Sabtu, 27 November 2021

Awas! Website dan Aplikasi Ini Mengatasnamakan Schneider Electric Secara Ilegal

Website palsu yang mengatasnamakan Schneider Electric

Penipuan website atau aplikasi yang mengatasnamakan sebuah perusahaan saat ini marak terjadi. Baru-baru ini, Schneider Electric menjadi salah satu yang dirugikan atas penipuan tersebut.

Terdapat sebuah aplikasi bernama “Schneider Pembiayaan PV” dan laman https://s.pembiayaan.net yang mengatasnamakan PT Schneider Indonesia dengan merek dagang “Schneider Electric”.

Baca juga: Mobiya TS 170S, Lampu Darurat Bertenaga Surya dari Schneider Electric

Terkait kasus tersebut, pihak Schneider Electric pun menyatakan bahwa situs dan aplikasi bernama “Schneider Pembiayaan PV” bukan merupakan bagian dari PT Schneider Indonesia. Situs dan aplikasi ini pun tidak terasosiasi dengan bisnis Schneider Electric.

Selain itu, pihak Schneider Electric pun tidak pernah memiliki atau mengeluarkan produk terkait pembiayaan ataupun produk finansial lain.

Baca juga: Edge Computing untuk Tingkatkan Efisiensi Industri F&B

Adapun aplikasi resmi Schneider Electric yang bisa diunduh secara gratis di Play Store dan App Store adalah mySchneider.

Pada aplikasi itu, kustomer dapat mengakses katalog produk dan layanan Schneider Electric secara cuma-cuma. Kustomer bahkan bisa memperoleh layanan bantuan dari customer service.

Selain dapat diunduh di App Store dan Play Store, aplikasi mySchneider bisa didapatkan secara gratis melalui se.com/myschneider.

Untuk tindakan lebih lanjut, PT Schneider Indonesia pun telah melaporkan situs dan aplikasi “Schneider Pembiayaan PV” kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) atas pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual dengan menggunakan nama dan logo Schneider Electric secara tidak bertanggung jawab.

Kustomer dan masyarakat Indonesia secara umum pun diimbau untuk selalu berhati-hati dengan modus yang mengatasnamakan Schneider Electric. Untuk melihat seluruh informasi produk dan layanan Schneider Electric, kamu bisa menemukannya di website resmi se.com/id.

Senin, 22 November 2021

Mobiya TS 170S, Lampu Darurat Bertenaga Surya dari Schneider Electric

Mobiya TS 170S, lampu darurat bertenaga surya dari Schneider Electric

Hai guys! 

Pernah membayangkan kamu tidak menggunakan listrik yang dihasilkan dari batu bara, melainkan sinar matahari?

Perlu diketahui, sinar matahari merupakan salah satu energi ramah lingkungan yang bisa didapatkan secara gratis. Sinar matahari pun masuk ke dalam energi baru terbarukan (EBT). Selain sinar matahari, ada tenaga air, uap, dan angin yang juga bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan energi.

Semua itu pun dapat dimanfaatkan secara cuma-cuma karena merupakan sumber daya alam yang tak ada habisnya.

Sekarang, saya mau membahas tentang penggunaan alat elektronik yang memanfaatkan sinar matahari. Sebab, sinar matahari merupakan sumber energi yang sangat mudah ditemukan di negara tropis, seperti Indonesia.

Baca juga: Solusi Energi untuk Pengelolaan Edge Data Center

Pada dasarnya, semua rumah di Indonesia bisa menggunakan matahari sebagai sumber energi. Caranya, dengan memasang panel surya atau solar panel di atap rumah. Namun, bagi sebagian orang memasang panel surya tak seperti membalikkan telapak tangan. Sebab, biaya investasi di awal terbilang cukup mahal.

Namun, kita masih bisa berkontribusi dari hal yang paling sederhana. Misalnya, saya baru saja membeli sebuah lampu darurat atau emergency yang bisa di-charge menggunakan solar panel. Lampu darurat yang saya pilih adalah Mobiya TS 170S dari Schneider Electric.

Mobiya TS 170S, lampu darurat bertenaga surya dari Schneider Electric

Adapun alasan saya memilih produk tersebut adalah fitur-fitur yang dihadirkan. Dalam satu paket, saya mendapatkan 1 buah lampu darurat LED berwarna putih, kabel dengan panjang 5 meter, mobile charging USB dengan 4 adaptor, dan panel surya.

Baca juga: Edge Computing untuk Tingkatkan Efisiensi Industri F&B

Ada dua sumber tenaga yang bisa digunakan untuk mengisi daya Mobiya TS 170S dari Schneider Electric.

Pertama, tenaga surya. Cukup cari permukaan di teras rumah yang disinari matahari dan letakkan panel surya di tempat itu. Kemudian, colok kabel yang terhubung dengan panel surya ke adaptor di lampu. Pengisian daya pun berhasil dilakukan. Untuk mengisi penuh baterai, kamu membutuhkan waktu sekitar sehari penuh. Gratis dan mudah.

Kedua, jika pada hari tertentu kamu tidak menemukan sinar matahari. Kamu bisa mengisi daya baterai dengan listrik. Namun, usahakan untuk tidak terlalu sering ya supaya tujuan kita hemat energi bisa tercapai.

Baca juga: Solusi Digital Schneider Electric untuk Capai Net-Zero Emission

Ketika mengisi daya, lampu indikator pada LED akan berkedip berwarna hijau. Ketika penuh, lampu warna hijau akan menyala terus. Lalu, ketika baterai habis lampu indikator akan berubah menjadi warn merah.

Sekarang, mari bahas fitur lampunya. Ada tiga tingkatan terang lampu. Pertama, tingkatan rendah yang bisa menyala hingga 48 jam non-stop. Kedua, tingkatan medium yang bisa tahan hingga 12 jam. Ketiga, tingkatan paling terang bisa tahan sampai 6 jam.

Mobiya TS 170S, lampu darurat bertenaga surya dari Schneider Electric

Uniknya lagi, energi yang tersimpan dalam lampu darurat Mobiya TS 170S bisa digunakan untuk mengisi daya baterai smartphone. Jadi, lampu darurat ini sangat multifungsi untuk digunakan.

Baca juga: Pengurangan Emisi Karbon Jadi Fokus Utama Pembahasan Schneider Electric pada Innovation Summit Indonesia 2021

Selain bisa membantu penerangan saat rumah mengalami mati listrik, lampu darurat Mobiya TS 170S juga bisa digunakan untuk kegiatan outdoor, seperti camping, mendaki gunung, memperbaiki mobil di tengah jalan, dan piknik. Kamu juga bisa memanfaatkan lampu ini sebagai lampu sehari-hari di dalam kamar.

Nah, buat kamu yang terarik untuk berkontribusi untuk menghemat energi, silakan kunjungi Official Store Schneider Electric Home di Tokopedia guna membeli lampu darurat Mobiya TS 170S.

Semoga bermanfaat!

Kamis, 18 November 2021

Edge Computing untuk Tingkatkan Efisiensi Industri F&B

industri food and beverages

Hai guys!

Saat ini, konsumen food and beverages (F&B) semakin menuntut transparansi informasi yang lebih baik mengenai komposisi bahan produk makanan dan minuman yang mereka beli.

Survei Konsumen Innova 2020 mengungkapkan bahwa enam dari sepuluh konsumen global ingin mempelajari lebih lanjut tentang dari mana makanan mereka diproduksi.

Beberapa koresponden bahkan ingin memverifikasi dari mana bahan-bahan tersebut bersumber dan apakah bahan-bahan tersebut telah diproses dengan cara yang aman dan berkelanjutan.

Baca juga: Digitalisasi Rantai Pasok, Solusi Atasi Tantangan di Industri F&B

Selain itu, koresponden lain merasa khawatir tentang kemungkinan alergen dan zat aditif yang dapat berdampak buruk pada kesehatan mereka.

Agar dapat memenuhi tuntutan konsumen, produsen makanan dan minuman membutuhkan visibilitas terhadap seluruh rantai pasokan mereka. Di sisi lain, mereka juga harus terus meningkatkan ketahanan operasional agar cepat beradaptasi terhadap gangguan tak terduga dari rantai pasokan.

Sebagai pemimpin transformasi digital dalam pengelolaan energi dan automasi, Schneider Electric merekomendasikan solusi edge computing untuk mendukung produsen F&B dalam meningkatkan traceability (ketertelusuran), efisiensi, dan ketahanan operasional.  

Baca juga: Solusi Digital Schneider Electric untuk Capai Net-Zero Emission

Perusahaan Paling Berkelanjutan pada 2021 menurut Corporate Knights itu juga meyakini bahwa edge computing dapat membuat visibilitas perusahaan F&B menjadi lebih baik dan terintegrasi, mulai dari lahan pertanian, produksi, hingga distribusi.

Dengan begitu, solusi edge computing dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih adaptif, cepat, dan tepat sasaran.

Business Vice President Secure Power SchneiderElectric Indonesia and Timor Leste Yana Achmad Haikal mengatakan, digitalisasi memungkinkan produsen makanan dan minuman untuk meningkatkan ketahanan operasional dan traceability produk dari ujung-ke-ujung yang lebih luas melalui akses data yang lebih baik.

“Namun, untuk memaksimalkan potensi digitalisasi tersebut, produsen perlu mengevaluasi bagaimana mereka dapat secara aman menangkap, memroses, menyimpan, dan menganalisis sejumlah besar data operasional yang dihasilkan,” ujar Yana.

Baca juga: Pengurangan Emisi Karbon Jadi Fokus Utama Pembahasan Schneider Electric pada Innovation Summit Indonesia 2021

Untuk mempertahankan lini produksi yang cepat dan kompetitif, produsen makanan dan minuman tidak dapat hanya mengandalkan cloud computing saja. Produsen harus menerapkan solusi digital yang memungkinkan kelincahan dan efisiensi, yaitu edge computing. 

Selain mengurangi latensi, solusi edge computing dapat mendukung keandalan yang tinggi, ketersediaan yang konsisten, dan kemampuan untuk memproses data dalam jumlah besar secara real-time.

Berikut  adalah cara edge computing dapat mendukung industri makanan dan minuman meningkatkan traceability dan efisiensi.

1. Pengendalian biaya

Ketika produsen makanan dan minuman memiliki kemampuan untuk mengumpulkan serta mengonsolidasikan segala informasi tentang produknya, produsen akan lebih mampu mengendalikan biaya sepanjang perjalanan produk.

Dengan menambahkan kode digital untuk setiap SKU produk, produsen dapat mengelola biaya dengan lebih baik, seperti konsumsi dan pemborosan energi (listrik, air), waktu henti, dan pengiriman.

Akses ke lebih banyak data secara berkelanjutan tersebut memungkinkan pengendalian biaya yang lebih baik dan berdampak langsung kepada peningkatan profitabilitas dan daya saing.

2. Kontrol kualitas dan keamanan

Konektivitas yang lebih andal dan cepat di edge computing memungkinkan integrasi seluruh lapisan proses. Solusi edge computing juga memungkinkan manajemen siklus hidup produk dan proses yang lebih terintegrasi.

Ada pula transfer data otomatis dari kontrol inti, eksekusi manufaktur (MES), dan sistem perencanaan sumber daya perusahaan (ERP) yang dapat meningkatkan kecepatan serta akurasi keputusan keamanan.

3. Proses produksi yang lebih lincah

Perusahaan yang sukses memanfaatkan konvergensi teknologi informasi dan operasional untuk memungkinkan akses ke data baru dapat mendorong tingkat kelincahan rantai pasokan yang lebih tinggi.

Fleksibilitas tersebut memungkinkan perubahan produk yang lebih cepat dengan meningkatkan kemampuan pabrikan untuk menskalakan produksi dari satu lini manufaktur ke lini produksi lain, baik di dalam pabrik tertentu atau di beberapa pabrik.

4. Dukungan keputusan berbasis data yang lebih cepat

Solusi edge computing umumnya terdiri dari single rack micro data center yang menawarkan keamanan fisik yang dilengkapi dengan uninterruptible power supply (UPS) untuk menyediakan cadangan baterai dan perlindungan daya.

Untuk memulai proses pengambilan data lokal dan berbagi data, produsen cukup menambahkan sakelar dan server sederhana. Solusi ini menjawab kebutuhan untuk mengumpulkan dan memroses data dalam jumlah besar sehingga operator dapat mengoptimalkan kontrol kualitas dan beradaptasi lebih cepat untuk menyesuaikan dengan perubahan rantai pasokan yang tiba-tiba.

5. Sistem keamanan siber

Tak sedikit perusahaan yang masih menggunakan sistem teknologi informasi lawas dengan perangkat lunak dalam operasionalnya. Hal ini berbahaya karena sistem yang usang menjadi sasaran empuk bagi para peretas.

Solusi micro data center pada edge computing pun bisa menjadi solusi untuk mendukung manajemen pabrik dalam meningkatkan sistem keamanan siber yang dapat secara otomatis diperbarui.

“Perusahaan makanan dan minuman perlu beralih ke solusi yang dapat digunakan untuk memantau dan mengontrol sistem. Solusi EcoStruxure for Food and Beverage dari Schneider Electric dan perangkat lunak AVEVA pun menawarkan insight untuk mengoptimalkan operasional secara end-to-end,” kata Yana.

Baca juga: Solusi Energi untuk Pengelolaan Edge Data Center

Selain itu, solusi micro data center juga memungkinkan pengoperasian peralatan teknologi informasi yang andal dan aman di lingkungan non-TI.

Adapun salah satu solusi micro data center dari Schneider Electric adalah EcoStruxure Micro Data Center Seri-C terbaru yang dilengkapi dengan UPS, unit distribusi daya (PDU), dan keamanan terintegrasi yang 60 persen terbukti dalam mendukung server tepi yang besar.

Senin, 08 November 2021

Solusi Digital Schneider Electric untuk Capai Net-Zero Emission

Innovation Summit Indonesia 2021 dari Schneider Electric

Schneider Electric telah menjadi pelopor dalam efisiensi energi, pengelolaan energi, pengadaan energi terbarukan, pelaporan karbon, penilaian risiko iklim, dekarbonisasi rantai pasokan, serta menyediakan perangkat lunak dan layanan konsultasi kepada lebih dari 30 persen perusahaan Fortune 500.

Beberapa perusahaan tersebut meliputi Johnson & Johnson, Walmart, Faurecia, Kellogg, Takeda, Velux Group, Unilever, dan T-Mobile.

Baru-baru ini, Schneider Electric juga menyerukan kepada seluruh pemangku kepentingan dunia untuk mempercepat aksi iklim dengan upaya 3-5 kali lebih besar agar dapat mencapai pembatasan kenaikan suhu bumi hingga level 1,5 derajat Celsius.

Baca juga: Pengurangan Emisi Karbon Jadi Fokus Utama Pembahasan Schneider Electric pada Innovation Summit Indonesia 2021

Cluster President Schneider Electric Indonesia and Timor Leste Roberto Rossi mengatakan, satu-satunya roadmap yang realistis dan tercepat adalah mengombinasikan antara teknologi digital dan elektrifikasi dengan pemanfaatan sumber energi terbarukan untuk mendekarbonisasi bangunan, transportasi, dan industri. Upaya ini dikenal dengan istilah Electricity 4.0.

“Selama 15 tahun terakhir Schneider Electric berhasil mengatasi banyak tantangan sustainability dan mengimplementasikan solusi digital serta listrik terdepan di pabrik Schneider Electric. Oleh karena itu, kami berada di posisi yang baik untuk menjadi mitra tepercaya untuk melangkah lebih cepat dan lebih jauh menjalankan rencana aksi iklim,” ujar Roberto.

Sebagai bagian dari ambisi untuk mendorong inovasi berkelanjutan dan membangun roadmap net-zero emission, Schneider Electric mendorong perusahaan di berbagau sektor untuk berinovasi dan beralih ke sistem terbuka.

Baca juga: Solusi Energi untuk Pengelolaan Edge Data Center

Schneider Electric pun membeberkan langkah-langkahnya pada acara Innovation Summit Indonesia 2021. Pada acara ini, Schneider Electric memperkenalkan inovasi digital untuk pengurangan karbon di rumah, gedung, data center, jaringan listrik, dan industri.

Business Vice President Power Products and Digital Energy Schneider Electric Indonesia and Timor Leste Martin Setiawan mengatakan, bangunan atau gedung merupakan landasan dekarbonisasi global yang mengonsumsi lebih dari 50 persen listrik, sepertiga energi, dan menyumbang 40 persen emisi karbon global.

“Oleh karena itu, optimalisasi proses operasional dan percepatan pengambilan keputusan berbasis data real-time perlu menjadi standar industri,” kata Martin.

Baca juga: Digitalisasi Rantai Pasok, Solusi Atasi Tantangan di Industri F&B

Pasalnya, lanjut Martin, 90 persen waktu karyawan dihabiskan di dalam ruangan. Penting bagi perusahaan untuk membangun bangunan masa depan yang berkelanjutan, efisien, tangguh, dan people centric.

“Schneider Electric melalui EcoStruxure for Buildings telah merancang, membangun, dan mengelola bangunan untuk memenuhi keempat tantangan tersebut. Kami menciptakan standar baru untuk bangunan masa depan,” jelasnya.

Teknologi automasi

Sementara itu di sektor industri, Business Vice President Industrial Automation Schneider Electric Indonesia and Timor Leste Hedi Santoso menekankan perlun adanya perubahan langkah dalam efisiensi dan kelincahan melalui kecerdasan buatan, teknologi digital twin, wawasan manusia yang didukung oleh kecerdasan analitik yang canggih, dan perangkat lunak industri agnostic.

“Sektor manufaktur harus merangkul next generation automation berlandaskan ‘automasi universal’. Caranya dengan mengadopsi standar terbuka secara luas untuk menciptakan inovasi serta meningkatkan efisiensi, ketahanan, produktivitas, kelincahan, dan keberlanjutan,” kata Hedi.

Adapun Schneider Electric mewujudkan automasi universal tersebut melalui solusi EcoStruxure Automation Expert. Ini merupakan sistem automasi industri pertama yang berpusat pada perangkat lunak dengan standar IEC61499.

Jumat, 05 November 2021

Pengurangan Emisi Karbon Jadi Fokus Utama Pembahasan Schneider Electric pada Innovation Summit Indonesia 2021

Innovation Summit Indonesia 2021 diselenggarakan oleh Schneider Electric

Digitalisasi dengan sistem automasi universal yang dikombinasikan dengan elektrifikasi dan pemanfaatan sumber energi terbarukan merupakan cara paling efektif dalam percepatan pengurangan emisi karbon.

Hal itu disampaikan secara langsung oleh Cluster President Schneider Electric Indonesia and Timor Leste Roberto Rossi pada acara Innovation Summit Indonesia 2021.

Pada acara tersebut, Schneider Electric juga turut mengajak para pemangku kepentingan dunia untuk mempercepat desakan aksi iklim dan mengurangi separuh emisi karbon dioksida (CO2) pada 2030.

“Di Schneider Electric, kami telah memulai perjalanan membangun sustainability sejak 15 tahun yang lalu. Dengan menggabungkan antara pengalaman, keahlian dan inovasi digital, kami siap menjadi mitra digital bagi para mitra dan pelanggan kami dalam mencapai tujuan sustainability mereka,” jelas Roberto.

Baca juga: Bumi Semakin Panas! Upaya Dekarbonisasi Harus Dipercepat Segera

Untuk membantu para mitra dan perusahaan mengurangi emisi karbon, Schneider Electric mengadakan acara Innovation Summit Indonesia. Acara ini merupakan bagian dari Innovation Summit World Tour, yakni sebuah konferensi tahunan unggulan Schneider Electric setiap tahun.

Pada konferensi tersebut, Schneider Electric membahas langkah-langkah mengatasi tantangan iklim global dan memberikan wawasan kepada pelanggan, mitra, regulator, dan pembuat kebijakan mengenai cara-cara mengurangi emisi dengan cepat untuk mendekarbonisasi ekonomi dunia.

Peserta juga menyaksikan langsung berbagai inovasi digital Schneider Electric yang mendukung sustainability serta mempelajari lebih lanjut tentang electricity 4.0 dan next-generation automation.

Baca juga: Solusi Energi untuk Pengelolaan Edge Data Center

Selama dua hari penyelenggaraan, Innovation Summit Indonesia 2021 diisi oleh pemaparan dan presentasi dari para ahli transformasi digital dan sustainability lintas negara dengan sesi tanya jawab interaktif. 

Ada pula strategy talk yang akan menghadirkan testimonial klien terkait perjalanan transformasi digitalnya dalam mencapai tujuan sustainability dan virtual tour PabrikPintar Schneider Electric di Batam.

Adapun virtual tour tersebut memperlihatkan secara langsung bagaimana implementasi teknologi digital membangun model bisnis dan operasional baru yang lebih lincah, andal, efisien, dan sustainable.

Baca juga: Digitalisasi Rantai Pasok, Solusi Atasi Tantangan di Industri F&B

Dalam rangkaian strategy talk dan expert learning session, Schneider Electric mengundang  General Manager PT PLN (Persero) UID Jakarta Raya  Doddy B Pangaribuan yang akan mengulas topik “Beyond Electric Vehicle and Chargers: The Keys to Unlock The Future of eMobility”. 

Peserta juga dapat mendengarkan perjalanan transformasi digital PT Amerta Indah Otsuka, produsen makanan dan minuman seperti Pocari Sweat dan Soyjoy dengan topik “End-to-End Traceability in Food & Beverage: The Key Ingredients to Sustainable Supply Chains”.

Pada kesempatan tersebut, Plant Manager Sukabumi PT Amerta Indah Otsuka Wheny Utoyo dan Strategic Specialist Sales Manager APAC-AVEVA Mikael Van Der Sluis berbagi wawasan bagaimana integrasi dan digitalisasi seluruh rantai suplai dapat mendukung industri makanan dan minuman dalam menghadapi tantangan masa depan.

“Keterlibatan seluruh pihak dalam membangun ekosistem kemitraan yang saling mendukung akan dapat mempercepat tercapainya tujuan net-zero emission,” kata Roberto.

Senin, 25 Oktober 2021

Solusi Energi untuk Pengelolaan Edge Data Center

Dukungan teknologi edge computing data center

International Data Corporation (IDC) memprediksi, pasar global untuk edge computing akan bertumbuh secara masif dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 12,5 persen per tahun atau sekitar 250,6 miliar dollar AS pada 2024. Bila dikonversi ke rupiah, angka ini setara dengan Rp 3.566 triliun.

Terlepas dari potensi pertumbuhannya yang besar, edge data center diperkirakan akan menyumbang konsumsi energi hampir dua kali lipat lebih besar dari data center tradisional pada 2035 atau sekitar 1112 Terra Watt per hour (TWh).

Penyebabnya bukan hanya lonjakan pertumbuhan edge, tetapi juga karena efektivitas penggunaan daya (PUE) edge data center yang lebih tinggi dibandingkan data center tradisional. Oleh karena itu, penerapan teknologi ini perlu didukung dengan pengelolaan cerdas dan berkelanjutan agar memberikan keuntungan maksimal bagi bisnis dan lingkungan.

Baca juga: Digitalisasi Rantai Pasok, Solusi Atasi Tantangan di Industri F&B

Ketahanan, keandalan, serta efisiensi, baik terkait performa infrastruktur edge maupun penggunaan energi, membutuhkan solusi digital canggih yang mempertimbangkan efisiensi dan sustainability.

“Salah satu solusi digital yang perlu dimiliki oleh edge data center adalah kemampuan pengelolaan dan pemantauan jarak jauh secara real-time. Mengingat lokasi edge data center yang tersebar di berbagai lokasi dan keterbatasan staf IT untuk melakukan pemantauan secara onsite,” ujar Yana.

Dukungan teknologi

Infrastruktur edge harus terhubung dengan internetof things (IoT) untuk memungkinkan pemantauan dan pengelolaan jarak jauh dari lokasi pusat.

Infrastruktur edge juga perlu didukung dengan platform pemantauan efektif yang memiliki kemampuan seperti analisis data, artificial intelligence (AI) untuk menemukan anomali dan masalah, memberikan peringatan, serta kemampuan perbaikan dari jarak jauh.

Baca juga: Bumi Semakin Panas! Upaya Dekarbonisasi Harus Dipercepat Segera

Dengan visibilitas dan kontrol penuh terhadap seluruh situs edge data center, profesional IT dapat secara proaktif melakukan diagnosis atas kinerja infrastrukturnya. Mereka juga dapat melakukan tindakan preventif sebelum timbul masalah yang lebih besar dan merampingkan siklus kerja.

Pemantauan jarak jauh tersebut pada akhirnya dapat berkontribusi dalam mengurangi biaya dan jejak karbon dari perjalanan staf IT ke lokasi edge.

Solusi dari Schneider Electric

Solusi perangkat lunak data center infrastructure management (DCIM) generasi berikutnya dari Schneider Electric, yakni EcoStruxture IT merupakan solusi berbasis cloud yang ideal untuk mengelola dan memantau situs edge.

Solusi EcoStruxture IT memberikan kemampuan visibilitas, pemantauan, serta manajemen yang dapat dimanfaatkan oleh profesional ataupun penyedia solusi TI untuk menjalankan lingkungan edge yang efisien dan bekerja menuju tujuan keberlanjutan.

Solusi itu mencakup akses ke data lake dengan algoritma dan keahlian domain dalam infrastruktur IT yang memberikan wawasan, visibilitas tepat, pemantauan jarak jauh 24/7, dan dukungan ahli di seluruh dunia.

Optimalisasi teknologi

Kapasitas dan kapabilitas digital staf IT dalam mengelola instalasi kritikal, seperti uninterruptible power supply (UPS) pada edge data center adalah salah satu tantangan terbesar. Monitoring and dispatch services dari Schneider Electric pun menyediakan layanan untuk mengelola perangkat sistem tersebut yang tersebar di beberapa lokasi edge.

“Dengan monitoring and dispatch services, mitra serta pengguna akhir dapat dengan mudah mengelola instalasi IT terdistribusi, menghemat waktu, dan mengurangi biaya operasional,” jelas Yana.

Baca juga: PLN dan Schneider Electric Jalin Kerja Sama Tingkatkan Digitalisasi Panel Listrik

Bagi mitra penyedia solusi IT, monitoring and dispatch services dari Schneider Electric dapat menambah portofolio mitra dalam menyediakan layanan kepada pengguna akhir atau perusahaan.

Tujuannya adalah untuk menyediakan layanan yang dapat mengoptimalkan sumber daya, meningkatkan efisiensi, dan menghindari downtime di situs edge computing.

Dengan menggabungkan pemantauan 24/7, troubleshooting, dukungan di tempat, dan penggantian suku cadang, layanan EcoStruxture IT dapat mengurangi waktu dan biaya perbaikan, memungkinkan staf IT fokus dalam pekerjaan strategis, serta meningkatkan efisiensi biaya operasional.

Selasa, 19 Oktober 2021

Digitalisasi Rantai Pasok, Solusi Atasi Tantangan di Industri F&B

Food waste terjadi di setiap rantai pasok pangan

Hai guys!

Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) dalam studi berjudul “Global Food Losses and Food Waste” menyebutkan, sekitar sepertiga atau 1,3 miliar ton makanan yang diproduksi untuk konsumsi manusia secara global terbuang per tahunnya.

Pangan terbuang terjadi di tiap rantai pasok, mulai dari lahan pertanian, pabrik pengolahan, distribusi, hingga ketika dikonsumsi oleh konsumen.

Hal tersebut menandakan bahwa banyak sumber daya yang digunakan untuk memproduksi pangan tersebut terbuang sia-sia, termasuk emisi gas rumah kaca yang dihasilkan akibat dari produksi dan distribusi pangan.

Ilustrasi food waste di setiap rantai pasok

Sebagai ilustrasi, bila hasil panen tidak sesuai warna atau bentuknya, hasil panen tersebut tidak memenuhi syarat untuk dapat dibawa ke pabrik pengolahan. Ketika dalam proses pengiriman ke pabrik pengolahan terdapat hasil panen yang rusak, seluruh hasil panen dalam satu palet tersebut akan ditolak.

Dalam proses pengolahan makanan juga tidak kalah banyaknya makanan yang terbuang. Salah satunya saat proses pengemasan makanan. Ketika posisi pelabelan atau pengemasan tidak sesuai standar, makanan tersebut tidak dapat dipasarkan. Transportasi dari pabrik ke pusat distribusi dan supermarket juga menjadi sumber kerusakan lain.

Lalu, akhirnya makanan tersebut sampai di rumah. Tak sedikit pula masyarakat yang tidak menghabiskan makanan. Memang, bisa dimasukkan ke kulkas untuk dikonsumsi di kemudian hari. Namun, pada akhirnya banyak yang membuangnya karena kedaluwarsa.

Solusi digitalisasi

Pemimpin transformasi digital dalam pengelolaan energi dan automasi Schneider Electric pun semakin mempertegas komitmen dalam mendukung proses digitalisasi di seluruh rantai pasok pangan untuk membangun sektor makanan dan minuman (food and beverage) yang lebih berkualitas serta berkelanjutan.

Sebagai Perusahaan Paling Berkelanjutan pada 2021 menurut Corporate Knights, Schneider Electric memiliki solusi digital yang dapat mendukung industri F&B mengatasi tantangan krisis pangan dan dampak lingkungan.

Solusi EcoStruxure for Food & Beverage dari Schneider Electric pun memungkinkan industri F&B mengintegrasikan seluruh rantai pasok pangan untuk meningkatkan visibilitas, transparansi, optimalisasi produksi, dan efisiensi energi.

Baca juga: Ngeri! Perubahan Iklim Semakin Nyata, Pemerintah Dunia Harus Mempercepat Upaya Dekarbonisasi

Cluster President Schneider Electric Indonesia and Timor Leste Roberto Rossi mengatakan, makanan terbuang sia-sia di sepanjang rantai pasok sangat meresahkan. Tidak hanya ketika memikirkan jumlah makanan yang terbuang, tetapi juga bagaimana dengan 1 miliar lebih orang yang kelaparan.

Sementara itu, permintaan akan makanan ke depannya tumbuh lebih besar lagi karena populasi dunia telah melewati angka 7 miliar kepala dan diperkirakan dapat mencapai 9 miliar manusia pada 2050.

“Untuk mengatasi tantangan itu, kita tidak hanya perlu untuk memproduksi bahan pangan lebih banyak lagi, tetapi juga memastikan rantai pasokan industri F&B dapat lebih efisien dan andal. Dengan begitu, makanan dapat diproses, disimpan, dan didistribusikan dengan aman serta sesuai standar operasi produksi (SOP),” kata Roberto.

Baca juga: Beberapa Sistem yang Harus Diperbarui Perusahaan Tambang di Era Industri 4.0

Digitalisasi rantai pasok pangan dengan pemanfaatan internet of things (IoT), artificial intelligence (AI), machine learning, dan digital twin pun menjadi solusi terbaik untuk mencapai tujuan tersebut.

Lebih transparan dan andal

Penggunaan teknologi digital di industri F&B, terutama di pabrik pengolahan bukan merupakan hal baru. Namun, pemanfaatan teknologi digital ini belum menyeluruh dan terintegrasi di seluruh rantai pasok, mulai dari sistem pertanian, sistem produksi pangan, sistem logistik, hingga sistem distribusi ritel.

Dengan digitalisasi rantai pasok pangan yang menyeluruh, industri F&B dapat memperoleh visibilitas dan kontrol yang lebih baik, meliputi proses bahan pangan diangkut ke pabrik, kondisi dan suhu penyimpanan pangan, pengiriman, serta detail informasi yang tercantum di dalam produk.

Baca juga: Bumi Semakin Panas! Upaya Dekarbonisasi Harus Dipercepat Segera

Pemanfataan AI dalam pengelolaan lahan pertanian juga membantu petani mengetahui informasi cuaca, kondisi tanah, dan sistem irigasi. Petani dapat mengambil tindakan yang dibutuhkan sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas dan kuantitasproduksi.

Sementara itu, pendekatan baru dalam pelabelan dan manajemen informasi produk berbasis digital dapat meningkatkan transparansi.

Hal tersebut memungkinkan konsumen untuk lebih banyak mengetahui informasi terkait produk makanan yang dikonsumsi serta membantu produsen untuk melakukan kontrol yang lebih baik terhadap kualitas produk dan mengambil tindakan cepat bila terdapat produk yang tidak sesuai standar, bahkan sebelum mereka mencapai rak etalase.

Baca juga: PLN dan Schneider Electric Jalin Kerja Sama Tingkatkan Digitalisasi Panel Listrik

“Dengan digitalisasi dan integrasi rantai pasokan, industri F&B akan memperoleh transparansi dan visibilitas yang dapat membantu pengambilan keputusan yang tepat berbasis data untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, mengoptimalkan setiap lini rantai pasok, mengurangi jejak karbon, meminimalisasi kerugian, serta pemborosan sampah makanan akibat gagal produksi,” jelas Roberto.

Senin, 18 Oktober 2021

Bumi Semakin Panas! Upaya Dekarbonisasi Harus Dipercepat Segera

Schneider Electric menyerukan seluruh negara untuk mempercepat upaya dekarbonisasi

Apakah kamu merasakan suhu bumi semakin panas? Cuaca per musimnya juga terkadang berubah silih berganti. Musim hujan terasa panas, sedangkan musim kemarau malah turun hujan.

Hal tersebut menandakan dampak perubahan iklim yang terjadi akhir-akhir ini semakin nyata. Gumpalan es di kutub juga terus mencair akibat suhu bumi yang kian memanas. Alhasil, hal ini menimbulkan efek domino dengan menyebabkan semakin meningginya batasan air laut di sejumlah wilayah bumi. Banjir bandang dan bencana alam lainnya pun tak terhindarkan.

Bila upaya dekarbonisasi tidak dilakukan segera dengan cepat, hal lebih buruk mungkin bisa terjadi.

Baca juga: PLN dan Schneider Electric Jalin Kerja Sama Tingkatkan Digitalisasi Panel Listrik

Chairman and CEO Schneider Electric Jean-Pascal Tricoire mengatakan, dunia harus mempercepat dekarbonisasi dan mengurangi separuh emisi karbon dioksida pada 2030.

Studi riset terbaru Schneider Electric bertajuk The2030 Imperative: A Race Against Time menunjukkan, dunia harus mengurangi emisi karbon sebesar 30-50 persen pada dekade ini untuk membatasi kenaikan suhu ke ambang batas 1,5 derajat Celcius seperti yang telah ditetapkan oleh Intergovernmental Panel for Climate Change (IPCC)

“Guna mewujudkannya, kami menyerukan kepada seluruh pemangku kepentingan dan perusahaan di seluruh dunia untuk melakukan upaya dekarbonisasi 3-5 kali lebih besar dari sebelumnya,” kata Tricoire dalam acara Innovation Summit World Tour 2021.

Baca juga: Gandeng Schneider Electric, Meratus Ingin Jadi Perusahaan yang Lebih Customer-Centric

Menurut Tricoire, perusahaan yang bergerak di industri berat dinilai memiliki peran penting dalam hal dekarbonisasi. Perusahaan bisa menerapkan teknologi digital dan meningkatkan elektrifikasi sebagai cara tercepat untuk mendekarbonisasi bangunan, transportasi, dan operasional industri di lingkungan kerja.

Schneider Electric, lanjut Tricoire, saat ini sudah menjadi bagian dari solusi untuk membantu banyak perusahaan mempercepat upaya dekarbonisasi.

“Sesuatu yang dibutuhkan perusahaan saat ini adalah mitra terpercaya yang dapat menggabungkan perencanaan strategis dan penetapan target dengan rekam jejak implementasi solusi yang terbukti memberikan hasil berkelanjutan,” katanya.

Baca juga: Penerapan IoT dan Edge Computing di Industri Pertambangan

Sebagai informasi, Schneider Electric merupakan salah satu pionir perusahaan yang fokus dalam hal efisiensi energi, pengelolaan energi, pengadaan energi terbarukan, pelaporan karbon, penilaian risiko iklim, dan dekarbonisasi rantai pasokan.

Perusahaan asal Prancis itu juga menyediakan perangkat lunak dan layanan konsultasi kepada lebih dari 30 persen anggota perusahaan Fortune 500, seperti Johnson & Johnson, Walmart, Faurecia, Kellogg, Takeda, Velux Group, Unilever, dan T-Mobile.

Sebagai bagian dari ambisinya untuk mendorong inovasi berkelanjutan dan membangun roadmap net-zero emission, Schneider Electric juga turut membantu perusahaan di banyak sektor untuk berinovasi dan beralih ke sistem terbuka yang dapat dioperasikan secara digital.

Baca juga: Yuk Bergerak, Negara Harus Lakukan 3 Tindakan Atasi Perubahan Iklim

“Konvergensi antara digital dan listrik dalam skala besar dengan perangkat lunak menjadi salah satu solusi. Listrik membuat energi menjadi hijau dan vektor terbaik untuk dekarbonisasi. Digital membuat energi menjadi cerdas untuk mendorong efisiensi dan menekan pemborosan. Konvergensi ini menghasilkan ‘Electricity 4.0',” ujar Tricoire.

Tricoire pun menjabarkan beberapa inovasi yang telah dihadirkan oleh Schneider Electric dalam rangka percepatan dekarbonisasi. Berikut ulasannya.

1. Smart home

Schneider Electric juga telah meluncurkan serangkaian solusi smart sustainable home yang membantu mengurangi pemborosan energi di dalam rumah. Untuk diketahui, rumah tangga diproyeksikan menjadi konsumen listrik terbesar dan penyumbang emisi karbon terbesar sebesar 34 persen pada 2050.

2. Jaringan listrik digital

Jaringan listrik digital menjadi inovasi terdepan untuk dekarbonisasi di lingkungan perusahaan. Schneider Electric pun meluncurkan rangkaian teknologi SF6 untuk mewujudkan net-zero emission.

Adapun teknologi tersebut turut diperkuat oleh RM AirSeT Ring Main Unit, Switchgear Modular, dan MCSeT Active Medium Voltage Air Insulated Distribution Switchboard.

3. Data center

Schneider Electric baru saja meluncurkan APC Smart Uninterruptable Power Supply (UPS) Ultra 5kW. UPS ini dirancang untuk memberikan lebih banyak daya, fleksibilitas, dan pemantauan cerdas dengan ukuran terkecil.

Dengan pemanfaatan alat tersebut, sejumlah pengguna jasa data center Schneider Electric pun telah mengurangi jejak karbon mereka sebesar 37 persen.

4. Sistem distribusi listrik cerdas

Schneider Electric meluncurkan berbagai produk tegangan rendah berupa TeSys Giga, Canalis Busbar, PrismaSeT Active, New Gen ComPacT, TransferPacT, dan produk digital EcoStruxure Power yang disinyalir lebih aman dan memenuhi asas keberlanjutan.

Dengan upaya yang telah dilakukan tersebut, Schneider Electric percaya bahwa semua pihak bisa mempercepat target dekarbonisasi demi bumi tercinta.

Selasa, 12 Oktober 2021

PLN dan Schneider Electric Jalin Kerja Sama Tingkatkan Digitalisasi Panel Listrik

Schneider Electric dan PLN jalin kerja sama untuk perbaiki digitalisasi panel listrik

Schneider Electric, pemimpin transformasi digital dalam pengelolaan energi dan automasi mendukung rencana digitalisasi PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jakarta Jaya (PLN UID Jaya) dengan melakukan kerja sama uji coba digitalisasi panel listrik.

Pada tahap awal, Schneider Electric telah memasang dan mengoperasikan produk Smart Ring Main Unit (RMU) Kubikel TM Fully Gas Insulated di Gardu PLN UP3 Lenteng Agung, Jakarta Selatan yang diintegrasikan dengan sistem SCADA di kantor UP2D Jakarta Raya.

Sebagai informasi, Smart RMU Kubikel TM Fully Gas Insulated merupakan solusi dari Schneider Electric yang memungkinkan optimalisasi performa panel listrik, meningkatkan keamanan dan keandalan distribusi listrik di lingkungan yang kurang mendukung, serta memungkinkan pengelolaan biaya operasional dan pemeliharaan yang lebih efisien.

Baca juga: 3 Tindakan yang Harus Dilakukan Negara dan Industri untuk Mengatasi Perubahan Iklim

Smart RMU terkoneksi dengan arsitektur EcoStruxure Grid yang dapat mengintegrasikan dan mengelola data untuk pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan.

Solusi tersebut telah dilengkapi dengan sensor termal nirkabel dan aplikasi telepon pintar yang menggantikan infra-red thermal scanning. Sensor termal nirkabel dapat memberikan peringatan dini terhadap suatu kondisi yang berpontensi memicu terjadinya masalah koneksi dan potensi kebakaran atau percikan api akibat gangguan arus hubungan singkat.

Smart RMU Kubikel TM Fully Gas Insulated

Adapun pemanfaatan produk Smart RMU dari Schneider Electric memungkinkan PLN melakukan kontrol jarak jauh terhadap performa panel, efisiensi waktu pemeliharaan, meningkatkan akurasi pembacaaan arus tengangan panel, dan meningkatkan keamanan staf teknis terhadap potensi kecelakaan kerja.

Baca juga: Beberapa Sistem yang Harus Diperbarui Perusahaan Tambang di Era Industri 4.0

Melalui pemanfaatan teknologi digital berbasis Internet of Things (IoT), PLN dapat mengintegrasikan proses, membuat keputusan yang lebih akurat berbasis data, serta tetap kompetitif dalam mendukung kebutuhan distribusi listrik yang lebih aman, andal, efisien, dan sustainable di era industri 4.0.

Sebagai mitra digital dalam pengelolaan energi dan automasi, Schneider Electric berkomitmen untuk terus mengembangkan solusi-solusi inovatif yang tidak hanya berdampak terhadap performa bisnis pelanggan, tetapi juga memberikan dampak lingkungan dan prinsip keberlanjutan.

Sebagai informasi, Schneider Electric juga memiliki solusi Kubikel TM SF6 Free yang lebih ramah lingkungan karena tidak menggunakan gas SF6 yang berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca.

Baca juga: Sambut Industri 4.0, System Integrator Harus Punya Sertifikasi Industrial Edge Computing

Ke depan, Schneider Electric berencana melakukan kerja sama uji coba lanjutan dengan pihak PLN untuk mengimplementasikan solusi Kubikel TM SF6 Free  di gardu listriknya.