Tampilkan postingan dengan label Hitchhike. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hitchhike. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Mei 2016

Hitchhike di Jepang, yuk! (Matsumoto-Takayama dan Kanazawa-Kyoto)

Alooooha...  

Ini adalah seri terakhir cerita hitchhike gue di Jepang. Sebelumnya gue udah ceritain tentang tips-tips bagaimana melakukan hitchhike dan pengalaman hitchhike di kota Matsumoto.   

Nah kalo sekarang gue mau cerita pengalaman hitchhike dari Matsumoto ke Takayama dan dari Kanazawa ke Kyoto. Cekidot!!!

Hitchhike dari Matsumoto ke Takayama
Rute untuk Matsumoto ke Takayama

Jarak antara Matsumoto dan Takayama adalah 95 Km yang melewati jalur pegunungan. Ken (host gue di Matsumoto) agak sedikit pesimis gue bisa mendapatkan kendaraan dengan mudah. Jadi sebelum berangkat meninggalkan rumah Ken, Ken memberikan saran-saran tentang dimana gue bisa menemukan spot terbaik dan dia juga mengajarkan sedikit bahasa Jepang untuk bisa gue pakai ketika menanyakan ke pengemudi.

Ken juga memberikan sketchbook-nya untuk bisa gue gunakan saat ber-hitchhike. Thanks berat mennnn, gue jadi bisa ngirit hahaha. Gue pun berangkat! Dari rumah Ken, gue naik bus terlebih dahulu menuju Stasiun Matsumoto. Selanjutnya dari Stasiun Matsumoto kira-kira 200 meter gue berjalan menuju spot yang sudah direkomendasikan Ken, yaitu perempatan jalan besar Matsumoto.

Sesampainya di perempatan..

Rabu, 04 Mei 2016

Serunya Hitchhike di Matsumoto, Jepang

Stoppppp! Sebelum membaca postingan ini, baca dulu postingan gue tentang perkenalan gue dengan hitchhike di sini nih
↓↓↓

Hitchhike in Japan journeyofalek.com

Sejak mengenal hitchhike, gue jadi punya mimpi untuk melakukan hitchhike di Jepang. Kebanyakan budaya hitchhike ini dilakukan para traveler di negara-negara Eropa atau Amerika, dan jarang banget gue denger cerita ada hitchhiker di Jepang.

“Hah hitchhike di Jepang? Emang bisa? Kenapa gak beli JR pass aja buat transportasi di sana?”. Well bro, harga JR pass aja udah lebih mahal dari budget yang gue bawa.  Harga untuk JR pass selama 14 hari itu sekitar ¥46.390 atau setara dengan 4,6 juta rupiah, sedangkan budget gue cuma punya 4,5 juta rupiah untuk eksplor Jepang 12 hari hahaha.

Jauh hari sebelum berangkat, gue sudah melakukan research tentang ‘apakah mungkin untuk melakukan hitchhike di Jepang?’. Kemudian gue mendapatkan informasi yang sangat mujarab dari Wikitravel, bahwa ternyata hitchhike di Jepang itu bisa dilakukan!! Di website itu pula tertera info yang cukup lengkap tentang dimana spot-spot yang tepat untuk melakukan hitchhike.

Setali tiga uang, ternyata gue juga menemukan beberapa video aksi/tutorial beberapa traveler yang melakukan hitchhike di Jepang melalui youtube. Sungguh, itu sangat membantu gue dalam mempersiapkan rencana gue, juga mempertebal mental gue untuk melakukan hitchhike.

Beberapa poin yang gue dapat dari hasil research gue diantaranya.
  • Jalan terbaik untuk melakukan hitchhike adalah melalui jalan tol/expressway, mengingat banyak mobil-mobil yang melalui jalur expressway untuk perjalanan jarak jauh. Spot yang terbaik adalah Parking Area (PA) dan Service Area di expressway tersebut. Kalau di Indonesia, semacam Toll Rest Area gitu. Nah, kita bisa berdiri dan melakukan hitchhike di exit gate-nya.
    Harap diingat!!! Sangat dilarang untuk berjalan kaki di expressway. Jadi, untuk menuju PA/SA terdekat, lo harus cari jalan masuk lewat belakang. Pasti ada kok jalan masuk untuk pejalan kaki. Logika aja, kalau gak ada, bagaimana cara pekerja di PA/SA yang gak punya kendaraan untuk masuk?
    Selain di PA/SA, lo juga bisa melakukan hitchhike dan approach pengemudi di persimpangan yang ada lampu lalu lintasnya. Jadi ketika lampu sedang merah, lo approach tuh satu-satu mobilnya. Semua spot ini sudah gue coba lho dan gue berhasil dapat tumpangan
  • Lebih baik menggunakan kertas/papan/kardus untuk menuliskan tujuan kita. Kalau gue sih pake sketchbook A3. Juga akan lebih baik jika kita menuliskannya dalam huruf kanji dan ditambah embel-embel imut gitu kek contohnya kasih emoticon senyum. Karena orang Jepang suka yang imut-imut haha. “Gimana kalau gue gak bisa nulis kanji, lek?“. Gampangggg, lo minta tolong aja sama warga sekitar untuk nulis kanjinya. Contohnya gue, gue pernah minta tolong ke mba-mba kasir Lawson untuk menuliskan kanji kota Kyoto di sketchbook gue. Pilih yang cakep ye bro wkakak.
  • Belajar bahasa Jepang coooy. Belajar aja sedikit daily conversation-nya dan juga beberapa kalimat pamungkas untuk merayu si pengemudi. Daily conversation akan sangat dibutuhkan untuk ngobrol-ngobrol dengan si pengemudi. Sedangkan untuk kalimat pamungkas yang gue pakai untuk hitchhike di Jepang yaitu, “Sumimasen, Kyoto ni ikimasuka? Kyoto made nosete kudasai“. Secara harfiah artinya, “Permisi, apakah Anda pergi ke Kyoto? Jika iya, apakah bisa saya ikut sampai Kyoto?”. Jika si pengemudi bilang tidak, maka katakan sambil senyum, “Ah haik, arigatou gozaimasu (Oh baiklah, terimakasih)”. Jika si pengemudi bilang yes maka katakan, “Eh honto? Haik! Arigatou gozaimasu (Serius nih pak? Baik, terimaksihhh)“.
    Note: Beberapa kalimat di atas itu bisa kalian kombinasikan sesuai selera dan kenyamanan kalian, kalau gue sih nyaman menggunakan kalimat-kalimat di atas.
  • Download aplikasi peta offline di smartphone lo! Nama aplikasinya MAPS.Me (bukan lagi promosi ye haha). Setelah lo mendapatkan peta tersebut, lo masuk ke menu utamanya dan klik download maps. Nah jadi lo harus download lagi peta negara mana yang mau lo miliki. Sumpah aplikasi ini penyelamat hidup gue banget di Jepang. Karena gue gak beli sim card Jepang maupun wi-fi pocket.
No walk in expressway journeyofalek.com
Dilarang jalan kaki atau naik sepeda di expressway
Ya itulah hasil research gue.. Terus gimana pengalaman gue selama melakukan hitchhike di Jepang? Oke cekidot!!!

Pengalaman hitchhike pertama kali di Matsumoto
Ah gue dapat banyak kejutan ketika singgah di Matsumoto selama dua hari. Matsumoto adalah sebuah kota yang dikeliligi pegunungan-pegunungan di Prefektur Gifu. Di Matsumoto gue tinggal bersama salah satu warga lokal, Ken namanya. Dia masih duduk di bangku kuliah di Shinshu University sebagai Medical student.

Gue menceritakan kepada Ken, bahwa gue mau mencoba hitchhike di Jepang. Dan dia dengan sumringah menjawab,“Wow that’s great! Sometimes I did hitchhike too here! The best spot for hitchhike here is in the junction. You can ask the driver while they are stop in a red light”, dengan bahasa Inggrisnya yang cukup fasih. Lalu gue menimpalnya dengan semangat juga, “Seriously? Wow! Let’s do hitchhike together tomorrow!!!”. Ken menjawab, “Good idea! Let’s go to onsen tomorrow and we do a hitchhike to go there!”. Deal!!! Akhirnya kami memutuskan untuk melakukan hitchhike di hari kedua untuk pergi ke onsen (pemandian air panas).

Hari esoknya pun tiba. Sebelum berangkat menuju onsen, gue memasak mie instan yang gue bawa untuk makan siang. Begitupun Ken, dia juga memasak mie udon untuk juga kami santap siang itu. Lezatttt. Selesai makan siang, Ken mengeluarkan sketchbook-nya yang akan dipakai untuk menulis tujuan kami. Dia punya 2 sketchbook, sketchbook yang pertama sudah penuh terisi tulisan-tulisan kanji tempat tujuan si Ken saat ber-hitchhike. Sketchbook yang kedua, sudah lebih dari setengah buku yang dia pakai. Kemudian dengan sigap dia menulis tujuan kami, yaitu Onsen Obu. Gileeee cukup expert juga bocah satu ini.

Kami berangkat dengan mengendarai sepeda terlebih dahulu untuk mencari spot yang ideal, karena daerah dekat tempat tinggalnya kurang ideal untuk memberhentikan kendaraan yang lewat. Dan pada akhirnya kami menemukan spot yang bagus, yaitu di perempatan dekat rumah sakit terbesar di Matsumoto. So, sebelum beraksi kami memarkirkan sepeda kami terlebih dahulu di rumah sakit dan segera menuju ke perempatan, berharap ada mobil yang menampung kami.

Ken and me journeyofalek.com
Ken dan gue saat beraksi

Di sini kami berbagi tugas. Karena si Ken orang asli Jepang, jadi dia bertugas untuk menanyakan ke pengemudi  tentang tujuan mereka dan menanyakan tentang kemungkinan kami bisa menumpang. Sedangkan tugas gue adalah memegang lembaran sketchbook dengan tulisan tujuan kami dan juga memperhatikan bagaimana Ken merayu si pengemudi.

Bener-bener manjur dah ini si Ken. Baru 10 menit kami mencari tumpangan, ehhhh udah dapet aja  1 mobil yang searah dengan tujuan kami. Yeaaaah berhasil! Mobil tumpangan pertama gue di Jepang! Ternyata orang yang memberi tumpangan kepada kami sepasang kekasih. Gue lupa nanya namanya, soalnya yang kebanyakan ngobrol itu si Ken. Untung mereka bisa sedikit-sedikit bahasa Inggris, jadi gue menceritakan rencana petualangan gue di Jepang dan mengenalkan Indonesia kepada mereka. Akibat celotehan gue, mereka jadi tertarik untuk ke Bali dan jadi kepo tentang JKT48 hahaha.

Ternyata tempat onsen yang gue dan Ken tuju cukup jauh dari pusat kota Matsumoto dan ternyata juga mobil yang kami tumpangi sedikit beda arah di simpangan terakhir. Tapi dengan ajaibnya, kami diantarkan sampai depan gerbang tempat onsen! Sumpahhhhh baik banget mereka.

Cerita tentang pengalaman gue berendam di onsen nanti aja ye di next post huehe~

Setelah segar bermandi onsen, kami berencana untuk segera pulang ke rumah Ken. Naik apa pulangnya? Ya hitchhike lagi dong hehehe. Kami berjalan sekitar 100 meter dari gerbang onsen ke perempatan terdekat. Ken menuliskan tujuan kami, yaitu Rumah Sakit Matsumoto. Kami pun kembali beraksi!

Berbeda dengan berangkat tadi, hitchhike dengan tujuan pulang ini cukup sulit. Karena tujuan kami yang ke pusat kota. Ini yang gue bilang di postingan sebelumnya, akan lebih sulit jika kita melakukan hitchhike di/ke arah pusat kota.

Sekitar 25 menit kami berdiri dan menanyakan ke para pengemudi, akhirnya kami mendapatkan tumpangan juga! Yeay akhirnya... Kami pun masuk ke dalam mobil itu. Weeew interior mobilnya sporty ngets! Gue pun langsung berkenalan dengan si pengendara, namanya Akira. Dia tidak bisa berbahasa Inggris jadi Ken sebagai penghubung kami. Si Akira ini keliatannya gaul banget dah, gayanya cool gitu, bawa mobilnya serasa pembalap hahaha. Keren lah!
Akira while driving journeyofalek.com
Akira-san, asik banget nyetirnya satu tangan terus kebut

Dari pengalaman hitchhike gue di Matsumoto ini, gue semakin pede untuk bisa melakukan hitchhike seorang diri. Setelah dua hari yang istimewa di Matsumoto ini, keesokan harinya gue berpindah kota ke Takayama. Dan di sini adalah kesempatan gue buat ber-solo hitchhike. Dari Matsumoto ke Takayama dengan rute jalur pegunungan Japan's Alps. Wuhuuuuu!

Senin, 02 Mei 2016

Hitchhike Itu Apa, sih? Bagaimana Cara Melakukan Hitchhike?

Hitchhike, pada awalnya gue gak tau apa itu hitchhike. Sebelum pada akhirnya gue dikenali teknik traveling ini oleh seorang kawan Couchsurfer sewaktu gue ngetrip di Phuket, Thailand. Di Phuket, gue tinggal di suatu rumah yang isinya orang Russia semua! Mungkin yang pernah baca postingan gue tentang Phuket, tau kisah gue di sana.

Nah, jadi mereka merupakan komunitas Free Traveler dari Russia. Pada awalnya gue ngeri sob, takutnya mereka gangster gitu. Ehhh ternyata mereka baik pake banget! Terutama host Couchsurfing gue, Salavat. Dia mengenalkan salah satu teknik/cara yang bisa mengurangi biaya pengeluaran pada saat traveling, yaitu hitchhike. Bahkan gue sempat diajak untuk hitchhike bareng ketika kita berencana untuk pergi ke suatu pantai tersembunyi di Phuket. Tapi pada saat itu nyali gue masih ciut dan memilih untuk naik motor saja.

Setahun kemudian, tepatnya pada pertengahan tahun 2015. Salavat dan komunitas Free Traveler-nya datang dan singgah di Yogyakarta selama dua bulan. Wuihhhh takdir mempertemukan kita lagi. Bukan hanya anggotanya saja, melainkan juga empunya komunitas ini datang! Anton Krotov namanya.

Anton Krotov (paling kanan) pada saat kelas traveling di Yogyakarta

Beberapa kali, Anton Krotov mengadakan event kelas traveling. Wuih sadap gak tuh, traveling aja ada kelasnya, semacam mata kuliah yak hahaha. Gue gak menyia-nyiakan kesempatan ini dong, jadi gue pun hadir dalam kelas traveling-nya. Salah satunya adalah bagaimana cara hitchhike yang baik dan benar. Ternyata si Anton Krotov juga menulis beberapa buku tentang hitchhike dan gue beruntung dapat buku tersebut secara gratis, dalam bahasa Inggris tentunya. Setelah teori di dapat, akhirnya gue ditemani Salavat dan istrinya, Irina mencoba untuk hitchhike dari Terminal Giwangan Yogyakarta ke Gunung Api Purba Nglanggeran. Dannn asik banget pengalaman hitchhike pertama gue!

Orang ganteng, Salavat, dan Irina
Daritadi gue ngalor ngidul tapi belom ngejelasin apa itu hitchhike hehe muup guys. Jadiiii, pengertian gampang dari hitchhike dalam bahasa Indonesia adalah menumpang kendaraan yang lewat secara cuma-cuma/gratis. Welehhhhh kalau gitu ternyata gue sudah melakukan hitchhike dari SMP! Setiap pulang sekolah pasti gue dkk mencegat mobil yang lewat untuk menumpang. Tapi bukan mobil biasa, melainkan mobil bak terbuka atau truk hahaha. Maklum deh jaman SMP masih bandel-bandelnya.

Biasanya seorang hitchhiker membawa secarik kertas seukuran A3, papan, atau potongan kardus bertuliskan tujuan kemana mereka akan pergi. Tetapi juga ada yang tidak menggunakan media tersebut, melainkan hanya menjulurkan tangan mereka ke arah dalam jalan, seperti memberikan tanda ‘hi driver, please stop, we need a lift in your car’.

Berdasarkan ilmu teori dan praktik yang gue terima, berikut adalah tips dan how to hitchhike versi Journey of Alek dan bukunya Anton Krotov, A Practical Guide Book for Free Travelers.
  1. Rencanakan perjalanan.
    Sebelum turun ke jalan dan mencoba hitchhike, lo harus sudah tau kemana tujuan lo selanjutnya. Bukan hanya kota tujuan, melainkan jalan mana yang akan ditempuh. Pilihlah jalan yang tidak terlalu ramai, juga yang tidak terlalu sepi. Jika kalian berencana untuk berpindah kota, lebih baik pilih jalan yang sejalur ke kota yang kalian tuju (yaiyalah).
    Oiyah, hitchhike akan lebih manjur ketika dilakukan di pingiran kota, jangan di dalam kota karena pasti akan sangat sibuk arus kendaraannya.
    Setelah menentukan jalur dan sebelum menuju ke sana. Pastikan bahwa lo udah keren, wangi, dan rapih. Karena bagaimanapun, semua orang gak suka orang asing yang masuk ke dalam mobilnya dalam kondisi kucel, kumel, dan bau ketek.
    Note: Pakai baju cerah lebih bagus, supaya lebih terlihat dan keliatan lebih cheerful gitu.
     
  2. Tentukan spot dimana kalian akan berdiri.
    Ini sangat krusial. Tempat dimana kalian berdiri akan sangat  menentukan keberhasilan kalian dalam menghentikan kendaraan yang lewat. Pilihlah spot yang tepat supaya pengemudi bisa melihat lo dengan jelas. Juga berdirilah di tempat yang kendaraan bisa berhenti, it means berilah ruang untuk kendaraan berhenti sekitar kurang lebih 5 meter dari tempat lo berdiri.
    Kalau lo belum menenemukan spot yang tepat, berjalanlah beberapa meter untuk benar-benar mendapatkan spot yang strategis. Jangan males jalan! Daripada lo nunggu lama di spot yang gak bagus yakan.
    Spot yang gak bagus untuk hitchhike diantaranya jembatan, terowongan, tanda dilarang berhenti, tikungan, jalan menanjak, jalan menurun, jalan hidupku tanpa dirimu (halah), dll.
    Spot yang bagus untuk hitchhike diantaranya persimpangan/pertigaan/perempatan yang ada lampu lalu lintasnya, penyeberangan rel kereta api (lo bisa approach mobil-mobil yang berhenti pada saat nunggu kereta lewat), exit rest area, pintu masuk/keluar pelabuhan, dll.
     
  3. Cara memberhentikan mobil.
    Lo udah di jalur yang tepat, udah berdiri di spot yang tepat, terus selanjutnya apa? Ya berhentiin mobil yang lewat dong. Perkara kalian mau menggunakan media kertas/papan/kardus atau hanya menjulurkan tangan, itu tergantung selera. Tapi yang terpenting adalah appereance lo saat berdiri. Lo harus terlihat ramah dan berilah senyuman terindah lo ke pengemudi dan tatap matanya, jangan dadanya, jangan. Lewat tatapan mata dan senyuman, seakan-akan lo berkata ke pengemudi, ‘Hallo I’m a nice guy, please look after me and stop for a while’.
    Ketika mobil itu terus jalan, hadap ke belakang dan terus lihat mobil itu sampai benar-benar mobil itu gak berhenti. Karena bisa saja, si pengemudi mikir lama dulu baru berhenti agak jauh dari tempat lo berdiri.
    Di tahap ini, lo harus yakin dan berpikiran positif. Jangan sampe, baru dilewatin 10-30 mobil, lo udah nyerah. Terus berusaha! Kalau capek, istirahat, minum air, air kobokan.
    Semangat kakakkkk! (Sumber foto www.gapyear.com)
  4. Mobil berhenti! Terus harus bilang apa ke pengemudi?
    Tiba-tiba sebuah mobil berhenti dan bertanya, “Ngopo kowe mas?”. Jangan lo bilang, “Saya jomblo pak, mungkin punya anak perempuan yang jomblo juga?“. Dan seketika lo ditabrak itu mobil.
    Ketika ada pengemudi yang berhenti, hampiri mobil itu dan bilang beberapa kalimat pamungkas, berikut adalah beberapa kalimat pamungkas yang gue ambil dari buku Anton Krotov, (1) “Good morning, can you give me a lift down this road?“, (2) “Well, actually I want to go to Moscow, but any place in that direction is okay.“, (3) “Could you take me some distance in the direction of Moscow?”.
    Dan ketika si pengemudi mengindikasikan untuk membayar jika lo ikut menumpang, lo bisa tambahkan kalimat, “I’ve nothing to pay with”, “For free”, atau kalimat lainnya tergantung kondisi saat itu.
    Satu tips lagi! Jika lo menggunakan bahasa setempat, itu akan meningkatkan presentase keberhasilan hitchhike lo! Contohnya ketika lo lagi ada di Russia, ya pelajari bahasa Russia untuk beberapa kalimat di atas. Begitu juga ketika lo berada di Jerman, Italia, Jepang, dll. Juga gunakanlah bahasa daerah yang paling sopan jika lo ber-hitchhike-ria di suatu daerah di Indonesia.
    Contohnya gue ketika melakukan hitchhike di Jepang, gue pelajari beberapa kalimat tersebut. Kalimat pamungkas gue ketika hitchhike di Jepang yaitu, “Sumimasen, Kyoto ni ikimasuka? Kyoto made nosete kudasai“.
     
  5. Searah dan lo diizinkan untuk masuk ke mobil!
    Akhirnya ketika si pengemudi mengangguk, menunjukkan jempol ke kursi belakang, dan berkata, “Come in“, tandanya lo sukses! Sekarang lo sudah di dalam mobil, terus apa yang lo lakuin?
    Satu hal yang jangan kalian lakukan: tidur. Jangan sampe dah! Enak bener udah dapet tumpangan gratis, tidur pula. Kenapa? Karena bisa saja si pengemudi mengizinkan lo numpang ya untuk menemani ngobrol supaya si pengemudi gak ngantuk.
    Jadi, ceritakanlah pengalaman perjalanan kalian, ceritakan apa itu hitchhike, kenapa lo melakukan hitchhike, apa yang akan lo lakukan di kota tujuan lo berikutnya, lemparlah beberapa jokes, kalau lo bawa makanan, berbagilah dengan si pengemudi, kalau lo bawa flashdisk yang berisi lagu-lagu daerah/negara asal lo, tawarkan untuk mendengarkan bersama-sama, dan banyak hal yang bisa lo lakukan dengan si pengemudi.  Kecuali jangan lo tiru Fake Taxi ye, bahaya itu hahaha .

  6. Sampai tempat tujuan.
    Setelah perjalanan beberapa jam dan beberapa kilometer, akhirnya lo sampai di tujuan yang telah disepakati. Jangan lo turun dulu. Lo ucapkan terimakasih dari lubuk hati yang paling dalam kepada si pengemudi dan bilang maaf sudah merepotkan. Kalau tips dari gue sih, bawalah beberapa souvenir dari daerah/negara asal lo dan berilah ke si pengemudi. Niscaya, pengemudi itu akan sangat senang.
Ya itulah beberapa poin yang bisa gue share tentang hitchhike. Ohiya ada beberapa hal lagi. Kalau bisa jangan hitchhike pada malam hari ye, bahaya. Juga, jika lo perempuan akan lebih aman kalau lo gak hitchhike sendirian. Tapi juga jangan kebanyakan orang, 2 orang itu cukup ideal untuk hitchhike.

Let’s do it with joy! Semoga artikel hitchhike ini bisa membantu kalian yang baru akan memulai dan memberanikan diri untuk melakukan hitchhike. Seriously, hitchhike bikin nagih!

NB: Bagi teman-teman yang pernah punya pengalaman hitchhike bisa loh di share juga di kolom komentar, entah pengalaman menyenangkan atau bahkan pengalaman buruk saat sedang hitchhike bisa banget diceritain..