Saturday, January 13, 2018

Ini Alasan Kenapa Singapura dan Malaysia Selalu Diburu "Newbie Traveler" asal Indonesia

Seorang ahli filsafat asal China, Laozi (atau Lao Tzu) pernah berkata, “A journey of thousand miles begins with a single step.” Dalam bahasa Indonesia secara harfiah berarti, “Sebuah perjalanan yang jauh, selalu dimulai dengan satu langkah kecil.”

Bagi saya, perkataan Laozi ini sangat powerful dan mengena. Semua orang pasti pernah merasakan menjadi newbie sebelum ia jadi ahli.

Misalnya saya. Dulu waktu zaman awal-awal kuliah (2011), saya punya cita-cita untuk bisa keliling dunia (sekarang juga masih sih). Awalnya bingung gimana caranya buat ngegapai cita-cita ini, padahal saya belum punya pengalaman apa-apa tentang dunia traveling, apalagi jalan-jalan ke luar negeri. Paspor aja belom punya!

Dulu media sosial juga belum begitu booming. Belum ada tuh namanya Selebgram, YouTuber, atau Influenza eh Influencer. Jadi satu-satunya cara ampuh untuk dapat ilmu ya baca buku.

Pada suatu hari, saya akhirnya berniat untuk baca-baca buku tentang tips traveling ke luar negeri. Saya inget banget, waktu itu saya langsung beli bukunya mba Claudia Kaunang yang “500rb Keliling Singapura”.

What the heck! Ke luar negeri cuma 500rb? Lo lagi gak mabok kan mba waktu nulis buku ini?” kata saya dalam hati. Karena penasaran, saya akhirnya membeli buku ini.

Ternyataaaa, bener! Dengan modal 500rb kamu udah bisa keliling Singapura 3 hari 2 malam. Tapi dengan catatan, kamu mendapatkan tiket promo untuk pergi dan pulang.

Saya terhipnotis. Saraf-saraf di otak ini rasanya langsung dipenuhi mimpi-mimpi traveling. Dari sejak itu, saya memutuskan untuk membuat paspor. Meskipun belom tau kapan mau dipakai paspor ini. 

Sampai pada akhirnya, Mei 2013 saya berhasil melangkahkan kaki di Negeri Singa dan Negeri Jiran untuk pertama kalinya. Impian untuk keliling dunia pun terasa semakin dekat dengan langkah kecil itu.

***

Pilih mana, Singapura atau Malaysia? (Sumber: cheese-naan.fr)
Kemudian satu pertanyaan ini selalu mengemuka. Kenapa banyak orang yang belum pernah ke luar negeri cenderung memilih Singapura dan Malaysia sebagai negara tujuan pertama mereka?

Kalau menurut saya, banyak faktor yang mempengaruhi hal itu. Dari segi geografis, budaya, ekonomi, maupun lainnya. Nah, untuk lebih lengkapnya, kuy kita bahas bareng-bareng.

Faktor jarak!
Pasti banget jarak akan jadi faktor utama. Kenapa? Karena untuk mencapai Singapura atau Kuala Lumpur dari Jakarta misalnya, kamu hanya butuh waktu sekitar 45 menit - 1,5 jam perjalanan udara. Bahkan bisa juga ditempuh lewat jalur laut dan darat (contoh dari Batam ke Singapura dan perbatasan di Kalimantan). Sesimpel itu.

Faktor birokrasi!
Mudahnya lagi adalah kita gak perlu membuat visa untuk main ke kedua negara ini. Cukup punya paspor hijau Indonesia, kamu sudah bisa bebas menjelajah.

Faktor bahasa!
Yes bener banget, faktor bahasa ternyata sangat berpengaruh di dunia traveling, apalagi buat newbie traveler yang belum punya banyak pengalaman.

Bahasa utama Malaysia adalah bahasa Melayu, yang mana masih serumpun dengan bahasa Indonesia. Jadi kalau nyasar pun, enak mau tanya sana-sini tanpa perlu usaha yang berlebih untuk membuka kamus. 

Kemudian Singapura, meskipun etnis Melayu yang tinggal di negara ini hanya sekitar 13%, tapi rata-rata penduduknya bisa berbahasa Melayu. Terlebih bahasa Inggris merupakan bahasa utama mereka, jadi bisa lah yaaa ngomong bahasa Inggris mah (zaman sekarang rugi gak bisa ngomong bahasa Inggris cuy).

Coba bandingkan dengan negara tetangga lainnya, macam Thailand, Filipina, Vietnam atau Kamboja, mereka punya bahasa sendiri yang kita sendiri pusing baca tulisannya, apalagi kalau mereka ngomong? Dijamin roaming.




Faktor keamanan!
Yes ini sangat penting bagi kita yang baru pertama kali ke luar negeri. Tentu kamu gak mau kan dompet dicopet di jalan atau ditipu oleh sopir angkot di sana? Well, jangan khawatir kalau kamu pergi ke Singapura dan Malaysia

Melansir data Safe Cities Index 2017, Singapura menempati posisi ke-2 sebagai kota teraman di dunia loh. Sedangkan ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur ada di posisi ke-31. Dari data ini aja bisa diambil kesimpulan kalau kedua negara ini relatif aman untuk dijelajah.

Faktor transportasi!
Simak bagian ini. Seperti yang kita ketahui, transportasi adalah salah satu faktor paling penting dalam sebuah perjalanan. Semakin mudah akses transportasi di kota/negara tersebut, maka akan semakin ramai pula pelancong yang datang.

Ini ibarat di mana ada gula, di situ ada semut.

Singapura sebagai kota termaju di Asia Tenggara tentu gak perlu diragukan lagi transportasinya. Bayangin, MRT di sana udah ada sejak 1987, 31 tahun yang lalu. Sekarang MRT Singapura ada 5 jalur dan rencananya akan dibangun 3 jalur lagi. Khan maen.

Kuala Lumpur? Doi juga gak mau kalah, sejak 1995 jalur transportasi di kota itu udah terintegrasi dengan baik. Sekarang mereka punya MRT, Monorail, KRL, dan Free City Bus (GoKL) yang bisa kamu nikmati kalau lagi jalan-jalan di Kuala Lumpur.

Jadi kamu gak perlu bingung masalah transportasi di kedua negara itu.

Faktor makanan!
Kalau ini sih gak perlu diragukan lagi ya. Indonesia, Malaysia, dan Singapura merupakan sahabat dekat yang makanannya juga mirip-mirip. Mau cari yang pedas? Ada. Mau makanan berlabel halal? Banyak. Mau makanan berbumbu tebal? Ada juga. 

Faktor destinasi wisata!
Ini juga sangat berpengaruh. Kenapa Brunei Darussalam, Timor Leste dan Papua Nugini kurang populer bagi kalangan turis Indonesia? Salah satu faktornya ya destinasi wisata. Coba kalau ditanya, apa destinasi andalan di ketiga negara tersebut? Mungkin sebagian besar dari kamu bingung untuk menjawabnya.

Nah sekarang apa destinasi andalan dari Singapura dan Kuala Lumpur? Sudah pasti banyak yang akan jawab Patung Singa Merlion, Universal Studio, dan Menara Kembar Petronas. Sesimpel itu.

Nah faktor-faktor di atas merupakan alasan kenapa Singapura dan Malaysia adalah negara yang cocok untuk dikunjungi pertama kali bagi newbie traveler. Mungkin kamu bisa nambahin faktor lainnya? Feel free untuk komen di bawah ya kak, ehehe.

Akhir kata, mari kita manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk menjelajah bumi ini selagi masih bisa bernapas. Ingat, semua mimpi dimulai dari langkah kecilmu.

Ciao!

Saturday, December 23, 2017

Sebuah Film yang Membawa Saya ke Thailand

Berawal dari sebuah film remaja dengan komedi yang khas, saya jadi tertarik akan suatu hal. Film itu gak cuma menawarkan komedi yang bisa mengocok perut penontonnya, tapi juga bisa menginspirasi banyak orang. Salah satunya ya saya ini.


Keindahan yang haqiqi dari Phi-Phi Island (Sumber: google)
SuckSeed, sebuah film asal Thailand yang booming pada 2011-an. Meskipun berbahasa tang-ting-tung dan tulisannya yang kayak cacing abis dikasih garam, film ini bisa dikatakan menjadi awal tenarnya film-film Thailand.

Bukan cuma di negaranya aja yang elu-elukan, tapi film-film negeri Gajah Putih tersebut gaungnya terdengar sampai negara tetangga, Indonesia salah satunya.

Kala itu saya masih duduk di bangku kuliah dan teman-teman saya selalu membicarakan film-film Thailand. Saya kira mereka lagi membicarakan film hot asal negeri itu, tapi saya salah. Pikiran saya terlalu jorok waktu itu, maklum darah muda.

Ternyata yang mereka perbincangkan adalah film SuckSeed. Saya pun penasaran dan meminta file filmnya dalam bentuk mp4, bukan 3gp.

Saya tonton filmnya, ternyataaaa keren banget! Mengena!

Suckkkkkkk! Seeeeeed!
Perjuangan seorang Ped untuk bisa berkarya di dunia musik bisa menginspirasi muda-mudi yang nonton film ini. 

Bukan cuma terinspirasi karena jalan ceritanya, lebih dari itu, saya waktu itu juga terinspirasi untuk mengunjungi negara beraksara cacing tersebut.

Tiga tahun berikutnya
Februari 2014, di mana impian saya tiga tahun lalu sehabis menonton film SuckSeed akhirnya terwujud. Pada kunjungan kali itu, saya pergi selama 21 hari, menjelajah Thailand dan Malaysia.

Kok lama banget 21 hari? Iya karena waktu itu banyak waktu luang, maklum lagi libur semester. Kalo sekarang sih boro-boro ya, waktu seakan-akan hampir habis untuk kerja *curhat. Yeah this is life.

Nah di kunjungan kala itu, saya mengunjungi 2 kota di Thailand, Phuket dan Bangkok.

Phuket menjadi kota pertama di Thailand yang saya jejaki. Unik memang, di saat kebanyakan orang pasti memilih Bangkok untuk pertama kali, saya malah pilih Phuket. Iya saya emang gitu orangnya, anti-mainstream.

Di Phuket, saya berkunjung ke banyak tempat, kayak Phuket Old Town, Patong Beach, Kara Beach, Promthep Cape, dll. Tapi sayang seribu sayang, saya gak berkunjung ke Phi-Phi Island, sebuah kepulauan yang super duper keren.

Ya mau gimana lagi, waktu itu saya masih menjadi seorang mahasiswa. Mau jalan-jalan ya harus nabung dulu dan untuk menuju Phi-Phi Island, mahal banget karena beli tiketnya langsung on the spot kala itu.

Selanjutnya, setelah 4 hari menjelajah Phuket, saya pergi ke Bangkok.

It’s like dream comes true. Bangkok adalah salah satu kota yang pengen saya kunjungi semasa itu. Ya, mungkin karena film SuckSeed yang berhasil ‘meracuni’ saya.

Seorang pemuda yang punya mimpi besar bersama seorang wanita yang tidak dikenal oleh si pemuda
Seperti turis pada umumnya, saya menyambangi banyak destinasi di Bangkok, kayak Wat Arun, Wat Pho, Grand Palace, Chatuchak Weekend Market, MBK Mall, dll. 

Senang, puas, bangga, mungkin itu yang ada di benak saya setelah berhasil mewujudkan impian berkunjung ke Thailand.

Tiga tahun berselang
Saat ini saya masih ingat bagaimana perasaan saya sewaktu mengeksplor dua kota itu 3 tahun silam. Bahkan di awal tahun 2017 ini saya sempat berkunjung ke Bangkok lagi, tapi sayangnya gak ke Phuket.

Kemudian gayung pun bersambut, saya menemukan ide untuk bisa ke Phuket lagi dan main ke Phi-Phi Island, yakni dengan melakukan open trip.

Hadirlah @trickytrip_id, sebuah trip organizer yang fokus di perjalanan open trip. Di @trickytrip_id, tersedia banyak paket wisata, Open Trip Bangkok-Pattaya, Bangkok-Huahin, Bangkok-Pattaya Halal, dan Phuket Trip.

Istimewanya, Phi-Phi Island termasuk ke destinasi yang dikunjungi di Phuket Trip. Harganya juga terjangkau untuk kantong dan waktunya pas (gak kelamaan, juga gak terlalu sebentar). Akhirnya ikut open trip Phuket Trip dan berkunjung ke Phi-Phi Island masuk ke salah satu resolusi saya di tahun mendatang. Yeay!!!

Efek dari sebuah film ternyata besar juga ya, bisa membuat banyak orang punya mimpi dan semangat untuk menggapainya. 

Anyway, sekarang saya lagi sering nonton film asal Kenya. Apakah setelah ini saya punya impian pergi ke Kenya? Who knows yakan ehehe.

So, teruslah bermimpi kawan-kawanku! Karena dari sana, kita bisa tahu arti hidup ini. Yosh!

Thursday, November 23, 2017

Ke Banjarmasin, Jangan Lupa Makan Hidangan Khas Banjar Ini!

Makanan enak gak harus mahal. Mungkin itulah prinsip saya untuk bersantap ketika jalan-jalan. Maklum, bajet traveler kayak saya begini emang harus irit dan selalu mengencangkan ikat pinggang.

Ngomong-ngomong tentang wisata kuliner, saya penasaran banget sama kuliner di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Emang siiiiih, saya belom pernah ke sana sama sekali. Bukan cuma Banjarmasin, tapi juga keseluruhan tanah Borneo belum saya injak. Sedih.

Semoga, suatu saat nanti saya bakal ke sana! Bagaimanapun caranya.

Saking semangatnya, bahkan saya udah bookmark salah satu situs penerbangan murah untuk ke Banjarmasin, di sini nih link-nya. Niat kan? Haha.

So, untuk sekarang saya baru bisa bermimpi dan mengawang-awang ketika berkunjung ke Banjarmasin mau makan apa. Katanya sih, makanan khas Banjar ini mudah banget ditemuin di seluruh penjuru kota. Di mana pun kamu menginap, pasti di sana ada restoran khas Banjar. Wadaw makin penasaran.

Btw kamu tau gak makanan khas Banjar itu apa aja? Kalo belom tau, nih saya kasih daftarnya. Mungkin bisa berguna buat kamu kalo mau berkunjung ke sana. Check it out, gaesss!

1. Soto Banjar
Sesuai namanya, soto Banjar emang berasal dari kota ini. Saking terkenalnya, soto Banjar dapat pula kita temui di kota-kota lain selain Banjarmasin. Namun tentu aja, cita rasa masakan ini pasti lebih mantap bila disantap di tempat asalnya. Mmmhh.

Soto Banjar (Sumber: Saelekko)
2. Mandai
Tunjuk tangan bila kamu baru denger makanan ini pertama kalinya!? Mandai adalah makanan kecil yang dibuat dari daging kulit buah kayak kulit buah nangka dan cempedak. Pembuatannya ternyata memerlukan waktu lumayan lama, karena adonan kulit buah dan garam harus didiamkan agar meresap. Walaupun lama proses pembuatannya, kalo makanan ini udah dihidangkan, pasti kamu akan tergiur!

Mandai (Sumber: Ghiboo)
3. Iwak Karing Telang Masak Asam
Telang adalah nama ikan asin yang terkenal di kota ini. Berbeda dengan penyajian ikan asin di daerah lain yang biasanya digoreng, telang di Banjarmasin dimasukkan di sayur bening dengan bumbu asam. Hmmm… Perpaduan rasa asam dan asin di lidah sungguh membuat lidah bergoyang! Katanya yaaa, soalnya saya belom pernah coba wkakaka.

Baca juga: Ini Cara Unik Merencanakan Liburan... Dijamin Hemat Waktu dan Lebih Murah!

4. Lontong Orari
Lontong orari adalah lontong yang disandingkan dengan kuah sayur dan lauk lainnya. Disebut lontong orari karena nama warung orari adalah warung yang paling terkenal enak yang menyajikan makanan ini. Karena bumbunya yang khas, katanya banyak orang yang bisa nambah sampe 2 porsi loh! Haha gak kebayang kalo saya pasti nambah 5 porsi.

Lontong Orari (Sumber: cumilebay.com)
5. Apam Barabai
Jajanan ini terbuat dari tepung beras, gula merah, singkong dan santan. Warnanya ada merah atau putih. Kelebihan dari apam barabai adalah bisa bertahan cukup lama, jadi kamu gak perlu risau kalo mau bawa makanan ini sebagai oleh-oleh.
6. Nasi Itik Gambut
Gambut adalah nama salah satu kecamatan di kota Banjarmasin. Setibanya di Bandara Syamsudin Noor, katanya kita akan melewati Kecamatan Gambut dalam perjalanan menuju Banjarmasin. Konon daerah ini terkenal dengan makanan khas nasi itik, dengan bumbu habang (merah) khas Banjar yang disajikan di atas daun pisang. Banyak warung di Gambut yang menjual nasi itik ini. Ngiler euy, jujur.

Nasi Itik Gambut (Sumber: KSM Tour)
7. Berbagai makanan tradisional Banjar
Kalo kamu hanya punya sedikit waktu untuk icip-icip kuliner khas Banjar, ada baiknya untuk beli makanan ringan khas Banjar deh. Toko yang paling terkenal itu namanya Pondok Bahari. Toko ini terletak di simpang Jl. Piere Tendean dan buka 24 jam! Enaknya lagi, toko ini deket banget sama tempat wisata Menara Pandang dan Siring Sungai Martapura. Sambil jajan, sambil jalan-jalan. Yihaaa.

Tiket pesawat udah aman, makanan juga udah tercatat untuk siap dinikmati, kira-kira yang kurang apaan yak?

Ohiyaaa kurang hotel! Wah untuk keingetan sekarang.

Btw saya punya rekomendasi nih buat kamu yang mau cari hotel murah di Banjarmasin. Selain sesuai dengan lokasi, hotel ini juga pasti bakal pas di anggaran kamu karena sangat terjangkau. Penasaran? Coba deh kamu cek rekomendasi hotel murah Banjarmasin di Airy Rooms, dijamin murmer!

Enaknya lagi, ternyata hotel yang terdaftar di Airy Rooms menawarkan tujuh jaminan fasilitas loh, beberapa di antaranya wifi gratis, TV layar datar, dan shower air hangat di setiap kamar.

Kalo gini caranya sih, jalan-jalan ke Banjarmasin bakal nyaman banget. Jadi gak sabar pengen ke sana…

Monday, November 20, 2017

Ini Cara Unik Merencanakan Liburan… Dijamin Hemat Waktu dan Lebih Murah!

De Ranch, salah satu tempat wisata favorit saya di Bandung
Saya sedih sekaligus seneng. Kenapa? Karena oh karena, akhir 2017 udah di depan mata. Ini artinya, petualangan di tahun ayam api ini akan segera berakhir. Sedih, karena masih banyak resolusi yang saya bikin awal tahun ini belum semuanya terealisasi. Saya juga seneng, karena petualangan di lembaran yang baru telah menanti. Ahseeek.

Yaaa namanya juga hidup yakan, pasti ada penyesalan dan harapan.

Ngomong-ngomong soal petualangan di tahun yang baru, saya udah punya rencana ke depan untuk menjelajah berbagai destinasi wisata nih. Baik itu destinasi di Indonesia maupun di luar negeri, semuanya pengen saya eksplor.

Salah satu keinginan saya adalah bisa berlibur bareng keluarga tercinta. Jujur, sekarang jarang banget bisa liburan bareng keluarga. Masalah utamanya adalah waktu yang terbatas (alasan klasik haha).

Nah untuk mengatasi masalah waktu yang terbatas ini, sekarang saya gak mau muluk-muluk milih destinasi wisata. Pilih yang dekat gapapa, yang penting kebersamaan dan kekompakannya dapet.

Salah satu destinasi yang saya incar adalah Bandung. Jujur, saya dan sekeluarga udah lama tinggal di Jakarta, tapi BELUM PERNAH jalan-jalan ke Bandung bareng! Gokhiiiil gak tuh. Padahal jaraknya gak jauh-jauh banget, tapi kami lebih sering pergi ke Jogja atau Bali.

Setelah kami menentukan destinasi, sekarang saatnya memilih tanggal yang pas. Kebetulan kami sekeluarga kosong tanggal 12-14 Januari 2018, jadilah kami pergi di tanggal itu.


Baca juga: Penginapan Murah Meriah di Malioboro, Jogja
Ohya, rencananya kami mau naik pesawat buat ke Bandungnya. Bukannya gimana-gimana, tapi kami gak mau buang-buang waktu di perjalanan, kek misalnya naik mobil. Itu wasting time banget cuy macet-macetan. Naik kereta juga lumayan lama.

So, mulailah kami hunting tiket pesawat + hotel di sana. Saya coba cari-cari di salah satu situs pencarian tiket online, sebut aja Traveloka. Enaknya pesen di Traveloka adalah adanya fasilitas bundling booking tiket pesawat + hotel, jadi lebih efisien waktu (karena gak perlu cari tiket dan hotel terpisah) dan lebih murah, loh!

Terus saya coba deh tuh fasilitas tersebut. Tapi, sebelumnya saya mau coba cara konvensional dulu, biar tau perbedaannya. Kalo pake cara biasa, harga tiket pesawat dari Jakarta ke Bandung PP untuk satu orang adalah Rp 560.000. Berarti kalo 4 orang jadi Rp 2,2 juta.

Bukti sahih! Tiket pesawat Jakarta - Bandung PP
Terus, saya sekalian cari penginapan untuk bermalam di Bandung. Pengennya sih cari hotel yang gak terlalu mahal, yang penting nyaman buat istirahat. Ketemulah Zest Hotel. Saya coba pesan 2 kamar untuk 2 malam di sana, harga totalnya Rp 1,6 juta. Jadi kalo dijumlah tiket pesawat + hotel = Rp 3,8 juta.

Bukti sahih lagi! Harga 2 kamar untuk 2 malam di Zest Hotel Bandung
Nah, sekarang saya coba paket tiket pesawat + hotelnya Traveloka. Saya pesan pesawat yang sama, hotel yang sama, dan di pilihan tanggal yang sama. Harga yang tertera adalah Rp 3,5 juta sajaaaa kawan-kawan!

Yihaaa! Lebih murah dan gak perlu pusing cari terpisah
Lumayan saving Rp 300.000, bisa buat masuk ke destinasi wisata di Bandung + jajan hahaha.

Setelah tiket pesawat + hotel sudah di tangan, saatnya menentukan destinasi wisata untuk dikunjungi. Kebetulan kami pengen wisata alam di sana, jadilah terpilih beberapa, di antaranya Gunung Tangkuban Perahu, Ranca Upas, Maribaya, De Ranch, Farm House, dan lain sebagainya.

Yeaaaah akhirnya jadi juga liburan bareng keluarga! Nah, buat kamu yang juga pengen liburan tapi gak punya banyak waktu untuk hunting, silakan coba paket tiket pesawat + hotelnya Traveloka, deh. Dijamin hemat waktu dan lebih murah.

So, selamat liburan kawan-kawanku sekalian!

Baca juga: Main-main ke Taman Bunga Nusantara

Tuesday, August 8, 2017

Keindahan Kawaguchiko pada Musim Panas

Pagi itu saya beserta rombongan bergegas untuk pergi ke sebuah stasiun tersibuk di Tokyo dan bahkan di Jepang, stasiun tersebut adalah Shinjuku Station. Hari itu adalah hari kedelapan saya beserta rombongan tur TrickyTrip mengeksplor keindahan Jepang pada musim panas.

Sengatan matahari hari itu memang tak begitu menusuk, namun tingkat kelembaban yang tinggi membuat udara terasa sangat pengap dan jarang sekali angin muncul untuk sekedar menyapa kami. Ya, itulah typical summer di Jepang.

Sesampainya di Shinjuku Station, kami segera menuju ke Shinjuku Terminal Bus yang berada di lantai empat dan bergegas untuk menaiki bus dengan tujuan akhir Kawaguchiko (Danau Kawaguchi). Apa yang menarik di sana?

Kawaguchiko adalah salah satu tempat yang paling terkenal untuk melihat pemadangan Gunung Fuji dari dekat.  Beda musim, beda atraksi, mungkin begitu yang bisa saya simpulkan dari tempat ini. Contohnya adalah pada musim panas ini, para pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan indah bunga-bunga yang tumbuh di sekitar taman dekat danau ini.

Bagaimana? Sudah cukup terhipnotis?
Salah satu taman indah tersebut adalah Oishi Park. Oishi Park terletak di sebelah utara Kawaguchiko dan memungkinkan untuk mendapatkan best view karena bisa menggabungkan pemandangan taman, danau dan Gunung Fuji sebagai background-nya. Pada saat kami berkunjung ke sana, terdapat sebuah festival tahunan yang diselenggarakan di Oishi Park, festival tersebut bernama Kawaguchiko Herb Festival yang fokus utamanya adalah memamerkan berbagai atraksi budaya dan melihat keindahan bunga lavender. 

Jangan salah fokus sama mbaknya ya hahaha
Nah, sekarang gimana cara menuju Oishi Park dari Kawaguchiko Main Terminal? Naik bus adalah cara yang paling mudah. Silakan naik bus red line di platform nomor 1 dan Oishi Park adalah stasiun terakhir dari jurusan bus ini. Lama perjalanan sekitar 30 menit dengan biaya 480 Yen sekali perjalanan dan selama perjalanan kamu akan disuguhi panorama indah dari area Kawaguchiko ini.

Baca juga: 5 Etiket saat Berkunjung ke Jepang

Bus yang menemani selama perjalanan, bahkan ada bus retro atau jadul loh!
Sesampainya di Oishi Park… Jeng-jeng!!! Wow benar juga, banyak bunga lavender yang tumbuh di taman ini! Selain ada bunga lavender, ada juga bunga matahari dan bunga-bunga lainnya dengan warna yang beraneka ragam. Sumpah ini keren banget! Udaranya juga lumayan sejuk.

Beruntung banget, berkunjung pas lagi ada festival tahunan.
Rekomendasi saya kalau kamu berkunjung ke sana adalah taruh kameramu sejenak, belilah minuman kaleng, carilah tempat duduk yang nyaman. Duduk dan nikmati sejenak momen itu dengan melihat pemandangan Gunung Fuji dan hirup napas dalam-dalam dan hempaskan. Bweeeeeh itu the best banget!

Kalau kamu sudah bosan duduk, berjalanlah ke arah barat taman dimana tak banyak pengunjung yang berjalan ke sana. Di sana kamu bisa lebih mendapatkan ketenangan jiwa yang hakiki, ditemani suara angin dan cuitan burung. Yakin deh, kamu gak mau pulang saat itu hahaha.

Bezt moment everrrr!!!
Sayang sekali kunjungan saya hari itu juga cukup singkat karena harus kembali lagi ke Tokyo untuk melanjutkan tur. Huaaah Fujiyama, I will be back for you for sure!!!

Oh iya, buat kamu yang mau mengunjungi destinasi ini namun masih bingung menuju ke sana, bisa banget loh ikut open trip bareng TrickyTrip. Mampir aja kak ke instagram.com/trickytrip_id, siapa tau kita jodoh untuk keliling dunia bareng, kyaaaa...


Baca juga: Akomodasi Gratis di Jepang

See you on the next trip, guys!!!

Sunday, July 23, 2017

6 Destinasi Gratis di Siem Reap yang Menawan

Siapa bilang Kamboja adalah negara yang mahal untuk berwisata? Apakah hal tersebut benar adanya? Jawabannya adalah.....benar banget njiiiiir! Entah kenapa negara berkembang yang satu ini memiliki standar mahal yang menempel dalam bidang pariwisatanya.

Jika kamu ke Kamboja, hal pertama yang ada di pikiran kamu mungkin adalah ibu kota Phnom Penh dan kota pariwisatanya, Siem Reap. Kedua kota ini merupakan andalan utama pariwisata Kamboja, terutama Siem Reap yang merupakan kota budaya yang tersohor dengan Angkor Wat-nya.


Ke Kamboja dengan budget sedikit? Siapa takut!
Hal kedua yang ada di pikiran kamu pasti kendaraan tuk-tuk yang berseliweran di jalanan kota dan selanjutnya yang ada di pikiran kamu pasti jalanan yang berdebu dengan banyaknya tanah merah kering dan ketika hujan akan terdapat becek dimana-mana. Hal tersebut ternyata benar geeengs.

Namun dari banyaknya keraguan untuk berkunjung ke negara ini, ternyata negara yang dijuluki Kingdom of Wonder ini juga memiliki banyak keunikan yang harus kamu tahu. Diantaranya adalah Candi Angkor Wat yang megah itu beberapa kali pernah dijadikan setting sebuah film internasional, makanan-makanan Kamboja juga cocok untuk lidah orang Indonsia dengan bumbu dan rasa yang kental, serta wisata murah yang ada di Siem Reap dan Phnom Penh.

Yes! Dari sekian banyaknya wisata berbayar yang ada di Kamboja, ternyata banyak tersedia juga wisata murah bahkan gratis di sana. Sewaktu saya berkunjung ke Siem Reap, saya tidak berkunjung ke Angkor Wat karena budget saya yang sedikit, jadi mulailah mencari-cari destinasi gratis di Siem Reap.


Baca juga: Mendarat di Bandara Ho Chi Minh, Vietnam? Berikut Panduannya...

Di Siem Reap saya menginap di sebuah rumah keluarga Kamboja melalui Couchsurfing (still my favourite website, free and you got a lot of experiences throuh it). Ternyata keluarga tersebut juga memiliki bisnis penyewaan tuk-tuk dengan harga terjangkau, yakni hanya $15 (di luar sana, penyewaan tuk-tuk one full day bisa mencapai $20 - $30). Karena mereka orang lokal, jadi saya request untuk diantarkan ke tempat wisata gratis di Siem Reap dan mereka menyanggupi hal tersebut! Yippie!

Jadi, destinasi murah apa saja yang bisa dikunjungi di Siem Reap? Let’s check it out!

1. Wat Damnak
Terletak di Wat Bo Road, Krong Siem Reap, Wat Damnak merupakan salah satu tempat peribadatan dan situs candi yang bisa dikunjungi secara cuma-cuma di Siem Reap. Di sini ada salah satu candi yang bentuknya seperti Candi Prambanan dengan bentuk mengerucut ke atas.

Suasana di Wat Damnak bikin adem
Selain itu terdapat pula sebuah kolam kecil yang rindang, sehingga kamu bisa bersantai dengan tenang di sini dengan cuitan burung yang terkadang hinggap di pepohonan sekitar.

2. Wat Preah Prom Rath
Salah satu tempat favorit saya di Siem Reap. Selain gratis, tempat ini menampilkan berbagai keunikan dan keindahan budaya Kamboja dalam satu tempat. Salah satunya dengan adanya diorama patung yang menggambarkan perjalanan Budha di taman depan.

Tak hanya itu, perjalanan  Buddha juga tergambar dengan jelas dalam bentuk ukiran di dinding salah satu kuil di sana. Kamu bisa belajar banyak dari gambar-gambar yang ada (jangan harap ada tulisan berbahasa Inggris, karena yang ada hanyalah tulisan aksara cacing yang bahkan baru melirik aja bikin puyeng).

Sungguh instagramable Wat Preah Prom Rath ini
Jika kamu sudah masuk ke area Wat Preah Prom Rath, harap untuk tidak membuat gaduh dan menghormati peraturan yang ada di sana.

3. Preah Ang Chek Preah Ang Chorm
What the hell is that!!! Let’s make it easier, arti nama dari tempat tersebut dalam bahasa Inggris adalah Royal Gardens. Kediaman keluarga Raja Khmer berada di sekitar tempat ini, hal ini yang membuat tempat ini selalu dipadati oleh warga yang berdoa dan wisatawan yang berkunjung.

Atraksi dari anak jalanan yang melengkapi prosesi peribadatan warga
Yang menarik dari Royal Gardens adalah adanya sebuah jalan yang ditumbuhi pohon lebat di kanan kirinya. Nah di pohon-pohon tersebut hiduplah banyak kelelawar yang menggantung dengan bebasnya di sana.

Waktu terbaik untuk mengunjungi Royal Gardens adalah sore hari dikala matahari sudah tidak begitu terik. Jangan lewatkan pula prosesi peribadatan yang dilakukan warga sekitar.

4. Wat Thmei
Wat Thmei merupakan salah satu candi yang menceritakan tentang masa kelam bangsa Kamboja pada masa lampau. Terutama pada masa Khmer Merah yang merupakan sebuah organisasi oposisi yang mengambil alih Kamboja dengan banyak membantai rakyat Kamboja. Kejam.

May them rest in peace
Wat Thmei bisa diartikan juga dengan Killing Fields, hal ini terbukti dengan adanya sebuah monument yang di dalamnya terdapat banyak tulang belulang orang-orang yang dibunuh oleh Khmer Merah. Bila berkunjung ke sini, sempatkan untuk melihat foto-foto kebengisan Khmer Merah dengan petunjuk bahasa Inggris tertulis di dalamnya.

5. Wat Athvear
Sejak harga tiket masuk Angkor Wat naik pada Februari 2017 dari $25 menjadi $37 untuk one day ticket, banyak wisatawan yang kecewa dengan kebijakan ini. Tentu saja harga $37 merupakan harga yang sangat tinggi untuk sebuah destinasi wisata. Iya saya tahu ini Angkor Wat yang melegenda, tapi masa sih mahal banget sampai Rp 400.000 jika dirupiahkan?

Terlepas dari itu, mari kita berkunjung ke Athvear Pagoda! Athvear Pagoda merupakan salah satu destinasi wisata di Siem Reap yang masuk dalam komplek candi Angkor Wat, meskipun jarak dengan candi utama sangat jauh (Angkor Wat berada di utara Siem Reap dan Athvear Pagoda berada di sebelah selatan).

Wat Athvear rasa Angkor Wat
Biaya masuknya? Gratis! Dengan catatan tidak ada yang berjaga. Kalau ada petugas yang berjaga ya pasti kamu akan dimintai tiket Angkor Wat yang mahal itu (karena masih satu kompleks). Jadi berdoa saja agar tidak ada petugas yang berjaga hahaha. Terlepas dari itu, kawasan candi ini terletak di perkampungan tenang, jadi kamu juga bisa menikmati suasana kampung tersebut.

6. Pub Street dan Angkor Night Market
Pub Street merupakan jalan yang paling terkenal di seantero Siem Reap atau bahkan Kamboja. Di sini kamu akan menemukan banyak café, restoran, bar, penginapan, bahkan pasar tradisional yang bisa kamu nikmati dalam satu tempat. Yaaa mirip-mirip Jalan Malioboro di Jogja gitu deh. Mau cari oleh-oleh? Silakan mencari di kawasan ini.

Kalau malam suasana di Pub Street lebih pecyaaah!
Dari keenam destinasi gratis ini kamu bisa mengunjungi sekaligus dalam satu hari. Bila masih ada waktu, silakan berkunjung ke Komplek Angkor Wat pada sore hari, bila kamu beruntung kamu bisa masuk ke kawasan sana secara gratis meskipun dalam waktu yang sebentar (p.s kalau bisa mintalah pengendara tuk-tuk kamu untuk menemani kamu ke dalam).


Baca juga: Berkunjung ke Jepang, Berikut 5 Etiket yang Wajib Diketahui

Karena jalan-jalan gratis juga menyenangkan guuuuys!

***


Penasaran gimana serunya perjalanan sayadi sana? Nih ada vlog-nya, silakan ditonton geeengs. Subscribe channel saya juga ya kalo suka videonya! :)


Thursday, June 22, 2017

Berkunjung ke Jepang, Berikut 5 Etiket yang Wajib Diketahui

Jepang, negara yang membuat nyaman siapa saja yang berkunjung
"Di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung". Peribahasa ini bisa menjadi pedoman bagi wisatawan saat berkunjung ke negara di belahan pantat dunia manapun. Salah satunya adalah saat berkunjung ke Jepang

Siapa sih yang gak mau pergi ke Jepang? Salah satu negara super ngangenin dan eksotis (so far ini menurut saya wehehe). Jepang juga dikenal sebagai negara yang disiplin dan bersih. Hal ini dapat dilihat dari keseharian warganya dalam menjalani kehidupan. Oleh karena itu, wisatawan yang berkunjung ke Jepang diharapkan dapat berlaku hal yang sama. 

Ada beberapa peraturan dan kebiasaan yang harus dipatuhi bila berkunjung ke negara anime tersebut. Berikut saya rangkum beberapa etiket yang perlu diperhatikan wisatawan saat berkunjung ke Jepang yang mungkin bisa berguna bagi teman-teman.

1. Etiket membuang sampah
Dalam membuang sampah, ternyata masyarakat Jepang memperhatikan sampah yang mereka buang. Salah satunya memisahkan kategori sampah yang akan dibuang. Ada beberapa kategori sampah yang dibedakan di Jepang, misalnya sampah plastik, sampah kertas, sampah kaca, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, selain membuang sampah pada tempat sampah, jika berkunjung ke Jepang kita harus membuangnya ke tempat sampah sesuai kategori sampah yang akan kita buang. Misalnya sampah plastik dibuang di tempat sampah khusus plastik.

Masyarakat Jepang juga terbiasa membawa kantung sampah sendiri. Sehingga bila sedang di perjalanan dan gak menemukan ada tong sampah, mereka akan menyimpan sampah tersebut di kantung sampah terlebih dahulu dan ditaruh di tas.

Hal ini yang membuat kamu gak akan menemukan coretan "Hanya anjing yang buang sampah sembarangan di sini," di tembok-tembok jalanan di Jepang. #Yaiyalah

2. Etiket di dalam transportasi umum 
Ketika sedang menaiki transportasi umum di Indonesia, sering kali kita mendengar orang lain yang mengobrol dengan suara yang lantang, bahkan air liurnya sampai muncrat ketika berbicara. Hal tersebut gak akan kamu temui di Jepang loh.

Hal ini dikarenakan adanya peraturan bagi penumpang untuk tidak membuat gaduh di dalam transportasi umum. Ada baiknya juga kita mengaktifkan mode silent pada telepon genggam yang kita bawa dan jangan mengangkat telepon pada saat menaiki transportasi umum.

Nah daripada membuat gaduh, nikmati saja setiap momen yang ada.
Mengamati tingkah lucu dedek-dedek gemesh ini misalnya.
Kabarnya peraturan ini dibuat untuk menghormati para orang tua yang terkadang membutuhkan suasana tenang. Hebat ya toleransi sosial di sana.

Baca juga: Open Trip Seru bersama TrickyTrip!

3. Etiket pada saat di tangga jalan atau eskalator
Tak hanya menyeberang saja yang ada peraturannya, ternyata Jepang juga menerapkan peraturan penggunaan tangga jalan atau eskalator loh.

Hal ini pasti akan kita rasakan bila berkunjung ke sana, misalnya ketika kamu berada di wilayah Tokyo (dan sebagian besar wilayah lainnya di Jepang), kamu diwajibkan untuk berdiri di sebelah kiri pada saat di eskalator. Sementara itu, sebelah kanan digunakan untuk menyalip atau yang sedang terburu-buru.

Hal ini berbeda ketika kamu berada di Osaka. Di Osaka, kamu harus berdiri di sebelah kanan pada saat di eskalator, sedangkan bagian kiri digunakan untuk menyalip atau diperuntukkan bagi orang yang sedang terburu-buru.

4. Dilarang menyentuh bunga sakura
Bunga sakura hanya mekar selama dua minggu dalam tiap tahunnya. Oleh karena itu, orang Jepang sangat menghargai dan mengagumi bunga sakura. Salah satu cara orang Jepang untuk menghargai bunga sakura adalah dengan tidak menyentuh atau mematahkan tangkai dan batang dari pohon sakura.

Narsis boleh, tapi jangan merusak bunga sakura yang ada yak.
Nah di foto ini gue narsis sama pohon sakura yang memang rendah.
Jadi yang mau berswafoto atau selfie, ya alakadarnya ajalah yaaa, jangan sampai batang sakuranya ditarik-tarik biar dekat ke muka kita. Bila kamu melanggar peraturan ini, siap-siap saja kamu akan masuk ke beberapa media di Jepang dan menjadi terkenal. 

5. Membereskan alat makan di tempat makan umum
Di Indonesia, hampir semua restoran dan warung makan mempunyai karyawan yang akan membersihkan alat makan dan sisa makanan setelah pelanggan menyelesaikan santapannya. Hal ini berbeda bila dibandingkan di Jepang.

Di Jepang, terutama di kedai makan ramen dan udon, kantin, atau makanan cepat saji, tidak ada pelayan atau karyawan yang membereskan alat makan. Jadi pelanggan harus membereskan sendiri sisa makan dan alat makan yang telah dipakai.

Caranya mudah kok, silakan buang sisa makan di tempat sampah yang tersedia. Sementara baki dan peralatan makan silakan taruh di tempat khusus untuk alat makan yang sudah dipakai.


Dengan menghargai peraturan di negara yang kita kunjungi dan menerapkan etika yang baik serta benar, kita sudah membawa nama Indonesia dengan baik. Namun sebaliknya, bila tingkah kita buruk di negara lain, sudah pasti nama Indonesia akan menjadi buruk pula. Hal ini jangan sampai terjadi, karena bagaimanapun kita harus membawa nama baik Indonesia dan mengharumkannya dengan berbagai hal-hal positif.

Jadi, siap untuk berlibur ke Jepang?

Thursday, May 25, 2017

Bertemu Raja Kera dan Dikepung Prajuritnya di Goa Kreo Semarang

Akhirnya setelah dua tahun lamanya saya kembali berwisata ke Semarang, yahooooo! Dua tahun lalu, saya berkesempatan untuk keliling ibukota Jawa Tengah ini selama 3 hari ke beberapa destinasi apik, diantaranya adalah Kawasan Kota Lama, Kawasan Pecinan, Sam Poo Kong, Lawang Sewu, Museum Kereta Api Ambarawa, Brown Canyon dan berwisata kuliner khas Semarang.

Kemudian pada tahun 2017 ini saya berkesempatan mengunjungi Semarang lagi melalui acara Media Gathering yang diadakan oleh EzyTravel.co.id. Rencananya kami akan menjelajah situs-situs budaya di Semarang selama dua hari bersama teman-teman media dan blogger dari Jakarta maupun Semarang. Wohoooo ngetrip gratis lagi.

Beberapa destinasi yang kami kunjungi diantaranya berkunjung ke Sam Poo Kong, Goa Kreo, Kampung Batik Semarang, Museum 3D Old City, serta berwisata kuliner ke soto ayam pak Wito dan tahu gimbal pak Edi.

Dari kesekian banyaknya destinasi yang kami kunjungi, saya mau cerita salah satu destinasi yang menurut saya unik dan masih jarang dikunjungi wisatawan yang berkunjung ke Semarang. Gimana kisahnya? Let’s check it out!

Goa Kreo, begitu nama destinasi wisata yang konon ada hubungannya dengan salah satu tokoh Wali Songo, yakni Sunan Kalijaga. Tak hanya itu, di Goa Kreo juga terdapat banyak kera yang hidup secara liar namun tetap dilindungi.

Baca juga: Keliling Semarang = Keliling Dunia (part 1)

Awalnya saya meng-underestimate kunjungan ke Goa Kreo ini. Karena destinasi Goa Kreo belum tenar bagi warga maupun kalangan wisatawan yang berkunjung ke Semarang untuk didatangi. Tapi setelah bus mencapai parkiran Goa Kreo, mata saya langsung terbelalak.

Kera-kera ini antusias dengan kedatangan para wisatawan
Gimana enggga, baru saja parkir, tapi bus kami sudah disambut oleh beberapa kera yang antusias akan kedatangan kami. Kemudian pemandu wisata yang menemani kami, Pak Safei menjelaskan tentang kera-kera yang ada di Goa Kreo ini.

“Jumlah kera yang ada di Goa Kreo ini mencapai 400-500 kera. Mereka adalah kera liar namun sudah terbiasa akan kedatangan para wisatawan. Kera-kera ini antusias mendekat ke orang-orang yang datang karena berharap diberikan makanan,“ ujar Pak Safei kepada kami.

Owalaaah ternyata mereka berharap diberikan makanan hahaha. Tapi kok, ini semakin lama keranya semakin banyak ya pak, sekitar puluhan! Terus ada seekor kera yang ukurannya paling besar diantara yang lain. Mereka semua mengepung kami ketika berada di Jembatan Waduk Jatibarang.

Kumpulan kera yang mendatangi kami
Ada salah satu kera juga yang menggoyang-goyangkan tiang jembatan dengan keras, sehingga menimbulkan bunyi yang keras pula. Ternyata gerakan tersebut adalah tanda untuk memanggil kera-kera lainnya. Busyeeeeet! Ngapain pula lu tong manggil kera yang lain? Ini kami mau dikepung atau gimana?

Pak Safei dengan sabarnya mengusir kera-kera tersebut secara halus dan kami melanjutkan perjalanan ke Goa Kreo. Namun, tetap saja puluhan kera ini mengikuti langkah kaki kami. Ealaaaah gue rasa laper nih kera.

Bukan, bukan. Ini bukan penunggu goa, ini saya gaes.
Sampailah kami di Goa Kreo, ternyata bentuk goanya memanjang horizontal. Konon goa ini sangat panjang, saking panjangnya bisa sampai kota Kendal atau Demak. Namun karena goa ini diproyeksikan untuk wisata, maka jalurnya pun ditutup oleh pemerintah setempat.

Ternyata ada satu goa lagi yang terletak tepat disebelah Goa Kreo, goa ini dikenal dengan nama Goa Landak. Kata Pak Safei, perbedaan yang mendasar terhadap kedua goa ini adalah auranya. Konon aura yang ada di Goa Landak lebih liar daripada Goa Kreo.

Ukiran berbentuk harimau di Goa Landak, konon ada harimau putih juga yang menjaga goa ini
Bener banget, suhu di Goa Landak terasa lebih dingin daripada di Goa Kreo. Yang bikin unik lagi, terdapat sebuah ukiran kasar di sebuah batu yang membentuk seekor harimau. Hm menarique untuk ditelusuri kenapa ada orang bikin ukiran harimau di sini.

Tiba-tiba...

“Kyaaaa,“ teriak salah satu wisatawan. Kami semua pun menoleh ke arahnya. Ternyata sang raja kera mengganggu salah satu rekan kami. Dia mengambil sebuah plastik dan botol air berwarna. Disaat kami semua panik, Pak Safei datang ke arah raja kera tersebut dengan pasti, tiba-tiba raja kera tersebut langsung menghindar dan menjauh ketika didatangi Pak Safei, wah sakti juga Pak Safei.

Pak Safei juga bercerita, terdapat sekitar 6-8 raja kera yang ada di kawasan ini. bentuknya juga besar-besar seperti raja kera yang kami temui tadi. Mereka tidak akan menyerang wisatawan, namun hanya akan mengambil barang-barang yang menarik perhatian mereka. Raja-raja kera ini juga punya banyak pengikut. Busyeeeet untung cuma 1 raja kera yang datang ke kami, gimana kalau 8 raja? Amsyong hahaha.

Inilah akibat sang raja kera datang, wisatawan pun melipir semua hahaha
Sungguh pengalaman yang seru di Goa Kreo ini. Satu tips dari saya ketika kamu akan berkunjung ke sini adalah jangan membawa makanan yang berlebihan. Kera-kera di sini biasanya akan tau dan merebut makanan itu dari pengunjung. Disarankan juga untuk tidak membawa minuman berwarna karena kera biasanya tertarik terhadap sesuatu yang berwarna dan beraroma.

"Perhatikan juga untuk tidak membawa barang-barang yang bisa menarik perhatian para kera, misalnya perhiasan, topi, dan kacamata," kata Pak Safei.

Baca juga: Keliling Semarang = Keliling Dunia (part 2)

Jika kamu ingin berkunjung ke Goa Kreo, Goa Kreo terletak di Dukuh Talun Kacang, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunung Pati, Semarang, Jawa Tengah. Bila berkunjung ke Goa Kreo, kamu cukup membayar Rp 4.000 untuk satu orang.

Obyek wisata ini juga dikelilingi oleh Bendungan Jatibarang. Wisatawan yang berkunjung ke Goa Kreo juga bisa mengelilingi Bendungan Jatibarang menggunakan speedboat dengan membayar Rp 100.000 per kapal. Satu speedboat bisa diisi maksimal 4 orang, jadi murah lah ya kalau patungan.

Bagi kamu yang suka tantangan, wajib mengunjungi Goa Kreo ketika berwisata ke Semarang, Yuk!

Monday, May 8, 2017

Mendarat di Bandara Ho Chi Minh, Vietnam? Berikut Panduannya…

Penampakan Bandara Tan Son Nhat di Ho Chi Minh City, Vietnam (Sumber: http://english.vietnamnet.vn)
Pertama kali yang ada di pikiran saya ketika berhasil memesan tiket dari Jakarta ke Ho Chi Minh (Vietnam) adalah bagaimana caranya saya keluar dari bandara di Ho Chi Minh? Jangankan cara keluarnya, nama bandaranya pun saya belum tau saat itu…

Selain kedua pertanyaan tersebut, pikiran bahwa negara Vietnam masih ndeso juga berkecamuk di kepala saya. Ditambah lagi, saya akan mendarat di Ho Chi Minh pukul 09.00 malam. “Yaudahlah gue ngemper aja mungkin di bandara nunggu pagi”, pikir saya lagi saat itu.

Tapi ternyata, setelah saya browsing sana-sini akhirnya saya mendapatkan pencerahan. Seakan-akan saya menemukan harta karun hahaha. Dan sekarang saya mau bagi-bagi harta karun ini ke kalian tentang informasi yang mungkin kalian butuhkan ketika akan mendarat di Ho Chi Minh City. Silakan disimaque, guys..

Cara menuju dari bandara ke pusat kota Ho Chi Minh
Ternyata nama resmi dari bandara di Ho Chi Minh adalah Tan Son Nhat International Airport, dengan kode bandara SGN. Letaknya ternyata gak begitu jauh dari pusat kota Ho Chi Minh, hanya sekitar 7 km dengan jarak tempuh sekitar 30 menit dengan bus.

Hah bus? Yoi, transportasi umum yang paling murah dan terjangkau di Vietnam adalah bus. Hampir semua bus di Ho Chi Minh ber-AC dan murah kok. Jadi nyaman dan aman untuk digunakan. Terus bus apa saja yang bisa ditumpangi dari Bandara Tan Son Nhat ke Ho Chi Minh dan sebaliknya? Berikut daftar bus dan rute lengkapnya:

  1. Bus 152 dengan harga VND 6.000. Waktu beroperasi 05.45 – 18.15. Waktu menunggu bus sekitar 15-25 menit. Rute: International Terminal - Domestic Terminal - Hoang Van Thu - Nguyen Van Troi - Nam Ky Khoi Nghia - Cach Mang Thang Tam - Ben Thanh Market - Tran Hung Dao - Trung Son Residential Area.
  2. Bus 109 dengan harga VND 12.000 (jarak di bawah 5 km), VND 20.000 (jarak di atas 5 km). Waktu beroperasi 05.45 – 01.30 (hari berikutnya). Waktu menunggu bus sekitar 30 menit. Rute: International Terminal - Domestic Terminal - Hoang Van Thu - Nguyen Van Troi - Nam Ky Khoi Nghia - Ham Nghi - Ben Thanh Market - Pham Ngu Lao - 23/9 Park.
  3. Shuttle Bus 49 dengan harga VND 40.000. Waktu beroperasi 05.15 – 02.00 (dinihari). Waktu menunggu bus sekitar 30 menit. Rute: International Terminal - Domestic Terminal - Hoang Van Thu - Nguyen Van Troi - Nam Ky Khoi Nghia - Le Duan - Dong Khoi - Hai Ba Trung - Ham Nghi - Ben Thanh Market).
NB: VND 1 = Rp 0,5

Bus 109 yang siap membawa para turis ke pusat kota Ho Chi Minh City (Sumber: http://hoianairporttransfer.com)
Saya akan mendarat di Ho Chi Minh sekitar jam 9 malam, jadi kalau dilihat dari waktu beroperasinya, saya bisa naik bus 109 atau bus 49. Ketika saya mendarat pun memang ternyata masih tersedia kedua bus itu. Uniknya, ketika saya pengen naik bus 109 yang lebih murah, saya malah dialihkan ke bus 49 dengan harga yang sama, yakni VND 20.000 bukan VND 40.000. Mungkin karena pada saat itu bus 109 masih ingin menunggu penumpang di pesawat selanjutnya.

Baca juga: Naik Bus ke Cu Chi Tunnel? Siapa Takut!

Kawasan penginapan biasanya terletak di Bui Vien Street atau Pham Ngu Lao, kawasan ini pasti dilewati ketiga bus ini kok, jadi gak perlu khawatir.

Suasana pada pukul 9 malam ketika gue baru mendarat, sepiiiii banget anjir
Bagi yang mendarat pada dini hari di luar jam operasional bus, kamu bisa naik taksi juga. Ada banyak perusahaan taksi yang tersedia, diantaranya Vinasun Taxi, Mai Linh Taxi, Saigon Air Taxi,Vina Taxi, Happy Taxi, Comfort Savico Taxi, SaigonTourist Taxi, dan Hoang Long Taxi. Saya menyarankan kalian untuk naik Vinasun dan Mai Linh saja, karena termasuk terpercaya.

Nah dimana letak shuttel bus dan taksi di Bandara Tan Son Nhat? Kalau kamu pengen naik bus, silakan belok kanan setelah keluar dari kedatangan internasional, di sana sudah berjejer ketiga bus tersebut. Namun kalau kamu mau naik taksi, silakan ambil kupon taksinya di konter yang tersedia di sepanjang pintu kedatangan dan nanti akan dipanggil nomor kuponnya.

Informasi tambahan: tidur di bandara dan Wi-Fi bandara
Mau merasakan untuk tidur di Bandara Tan Son Nhat di Ho Chi Minh? Bisa banget. Menurut informasi yang saya dapatkan, para turis biasanya tidur di bangku-bangku yang tersedia di lantai satu dan lantai tiga.

Biasanya bisa juga tidur di bangku-bangku restoran yang sudah tutup. Restoran di Bandara Tan Son Nhat gak semuanya buka 24 jam, jadi bisa dimanfaatkeun oleh kita para traveler gembel hahaha.

Untuk para fakir Wi-Fi, jangan sedih, karena di Bandara Tan Son Nhat tersedia Wi-Fi yang lumayan kencang. Nama Wi-Fi nya adalah “TSN Free Wi-Fi Express”. Hanya tinggal daftar, login terus pakai deh itu internet sepuasnya.

And theeeeen, Welcome to Ho Chi Minh City, guuuuys!


***

Penasaran gimana serunya perjalanan sayadi sana? Nih ada vlog-nya, silakan ditonton geeengs. Subscribe channel saya juga ya kalo suka videonya! :)