Thursday, November 23, 2017

Ke Banjarmasin, Jangan Lupa Makan Hidangan Khas Banjar Ini!

Makanan enak gak harus mahal. Mungkin itulah prinsip saya untuk bersantap ketika jalan-jalan. Maklum, bajet traveler kayak saya begini emang harus irit dan selalu mengencangkan ikat pinggang.

Ngomong-ngomong tentang wisata kuliner, saya penasaran banget sama kuliner di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Emang siiiiih, saya belom pernah ke sana sama sekali. Bukan cuma Banjarmasin, tapi juga keseluruhan tanah Borneo belum saya injak. Sedih.

Semoga, suatu saat nanti saya bakal ke sana! Bagaimanapun caranya.

Saking semangatnya, bahkan saya udah bookmark salah satu situs penerbangan murah untuk ke Banjarmasin, di sini nih link-nya. Niat kan? Haha.

So, untuk sekarang saya baru bisa bermimpi dan mengawang-awang ketika berkunjung ke Banjarmasin mau makan apa. Katanya sih, makanan khas Banjar ini mudah banget ditemuin di seluruh penjuru kota. Di mana pun kamu menginap, pasti di sana ada restoran khas Banjar. Wadaw makin penasaran.

Btw kamu tau gak makanan khas Banjar itu apa aja? Kalo belom tau, nih saya kasih daftarnya. Mungkin bisa berguna buat kamu kalo mau berkunjung ke sana. Check it out, gaesss!

1. Soto Banjar
Sesuai namanya, soto Banjar emang berasal dari kota ini. Saking terkenalnya, soto Banjar dapat pula kita temui di kota-kota lain selain Banjarmasin. Namun tentu aja, cita rasa masakan ini pasti lebih mantap bila disantap di tempat asalnya. Mmmhh.

Soto Banjar (Sumber: Saelekko)
2. Mandai
Tunjuk tangan bila kamu baru denger makanan ini pertama kalinya!? Mandai adalah makanan kecil yang dibuat dari daging kulit buah kayak kulit buah nangka dan cempedak. Pembuatannya ternyata memerlukan waktu lumayan lama, karena adonan kulit buah dan garam harus didiamkan agar meresap. Walaupun lama proses pembuatannya, kalo makanan ini udah dihidangkan, pasti kamu akan tergiur!

Mandai (Sumber: Ghiboo)
3. Iwak Karing Telang Masak Asam
Telang adalah nama ikan asin yang terkenal di kota ini. Berbeda dengan penyajian ikan asin di daerah lain yang biasanya digoreng, telang di Banjarmasin dimasukkan di sayur bening dengan bumbu asam. Hmmm… Perpaduan rasa asam dan asin di lidah sungguh membuat lidah bergoyang! Katanya yaaa, soalnya saya belom pernah coba wkakaka.

Baca juga: Ini Cara Unik Merencanakan Liburan... Dijamin Hemat Waktu dan Lebih Murah!

4. Lontong Orari
Lontong orari adalah lontong yang disandingkan dengan kuah sayur dan lauk lainnya. Disebut lontong orari karena nama warung orari adalah warung yang paling terkenal enak yang menyajikan makanan ini. Karena bumbunya yang khas, katanya banyak orang yang bisa nambah sampe 2 porsi loh! Haha gak kebayang kalo saya pasti nambah 5 porsi.

Lontong Orari (Sumber: cumilebay.com)
5. Apam Barabai
Jajanan ini terbuat dari tepung beras, gula merah, singkong dan santan. Warnanya ada merah atau putih. Kelebihan dari apam barabai adalah bisa bertahan cukup lama, jadi kamu gak perlu risau kalo mau bawa makanan ini sebagai oleh-oleh.
6. Nasi Itik Gambut
Gambut adalah nama salah satu kecamatan di kota Banjarmasin. Setibanya di Bandara Syamsudin Noor, katanya kita akan melewati Kecamatan Gambut dalam perjalanan menuju Banjarmasin. Konon daerah ini terkenal dengan makanan khas nasi itik, dengan bumbu habang (merah) khas Banjar yang disajikan di atas daun pisang. Banyak warung di Gambut yang menjual nasi itik ini. Ngiler euy, jujur.

Nasi Itik Gambut (Sumber: KSM Tour)
7. Berbagai makanan tradisional Banjar
Kalo kamu hanya punya sedikit waktu untuk icip-icip kuliner khas Banjar, ada baiknya untuk beli makanan ringan khas Banjar deh. Toko yang paling terkenal itu namanya Pondok Bahari. Toko ini terletak di simpang Jl. Piere Tendean dan buka 24 jam! Enaknya lagi, toko ini deket banget sama tempat wisata Menara Pandang dan Siring Sungai Martapura. Sambil jajan, sambil jalan-jalan. Yihaaa.

Tiket pesawat udah aman, makanan juga udah tercatat untuk siap dinikmati, kira-kira yang kurang apaan yak?

Ohiyaaa kurang hotel! Wah untuk keingetan sekarang.

Btw saya punya rekomendasi nih buat kamu yang mau cari hotel murah di Banjarmasin. Selain sesuai dengan lokasi, hotel ini juga pasti bakal pas di anggaran kamu karena sangat terjangkau. Penasaran? Coba deh kamu cek rekomendasi hotel murah Banjarmasin di Airy Rooms, dijamin murmer!

Enaknya lagi, ternyata hotel yang terdaftar di Airy Rooms menawarkan tujuh jaminan fasilitas loh, beberapa di antaranya wifi gratis, TV layar datar, dan shower air hangat di setiap kamar.

Kalo gini caranya sih, jalan-jalan ke Banjarmasin bakal nyaman banget. Jadi gak sabar pengen ke sana…

Monday, November 20, 2017

Ini Cara Unik Merencanakan Liburan… Dijamin Hemat Waktu dan Lebih Murah!

De Ranch, salah satu tempat wisata favorit saya di Bandung
Saya sedih sekaligus seneng. Kenapa? Karena oh karena, akhir 2017 udah di depan mata. Ini artinya, petualangan di tahun ayam api ini akan segera berakhir. Sedih, karena masih banyak resolusi yang saya bikin awal tahun ini belum semuanya terealisasi. Saya juga seneng, karena petualangan di lembaran yang baru telah menanti. Ahseeek.

Yaaa namanya juga hidup yakan, pasti ada penyesalan dan harapan.

Ngomong-ngomong soal petualangan di tahun yang baru, saya udah punya rencana ke depan untuk menjelajah berbagai destinasi wisata nih. Baik itu destinasi di Indonesia maupun di luar negeri, semuanya pengen saya eksplor.

Salah satu keinginan saya adalah bisa berlibur bareng keluarga tercinta. Jujur, sekarang jarang banget bisa liburan bareng keluarga. Masalah utamanya adalah waktu yang terbatas (alasan klasik haha).

Nah untuk mengatasi masalah waktu yang terbatas ini, sekarang saya gak mau muluk-muluk milih destinasi wisata. Pilih yang dekat gapapa, yang penting kebersamaan dan kekompakannya dapet.

Salah satu destinasi yang saya incar adalah Bandung. Jujur, saya dan sekeluarga udah lama tinggal di Jakarta, tapi BELUM PERNAH jalan-jalan ke Bandung bareng! Gokhiiiil gak tuh. Padahal jaraknya gak jauh-jauh banget, tapi kami lebih sering pergi ke Jogja atau Bali.

Setelah kami menentukan destinasi, sekarang saatnya memilih tanggal yang pas. Kebetulan kami sekeluarga kosong tanggal 12-14 Januari 2018, jadilah kami pergi di tanggal itu.


Baca juga: Penginapan Murah Meriah di Malioboro, Jogja
Ohya, rencananya kami mau naik pesawat buat ke Bandungnya. Bukannya gimana-gimana, tapi kami gak mau buang-buang waktu di perjalanan, kek misalnya naik mobil. Itu wasting time banget cuy macet-macetan. Naik kereta juga lumayan lama.

So, mulailah kami hunting tiket pesawat + hotel di sana. Saya coba cari-cari di salah satu situs pencarian tiket online, sebut aja Traveloka. Enaknya pesen di Traveloka adalah adanya fasilitas bundling booking tiket pesawat + hotel, jadi lebih efisien waktu (karena gak perlu cari tiket dan hotel terpisah) dan lebih murah, loh!

Terus saya coba deh tuh fasilitas tersebut. Tapi, sebelumnya saya mau coba cara konvensional dulu, biar tau perbedaannya. Kalo pake cara biasa, harga tiket pesawat dari Jakarta ke Bandung PP untuk satu orang adalah Rp 560.000. Berarti kalo 4 orang jadi Rp 2,2 juta.

Bukti sahih! Tiket pesawat Jakarta - Bandung PP
Terus, saya sekalian cari penginapan untuk bermalam di Bandung. Pengennya sih cari hotel yang gak terlalu mahal, yang penting nyaman buat istirahat. Ketemulah Zest Hotel. Saya coba pesan 2 kamar untuk 2 malam di sana, harga totalnya Rp 1,6 juta. Jadi kalo dijumlah tiket pesawat + hotel = Rp 3,8 juta.

Bukti sahih lagi! Harga 2 kamar untuk 2 malam di Zest Hotel Bandung
Nah, sekarang saya coba paket tiket pesawat + hotelnya Traveloka. Saya pesan pesawat yang sama, hotel yang sama, dan di pilihan tanggal yang sama. Harga yang tertera adalah Rp 3,5 juta sajaaaa kawan-kawan!

Yihaaa! Lebih murah dan gak perlu pusing cari terpisah
Lumayan saving Rp 300.000, bisa buat masuk ke destinasi wisata di Bandung + jajan hahaha.

Setelah tiket pesawat + hotel sudah di tangan, saatnya menentukan destinasi wisata untuk dikunjungi. Kebetulan kami pengen wisata alam di sana, jadilah terpilih beberapa, di antaranya Gunung Tangkuban Perahu, Ranca Upas, Maribaya, De Ranch, Farm House, dan lain sebagainya.

Yeaaaah akhirnya jadi juga liburan bareng keluarga! Nah, buat kamu yang juga pengen liburan tapi gak punya banyak waktu untuk hunting, silakan coba paket tiket pesawat + hotelnya Traveloka, deh. Dijamin hemat waktu dan lebih murah.

So, selamat liburan kawan-kawanku sekalian!

Baca juga: Main-main ke Taman Bunga Nusantara

Tuesday, August 8, 2017

Keindahan Kawaguchiko pada Musim Panas

Pagi itu saya beserta rombongan bergegas untuk pergi ke sebuah stasiun tersibuk di Tokyo dan bahkan di Jepang, stasiun tersebut adalah Shinjuku Station. Hari itu adalah hari kedelapan saya beserta rombongan tur TrickyTrip mengeksplor keindahan Jepang pada musim panas.

Sengatan matahari hari itu memang tak begitu menusuk, namun tingkat kelembaban yang tinggi membuat udara terasa sangat pengap dan jarang sekali angin muncul untuk sekedar menyapa kami. Ya, itulah typical summer di Jepang.

Sesampainya di Shinjuku Station, kami segera menuju ke Shinjuku Terminal Bus yang berada di lantai empat dan bergegas untuk menaiki bus dengan tujuan akhir Kawaguchiko (Danau Kawaguchi). Apa yang menarik di sana?

Kawaguchiko adalah salah satu tempat yang paling terkenal untuk melihat pemadangan Gunung Fuji dari dekat.  Beda musim, beda atraksi, mungkin begitu yang bisa saya simpulkan dari tempat ini. Contohnya adalah pada musim panas ini, para pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan indah bunga-bunga yang tumbuh di sekitar taman dekat danau ini.

Bagaimana? Sudah cukup terhipnotis?
Salah satu taman indah tersebut adalah Oishi Park. Oishi Park terletak di sebelah utara Kawaguchiko dan memungkinkan untuk mendapatkan best view karena bisa menggabungkan pemandangan taman, danau dan Gunung Fuji sebagai background-nya. Pada saat kami berkunjung ke sana, terdapat sebuah festival tahunan yang diselenggarakan di Oishi Park, festival tersebut bernama Kawaguchiko Herb Festival yang fokus utamanya adalah memamerkan berbagai atraksi budaya dan melihat keindahan bunga lavender. 

Jangan salah fokus sama mbaknya ya hahaha
Nah, sekarang gimana cara menuju Oishi Park dari Kawaguchiko Main Terminal? Naik bus adalah cara yang paling mudah. Silakan naik bus red line di platform nomor 1 dan Oishi Park adalah stasiun terakhir dari jurusan bus ini. Lama perjalanan sekitar 30 menit dengan biaya 480 Yen sekali perjalanan dan selama perjalanan kamu akan disuguhi panorama indah dari area Kawaguchiko ini.

Baca juga: 5 Etiket saat Berkunjung ke Jepang

Bus yang menemani selama perjalanan, bahkan ada bus retro atau jadul loh!
Sesampainya di Oishi Park… Jeng-jeng!!! Wow benar juga, banyak bunga lavender yang tumbuh di taman ini! Selain ada bunga lavender, ada juga bunga matahari dan bunga-bunga lainnya dengan warna yang beraneka ragam. Sumpah ini keren banget! Udaranya juga lumayan sejuk.

Beruntung banget, berkunjung pas lagi ada festival tahunan.
Rekomendasi saya kalau kamu berkunjung ke sana adalah taruh kameramu sejenak, belilah minuman kaleng, carilah tempat duduk yang nyaman. Duduk dan nikmati sejenak momen itu dengan melihat pemandangan Gunung Fuji dan hirup napas dalam-dalam dan hempaskan. Bweeeeeh itu the best banget!

Kalau kamu sudah bosan duduk, berjalanlah ke arah barat taman dimana tak banyak pengunjung yang berjalan ke sana. Di sana kamu bisa lebih mendapatkan ketenangan jiwa yang hakiki, ditemani suara angin dan cuitan burung. Yakin deh, kamu gak mau pulang saat itu hahaha.

Bezt moment everrrr!!!
Sayang sekali kunjungan saya hari itu juga cukup singkat karena harus kembali lagi ke Tokyo untuk melanjutkan tur. Huaaah Fujiyama, I will be back for you for sure!!!

Oh iya, buat kamu yang mau mengunjungi destinasi ini namun masih bingung menuju ke sana, bisa banget loh ikut open trip bareng TrickyTrip. Mampir aja kak ke instagram.com/trickytrip_id, siapa tau kita jodoh untuk keliling dunia bareng, kyaaaa...


Baca juga: Akomodasi Gratis di Jepang

See you on the next trip, guys!!!

Sunday, July 23, 2017

6 Destinasi Gratis di Siem Reap yang Menawan

Siapa bilang Kamboja adalah negara yang mahal untuk berwisata? Apakah hal tersebut benar adanya? Jawabannya adalah.....benar banget njiiiiir! Entah kenapa negara berkembang yang satu ini memiliki standar mahal yang menempel dalam bidang pariwisatanya.

Jika kamu ke Kamboja, hal pertama yang ada di pikiran kamu mungkin adalah ibu kota Phnom Penh dan kota pariwisatanya, Siem Reap. Kedua kota ini merupakan andalan utama pariwisata Kamboja, terutama Siem Reap yang merupakan kota budaya yang tersohor dengan Angkor Wat-nya.


Ke Kamboja dengan budget sedikit? Siapa takut!
Hal kedua yang ada di pikiran kamu pasti kendaraan tuk-tuk yang berseliweran di jalanan kota dan selanjutnya yang ada di pikiran kamu pasti jalanan yang berdebu dengan banyaknya tanah merah kering dan ketika hujan akan terdapat becek dimana-mana. Hal tersebut ternyata benar geeengs.

Namun dari banyaknya keraguan untuk berkunjung ke negara ini, ternyata negara yang dijuluki Kingdom of Wonder ini juga memiliki banyak keunikan yang harus kamu tahu. Diantaranya adalah Candi Angkor Wat yang megah itu beberapa kali pernah dijadikan setting sebuah film internasional, makanan-makanan Kamboja juga cocok untuk lidah orang Indonsia dengan bumbu dan rasa yang kental, serta wisata murah yang ada di Siem Reap dan Phnom Penh.

Yes! Dari sekian banyaknya wisata berbayar yang ada di Kamboja, ternyata banyak tersedia juga wisata murah bahkan gratis di sana. Sewaktu saya berkunjung ke Siem Reap, saya tidak berkunjung ke Angkor Wat karena budget saya yang sedikit, jadi mulailah mencari-cari destinasi gratis di Siem Reap.


Baca juga: Mendarat di Bandara Ho Chi Minh, Vietnam? Berikut Panduannya...

Di Siem Reap saya menginap di sebuah rumah keluarga Kamboja melalui Couchsurfing (still my favourite website, free and you got a lot of experiences throuh it). Ternyata keluarga tersebut juga memiliki bisnis penyewaan tuk-tuk dengan harga terjangkau, yakni hanya $15 (di luar sana, penyewaan tuk-tuk one full day bisa mencapai $20 - $30). Karena mereka orang lokal, jadi saya request untuk diantarkan ke tempat wisata gratis di Siem Reap dan mereka menyanggupi hal tersebut! Yippie!

Jadi, destinasi murah apa saja yang bisa dikunjungi di Siem Reap? Let’s check it out!

1. Wat Damnak
Terletak di Wat Bo Road, Krong Siem Reap, Wat Damnak merupakan salah satu tempat peribadatan dan situs candi yang bisa dikunjungi secara cuma-cuma di Siem Reap. Di sini ada salah satu candi yang bentuknya seperti Candi Prambanan dengan bentuk mengerucut ke atas.

Suasana di Wat Damnak bikin adem
Selain itu terdapat pula sebuah kolam kecil yang rindang, sehingga kamu bisa bersantai dengan tenang di sini dengan cuitan burung yang terkadang hinggap di pepohonan sekitar.

2. Wat Preah Prom Rath
Salah satu tempat favorit saya di Siem Reap. Selain gratis, tempat ini menampilkan berbagai keunikan dan keindahan budaya Kamboja dalam satu tempat. Salah satunya dengan adanya diorama patung yang menggambarkan perjalanan Budha di taman depan.

Tak hanya itu, perjalanan  Buddha juga tergambar dengan jelas dalam bentuk ukiran di dinding salah satu kuil di sana. Kamu bisa belajar banyak dari gambar-gambar yang ada (jangan harap ada tulisan berbahasa Inggris, karena yang ada hanyalah tulisan aksara cacing yang bahkan baru melirik aja bikin puyeng).

Sungguh instagramable Wat Preah Prom Rath ini
Jika kamu sudah masuk ke area Wat Preah Prom Rath, harap untuk tidak membuat gaduh dan menghormati peraturan yang ada di sana.

3. Preah Ang Chek Preah Ang Chorm
What the hell is that!!! Let’s make it easier, arti nama dari tempat tersebut dalam bahasa Inggris adalah Royal Gardens. Kediaman keluarga Raja Khmer berada di sekitar tempat ini, hal ini yang membuat tempat ini selalu dipadati oleh warga yang berdoa dan wisatawan yang berkunjung.

Atraksi dari anak jalanan yang melengkapi prosesi peribadatan warga
Yang menarik dari Royal Gardens adalah adanya sebuah jalan yang ditumbuhi pohon lebat di kanan kirinya. Nah di pohon-pohon tersebut hiduplah banyak kelelawar yang menggantung dengan bebasnya di sana.

Waktu terbaik untuk mengunjungi Royal Gardens adalah sore hari dikala matahari sudah tidak begitu terik. Jangan lewatkan pula prosesi peribadatan yang dilakukan warga sekitar.

4. Wat Thmei
Wat Thmei merupakan salah satu candi yang menceritakan tentang masa kelam bangsa Kamboja pada masa lampau. Terutama pada masa Khmer Merah yang merupakan sebuah organisasi oposisi yang mengambil alih Kamboja dengan banyak membantai rakyat Kamboja. Kejam.

May them rest in peace
Wat Thmei bisa diartikan juga dengan Killing Fields, hal ini terbukti dengan adanya sebuah monument yang di dalamnya terdapat banyak tulang belulang orang-orang yang dibunuh oleh Khmer Merah. Bila berkunjung ke sini, sempatkan untuk melihat foto-foto kebengisan Khmer Merah dengan petunjuk bahasa Inggris tertulis di dalamnya.

5. Wat Athvear
Sejak harga tiket masuk Angkor Wat naik pada Februari 2017 dari $25 menjadi $37 untuk one day ticket, banyak wisatawan yang kecewa dengan kebijakan ini. Tentu saja harga $37 merupakan harga yang sangat tinggi untuk sebuah destinasi wisata. Iya saya tahu ini Angkor Wat yang melegenda, tapi masa sih mahal banget sampai Rp 400.000 jika dirupiahkan?

Terlepas dari itu, mari kita berkunjung ke Athvear Pagoda! Athvear Pagoda merupakan salah satu destinasi wisata di Siem Reap yang masuk dalam komplek candi Angkor Wat, meskipun jarak dengan candi utama sangat jauh (Angkor Wat berada di utara Siem Reap dan Athvear Pagoda berada di sebelah selatan).

Wat Athvear rasa Angkor Wat
Biaya masuknya? Gratis! Dengan catatan tidak ada yang berjaga. Kalau ada petugas yang berjaga ya pasti kamu akan dimintai tiket Angkor Wat yang mahal itu (karena masih satu kompleks). Jadi berdoa saja agar tidak ada petugas yang berjaga hahaha. Terlepas dari itu, kawasan candi ini terletak di perkampungan tenang, jadi kamu juga bisa menikmati suasana kampung tersebut.

6. Pub Street dan Angkor Night Market
Pub Street merupakan jalan yang paling terkenal di seantero Siem Reap atau bahkan Kamboja. Di sini kamu akan menemukan banyak café, restoran, bar, penginapan, bahkan pasar tradisional yang bisa kamu nikmati dalam satu tempat. Yaaa mirip-mirip Jalan Malioboro di Jogja gitu deh. Mau cari oleh-oleh? Silakan mencari di kawasan ini.

Kalau malam suasana di Pub Street lebih pecyaaah!
Dari keenam destinasi gratis ini kamu bisa mengunjungi sekaligus dalam satu hari. Bila masih ada waktu, silakan berkunjung ke Komplek Angkor Wat pada sore hari, bila kamu beruntung kamu bisa masuk ke kawasan sana secara gratis meskipun dalam waktu yang sebentar (p.s kalau bisa mintalah pengendara tuk-tuk kamu untuk menemani kamu ke dalam).


Baca juga: Berkunjung ke Jepang, Berikut 5 Etiket yang Wajib Diketahui

Karena jalan-jalan gratis juga menyenangkan guuuuys!

Thursday, June 22, 2017

Berkunjung ke Jepang, Berikut 5 Etiket yang Wajib Diketahui

Jepang, negara yang membuat nyaman siapa saja yang berkunjung
"Di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung". Peribahasa ini bisa menjadi pedoman bagi wisatawan saat berkunjung ke negara di belahan pantat dunia manapun. Salah satunya adalah saat berkunjung ke Jepang

Siapa sih yang gak mau pergi ke Jepang? Salah satu negara super ngangenin dan eksotis (so far ini menurut saya wehehe). Jepang juga dikenal sebagai negara yang disiplin dan bersih. Hal ini dapat dilihat dari keseharian warganya dalam menjalani kehidupan. Oleh karena itu, wisatawan yang berkunjung ke Jepang diharapkan dapat berlaku hal yang sama. 

Ada beberapa peraturan dan kebiasaan yang harus dipatuhi bila berkunjung ke negara anime tersebut. Berikut gue rangkum beberapa etiket yang perlu diperhatikan wisatawan saat berkunjung ke Jepang yang mungkin bisa berguna bagi teman-teman.

1. Etiket membuang sampah
Dalam membuang sampah, ternyata masyarakat Jepang memperhatikan sampah yang mereka buang. Salah satunya memisahkan kategori sampah yang akan dibuang. Ada beberapa kategori sampah yang dibedakan di Jepang, misalnya sampah plastik, sampah kertas, sampah kaca, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, selain membuang sampah pada tempat sampah, jika berkunjung ke Jepang kita harus membuangnya ke tempat sampah sesuai kategori sampah yang akan kita buang. Misalnya sampah plastik dibuang di tempat sampah khusus plastik.

Masyarakat Jepang juga terbiasa membawa kantung sampah sendiri. Sehingga bila sedang di perjalanan dan gak menemukan ada tong sampah, mereka akan menyimpan sampah tersebut di kantung sampah terlebih dahulu dan ditaruh di tas.

Hal ini yang membuat kamu gak akan menemukan coretan 'Hanya anjing yang buang sampah sembarangan di sini' di tembok-tembok jalanan di Jepang. #Yaiyalah

2. Etiket di dalam transportasi umum 
Ketika sedang menaiki transportasi umum di Indonesia, sering kali kita mendengar orang lain yang mengobrol dengan suara yang lantang, bahkan air liurnya sampai muncrat ketika berbicara. Hal tersebut gak akan kamu temui di Jepang loh.

Hal ini dikarenakan adanya peraturan bagi penumpang untuk tidak membuat gaduh di dalam transportasi umum. Ada baiknya juga kita mengaktifkan mode silent pada telepon genggam yang kita bawa dan jangan mengangkat telepon pada saat menaiki transportasi umum.

Nah daripada membuat gaduh, nikmati saja setiap momen yang ada.
Mengamati tingkah lucu dedek-dedek gemesh ini misalnya.
Kabarnya peraturan ini dibuat untuk menghormati para orang tua yang terkadang membutuhkan suasana tenang. Hebat ya toleransi sosial di sana.

Baca juga: Open Trip Seru bersama TrickyTrip!

3. Etiket pada saat di tangga jalan atau eskalator
Tak hanya menyeberang saja yang ada peraturannya, ternyata Jepang juga menerapkan peraturan penggunaan tangga jalan atau eskalator loh.

Hal ini pasti akan kita rasakan bila berkunjung ke sana, misalnya ketika kamu berada di wilayah Tokyo (dan sebagian besar wilayah lainnya di Jepang), kamu diwajibkan untuk berdiri di sebelah kiri pada saat di eskalator. Sementara itu, sebelah kanan digunakan untuk menyalip atau yang sedang terburu-buru.

Hal ini berbeda ketika kamu berada di Osaka. Di Osaka, kamu harus berdiri di sebelah kanan pada saat di eskalator, sedangkan bagian kiri digunakan untuk menyalip atau diperuntukkan bagi orang yang sedang terburu-buru.

4. Dilarang menyentuh bunga sakura
Bunga sakura hanya mekar selama dua minggu dalam tiap tahunnya. Oleh karena itu, orang Jepang sangat menghargai dan mengagumi bunga sakura. Salah satu cara orang Jepang untuk menghargai bunga sakura adalah dengan tidak menyentuh atau mematahkan tangkai dan batang dari pohon sakura.

Narsis boleh, tapi jangan merusak bunga sakura yang ada yak.
Nah di foto ini gue narsis sama pohon sakura yang memang rendah.
Jadi yang mau berswafoto atau selfie, ya alakadarnya ajalah yaaa, jangan sampai batang sakuranya ditarik-tarik biar dekat ke muka kita. Bila kamu melanggar peraturan ini, siap-siap saja kamu akan masuk ke beberapa media di Jepang dan menjadi terkenal. 

5. Membereskan alat makan di tempat makan umum
Di Indonesia, hampir semua restoran dan warung makan mempunyai karyawan yang akan membersihkan alat makan dan sisa makanan setelah pelanggan menyelesaikan santapannya. Hal ini berbeda bila dibandingkan di Jepang.

Di Jepang, terutama di kedai makan ramen dan udon, kantin, atau makanan cepat saji, tidak ada pelayan atau karyawan yang membereskan alat makan. Jadi pelanggan harus membereskan sendiri sisa makan dan alat makan yang telah dipakai.

Caranya mudah kok, silakan buang sisa makan di tempat sampah yang tersedia. Sementara baki dan peralatan makan silakan taruh di tempat khusus untuk alat makan yang sudah dipakai.


Dengan menghargai peraturan di negara yang kita kunjungi dan menerapkan etika yang baik serta benar, kita sudah membawa nama Indonesia dengan baik. Namun sebaliknya, bila tingkah kita buruk di negara lain, sudah pasti nama Indonesia akan menjadi buruk pula. Hal ini jangan sampai terjadi, karena bagaimanapun kita harus membawa nama baik Indonesia dan mengharumkannya dengan berbagai hal-hal positif.

Jadi, siap untuk berlibur ke Jepang?

Thursday, May 25, 2017

Bertemu Raja Kera dan Dikepung Prajuritnya di Goa Kreo Semarang

Akhirnya setelah dua tahun lamanya saya kembali berwisata ke Semarang, yahooooo! Dua tahun lalu, saya berkesempatan untuk keliling ibukota Jawa Tengah ini selama 3 hari ke beberapa destinasi apik, diantaranya adalah Kawasan Kota Lama, Kawasan Pecinan, Sam Poo Kong, Lawang Sewu, Museum Kereta Api Ambarawa, Brown Canyon dan berwisata kuliner khas Semarang.

Kemudian pada tahun 2017 ini saya berkesempatan mengunjungi Semarang lagi melalui acara Media Gathering yang diadakan oleh EzyTravel.co.id. Rencananya kami akan menjelajah situs-situs budaya di Semarang selama dua hari bersama teman-teman media dan blogger dari Jakarta maupun Semarang. Wohoooo ngetrip gratis lagi.

Beberapa destinasi yang kami kunjungi diantaranya berkunjung ke Sam Poo Kong, Goa Kreo, Kampung Batik Semarang, Museum 3D Old City, serta berwisata kuliner ke soto ayam pak Wito dan tahu gimbal pak Edi.

Dari kesekian banyaknya destinasi yang kami kunjungi, saya mau cerita salah satu destinasi yang menurut saya unik dan masih jarang dikunjungi wisatawan yang berkunjung ke Semarang. Gimana kisahnya? Let’s check it out!

Goa Kreo, begitu nama destinasi wisata yang konon ada hubungannya dengan salah satu tokoh Wali Songo, yakni Sunan Kalijaga. Tak hanya itu, di Goa Kreo juga terdapat banyak kera yang hidup secara liar namun tetap dilindungi.

Baca juga: Keliling Semarang = Keliling Dunia (part 1)

Awalnya saya meng-underestimate kunjungan ke Goa Kreo ini. Karena destinasi Goa Kreo belum tenar bagi warga maupun kalangan wisatawan yang berkunjung ke Semarang untuk didatangi. Tapi setelah bus mencapai parkiran Goa Kreo, mata saya langsung terbelalak.

Kera-kera ini antusias dengan kedatangan para wisatawan
Gimana enggga, baru saja parkir, tapi bus kami sudah disambut oleh beberapa kera yang antusias akan kedatangan kami. Kemudian pemandu wisata yang menemani kami, Pak Safei menjelaskan tentang kera-kera yang ada di Goa Kreo ini.

“Jumlah kera yang ada di Goa Kreo ini mencapai 400-500 kera. Mereka adalah kera liar namun sudah terbiasa akan kedatangan para wisatawan. Kera-kera ini antusias mendekat ke orang-orang yang datang karena berharap diberikan makanan,“ ujar Pak Safei kepada kami.

Owalaaah ternyata mereka berharap diberikan makanan hahaha. Tapi kok, ini semakin lama keranya semakin banyak ya pak, sekitar puluhan! Terus ada seekor kera yang ukurannya paling besar diantara yang lain. Mereka semua mengepung kami ketika berada di Jembatan Waduk Jatibarang.

Kumpulan kera yang mendatangi kami
Ada salah satu kera juga yang menggoyang-goyangkan tiang jembatan dengan keras, sehingga menimbulkan bunyi yang keras pula. Ternyata gerakan tersebut adalah tanda untuk memanggil kera-kera lainnya. Busyeeeeet! Ngapain pula lu tong manggil kera yang lain? Ini kami mau dikepung atau gimana?

Pak Safei dengan sabarnya mengusir kera-kera tersebut secara halus dan kami melanjutkan perjalanan ke Goa Kreo. Namun, tetap saja puluhan kera ini mengikuti langkah kaki kami. Ealaaaah gue rasa laper nih kera.

Bukan, bukan. Ini bukan penunggu goa, ini saya gaes.
Sampailah kami di Goa Kreo, ternyata bentuk goanya memanjang horizontal. Konon goa ini sangat panjang, saking panjangnya bisa sampai kota Kendal atau Demak. Namun karena goa ini diproyeksikan untuk wisata, maka jalurnya pun ditutup oleh pemerintah setempat.

Ternyata ada satu goa lagi yang terletak tepat disebelah Goa Kreo, goa ini dikenal dengan nama Goa Landak. Kata Pak Safei, perbedaan yang mendasar terhadap kedua goa ini adalah auranya. Konon aura yang ada di Goa Landak lebih liar daripada Goa Kreo.

Ukiran berbentuk harimau di Goa Landak, konon ada harimau putih juga yang menjaga goa ini
Bener banget, suhu di Goa Landak terasa lebih dingin daripada di Goa Kreo. Yang bikin unik lagi, terdapat sebuah ukiran kasar di sebuah batu yang membentuk seekor harimau. Hm menarique untuk ditelusuri kenapa ada orang bikin ukiran harimau di sini.

Tiba-tiba...

“Kyaaaa,“ teriak salah satu wisatawan. Kami semua pun menoleh ke arahnya. Ternyata sang raja kera mengganggu salah satu rekan kami. Dia mengambil sebuah plastik dan botol air berwarna. Disaat kami semua panik, Pak Safei datang ke arah raja kera tersebut dengan pasti, tiba-tiba raja kera tersebut langsung menghindar dan menjauh ketika didatangi Pak Safei, wah sakti juga Pak Safei.

Pak Safei juga bercerita, terdapat sekitar 6-8 raja kera yang ada di kawasan ini. bentuknya juga besar-besar seperti raja kera yang kami temui tadi. Mereka tidak akan menyerang wisatawan, namun hanya akan mengambil barang-barang yang menarik perhatian mereka. Raja-raja kera ini juga punya banyak pengikut. Busyeeeet untung cuma 1 raja kera yang datang ke kami, gimana kalau 8 raja? Amsyong hahaha.

Inilah akibat sang raja kera datang, wisatawan pun melipir semua hahaha
Sungguh pengalaman yang seru di Goa Kreo ini. Satu tips dari saya ketika kamu akan berkunjung ke sini adalah jangan membawa makanan yang berlebihan. Kera-kera di sini biasanya akan tau dan merebut makanan itu dari pengunjung. Disarankan juga untuk tidak membawa minuman berwarna karena kera biasanya tertarik terhadap sesuatu yang berwarna dan beraroma.

"Perhatikan juga untuk tidak membawa barang-barang yang bisa menarik perhatian para kera, misalnya perhiasan, topi, dan kacamata," kata Pak Safei.

Baca juga: Keliling Semarang = Keliling Dunia (part 2)

Jika kamu ingin berkunjung ke Goa Kreo, Goa Kreo terletak di Dukuh Talun Kacang, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunung Pati, Semarang, Jawa Tengah. Bila berkunjung ke Goa Kreo, kamu cukup membayar Rp 4.000 untuk satu orang.

Obyek wisata ini juga dikelilingi oleh Bendungan Jatibarang. Wisatawan yang berkunjung ke Goa Kreo juga bisa mengelilingi Bendungan Jatibarang menggunakan speedboat dengan membayar Rp 100.000 per kapal. Satu speedboat bisa diisi maksimal 4 orang, jadi murah lah ya kalau patungan.

Bagi kamu yang suka tantangan, wajib mengunjungi Goa Kreo ketika berwisata ke Semarang, Yuk!

Monday, May 8, 2017

Mendarat di Bandara Ho Chi Minh, Vietnam? Berikut Panduannya…

Penampakan Bandara Tan Son Nhat di Ho Chi Minh City, Vietnam (Sumber: http://english.vietnamnet.vn)
Pertama kali yang ada di pikiran saya ketika berhasil memesan tiket dari Jakarta ke Ho Chi Minh (Vietnam) adalah bagaimana caranya saya keluar dari bandara di Ho Chi Minh? Jangankan cara keluarnya, nama bandaranya pun saya belum tau saat itu…

Selain kedua pertanyaan tersebut, pikiran bahwa negara Vietnam masih ndeso juga berkecamuk di kepala saya. Ditambah lagi, saya akan mendarat di Ho Chi Minh pukul 09.00 malam. “Yaudahlah gue ngemper aja mungkin di bandara nunggu pagi”, pikir saya lagi saat itu.

Tapi ternyata, setelah saya browsing sana-sini akhirnya saya mendapatkan pencerahan. Seakan-akan saya menemukan harta karun hahaha. Dan sekarang saya mau bagi-bagi harta karun ini ke kalian tentang informasi yang mungkin kalian butuhkan ketika akan mendarat di Ho Chi Minh City. Silakan disimaque, guys..

Cara menuju dari bandara ke pusat kota Ho Chi Minh
Ternyata nama resmi dari bandara di Ho Chi Minh adalah Tan Son Nhat International Airport, dengan kode bandara SGN. Letaknya ternyata gak begitu jauh dari pusat kota Ho Chi Minh, hanya sekitar 7 km dengan jarak tempuh sekitar 30 menit dengan bus.

Hah bus? Yoi, transportasi umum yang paling murah dan terjangkau di Vietnam adalah bus. Hampir semua bus di Ho Chi Minh ber-AC dan murah kok. Jadi nyaman dan aman untuk digunakan. Terus bus apa saja yang bisa ditumpangi dari Bandara Tan Son Nhat ke Ho Chi Minh dan sebaliknya? Berikut daftar bus dan rute lengkapnya:

  1. Bus 152 dengan harga VND 6.000. Waktu beroperasi 05.45 – 18.15. Waktu menunggu bus sekitar 15-25 menit. Rute: International Terminal - Domestic Terminal - Hoang Van Thu - Nguyen Van Troi - Nam Ky Khoi Nghia - Cach Mang Thang Tam - Ben Thanh Market - Tran Hung Dao - Trung Son Residential Area.
  2. Bus 109 dengan harga VND 12.000 (jarak di bawah 5 km), VND 20.000 (jarak di atas 5 km). Waktu beroperasi 05.45 – 01.30 (hari berikutnya). Waktu menunggu bus sekitar 30 menit. Rute: International Terminal - Domestic Terminal - Hoang Van Thu - Nguyen Van Troi - Nam Ky Khoi Nghia - Ham Nghi - Ben Thanh Market - Pham Ngu Lao - 23/9 Park.
  3. Shuttle Bus 49 dengan harga VND 40.000. Waktu beroperasi 05.15 – 02.00 (dinihari). Waktu menunggu bus sekitar 30 menit. Rute: International Terminal - Domestic Terminal - Hoang Van Thu - Nguyen Van Troi - Nam Ky Khoi Nghia - Le Duan - Dong Khoi - Hai Ba Trung - Ham Nghi - Ben Thanh Market).
NB: VND 1 = Rp 0,5

Bus 109 yang siap membawa para turis ke pusat kota Ho Chi Minh City (Sumber: http://hoianairporttransfer.com)
Saya akan mendarat di Ho Chi Minh sekitar jam 9 malam, jadi kalau dilihat dari waktu beroperasinya, saya bisa naik bus 109 atau bus 49. Ketika saya mendarat pun memang ternyata masih tersedia kedua bus itu. Uniknya, ketika saya pengen naik bus 109 yang lebih murah, saya malah dialihkan ke bus 49 dengan harga yang sama, yakni VND 20.000 bukan VND 40.000. Mungkin karena pada saat itu bus 109 masih ingin menunggu penumpang di pesawat selanjutnya.

Baca juga: Naik Bus ke Cu Chi Tunnel? Siapa Takut!

Kawasan penginapan biasanya terletak di Bui Vien Street atau Pham Ngu Lao, kawasan ini pasti dilewati ketiga bus ini kok, jadi gak perlu khawatir.

Suasana pada pukul 9 malam ketika gue baru mendarat, sepiiiii banget anjir
Bagi yang mendarat pada dini hari di luar jam operasional bus, kamu bisa naik taksi juga. Ada banyak perusahaan taksi yang tersedia, diantaranya Vinasun Taxi, Mai Linh Taxi, Saigon Air Taxi,Vina Taxi, Happy Taxi, Comfort Savico Taxi, SaigonTourist Taxi, dan Hoang Long Taxi. Saya menyarankan kalian untuk naik Vinasun dan Mai Linh saja, karena termasuk terpercaya.

Nah dimana letak shuttel bus dan taksi di Bandara Tan Son Nhat? Kalau kamu pengen naik bus, silakan belok kanan setelah keluar dari kedatangan internasional, di sana sudah berjejer ketiga bus tersebut. Namun kalau kamu mau naik taksi, silakan ambil kupon taksinya di konter yang tersedia di sepanjang pintu kedatangan dan nanti akan dipanggil nomor kuponnya.

Informasi tambahan: tidur di bandara dan Wi-Fi bandara
Mau merasakan untuk tidur di Bandara Tan Son Nhat di Ho Chi Minh? Bisa banget. Menurut informasi yang saya dapatkan, para turis biasanya tidur di bangku-bangku yang tersedia di lantai satu dan lantai tiga.

Biasanya bisa juga tidur di bangku-bangku restoran yang sudah tutup. Restoran di Bandara Tan Son Nhat gak semuanya buka 24 jam, jadi bisa dimanfaatkeun oleh kita para traveler gembel hahaha.

Untuk para fakir Wi-Fi, jangan sedih, karena di Bandara Tan Son Nhat tersedia Wi-Fi yang lumayan kencang. Nama Wi-Fi nya adalah “TSN Free Wi-Fi Express”. Hanya tinggal daftar, login terus pakai deh itu internet sepuasnya.

And theeeeen, Welcome to Ho Chi Minh City, guuuuys!

Wednesday, April 19, 2017

Deretan Tempat Wisata di Melaka yang Wajib Dikunjungi

Siapa yang mau berlibur ke Malaysia? Bayar sendiri tapi hahaha. Ngomong-ngomong kalau kamu ke Malaysia biasanya kemana? Jangan bilang ke Kuala Lumpur doang yak, soalnya Malaysia bukan hanya Kuala Lumpur loh. Masih banyak kota menarik lainnya yang bisa dikunjungi.

Salah satunya adalah Melaka, sebuah kota yang cantik dengan berbagai peninggalan sejarah yang penuh nilai. Terus apa saja sih yang bisa dilakukan di Melaka?

Visit Malaysia (Source: Visit Malaysia)
Kuala Lumpur dengan pemandangan pencakar langitnya (Sumber: Visit Malaysia)
Nih saya kasih tau ya, main ke Melaka itu paling seru berburu spot-spot untuk foto. Soalnya di sana banyak arsitektur unique nan asique. Melaka juga dinobatkan UNESCO sebagai World Heritage Site karena keunikannya.

Melaka kotanya gak luas-luas banget kok, jadi kalau mau keliling Melaka gak perlu lah pake peta #aleksombong #gebukinalek. Nah daripada bingung mau kemana saja di Melaka, berikut saya rangkum beberapa destinasi yang wajib kamu kunjungi.

Stadthuys
Stadthuys adalah bangunan yang berada di pusat kota Melaka yang juga memiliki fungsi sebagai museum sejarah. Saran saya sih kalau mau datang ke sini, pagi atau siang hari saja, karena kalian bisa masuk ke dalam museumnya dan bisa belajar banyak sejarah tentang Melaka. Pada malam hari, Stadthuys akan menjelma menjadi latar yang indah untuk berswafoto dengan ornamen lampu kota yang ciamik.

Stadthuys yang bersebelahan dengan Christ Church, serba merah! (Sumber: malacca.ws)
Christ Church
Gereja tertua di Melaka ini dibangun pada abad ke-18 dan menjadi tempat ibadah bagi penganut agama Kristen Protestan – Anglikan. Gereja ini menjadi bukti kuat bahwa keragaman agama dan budaya di Melaka sudah berlangsung sejak lama dan sampai sekarang masih terjaga kerukunannya #alhamdulillahyah.

Baca juga: Mengunjungi Menara Kembar Petronas

A Famosa
Tempat ini adalah sebuah resort yang menyediakan petualangan safari, salah satunya bermain di taman air dan taman yang bernuansa barat kuno. Buat kamu yang hobi bermain golf, A Famosa bisa menjadi tempat yang wajib kalian datangi, karena di sini menyediakan arena bermain golf. Selain itu juga yang bawa pasangan bisa makan malam romantis di sini. Yang jomblo, gih sana cari pacar dulu baru ke sini hahaha.

Museum Sultan Melaka
Dulunya bangunan ini adalah tempat tinggal bagi keluarga Sultan Melaka. Kini bangunannya sudah direstorasi dan dijadikan museum yang setiap harinya bisa dikunjungi oleh wisatawan. Letaknya di pusat kota, sehingga sangat mudah untuk dicapai dari lokasi manapun di Melaka.

Megahnya Istana Sultan Melaka (Sumber: Wikimedia Commons)
Megahnya Istana Sultan Melaka (Sumber: Wikimedia Commons)
Museum Cheng Ho
Melaka dihuni banyak masyarakat keturunan Tiongkok sejak berabad-abad lalu. Peninggalan sejarah dari para leluhur mereka bisa kalian lihat di Museum Cheng Ho. Apa yang bisa di lihat di museum ini? Banyakkkkkk, misalnya ada peninggalan sejarah dari Dinasti Ming, ada juga replika kapal yang digunakan Laksamana Cheng Ho berlayar, hingga patung sang laksamana saat masih kanak-kanak.

Replika kapal layar Laksamana Cheng Ho (Sumber:gomelaka.my)
Kuil Cheng Hoon Teng
Kuil ini adalah salah satu tempat ibadah bagi penganut agama Konghuchu yang terbesar di Melaka. Dibangun puluhan tahun silam, sampai sekarang Kuil Cheng Hoon Teng masih menjadi pusat penganut Tri Darma di Melaka.

Di kuil ini pengunjung bisa melihat ritual ibadah penganut Taoisme, Konfusiusisme dan Buddha. Ada juga perayaan musiman seperti yang dilaksanakan di Indonesia contohnya Imlek dan Cap Go Meh yang dirayakan setiap tahun.

Masjid Kampung Kling
Ini adalah Masjid tertua di Melaka yang terletak di Jalan Tukang Emas atau juga dikenal sebagai Jalan Harmoni karena kerukunan umat beragama yang ada di sana. Sekilas, bangunan Masjid ini mirip dengan Masjid di Jawa dengan ujung atap yang bertumpuk dan berbentuk kerucut.


Masjid Kampung Kling yang tak kalah megahnya (Sumber: ThePoorTraveler)
Museum Maritim
Museum ini adalah destinasi wisata yang paling laris di Melaka. Setiap bulannya, museum ini dikunjungi lebih dari 20 ribu orang yang ingin melihat indahnya kapal-kapal milik pelaut Melaka yang terkenal ratusan tahun silam. Hmmm jadi penasaran.

Nah, gimana? Seru kaaaaan tempat-tempat di Melaka. Kuuuy kita ke sana bareng-bareng. “Naik apa tapi, lek?.” Hmmm naik Malaysia Airlines boleh tuh! Soalnya maskapai ini terbang setiap hari dari berbagai kota di Indonesia ke Malaysia, jadi gak cuma dari Jakarta sajaaaa. “Belinya dimana, lek?.” Ah kamu ngapain bingung, sih? Coba buka Traveloka.com, di sana kamu bisa booking tiket pesawat kapan saja, traveling is so simple right?

Tiket sudah di tangan? Nyok langsung berangkat ke Melaka...

Friday, April 14, 2017

Naik Bus ke Cu Chi Tunnels? Siapa Takut!

Berkunjung ke Vietnam bagi kalangan wisatawan Indonesia memang belum setenar jika berkunjung ke Singapura, Malaysia maupun Thailand. Namun ternyata Vietnam memiliki banyak pesona yang bisa dinikmati looooh.

Contohnya keunikan kota Ho Chi Minh (Saigon) dan Hanoi, mengunjungi situs sejarah Cu Chi Tunnels, mengeksplor padang pasir di Mui Ne, keindahan pulau-pulau di Halong Bay atau bahkan menelusuri puluhan sungai di Mekong Delta.

Bagi yang suka berwisata kuliner? Pho sudah pasti akan masuk dalam list makanan yang kalian santap di Vietnam.

Nah di postingan kali ini saya mau share tentang salah satu spot wisata yang sudah gue sebutkan di atas, apa itu? Cu Chi Tunnels atau dalam bahasa Indonesia-nya, Terowongan Cu Chi.

Apa Sebenarnya Cu Chi Tunnels itu?
Welcome to the Cu Chi Tunnels
Ikuti setiap petunjuk yang ada di Cu Chi Tunnels, ya guys
Sebelum pergi ke suatu tempat, pastinya kita harus tau dulu minimal tentang sejarah tempat itu atau kegunaan dari tempat itu. Nah, bagi yang suka sejarah pastinya akan tau Cu Chi Tunnels digunakan sebagai apa?

Yup, Cu Chi Tunnels dibangun oleh tentara Viet Cong untuk bersembunyi dan menyerang musuh mereka saat itu yakni Amerika Serikat sekitar tahun 1960an. Di dalam terowongan yang saling tersambung ini juga terdapat berbagai ruangan seperti ruangan medis, ruangan meeting, ruang istirahat, dll.

Bagaimana cara menuju Cu Chi Tunnel?
Menuju ke Cu Chi Tunnels dari Ho Chi Minh City terbilang mudah. Banyak terdapat agen perjalanan di kawasan Bui Vien Street yang melayani tur ke Cu Chi Tunnels. Harga yang ditawarkan mulai dari VND 250.000 atau sekitar IDR 125.000. Ini baru include transportasi dan makan ya, belum tiket masuk ke kawasan Cu Chi Tunnels-nya dengan harga VND 70.000 atau IDR 35.000.

Jadi total kalau pakai jasa agen perjalanan di sana ya sekitar VND 320.000 atau IDR 155.000. Ah mahal! Mending kita ngeteng bus aja yuk, lebih murah, santai dan nyaman.

Bus 79 akan membawa kalian menuju Cu Chi Tunnels
Bus 79 akan membawa kalian menuju Cu Chi Tunnels
Bus-bus di Vietnam (terutama Ho Chi Minh City) terbilang nyaman kalau menurut saya. Karena bus di sana ber-AC, tiketnya murah, selalu berhenti di halte, bersih, sekitar 5 menit sekali pasti ada, dsb.

Baca juga: Serunya Hitchhike di Matsumoto, Jepang

Nah, ternyata bus-bus ini gak hanya ada di pusat kota, namun juga sampai ke distrik-distrik lain di Ho Chi Minh City, salah satunya Distrik Cu Chi. Jadi bisa banget kalau mau naik bus ke Cu Chi Tunnels. Caranya gimana kak? Oke Silakan simak penjelasan berikut.

  1. Dari penginapan kalian, silakan menuju ke BẾN CV 23/9 Bus Terminal (Koordinat: 10.767872, 106.6893) yang letaknya bersampingan dengan Lê Lai Street dan gak jauh juga kok dari Bui Vien Street dimana banyak terdapat penginapan di sana. Dari terminal bus ini, naiklah bus nomor 13 dengan tujuan akhir Cu Chi Bus Terminal. Harga hanya VND 7000 atau IDR 3500 dengan jarak tempuh 1,5 jam.
  2. Setelah menempuh 1,5 jam perjalanan dan sampai di Cu Chi Bus Terminal, silakan lanjut dengan naik bus nomor 79 untuk menuju Cu Chi Tunnels (Ben Duoc Tunnels). Waktu tempuh hanya 45 menit dan hanya membayar VND 6000 atau IDR 3000. Jangan lupa bilang ke kernet bus kalau lo mau menuju Cu Chi Tunnels dan minta diturunin di sana.
  3. Nikmatilah perjalanan kalian dengan melirik kiri kanan jendela bus untuk melihat perkampungan Vietnam. Perjalanan ini juga akan melewati sawah-sawah yang di sana biasanya terdapat kerbau yang sedang bersantai. Aaaah nikmatnya.
  4. Setelah perjalanan selama 45 menit, kalian akan melihat papan bertuliskan Cu Chi Tunnels berwarna biru di suatu pertigaan. Turun di sana dan berjalanlah ke sebelah kiri, di sana kalian akan melihat gapura berwarna merah, yang mungkin artinya selamat datang di Cu Chi Tunnels.

Pertigaan tempat berhenti wisatawaan saat menaiki bus ke Cu Chi Tunnels
Pertigaan tempat berhenti wisatawaan saat menaiki bus ke Cu Chi Tunnels
Yeaaah mudah dan murah bukan?

Saatnya mengeksplor Cu Chi Tunnels!
Nah, dari gapura yang tadi kamu lewati silakan terus berjalan (lurus dan agak belok ke kiri) sampai melihat pos tiket di sebelah kiri. Harga tiket masuk + guide adalah VND 70.000.

Setelah mendapatkan tiket, tanya penjual tiketnya harus berjalan kemana. Soalnya jalan dari pos tiket ke Cu Chi Tunnels lumayan jauh dan diantara hutan-hutan. Jangan sampai tersesat ya hahaha.
Gapura Cu Chi Tunnels
Gapura Cu Chi Tunnels
Setelah berjalan sekitar 15 menit, kamu akan melihat papan dengan tulisan “Entrance to the tunnel”, ikuti papan petunjuk itu dan sampailah di meeting point. Di meeting point ini biasanya peserta menunggu peserta lainnya sampai memenuhi kuota.

Ketika sudah memenuhi kuota, kamu akan dibawa ke sebuah bangunan audio visual untuk diputarkan film dokumenter tentang terowongan ini. Di sini kamu sudah ditemani oleh guide yang nantinya akan membawa kamu menyusuri terowongan selama tur.
Pos tiket Cu Chi Tunnels
Pos tiket Cu Chi Tunnels

Pada saat tur, peserta akan ditunjukkan oleh guide, dimana letak pintu masuk terowongan yang sama sekali tidak terlihat! Sungguh ajaib ketika guide mengangkat sebuah tanah yang ternyata itu adalah pintu terowongan.

"Buseeeet!," umpat saya ketika melihat terowongan ini sungguh kecil. Kemudian peserta diminta mencoba masuk satu persatu. Buat saya, memasuki terowongan ini sangatlah mudah karena badan saya juga kecil. Tapi untuk bule-bule, dibutuhkan usaha yang maksimal karena badan mereka juga besar. Pantas saja Amerika kalah perang hahaha.
Berpose saat memasuki Cu Chi Tunnels
Momen terbaique saat memasuki terowongan
Pada saat tur, kami memasuki 3 terowongan dan 2 diantaranya terdapat ruangan-ruangan besar yang multifungsi. Kemudian di terowongan terakhir, kami melewati terowongan yang cukup panjang, sekitar 20 meter. 20 meter itu panjang sooob! Karena kita berjalan melintasi terowongan ini dengan berjalan jongkok. Iya, jalan jongkok!

Jadi, siap-siap paha dan betis kamu nyut-nyutan, ya! hahaha.

Di akhir tur, peserta bisa menikmati hidangan berupa kentang/singkong rebus dengan bumbu asinan ala Vietnam. Buat kita orang Indonesia mungkin  sudah biasa ya makan beginian.

So far, saya sangat menikmati tur Cu Chi Tunnels ini. Meskipun menurut saya kurang lama sih. Karena penjelajahannya kurang jauh dan penjelasannya terkesan terburu-buru. Jadi kurang bisa menikmati momen di setiap terowongan.

But, hell yeah. Saya baru saja mencoret satu bucket list saya untuk mengunjungi Cu Chi Tunnels.

Nah, sekarang mari kita hitung-hitungan biaya (dengan menaiki bus) yang tadi sudah disebut di atas.

  • BẾN CV 23/9 Bus Station ke Cu Chi Bus Terminal: VND 7.000 x 2 = VND 14.000
  • Cu Chi Bus Terminal ke Ben Duoc (Cu Chi Tunnels): VND 6.000 x 2 = VND 12.000
  • Tiket masuk Cu Chi Tunnels: VND 70.000
  • TOTAL: VND 96.000 atau IDR 48.000

Tiket bus dari Saigon ke Cu Chi
Tiket bus dari Saigon ke Cu Chi
Dengan uang kurang dari Rp 50.000, kamu sudah bisa mengunjungi Cu Chi Tunnels dan merasakan petualangan yang akan selalu terkenang sepanjang hidup kalian, yeaahahaha.

Selamat berpetualang, temanque!