Tuesday, January 29, 2013

BALI!!! (Part 1)

Replika full patung
Garuda Wisnu Kencana
Akhirnya setelah selama ini saya hidup. Saya bisa juga keluar Pulau Jawa. Ndeso banget gak sih? Baru keluar Pulau Jawa dan menyambangi Pulau lainnya di umur 20 tahun. Iya saya emang pernah nyebrang ke Pulau Madura lewat jembatan Suramadu, tapi pas sudah sampai di Madura, saya hanya santai sejenak lalu balik lagi ke Surabaya. Pulau indah yang (menurut) saya itu pulau kedua yang saya sambangin adalah Pulau Bali. Pulau dengan banyaknya dewa-dewa tinggal. Makanya sering disebut Pulau Dewata.

Saya melakukan perjalanan ke Pulau Bali dengan 3 teman saya. Mirza, Zen, dan Gita (kalo ini teman spesial hehe). Jalur yang kami tempuh ke sana adalah jalur darat. Karena maklum anak kuliahan dan ingin melakukan trip tanpa meminta uang ke orang tua jadi kami tidak naik besi terbang (re: pesawat) hehe. Kami berencana di Bali selama 5 hari 4 malam (+ perjalanan) dan kami bisa melakukan perjalanan ini karena sudah libur semester ganjil hehe.

Kami berangkat ke sana pada tanggal 16 Januari 2013 pukul 07.30 WIB karena kereta berangkat sekitar pukul itu. Kami naik kereta dari Stasiun Lempuyangan Jogja ke tujuan akhir Stasiun Banyuwangi Baru dengan kereta ekonomi Sri Tanjung, murah kok, hanya Rp.35.000 saja. Di kereta kami memisah, karena kami mendapatkan tiket yang berbeda tempat duduk bahkan gerbong. Saya dan Gita di gerbong 1. Mirza dan Zen di gerbong 4. Saya dan Gita secara gak sengaja satu tempat duduk juga sama teman kampus saya si Caca, dia mau pulang ke Blitar. Sedangkan si Mirza dan Zen satu tempat duduk sama 2 bule Jerman. Beruntung banget mereka, padahal itu tempat duduk saya sama Gita. Tapi kami tukeran karena ada sesuatu.

Di tengah perjalanan, tepatnya setelah kita memasuki daerah Pasuruan, saya sama Gita pindah tempat duduk di depan Mirza dan Zen karena bule Jermannya sudah turun. Akhirnya kami ngumpul lagi dan menciptakan sebuah kemeriahan di gerbong tersebut haha. Pemandangan diluar jendela kereta sangat indah, tepatnya ketika Pegunungan Semeru dan Gunung Kelud terlihat. Emang, Indonesia gak ada duanya, sob! Singkat cerita kami sampai di Stasiun Banyuwangi Baru pukul 22.27 WIB. Hemmm lumayan ini pantat sudah nyut-nyutan seharian di kereta. Sampai Banyuwangi, kami semua tidak istirahat, karena harus melanjutkan perjalanan laut untuk menyebrang dari Pelabuhan Ketapang (Banyuwangi) ke Pelabuhan Gilimanuk (Bali).
Kapal penyebrangan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi
Jarak dari Stasiun Banyuwangi Baru ke Pelabuhan Ketapang sangatttttt dekat. Hanya 100 meter. Jadi saya saranin buat kalian yang mau nyebrang, jangan naik becak, jalan saja. Kemudian kami membeli tiket kapal penyebrangan seharga Rp.6.000 saja kawan. Di kapal penyebrangan saya gabisa tidur walaupun capek dan ngantuk. Karena di kapal ada suara kuenceng banget dari pedagang kaset di sana, mereka nyetel lagu dangdut -__-. Saya cuma duduk saja mencoba menikmati dan sekali-sekali ke pinggir kapal untuk melihat pemandangan luar. Sayang, laut sekitar pelabuhan agak kotor dengan sampah dari kapal-kapal yang banyak tergenang di air :(. Oia saya saranin kalau bisa kalian jangan buang air di WC kapal penyebrangan. Soalnya bauuuuu banget! Mau muntah rasanya pas saya kencing di sana. Mending tahan aja terus kencing di WC di pelabuhan. Kenapa masih banyak ya orang yang kurang peduli akan hal ini hm.

Waktu tempuh kapal penyebrangan hanya selama 1 jam. Kami menginjakkan tanah Pulau Bali pada 17 Januari 2013 jam 01.17 WITA. Sudah beda 1 jam lebih cepat dari WIB. Lagi-lagi kami tidak bisa istirahat karena kami harus mengejar bus ke arah Denpasar. Ternyata aman lho walau tengah malam di 2 pelabuhan tersebut. Tapi harus tetap waspada. Bus kami dengan jurusan terminal Gilimanuk ke terminal Ubung Denpasar berangkat pukul 03.00 WITA. Jadi kami masih punya waktu untuk sejenak menghirup udara bebas sambil melemaskan badan. Tidak lupa pula kami meminum obat anti mabok supaya tetap fit. Karena kami sudah seharian di kendaraan umum dan kami harus tetap menjaga kondisi badan kami demi kesuksesan perjalanan ini hehe. Akhirnya sebelum pukul 3, bus sudah berangkat karena penumpang sudah penuh.
Patung Garuda
Perjalanan bus jurusan terminal Gilimanuk ke terminal Ubung Denpasar menempuh 3 jam waktu perjalanan yang kebanyakan penumpang isi dengan tidur haha. Maklum masih jam segitu sih, pasti pada ngantuk unyuk, kecuali si pak supir yang harus tetap terjaga. Oia biaya bus ini seharga Rp.25.000, jadi teman-teman harus menawarnya jika melebihi biaya tersebut, ya. Kami sampai di terminal Ubung Denpasar sekitar pukul 06.00 WITA dan langsung kami gunakan untuk membuang air dan mengisi perut yang kosong. Tidak lama setelah kami kenyang, kami harus menaiki mobil angkot lagi untuk mencapai rumah bude saya. Selama kami di Denpasar, kami menginap di rumah bude, ngirit kakakkkk hehehe. Rumah bude saya terletak di daerah Banjar Ambengan, Denpasar Selatan. Angkot yang kami carter menaruh tarif Rp.15.000 per orang.
Oia sebelumnya saya ringkas total biaya perjalanan berangkat kami dari Yogyakarta sampai Denpasar, totalnya adalah Rp.81.000. Murah kannnnddd + sensasinya wow beuddd.

Dengan waktu tempuh 30 menit, sampailah kami di rumah bude. Kami langsung bisa membuang rasa capek dengan sarapan kedua dan istirahat berkualitas selama 3 jam hehe. Karena kami harus keluar dan menikmati kota Denpasar di HARI PERTAMA kami di Bali ini. Jadwal hari ini adalah menyambangi Garuda Wisnu Kencana dan Pantai Kuta!!! Kami sudah membuat janji pada pukul 11.00 WITA berangkat dengan ditemani Pak Ketut. Alhamdulillah ada saudara jadi gak perlu nyewa mobil hihi.
Patung Dewa Wisnu

Garuda Wisnu Kencana terletak di kabupaten Badung, Denpasar. Kami sampai GWK pada pukul 12.00 WITA. Ternyata guede banget ya patung Garuda dan Wisnunya. Sayang patungnya belum disatukan secara utuh sesuai projek tempat wisata itu. Kalau semua sudah beres, pasti akan sangat sangat keren. Biaya masuk untuk wisatawan lokal di sana sebesar Rp.30.000. Lumayan mahal untuk kantong kami dan lumayan murah untuk melihat karya seni yang sangat indah. Bagaimana bisa ya bikin patung segede itu, gak habis pikir keren emang para seniman Indonesia. Terdapat juga batu-batu besar yang dibuat sedemikian rupa menjadi hiasan besar di tempat ini, begitu pula dengan tata ruang tamannya. Keuren deh pokoknya. Terdapat juga panggung pertunjukkan seni di sana. Alhamdulillah kami sempat melihat tarian tradisional Bali di sana. Walaupun kami cuma melihat 4 tarian. Kami harus melanjutkan perjalanan ke Pantai Kuta.


Pemandangan indah di taman GWK

2 anak hilang -__-

Melihat tarian Bali
Ternyata ini toh Pantai yang sering digunakan tempat shooting FTV. Keren ombaknya besarrr. Banyak banget yak bule di sana. Serasa lagi di Australia nih, mana saya lagi pake baju Australia pula haha. Pantai Kuta sangat khas dengan pepohonannya dan banyak pula orang lokal yang berjualan di sana dengan menawarkan jasa membuat tato, kepang rambut, pijat, membuat cutek, sewa payung, tempat berjemur, tikar, dan pastinya sewa papan selancar + kursus singkat berselancar. Sayangnya kami gak ada minat sama sekali sama itu semua.
Di sana kami hanya menikmati keindahan pantai dengan jalan menelusuri pinggir pantai diselingi dengan berfoto ria. karena itulah tujuan kami ke sana. Senyum kami merekah menandakan puas :))). Kami berniat melihat sunset Pantai Kuta, kami menunggunya cukup lama. Tidak terasa sudah pukul 18.30 WITA lho!
Kami tidak menyadarinya karena langit masih terang benderang dan matahari masih 45 derajat. Kami akhirnya memutuskan pulang karena tidak enak sama Pak Ketut. Ya walaupun kurang puas karena tidak bisa melihat sunset hari itu.
Pantai Kuta for the first time!!
Kami pulang ke rumah bude, makan, mandi, kemudian tidur pulas untuk menyongsong hari esok. Selamat malam Bali :))).

Bersambung......

0 comments:

Post a Comment