Tuesday, March 3, 2015

Serunya Perjalanan Kereta Bangkok-Butterworth

Kalau ada yang tanya transportasi apa yang paling gue sukai, pasti gue jawab: kereta api. Setiap tahunnya mulai gue dari umur 2 tahun pasti kalau pulang kampung ke Cilacap selalu naik kereta api. Sampai gue kuliah di Jogja juga gue menggunakan kereta api untuk pulang pergi ke Jakarta. Kereta api memberikan kesan tersendiri buat gue dibandingkan moda transportasi darat lainnya seperti bus.
Stasiun Bangkok (sekilas mirip Stasiun Jakarta Kota)

Hal ini menjadi alasan gue untuk menggunakan kereta api sebagai transportasi dari Bangkok menuju Penang. Pertama kalinya dalam hidup gue naik kereta lintas negara. Dari Bangkok gue naik kereta no. 35 jurusan Bangkok-Butterworth (stasiun di Penang). Kereta dari Bangkok ke Penang hanya satu jurusan saja.

Awalnya gue berencana untuk ke Penang pada tanggal 2 Februari 2014, ketika gue pergi ke Stasiun Bangkok untuk membeli tiket sehari sebelum tanggal 2 ternyata tiket sudah sold out sampai tanggal 5 Februari! Damn bisa gagal rencana untuk menjelajah Penang. Sebelum mengambil keputusan, gue berdiskusi dengan partner saat itu juga. Hasilnya adalah.....kami membeli tiket ke Penang untuk tanggal 6 Februari.

Saran buat teman-teman yang mau ke Penang via Bangkok, beli tiketnya jangan mendadak!!! Lebih baik membeli 5-7 hari sebelum keberangkatan, karena kereta ini laris manis walaupun kelasnya 'Special Express' dan harganya bikin jleb juga. Tapi worth it banget naik kereta ini!

Oh iya kalau kalian masih bingung tentang jurusan-jurusan keretanya. Tanya saja ke bagian informasi. Nanti langsung dijelaskan oleh mbak-mbaknya + dikasih semacam brosur jurusan-jurusan kereta gitu.

Note: Jangan heran kalau nanti mbaknya ngomong bahasa Thailand, karena muka-muka kayak kita ini mirip sama muka orang sana, jadi kita sering dianggap orang Thailand hahaha. Kita juga harus pasang bener tuh kuping, karena mbak-mbaknya ngomong bahasa Inggris dengan logat Thailand yang unik. Seru deh!

Kereta yang akan gue naiki ini bertipe Sleeper Berth Train. Apa itu? Kereta ini adalah kereta yang kalau siang hari, tempat duduknya seperti biasa. Tapi kalau malam hari berubah menjadi bed (kasur)!

Ada dua jenis tempat tidur, Lower Berth dan Upper Berth. Buat yang mau tidur sambil melihat pemandangan pilihlah Lower Berth (bawah), karena langsung bisa lihat pemandangan di jendela utama, tapiiii lebih mahal harganya, sekitar 1.220 Baht (Februari 2014). Sedangkan untuk yang Upper Berth (atas) harganya lebih murah 100 Baht, yaitu 1.120 Baht (sekitar Rp.500rb).

Gue pilih yang mana? Upper Berth! Karena lebih murah, lagipula gak bisa lihat pemandangan cuy di jendela, gelap hahaha. Ini pertama kalinya gue naik kereta tipe ini. So excited!
6 Februari 2014
Train no.35 Bangkok-Butterworth
Kereta akan berangkat dari Stasiun Bangkok pada pukul 14.45 (waktu Thailand) dan sampai di Penang pukul 12.55 (waktu Malaysia). Patut diketahui bahwa waktu Malaysia lebih cepat 1 jam dari waktu Thailand. Kereta ini akan menempuh waktu selama 20 jam. Kesan pertama gue sewaktu naik kereta sleeper berth: excited!! Karena 1 tempat duduk hanya diisi 1 orang. Jadi tipenya bukan kayak kereta-kereta biasanya 2-2, melainkan 1-1. Kita jadi bisa selonjoran asik sambil melihat pemandangan.

Kesan selanjutnya: keretanya leleeettttt. gue kira kereta ini akan berjalan dengan kecepatan yang tinggi, ternyata kecepatannya gak sampai melebihi kereta ekonomi di Indonesia! Waaah bohong nih embel-embel 'Special Express'-nya. Tapi gue salut dengan kebersihan toiletnya. Bersih dan wangi. Ada shower-nya juga. Jadi kalau mau mandi, silakan...
Seru bisa selonjoran sambil lihat pemandangan
Toiletnya ada shower-nya 
Wastafel-nya juga bersih
Singkat cerita, malam pun datang. Pak Kondektur (sebenarnya bukan pak sih, kebetulan yang jadi kondektur masih muda) datang ke setiap gerbong untuk merubah tempat duduk biasa menjadi sebuah tempat tidur!! Gue pun gak menyia-nyiakan kesempatan ini, gue rekam dengan kamera digital. Gak sampai 2 menit, jeng-jeng jadilah tempat tidur.
Suasana gerbong malam hari
Raatree săwăt! (Selamat tidur!)
Suasana kereta saat itu mendadak hening karena semua penumpang masuk ke dalam kamarnya masing-masing. Kenapa gue sebut kamar? Karena ada fasilitas korden yang menutup tempat tidur kita, jadi kesannya kayak hotel kapsul gitu, tapi ini di kereta. Jadi yang tidurnya biasa sempakan, gausah khawatir kelihatan hahaha.

Kita juga difasilitasi selimut dan bantal. Karena gue susah tidur waktu itu, jadilah gue ngayap keliling gerbong buat sekedar lirik kanan lirik kiri. Rata-rata semua penumpang langsung masuk ke dalam kamarnya masing-masing euy.

Kukuruyuk!!! Ups sori ini di kereta, gak ada suara ayam. Pagi datang.....gile dingin banget ac-nya. Maklum ane tidur boxer-an haha. Kalau sudah pagi, seperti biasa kondektur akan datang dan segera merubah tempat tidur menjadi tempat duduk lagi. Ini opsional sih, kalau ada yang masih mau tidur dan tempat tidurnya gak mau dirubah, silakan...
Di pagi hari, tempat tidur diubah lagi menjadi tempat duduk
Gak lama kemudian, kondektur memberitahu bahwa kami sudah di perbatasan Thailand-Malaysia. Jadi semua penumpang harus turun untuk pemeriksaan paspor dan barang bawaan. Pemeriksaan di sini lumayan ketat. Bahkan tas gue dibongkar sampai bawah. Yah, malesin banget harus packing ulang. Setelah pemeriksaan dan cap paspor beres. Kami diizinkan masuk ke dalam kereta lagi.

Kereta sudah masuk wilayah Malaysia. Sekitar 3 gerbong dari belakang dipisah dan pengoperasian berganti dari pihak Thailand ke pihak Malaysia. Kecepatan kereta meningkat, mungkin sudah berganti kepala lokomotifnya (tapi tetap masih lebih cepat kereta ekonomi Indonesia).

Tempat duduk pun berubah dari yang 1-1 menjadi 2-2. Ada juga orang yang menawarkan jasa penukaran uang tiba-tiba datang entah darimana. Kereta juga menaikkan penumpang dari stasiun-stasiun yang dilewati. Kebanyakan orang Malaysia yang naik kereta ini adalah mahasiswa/i.

Kebetulan ada 2 orang mahasiswi yang duduk di depan gue. Setelah berbincang-bincang, ternyata ini memang sudah kesehariannya. Pergi kuliah dengan kereta dan menempuh selama 1,5-2 jam. Mmmm begitu toh...

2 mahasiswi Malaysia
Selain berbincang dengan kedua mahasiswi di depan gue. Gue juga sempat berbincang kepada seorang paman dari Swiss yang sedang kebingungan ingin pergi ke Medan dari Penang. Wah Medan. Gue pun langsung angkat suara bahwa gue dari Indonesia. Kami langsung mengobrol dan gue mencoba membantu dia.

Dia ingin pergi ke Medan overland dari Bangkok. Wow amazing! Dari Penang dia akan langsung menuju ke Malaka. Dia berencana untuk naik kapal ferry dari Malaka ke Medan. Wah gue aja baru tau kalau ada kapal ferry dengan jurusan tersebut.

Tapi kendalanya adalah jalur kapal ferry tersebut sedang ditutup sementara. Gue lupa sebabnya apa. Akhirnya setelah lama berbincang, akhirnya dapat keputusan kalau dia akan ke Medan lewat kota lain selain Malaka.

Tanpa gue sadari juga ternyata ada 3 orang anak muda yang berbicara dengan logat yang gue tahu. Wah! Mereka dari Indonesia! Kenapa baru tahu sekarang -__-. Padahal kami sudah di kereta selama 20 jam lamanya. Singkat cerita mereka ternyata dari Bandung dan akan mengunjungi Penang selama 3 hari. Dari Penang mereka langsung naik pesawat terbang ke Singapura dan lanjut ke Bandung. Okedeh kakak good luck.
Sunrise view from the train
Pemandangannya datar cuy
Oh iya kali ini gue mau ngomongin pemandangan sepanjang jalan. Sepanjang jalan yang sudah gue lihat. Gue mengambil kesimpulan kalau pemandangan dari jendela kereta Indonesia jauuuuuuh lebih indah!!

Sawah-sawah, pepohonan, pegunungan, perumahan penduduk khas Jawa, sinar matahari senja dan fajar yang menyembul ke dalam jendela dan suara sirine penyeberangan rel di Indonesia adalah kombinasi yang super ngangenin pada saat itu.

Kenapa bisa? Karena pemandangan kereta di jalur yang gue naiki ini datar. Gak ada yang spesial. Banyak hutan-hutan dan semak-semak. Rumah-rumahnya juga jarang, terkesan sepi dan gersang. Tapi yang gue salutin adalah kereta ini terjaga dengan baik mulai dari fasilitas hingga kebersihannya. Penasaran naik kereta lintas negara Thailand-Malaysia? Silakan coba sendiri yaaa haha.

Akhirnya gue sampai Stasiun Butterworth, Penang dan siap melanjutkan perjalanan.......

15 comments:

  1. bisa beli tiket keretanya online ga ya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa mba, coba cek http://www.railway.co.th/checktime/checktime.asp?lenguage=Eng

      Delete
  2. Mas, saya coba buka link di atas, tapi websitenya terakhir update tahun 2014. Kira2 harga tiket berubah jauh ga ya? atau ada rekomendasi website lain? saya rencananya mau perjalanan ke penang dari bangkok naik kereta 8 maret nanti.. terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lah iya terakhir 2015 updatenya. Gak jauh beda keknya bro, coba klik inihttp://www.thairailways.com atau googling 'bangkok to butterworth 2016'

      Delete
  3. bookmarked :)
    taun depan rencana solo travelling ke Bangkok dari KL, baru dpt tiket pesawat KL-Bangkok dan rencana dari Bangkok ke KL pgn via darat, sepertinya kereta api akan jadi pilihan.. thx

    ReplyDelete
  4. wahh keretanya nyaman sekali ya kalau begitu, malamnya tempat duduk bisa jadi tempat tidur, toiletnya juga bersih, nyaman sekali..

    ReplyDelete
  5. Tanya mas di kereta ada smoking room gak ya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sejauh gue keliling kereta sih gak ada kak.

      Delete
  6. Mas saya baru aja check tiket dr bangkok ke Butterworth, tapi kok ga ada schedulenya ya, apa sudah tidak ada tujuan kesana,,, mohon bantuanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang saya denger2 juga katanya udah ganti kereta mas. Coba cek ini info lengkapnya www.train36.com/train-from-bangkok-to-butterworth.html

      Delete
  7. Kak mau nanya waktu kaka dari bkk-butterworth itu kan di perbatasannya di cap pasport itu kaka pake visa/tidak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hanya di cap paspor kok, gak perlu pake visa kan Indonesia free visa ke Thailand ;)

      Delete
  8. kak mau tanya dong, kalau dr butterworth mau lanjut ke Kl kira" berapa jam lg? dan recomen naik apa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekitar 10-12 jam naik kereta malam kak. Harganya lupa tapi gak begitu mahal kok, worth it banget. Ada sleeper berth train-nya juga.

      Delete