Sunday, December 25, 2016

Secuil Pengalaman Ujian B1 Bahasa Jerman

Di suatu hari di bulan Oktober 2016, tepatnya tanggal 17 Oktober, gue merenung banyak hal. Yak, tanggal itu merupakan hari dimana gue berulang tahun. "Loh kok di hari ulang tahun merenung? Bukannya seneng-seneng aja lek?".

Menurut gue, semakin tua umur kita ((((tuaaaa)))), akan semakin bijak kita merayakan ulang tahun kita. Bukan lagi tentang pesta, tentang traktir-mentraktir (walau masih aja ditagih haha), dan tentang hal lainnya. Tapi juga, waktunya kita merefleksikan apa yang sudah kita perbuat sebelum-sebelumnya dan apa yang akan kita lakukan di hari berikutnya untuk menggapai impian dan kesuksesan.

Salah satunya gue memikirkan impian gue buat pergi ke Jerman. Selama empat tahun gue menempuh studi bahasa Jerman di kampus dan melihat teman satu-persatu sudah menginjakkan kakinya di tanah Jerman, sedangkan gue masih di sini-sini aja itu rasanya……..jleb.

Sebelum Ujian
Satu di pikiran gue, gue mau pergi ke Jerman suatu hari nanti, tapi kok ada tahap yang belom gue lewatin ya kayaknya. Disitu gue mikir, apa yang belum gue lakukan. Daaaaan jawaban itu datang di hari berikutnya setelah gue bangun tidur. Sertifikat kemampuan berbahasa Jerman! Ya, gue belom pernah tes bahasa Jerman di Goethe untuk sertifikasi kemampuan berbahasa gue.

Hem, baru tau gue ada bajaj sama becak di Brandenburger Tor hahaha
Yaaaa, walaupun di kampus gue pernah tes yang namanya ZIDS (Zertifikat fȕr Indonesische Deutsch-Studenten) yang hampir selevel B1, tapi kegunaan sertifikat itu masih terbatas hanya untuk apply visa Au-pair saja.

So, dengan langkah pasti gue mencari info pendaftaran ujian B1 bahasa Jerman di website Goethe Institut Jakarta. Taraaa, ternyata pendaftaran ujiannya masih sebulan lagi, tepatnya tanggal 23 November 2016. Kalau mau liat jadwal-jadwal tes di Goethe Jakarta, bisa cek di SINI NIH.

Biaya untuk tes B1 lumayan mahal kalau buat gue, yaitu €105 dan dibayar dengan uang rupiah sesuai konversi mata uang hari itu, (anyway semakin tinggi levelnya, semakin mahal pula biaya tesnya).

Kartu Ujian B1 Goethe Institut Jakarta
Di hari H pendaftaran, menuju Goethe lah gue dengan membawa persyaratan yang harus dibawa, yaitu ktp/paspor asli, fotokopi ktp/paspor dan tentunya uang pendaftaran. Yeah dapatlah gue jadwal tesnya, tanggal 14 Desember 2016. Biasanya tes dilaksanakan sebulan setelah jadwal pendaftaran.

Sebenernya nekat juga sih gue ngambil tes B1 kalau dilihat dari track record gue selama setahun ini, jaraaaaang banget gue buka buku bahasa Jerman ataupun ngomong bahasa Jerman. Tapi ya gue tetep optimis dan gigih buat ngulang lagi pelajaran-pelajaran waktu kuliah dulu.

Buku Studio d A2 dan B1
Ada 4 keterampilan yang akan diuji, yaitu Lesen (membaca), Hӧren (mendengarkan), Schreiben (menulis), dan Sprechen (berbicara). Karena gue belom pernah sama sekali les di Goethe, gue gak punya modul pembelajaran dan contoh soal untuk mempersiapkan diri tes B1.

Ya walaupun untuk buku A1-B1 gue punya, tapi gue butuh latihan soal, bukan hanya materi biasa. Karena dari banyak berlatih soal, gue akan terbiasa dengan tipe soalnya dan juga bisa pede buat ngerjain soalnya. So, untuk keempat keterampilan itu gue hanya belajar dari MODUL INI DOANG + modul cara menulis surat/email untuk tes Schreiben (menulis) dari dosen gue zaman kuliah dulu.

The Exam!!!
Rabu, 14 Desember 2016, hari H ujian pun tiba. Hampir dua bulan lamanya gue menunggu dan hanya dua bulan juga gue punya waktu belajar. Belajarnya pun sekilas-sekilas doang, karena gue juga disibukkan kerja. Oke nih, gue jelasin deh tentang soal-soal yang harus dikerjaan di ujian B1 Goethe:
  1. Keterampilan pertama yang diuji adalah Lesen (membaca). Terdapat 30 soal dan dibagi menjadi 5 Teile (bagian). Kelima bagian ini memiliki masing-masing teks dan pertanyaan yang harus diisi. Waktu yang diberikan untuk mengerjakan ujian Lesen adalah 65 menit. So far sih, kalau lo sering baca-baca buku/berita berbahasa Jerman, pasti lo akan cepet paham tentang isi teksnya.

  2. Keterampilan kedua yang diuji adalah Hӧren (mendengar). Soal yang harus diisi juga ada 30 dan terbagi menjadi 4 Teile (bagian). Masing-masing bagian mempunyai tipe soal yang berbeda. Saran gue nih, lo harus konsentrasi penuh di keterampilan ini, karena gak fokus dikit aja bisa lewat itu suara percakapannya. Harus teliti juga untuk membaca setiap perintah di setiap bagian, karena ada percakapan yang diputar 2x dan ada yang hanya 1x. Waktu untuk mengerjakan keterampilan ini adalah 40 menit.

  3. Masuk ke keterampilan ketiga yaitu Schreiben (menulis). Di bagian ini terdapat 3 Aufgabe (tugas/soal).
    - Untuk tugas yang pertama, kita diminta untuk menulis sebuah email ke teman kita yang tidak bisa hadir di suatu acara.
    - Kemudian tugas kedua, menanggapi pernyataan orang lain di suatu forum website terkait tema yang sedang dibahas olehnya, contohnya tema larangan merokok, kenakalan remaja, internet, kendaraan, dll.
    - Dan tugas yang terakhir yaitu mengirim sebuah email ke atasan/guru kita karena kita tidak bisa hadir di acara yang akan datang, contohnya acara pesta ulang tahun, festival, acara sekolah, dll.
    Dibutuhkan kreatifitas ide dan mengolah kata untuk keterampilan ini. Semakin kreatif isinya dan strukturnya, semakin bagus nilai yang akan lo dapatkan. Waktu yang diberikan untuk keterampilan ini adalah 60 menit.

  4. Kemudian keterampilan yang terakhir adalah Sprechen (berbicara). Buat sebagian orang termasuk gue, pasti akan gugup menghadapi ujian ini. Karena kemampuan berbahasa kita akan diuji secara nyata di keterampilan ini. Pelafalan, kecakapan, nada berbicara, dan spontanitas sangat diperhatikan di sini. Di ujian keterampilan berbicara, penguji yang akan menguji langsung ada 2 orang. Kita pun akan dipasangkan dengan seorang partner yang dipilih acak oleh penguji. Terdapat 3 Teile (bagian) yang harus kita kerjakan.
    - Bagian pertama adalah membuat janji temu atau merencanakan suatu acara dengan partner kita. Kekompakan dengan partner yang baru kita kenal, wajib banget harus didapatkan.
    - Lalu lanjut ke bagian kedua, yaitu menjelaskan tentang suatu tema yang kita dapatkan secara acak. Kita akan mendapatan 2 tema dan wajib memilih salah satu dari tema itu. Saran gue, pilih tema yang bener-bener lo kuasai. Karena lo harus mempresentasikan tema tersebut ke kedua penguji dan partner lo.
    - Bagian yang ketiga dan terakhir sih gampang menurut gue, hanya menanggapi atau bertanya kepada partner kita setelah dia selesai mempresentasikan temanya.
    Waktu yang diberikan untuk ujian keterampilan ini adalah 15 menit. Tapiiii kenyataannya bisa lebih lama loh. Pas gue ujian, gue keasikan ngobrol sama partner dan presentasi tema yang gue dapet, karena gue dapet banget feel-nya sama partner gue itu dan tema yang gue dapet juga asik, yaitu tentang festival.
    NB: 15 menit sebelum ujian berbicara, peserta akan diberikan soalnya. Nah, jadi gak perlu takut, karena di 15 menit ini kita sudah tau tema apa yang kita dapat dan apa yang akan kita bicarakan nanti. Langsung aja tulis di kertasnya apa yang mau lo diskusikan dan presentasikan. Gak perlu takut juga sama pengujinya, karena menurut gue, sebagian besar penguji akan murah senyum, sehingga membuat peserta rileks. Kalau lo lagi dapet penguji yang agak jutek, yaaaa itu nasib lo wkakaka.
Ujian hari itu selesai dengan rasa puas. Awalnya gue agak ragu sama kemampuan menulis dan berbicara gue, tapi setelah dijalani ternyata gak susah-susah banget. Malah justru gue ragu sama hasil keterampilan mendengar gue karena gue sempet gak fokus waktu ngerjainnya.

Seminggu kemudian, tepatnya 19 Desember 2016 hasil diumumkan melalui email. Daaaaaan hasilnya cukup memuaskan, nilai yang gue dapatkan:
Lesen (membaca) = 80
Hӧren (mendengar) = 73
Schreiben (menulis) = 77
Sprechen (berbicara) = 87

Sungguh diluar dugaan, nilai Sprechen gue paling tinggi diantara ketiga keterampilan lainnya hahaha. Tapi sedikit kecewa sih karena nilai Hӧren dan Schreiben gue gak sesuai target, yaitu minimal 80. Oiya, untuk nilai tertinggi di setiap keterampilan adalah 100 dan nilai minimum untuk lulus adalah 60. Jadi kalau mau lulus jangan sampai dibawah 60 yaaa. Kalau gak lulus di salah satu keterampilan, lo bisa remedial  sebulan kemudian. Bayar lagi tentunya, makanya usahakan jangan sampai remedial hehehe.

Tips dan kunci menghadapi ujian B1 dan ujian lainnya kalau menurut gue sih, ya belajar! Haha. Eits tapi jangan serius-serius banget belajarnya, cintailah bahasa Jermannya terlebih dahulu, niscaya pas lo belajar pasti cepet nangkep. Sering-sering baca berita berbahasa Jerman juga ya, di twitter kek, instagram kek, website kek, terserah. Dengan sering membaca, lo akan mendapatkan kosakata baru secara gak langsung, tanpa harus kerja keras untuk menghafalnya. Sering-sering juga denger podcast di radio online atau nonton video di youtube. Satu tips lagi, canangkan target nilai kalian, niscaya belajar kalian akan semakin semangat buat meraih target itu.

Banyaaaaak cara menuju Berlin! Hahaha. Semangat menggapai mimpi dan yang mau ujian semangat juga belajarnya, ya! Kalau mau tanya-tanya, boleh di kolom komen hoho.

Tschȕβ!!!
Location: Jakarta Metropolitan Area, Indonesia

12 comments:

  1. Mantaap lek! !! Kayanya aku juga harus nekat ^^ nice share ^^

    ReplyDelete
  2. Kak ,,, trus cinta di hatimu siapa ??? jangan bahasa jerman juga yaaa hua hua

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha bisa aja bang cum, rahasia lah baaang :D

      Delete
    2. Atau cinta mu selalu pada "KEJOMBLOAN" hahaha

      Delete
  3. wohoooo nice shot bro, I have to try that "nekat" Wahahahaha. Thanks, nice info :)

    ReplyDelete
  4. emejing sekali kak ! kepengen, tapi ada takut-takutnya gitu wkwk but thanks infinya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus berani dong! Eh btw kamu kerja di Jakarta sekarang?

      Delete
  5. hai, salam kenal..
    boleh minta soft copy A2 sm B1 nya gak? *gak modal banget ya?:))..
    soalnya ga les di goethe dan bukan anak bahasa.. tapi pengen tes b1..
    gak boleh juga gpp sii.. hihihi
    email me ke evi.soedarsono@gmail.com kalo emang mau kasi
    Makasi banget share ilmunya,..yang ternyata bikin ngeri.. ;)

    ReplyDelete