Tuesday, August 18, 2015

Memperingati 70 Tahun Indonesia di Lereng Merapi

17 Agustus tahun ’45
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka, nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Merdeka~~~

Itu adalah sepenggal bait dari lagu Hari Merdeka ciptaan H.Mutahar. Lagu ini menceritakan bahwa hari kemerdekaan Indonesia jatuh pada tanggal 17 Agustus 1945 dengan ditandai dengan pembacaan teks proklamasi oleh Ir.Soekarno, presiden pertama Republik Indonesia dan kita sebagai penerus bangsa harus tetap sedia dan setia dalam menjaga kemerdekaan ini.

Tahun ini, tahun 2015. Tepat Indonesia berumur 70 tahun. Umur yang sudah cukup tua untuk ukuran umur manusia. Manusia di umur seperti ini, seharusnya sudah bisa menikmati hidup dengan seloooow dan sudah makmur. Apakah bangsa Indonesia sudah seperti itu? Mungkin jawaban orang akan berbeda-beda. Tapi kita sebagai bangsa Indonesia harus tetap semangat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan mengamalkan apa yang sudah diamanatkan oleh pejuang-pejuang bangsa terdahulu.

Huntap Srodokan (relokasi dari Dusun Srodokan Lama
yang tertimbun abu vulkanik merapi)
16 Agustus 2015
Hari ini gue diajak oleh seorang kawan, mas Nuno, untuk survey tempat untuk suatu project acara. Kemudian kami pergi ke Dusun Srodokan, Cangkringan, Sleman, DIY.  Sudah 4 tahun lamanya gue tinggal di Jogja dan ini pertama kalinya gue mengunjungi tempat yang dulunya pernah terjadi erupsi merapi besar-besaran pada tahun 2010. Memang ya, benar kata sebagian orang, “apa saja kita pertaruhkan untuk mengunjungi tempat yang jauh, tetapi selalu menunda untuk mengunjungi tempat-tempat yang dekat“. Entahlah itu ungkapan siapa, tapi memang benar-benar terjadi.

Dusun Srodokan adalah salah satu titik dari tujuh titik tempat yang direlokasi oleh pemerintah untuk membantu korban bencana erupsi merapi 2010 silam. Gue baru tau aja, ternyata tempat relokasinya bagusssss, kayak komplek-komplek gitu. Tapi walaupun diberi tempat relokasi yang layak seperti ini, masih ada warga yang tetap tinggal di lokasi bekas bencana erupsi merapi.


Salah satu warga yang tetap tinggal di Dusun Srodokan Lama
Alasan mereka tetap tinggal di lokasi yang lama karena mereka sudah terlalu nyaman hidup di rumah lama mereka daripada rumah baru. Dari sini kita bisa belajar bahwa barang bagus gak selalu membuat kita nyaman dan senang dengan kehadirannya. Ngerti? Ngerti-ngertiin aja lah ya.

Gue lupa bahwa ternyata di wilayah Jogja, sebagian besar lomba 17an itu diadakan pada tanggal 16 Agustus. Wah bisa dong nonton lomba 17an di dusun ini. Lokasi lomba di dusun ini sangat keren menurut anak kota kayak gue ini. Jadi lokasinya berada di lapangan yang kanan kirinya adalah sawah. Uuuuw epic! Maklumlah, biasanya lomba 17an di rumah gue di Jakarta itu dilaksanakan di jalan depan rumah gue yang pemandangannya hanyalah rumah-rumah yang berdempetan. Tapi sudah 4 tahun ini gue selalu merayakan hari kemerdekaan di Jogja, jadi sudah 4 tahun juga gak ikut lomba di daerah rumah gue. Gak apa-apa yang penting kita bisa memaknai arti dari hari kemerdekaan, ya gak?
Berikut adalah foto-foto yang berhasil gue abadikan ketika lomba di Dusun Srodokan.

Terimakasih untuk para pejuang,
kami bisa bermain sepakbola dengan riang

Sebelum lomba dimulai, upacara bendera terlebih dahulu

Hormatttt g'rak!!!
Si entong ini lahap banget makan kerupuknya
Lomba gigit kelereng (padahal yang digigit sendoknya)
Splashhh
Awas, tong jangan salah pukul
Wah penontonnya sepi (salah fokus)

Selain dapat melihat lomba secara tidak sengaja, gue juga dipertemukan dengan sesuatu yang istimewa! Apa itu? Gue dipertemukan dengan seekor Elang Jawa!!! Wowwww gue excited banget. *Apa sih lek keistimewaan dari Burung Elang Jawa?* Ah, masa gak tau? Elang Jawa atau dalam bahasa latinnya Nisaetus bartelsi ini adalah spesies burung endemik di Pulau Jawa dan merupakan maskot satwa langka di Indonesia! *Wow emejing!* Lalu satwa langka yang pada saat ini hanya terdapat 1000 ekor ini adalah wujud asli dari burung garuda! Iya garuda yang suka nemplok di depan kelas, yang merupakan lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia!! *Super emejing!*.
Waaah garuda

Yaaaak si Garuda mau ikutan lomba mungkin kali ya, atau bahkan upacara bendera? Yang pasti adalah gue beruntung bisa melihat burung ini di alam bebas sehari sebelum hari kemerdekaan Indonesia. *Wah pertanda apa itu lek?* Tenang-tenang guys ini bukan pertanda Iluminati atau Freemason, mungkin pertanda New World Order akan datang. Loh mulai ngawur.

Ini pengalaman yang berharga buat gue walaupun kejadiannya sangat sepele.Semoga cerita gak jelas ini bisa menginspirasi lo lo semua ya untuk tetap mencintai bangsa Indonesia dan terus explore negeri ini sampai garis terluar!!

17 Agustus 2015
Gue mengikuti upacara (dengan nonton tv) dengan seksama.
MERDEKA!!!!

7 comments: