Wednesday, April 19, 2017

Deretan Tempat Wisata di Melaka yang Wajib Dikunjungi

Siapa yang mau berlibur ke Malaysia? Bayar sendiri tapi hahaha. Ngomong-ngomong kalau lo ke Malaysia biasanya kemana? Jangan bilang ke Kuala Lumpur doang yak, soalnya Malaysia bukan hanya Kuala Lumpur loh. Masih banyak kota menarik lainnya yang bisa dikunjungi.

Salah satunya adalah Melaka, sebuah kota yang cantik dengan berbagai peninggalan sejarah yang penuh nilai. Terus apa saja sih yang bisa dilakukan di Melaka?

Visit Malaysia (Source: Visit Malaysia)
Kuala Lumpur dengan pemandangan pencakar langitnya (Sumber: Visit Malaysia)
Nih gue kasih tau ya, main ke Melaka itu paling seru berburu spot-spot untuk foto. Soalnya di sana banyak arsitektur unique nan asique. Melaka juga dinobatkan UNESCO sebagai World Heritage Site karena keunikannya.

Melaka kotanya gak luas-luas banget kok, jadi kalau mau keliling Melaka gak perlu lah pake peta #aleksombong #gebukinalek. Nah daripada bingung mau kemana saja di Melaka, berikut gue rangkum beberapa destinasi yang wajib lo kunjungi.

Stadthuys
Stadthuys adalah bangunan yang berada di pusat kota Melaka yang juga memiliki fungsi sebagai museum sejarah. Saran gue sih kalau mau datang ke sini, pagi atau siang hari saja, karena kalian bisa masuk ke dalam museumnya dan bisa belajar banyak sejarah tentang Melaka. Pada malam hari, Stadthuys akan menjelma menjadi latar yang indah untuk berswafoto dengan ornamen lampu kota yang ciamik.

Stadthuys yang bersebelahan dengan Christ Church, serba merah! (Sumber: malacca.ws)
Christ Church
Gereja tertua di Melaka ini dibangun pada abad ke-18 dan menjadi tempat ibadah bagi penganut agama Kristen Protestan – Anglikan. Gereja ini menjadi bukti kuat bahwa keragaman agama dan budaya di Melaka sudah berlangsung sejak lama dan sampai sekarang masih terjaga kerukunannya #alhamdulillahyah.

Baca juga: Mengunjungi Menara Kembar Petronas

A Famosa
Tempat ini adalah sebuah resort yang menyediakan petualangan safari, salah satunya bermain di taman air dan taman yang bernuansa barat kuno. Buat kalian yang hobi bermain golf, A Famosa bisa menjadi tempat yang wajib kalian datangi, karena di sini menyediakan arena bermain golf. Selain itu juga yang bawa pasangan bisa makan malam romantis di sini. Yang jomblo, gih sana cari pacar dulu baru ke sini hahaha.

Museum Sultan Melaka
Dulunya bangunan ini adalah tempat tinggal bagi keluarga Sultan Melaka. Kini bangunannya sudah direstorasi dan dijadikan museum yang setiap harinya bisa dikunjungi oleh wisatawan. Letaknya di pusat kota, sehingga sangat mudah untuk dicapai dari lokasi manapun di Melaka.

Megahnya Istana Sultan Melaka (Sumber: Wikimedia Commons)
Megahnya Istana Sultan Melaka (Sumber: Wikimedia Commons)
Museum Cheng Ho
Melaka dihuni banyak masyarakat keturunan Tiongkok sejak berabad-abad lalu. Peninggalan sejarah dari para leluhur mereka bisa kalian lihat di Museum Cheng Ho. Apa yang bisa di lihat di museum ini? Banyakkkkkk, misalnya ada peninggalan sejarah dari Dinasti Ming, ada juga replika kapal yang digunakan Laksamana Cheng Ho berlayar, hingga patung sang laksamana saat masih kanak-kanak.

Replika kapal layar Laksamana Cheng Ho (Sumber:gomelaka.my)
Kuil Cheng Hoon Teng
Kuil ini adalah salah satu tempat ibadah bagi penganut agama Konghuchu yang terbesar di Melaka. Dibangun puluhan tahun silam, sampai sekarang Kuil Cheng Hoon Teng masih menjadi pusat penganut Tri Darma di Melaka.

Di kuil ini pengunjung bisa melihat ritual ibadah penganut Taoisme, Konfusiusisme dan Buddha. Ada juga perayaan musiman seperti yang dilaksanakan di Indonesia contohnya Imlek dan Cap Go Meh yang dirayakan setiap tahun.

Masjid Kampung Kling
Ini adalah Masjid tertua di Melaka yang terletak di Jalan Tukang Emas atau juga dikenal sebagai Jalan Harmoni karena kerukunan umat beragama yang ada di sana. Sekilas, bangunan Masjid ini mirip dengan Masjid di Jawa dengan ujung atap yang bertumpuk dan berbentuk kerucut.


Masjid Kampung Kling yang tak kalah megahnya (Sumber: ThePoorTraveler)
Museum Maritim
Museum ini adalah destinasi wisata yang paling laris di Melaka. Setiap bulannya, museum ini dikunjungi lebih dari 20 ribu orang yang ingin melihat indahnya kapal-kapal milik pelaut Melaka yang terkenal ratusan tahun silam. Hmmm jadi penasaran.

Nah, gimana? Seru kaaaaan tempat-tempat di Melaka. Kuuuy kita ke sana bareng-bareng. “Naik apa tapi, lek?.” Hmmm naik Malaysia Airlines boleh tuh! Soalnya maskapai ini terbang setiap hari dari berbagai kota di Indonesia ke Malaysia, jadi gak cuma dari Jakarta sajaaaa. “Belinya dimana, lek?.” Ah elu ngapain bingung, sih? Coba buka Traveloka.com, di sana lo bisa booking tiket pesawat kapan saja, traveling is so simple right?

Tiket sudah di tangan? Yuk langsung cus ke Melaka...

Friday, April 14, 2017

Naik Bus ke Cu Chi Tunnels? Siapa Takut!

Berkunjung ke Vietnam bagi kalangan wisatawan Indonesia memang belum setenar jika berkunjung ke Singapura, Malaysia maupun Thailand. Namun ternyata Vietnam memiliki banyak pesona yang bisa dinikmati looooh.

Contohnya keunikan kota Ho Chi Minh (Saigon) dan Hanoi, mengunjungi situs sejarah Cu Chi Tunnels, mengeksplor padang pasir di Mui Ne, keindangan pulau-pulau di Halong Bay atau bahkan menelusuri puluhan sungai di Mekong Delta.

Bagi yang suka berwisata kuliner? Pho sudah pasti akan masuk dalam list makanan yang kalian santap di Vietnam.

Nah di postingan kali ini gue mau share tentang salah satu spot wisata yang sudah gue sebutkan di atas, apa itu? Cu Chi Tunnels atau dalam bahasa Indonesia-nya, Terowongan Cu Chi.

Apa Sebenarnya Cu Chi Tunnels itu?
Welcome to the Cu Chi Tunnels
Ikuti setiap petunjuk yang ada di Cu Chi Tunnels, ya guys
Sebelum pergi ke suatu tempat, pastinya kita harus tau dulu minimal tentang sejarah tempat itu atau kegunaan dari tempat itu. Nah, bagi yang suka sejarah pastinya akan tau Cu Chi Tunnels digunakan sebagai apa?

Yup, Cu Chi Tunnels dibangun oleh tentara Viet Cong untuk bersembunyi dan menyerang musuh mereka saat itu yakni Amerika Serikat sekitar tahun 1960an. Di dalam terowongan yang saling tersambung ini juga terdapat berbagai ruangan seperti ruangan medis, ruangan meeting, ruang istirahat, dll.

Bagaimana cara menuju Cu Chi Tunnel?
Menuju ke Cu Chi Tunnels dari Ho Chi Minh City terbilang mudah. Banyak terdapat agen perjalanan di kawasan Bui Vien Street yang melayani tur ke Cu Chi Tunnels. Harga yang ditawarkan mulai dari VND 250.000 atau sekitar IDR 125.000. Ini baru include transportasi dan makan ya, belum tiket masuk ke kawasan Cu Chi Tunnels-nya dengan harga VND 70.000 atau IDR 35.000.

Jadi total kalau pakai jasa agen perjalanan di sana ya sekitar VND 320.000 atau IDR 155.000. Ah mahal! Mending kita ngeteng bus aja yuk, lebih murah, santai dan nyaman.

Bus 79 akan membawa kalian menuju Cu Chi Tunnels
Bus 79 akan membawa kalian menuju Cu Chi Tunnels
Bus-bus di Vietnam (terutama Ho Chi Minh City) terbilang nyaman kalau menurut gue. Karena bus di sana ber-AC, tiketnya murah, selalu berhenti di halte, bersih, sekitar 5 menit sekali pasti ada, dsb.

Baca juga: Akomodasi di Jepang, Mulai dari Couchsurfing sampai Urbang Camping

Nah, ternyata bus-bus ini gak hanya ada di pusat kota, namun juga sampai ke distrik-distrik lain di Ho Chi Minh City, salah satunya Distrik Cu Chi. Jadi bisa banget kalau mau naik bus ke Cu Chi Tunnels. Caranya gimana kak? Oke Silakan simak penjelasan berikut.

  1. Dari penginapan kalian, silakan menuju ke BẾN CV 23/9 Bus Terminal (Koordinat: 10.767872, 106.6893) yang letaknya bersampingan dengan Lê Lai Street dan gak jauh juga kok dari Bui Vien Street dimana banyak terdapat penginapan di sana. Dari terminal bus ini, naiklah bus nomor 13 dengan tujuan akhir Cu Chi Bus Terminal. Harga hanya VND 7000 atau IDR 3500 dengan jarak tempuh 1,5 jam.
  2. Setelah menempuh 1,5 jam perjalanan dan sampai di Cu Chi Bus Terminal, silakan lanjut dengan naik bus nomor 79 untuk menuju Cu Chi Tunnels (Ben Duoc Tunnels). Waktu tempuh hanya 45 menit dan hanya membayar VND 6000 atau IDR 3000. Jangan lupa bilang ke kernet bus kalau lo mau menuju Cu Chi Tunnels dan minta diturunin di sana.
  3. Nikmatilah perjalanan kalian dengan melirik kiri kanan jendela bus untuk melihat perkampungan Vietnam. Perjalanan ini juga akan melewati sawah-sawah yang di sana biasanya terdapat kerbau yang sedang bersantai. Aaaah nikmatnya.
  4. Setelah perjalanan selama 45 menit, kalian akan melihat papan bertuliskan Cu Chi Tunnels berwarna biru di suatu pertigaan. Turun di sana dan berjalanlah ke sebelah kiri, di sana kalian akan melihat gapura berwarna merah, yang mungkin artinya selamat datang di Cu Chi Tunnels.

Pertigaan tempat berhenti wisatawaan saat menaiki bus ke Cu Chi Tunnels
Pertigaan tempat berhenti wisatawaan saat menaiki bus ke Cu Chi Tunnels
Yeaaah mudah dan murah bukan?

Saatnya mengeksplor Cu Chi Tunnels!
Nah, dari gapura yang tadi kalian lewati silakan terus berjalan (lurus dan agak belok ke kiri) sampai melihat pos tiket di sebelah kiri. Harga tiket masuk + guide adalah VND 70.000.

Setelah mendapatkan tiket, tanya penjual tiketnya harus berjalan kemana. Soalnya jalan dari pos tiket ke Cu Chi Tunnels lumayan jauh dan diantara hutan-hutan. Jangan sampai tersesat, ya hahaha.
Gapura Cu Chi Tunnels
Gapura Cu Chi Tunnels
Setelah berjalan sekitar 15 menit, kalian akan melihat papan dengan tulisan “Entrance to the tunnel”, ikuti papan petunjuk itu dan sampailah di meeting point. Di meeting point ini biasanya peserta menunggu peserta lainnya sampai memenuhi kuota.

Ketika sudah memenuhi kuota, kalian akan dibawa ke sebuah bangunan audio visual untuk diputarkan film dokumenter tentang terowongan ini. Di sini kalian sudah ditemani oleh guide yang nantinya akan membawa kalian menyusuri terowongan selama tur.
Pos tiket Cu Chi Tunnels
Pos tiket Cu Chi Tunnels

Pada saat tur, peserta akan ditunjukkan oleh guide, dimana letak pintu masuk terowongan yang sama sekali tidak terlihat! Sungguh ajaib ketika guide mengangkat sebuah tanah yang ternyata itu adalah pintu terowongan.

"Buseeeet!," umpat gue ketika melihat terowongan ini sungguh kecil. Kemudian peserta diminta mencoba masuk satu persatu. Buat gue, memasuki terowongan ini sangatlah mudah karena badan gue juga kecil. Tapi untuk bule-bule, dibutuhkan usaha yang maksimal karena badan mereka juga besar. Pantas saja Amerika kalah perang hahaha.
Berpose saat memasuki Cu Chi Tunnels
Momen terbaique saat memasuki terowongan
Pada saat tur, kami memasuki 3 terowongan dan 2 diantaranya terdapat ruangan-ruangan besar yang multifungsi. Kemudian di terowongan terakhir, kami melewati terowongan yang cukup panjang, sekitar 20 meter. 20 meter itu panjang sooob! Karena kita berjalan melintasi terowongan ini dengan berjalan jongkok. Iya, jalan jongkok!

Jadi, siap-siap paha dan betis kalian nyut-nyutan, ya! hahaha.

Di akhir tur, peserta bisa menikmati hidangan berupa kentang/singkong rebus dengan bumbu asinan ala Vietnam. Buat kita orang Indonesia mungkin  sudah biasa, ya makan beginian.

So far, gue sangat menikmati tur Cu Chi Tunnels ini. Meskipun menurut gue kurang lama sih. Karena penjelajahannya kurang jauh dan penjelasannya terkesan terburu-buru. Jadi kurang bisa menikmati momen di setiap terowongan.

But, hell yeah. Gue baru saja mencoret satu bucket list gue untuk mengunjungi Cu Chi Tunnels.

Nah, sekarang mari kita hitung-hitungan biaya (dengan menaiki bus) yang tadi sudah disebut di atas.

  • BẾN CV 23/9 Bus Station ke Cu Chi Bus Terminal: VND 7.000 x 2 = VND 14.000
  • Cu Chi Bus Terminal ke Ben Duoc (Cu Chi Tunnels): VND 6.000 x 2 = VND 12.000
  • Tiket masuk Cu Chi Tunnels: VND 70.000
  • TOTAL: VND 96.000 atau IDR 48.000

Tiket bus dari Saigon ke Cu Chi
Tiket bus dari Saigon ke Cu Chi
Dengan uang kurang dari Rp 50.000, kalian sudah bisa mengunjungi Cu Chi Tunnels dan merasakan petualangan yang akan selalu terkenang sepanjang hidup kalian, yeaahahaha.

Selamat berpetualang, temanque!

Wednesday, April 12, 2017

Melipir ke Menara Kembar Petronas saat Transit 7 Jam di Kuala Lumpur

Sebagian orang berpikir, waktu transit adalah waktu yang paling membosankan dan sebagian lagi berpikir bahwa waktu transit merupakan waktu yang sangat menyenangkan. Nah kalau lo ada di tim yang mana?

Kalau gue sih ada di tim kedua, yang menyatakan bahwa waktu transit adalah waktu yang sangat menyenangkan! Woyoooo. Kenapa gue memilih ini? Ya karena pada saat transit kita bisa melakukan apa saja yang seru-seru. Contohnya muter-muter di bandara, beli barang-barang unik yang dijual, godain cewek-cewek, atau bahkan bisa jalan-jalan ke kotanya!

“Hah emang bisa lek jalan-jalan ke kota pas transit?.“ Bisa banget cuuuy. Tapi waktu transit lo harus lebih dari 5 jam biar aman. Soalnya biasanya letak bandara kan agak jauh tuh dari pusat kota, juga kalau penerbangan internasional lo harus udah ada di bandara 2 jam sebelum penerbangan.

Saat gue melakukan perjalanan keliling negara Indochina selama 10 hari, gue memutuskan untuk transit sejenak di Kuala Lumpur. Sebenarnya flight pertama gue itu dari Jakarta ke Ho Chi Minh (Vietnam), tapi karena gue pakai penerbangan promo Air Asia jadinya harus transit dulu. Waktu transit pun gue perpanjang dari biasanya 3 jam ke 7 jam. Jadi gue punya waktu untuk jalan-jalan sejenak di Kuala Lumpur ahaaaay.

Baca juga: Deretan Tempat Wisata di Melaka

Dari 7 jam transit ini, banyak pilihan tempat wisata di Kuala Lumpur yang bisa lo kunjungi, misalnya Menara Kembar Petronas, Batu Caves, Bukit Bintang, Menara Kuala Lumpur, dan lain sebagainya. Dari sekian banyak destinasi wisata ini, gue memutuskan untuk pergi ke Menara Kembar Petronas saja. Lebih prestisius gitu lah, sekaligus ngajak cewek gue juga yang belum pernah liat menara kembar ini.

Cara dari Kuala Lumpur International Airport (KLIA) ke Menara Kembar Petronas
Bagaimana caranya? Mudah sekaleeeee. Seperti yang kita tau lah ya, transportasi di Kuala Lumpur sudah lengkap, ada bus, LRT, MRT, KRL, Monorail, Grab dan Uber juga ada. Nah, kalau dari KLIA pilihannya ada dua, yaitu bus atau kereta bandara.

Kalau kalian memilih naik kereta bandara atau KLIA Ekspres (bisa naik dari KLIA atau KLIA2) menuju KL Sentral, harga tiketnya RM 55 (sekitar Rp 166.000) atau kalau mau lebih nyaman beli tiket pulang pergi saja seharga RM 100 (sekitar Rp 300.000). Kereta ada setiap 15 – 20 menit sekali, jadi woles laaah.

Mau cara lebih murah? Naik bussss!

Kalau mau naik bus dari KLIA atau KLIA2 ke KL Sentral, silakan menuju ke Bus Counter di Level 1 (lantai 1). Beli tiketnya langsung di loket dengan harga hanya RM 12 (Rp 36.000), harga pulang pergi hanya RM 24 (Rp 72.000).  Murah banget kan, bedanya lebih dari 200 persen sama kereta bandara hahaha.

Kalau bus bandara adanya 30 menit sekali, jadi ini wajib kalian perhatikan ya. Jarak tempuh dari KLIA ke KL Sentral naik bus sekitar 1 – 1,5 jam, tergantung kondisi lalu lintas.

Sudah sampai KL Sentral terus naik apa lagi?

LRT Rapid KL
Membeli tiket LRT/Rapid KL sangat mudah dengan mesin otomatis
KL Sentral adalah stasiun terbesar di Kuala Lumpur atau bahkan di Malaysia, jadi segala moda transportasi tersedia di sini. Kalau gue menyarankan sih, mending naik LRT atau biasa juga disebut Rapid KL. Silakan naik LRT Kelana Jaya Line menuju KLCC (stasiun dekat Menara Kembar Petronas). Dengan harga sekali jalan yang sangat murah, yakni RM 1.20, kalau pulang pergi jadi RM 2.40 (Rp 7.000).

Setelah itu? Sampailah Anda di KLCC, dari KLCC silakan berjalan kaki menuju Menara Kembar Petronas yaaa.

Apa yang bisa dilakukan di Menara Kembar Petronas?

Yang pasti berswafoto wajib kalian lakukan untuk kenang-kenangan. Setelah itu ya santai-santai saja sambil bincang-bincang asique. Saran gue sih silakan menuju ke Taman KLCC dan nikmati pemandangan Menara Kembar Petronas ditemani oleh hijaunya rumput taman.

Menara Kembar Petronas
Abaikan dua orang di depan Menara Kembar Petronas ini
Namun jangan sampai terlena, karena kita harus kembali lagi ke bandara untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya. Dengan cara ini, waktu transit tidak lagi menjadi waktu yang membosankan, melainkan menjadi waktu yang sangat menyenangankan dan mendebarkan, yoooots!

Have a pleasant trip, guuuuys!

Sunday, March 19, 2017

Suka Naik Gunung? Perhatikan 10 Tips Aklimatisasi Ini

Waaaah sepertinya musim hujan udah mau berakhir, nih. Paling enak kalau di pertengahan musim gini ya naik gunung. Kenapa? Soalnya rumput masih hijauuuu dan pohon-pohon juga masih rindang. 

Beberapa minggu yang lalu gue sempat hadir di acara bincang-bincang di Consina Outdoor tentang "Sharing Tips Mendaki Gunung". Asyik ngets sharing-nya, selain belajar bagaimana cara mendaki gunung yang baik dan benar, kita juga tau bagaimana cara mengatasi supaya kita tetap sehat bugar saat mendaki.

Salah satunya yang paling gue perhatikan adalah tips bagaimana kita terhindar dari penyakit ketinggian atau Altitude Mountain Sickness (AMS) saat mendaki gunung.

Ini penting banget nih! Jadi naik gunung ya gak cuma sekedar mengejar puncaknya doang, tapi tujuan utamanya adalah kita berangkat dengan kondisi sehat dan berhasil pulang ke rumah dengan kondisi yang sehat pula.

"Teknik tersebut adalah teknik aklimatisasi. Aklimatisasi merupakan upaya penyesuaian fisiologis atau adaptasi terhadap suatu lingkungan baru yang akan dimasuki. Untuk mendaki gunung, konteks aklimatisasi di sini adalah penyesuaian tubuh terhadap ketinggian tertentu," kata Mountain Guide di Indonesia Expeditions, Rahman Muchlis,

Nahhh dari hasil sharing itu, gue rangkum beberapa tips tentang aklimatisasi nih yang disaring dari beberapa narasumber.
  1. Mendakilah dengan ritme yang konstan dan perlahan, hindari mendaki terlalu cepat saat memasuki zona altitude yang lebih tinggi. Naik gunung jangan buru-buru kayak dikejar zombie, yak.
  2. Untuk proses aklimatisasi yang lebih baik, Mas Rahman menjelaskan, "Mendakilah ke tempat yang lebih tinggi dan bermalamlah di tempat yang lebih rendah."
    Contohnya dalam kasus mendaki gunung di atas 4.000 mdpl, jika jarak antara pos A dan pos B melampaui ketinggian 4.000 mdpl, dari pos A mendakilah ke pos B. 
    Kemudian, turunlah kembali ke pos A untuk bermalam di sana. Proses ini akan membuat aklimatisasi berjalan lebih baik. Inilah seni mendaki gunung.
  3. Minum secara teratur, setidaknya 4-7 liter per hari. Ingat! Minum air putih jangan minum air pipis sendiri.
  4. Makan-makanan berkalori dan bernutrisi tinggi. Mungkin kayak buah atau sayuran. Kalau gak ada sayuran, jangan makan daun, ya -_-.
  5. Istirahat dan tidur yang teratur, kurang lebih 6-8 jam. Kurangnya istirahat dan tidur akan membuat kerja tubuh kurang maksimal. Nih yang sering begadang di gunung.
  6. Tenang dan tidak terlalu banyak melamun. Lakukanlah aktivitas ringan untuk menjaga tubuh supaya tetap bergerak. Disarankan juga untuk beraktivitas di cahaya matahari pada siang hari daripada tidur. Jika tidur, intensitas pernafasan akan menurun dan memperburuk gejala AMS.
  7. Hindari mengonsumsi alkohol, tembakau, dan obat penenang (contohnya obat tidur). Hal ini dapat menghambat pernafasan dan memperburuk gejala AMS. Jadi yang doyan nyimeng dan kobam, berhenti dulu dah.
  8. Gunakan seluruh pakaian dan peralatan sesuai dengan kebutuhan dan ketinggiannya.
  9. Jika mulai terjadi gejala penyakit ketinggian seperti pusing, mual, dan sesak nafas, jangan mendaki lebih tinggi sampai gejala tersebut hilang. Jika gejala meningkat, turunlah ke tempat yang lebih rendah.
  10. Perlu diingat bahwa kemampuan adaptasi setiap orang terhadap ketinggian berbeda-beda. Pastikan setiap orang dalam tim Anda telah beradaptasi dengan baik terhadap ketinggian dan iklimnya sebelum naik ke tempat yang lebih tinggi.
Bagaimana? Sudah siap menjelajah dan mendaki gunung kembali dengan tips-tips di atas? Let's goooooo!
Saat berhasil menginjakan kaki di Puncak Mahameru, Gunung Semeru (2013)

Monday, March 13, 2017

Mau ke Jepang? Ikut Open Trip Ini, yuk!


Jepang akhir-akhir ini sepertinya semakin tenar ya dikalangan wisatawan Indonesia. Gue bilang begini bukan tanpa bukti. Dari empat travel fair yang gue datangi pada bulan Februari-Maret 2017 dan dari puluhan pengunjung yang gue tanya serta beberapa tour operator yang juga gue ajak ngobrol, semua sepakat menjawab bahwa JEPANG merupakan destinasi paling favorit saat ini.

KIMOCHIIIIII~

Memang gak diragukan, sih, Jepang jadi favorit wisatawan Indonesia karena memang mulai tahun lalu, wisatawan Indonesia dimudahkan dengan hadirnya free visa bagi pengguna e-passport. Selain itu berbagai pilihan destinasi wisata di sana juga beragam.

Ada wisata budaya (baik budaya kuno maupun pop culture-nya), wisata alam (bunga sakura, salju, musim gugur, Gunung Fuji, dan lain sebagainya), wisata sejarah (Hiroshima dan Nagasaki), wisata teknologi, sampai wisata sex malamnya juga terkenaaaaal.

Atas dasar itu semua gue jadi kepikiran untuk mengadakan sebuah open trip ke Jepang dengan harga yang sangat terjangkau namun tetap mengedepankan kenyamanan serta keseruan peserta. Yoooks.

So, gue bekerjasama dengan Taxpacker -sebuah travel consultant yang terkenal baik hati menjual tiket murah/promo- untuk mengadakan sebuah open trip ke Jepang!

Ke Jepangnya kemana sajaaaa?

Sudah barang tentu kalau ke Jepang, kota yang pertama kali disebut adalah Osaka, Kyoto dan Tokyo. Betul tidakkkk? Udah betulin aja biar cepet.

Naaaah, tiga kota itu tentu saja akan menjadi destinasi utama dalam perjalanan 9 hari ke Jepang ini. Wuooooooh 9 hari!

Selain menuju ke ketiga kota itu, kita juga nanti akan melihat keindahan dan kemegahan Gunung Fuji, lho! Hah, belum puas juga? Okedeh, kita juga akan mengunjungi rumahnya Doraemon di Museum Fujiko F. Fujio! Kapan lagi yekan ketemu sama Doraemon asli di sana + mengunjungi rumah Nobita?

Gimanaaaa?

Ada juga nih khusus Trip Tokyo + Yokohama dan Gunung Fuji buat kalian yang gak bisa cuti lama-lama.



Nah daripada kalian penasaran, mending gue kasih itinerary-nya aja, ya. Di sana sudah lengkap tertulis jadwal perjalanan, include & exclude, harga, dan kawan-kawannya. Patut diingat juga, open trip ini kuotanya terbatas yaaaa, jadi siapa cepat dia akan dapat!

vvv



NB: Postingan ini akan di-update secara berkala terkait pelaksanaan tur, jadi tetap pantau blog ini, yaaaa...

Saturday, March 4, 2017

Kenalkan Teman Makan-makan Gue, Appetti


Pada zaman edan globalisasi ini, khususnya zaman milenial, hampir semua orang suka hal yang simpel. Simpel di sini bisa juga berati instan. Melakukan sesuatu dengan hal yang simpel atau instan, membuat waktu yang dibutuhkan juga tidak terlalu banyak. Jadi lebih efisien waktu.

Seperti apa contohnya? Banyakkkk. Contohnya, kita mau tau berapa harga tiket bus/kereta dari A ke B, sekarang banyak tersedia aplikasi untuk mengetahui harga tiket transportasi tersebut, bahkan kita juga bisa tau jarak antar stasiun, berhenti di mana saja, apakah harus transit, dan lain sebagainya.

Melalui satu aplikasi, semua tersedia lengkap, itulah yang gue maksud simpel atau instan di atas.

Gue suka jalan-jalan, selain gue membutuhkan aplikasi untuk transportasi, gue juga membutuhkan aplikasi untuk mengetahui rumah makan atau restoran terdekat. Karena makan adalah salah satu komponen penting suatu perjalanan, supaya kita tetap fit, sehat dan bugar. Ayey.

Nah kalau sudah menyangkut masalah makan-makan, gue mempercayakan hal ini ke sebuah website yang itu “ok oce” banget. Apaan tuuuuuh?

Sunday, February 19, 2017

Catat! 5 Cara Mendapatkan Tiket Promo



Ciyeeee kepo buat tari tiket promo yaaa… Welcome to the club, wahai para pencari tiket promo. Memang sih ya, traveling di zaman sekarang ini sudah menjadi aktifitas yang wajib dilakukan setelah tidur-makan-beraq.

Saking hebohnya traveling, bahkan bawaannya pengen bolos kuliah mulu atau minta cuti kerja mulu. Wajar kok itu tenang, soalnya gue mengalami hal itu juga hehe.

Nah di sini gue mau share sedikit nih tentang bagaimana sih caranya mendapatkan tiket pesawat PROMO. Biar traveling pun lebih irits haha. Berikut gue hadirkan lima tipsnya.

1. Berdoa
Tentu sajaaa ini adalah hal pertama dan utama yang harus lo lakukan hahaha. Tanpa izin Tuhan Yang Maha Esa, tiket promo tidak akan bertebaran di muka bumi ini. Jadi, mari kita berdoa supaya tiket-tiket promo itu selalu ada dilindunganNya dan dilimpahkan ke kita semua, amiiiin.

2. Email Newsletter
Setiap maskapai pasti mempunyai newsletter berlangganan yang dikirimkan ke email yang sudah terdaftar. Terus bagaimana cara daftarnya? Silakan menuju ke website masing-masing maskapai yang kalian incar tiket promonya, kemudian cari informasi untuk mendaftar newsletter.

Biasanya sih ada di home/beranda website-nya. Biasanya agak ngumpet.

Contoh daftar newsletter untuk AirAsia
(Biasanya emang tertera di kanan atas)
Kenapa newsletter? Karena info newsletter biasanya berisi tentang program terbaru dari maskapai itu, contohnya tiket promo, rute terbaru, menu makanan terbaru, dll. Dan kalian akan mendapatkan informasi itu dengan mudah, yang akan dikirim ke email langsung. 

Friday, January 27, 2017

Warna-warni Perjalanan Bali-Lombok-Sumbawa


Diancam oleh Preman di Pelabuhan Padang Bai!
Sebelum bercerita lebih jauh tentang perjalanan lanjutan gue dari Pulau Bali, gue mau sedikit flashback dulu nih. Saat kami ingin menyeberang dari Pulau Bali menuju Pulau Lombok, kami mengalami sedikit masalah di Pelabuhan Padang Bai. Ada preman yang menguntit kami!

Keadaan saat itu memang sudah larut, sekitar pukul 10 malam. Kami berencana untuk langsung membeli tiket kapal karena kapal menuju Lombok sudah bersandar sedari tadi. Tapi di perjalanan menuju loket, ada seseorang yang mengikuti kami dan menawari kami tiket. Memang tiket yang dia tawari sama harganya dengan tiket yang tersedia di loket, yaitu Rp. 35.000. Tapi kami tetap bersikeras untuk membeli tiket resmi di loket. Dan apa yang terjadi? Kami diancam olehnya! “Kalian mau beli tiket di saya, atau mau robekan?”. What the ffffffuck. Robekan itu maksudnya apa booooos? Untung aja, kawan gue yang bernama Zen paham betul maksud kata ‘robekan’ itu, dan kami pun menuruti kemauan si preman untuk membeli tiket darinya.

Dituntunnya kami oleh preman itu menuju kapal yang akan membawa kami ke Lombok. Dengan perasaan was-was kami berempat diam seribu bahasa. Berharap si preman tidak berbuat macam-macam. Kondisi saat itu sepi. Hanya ada kami berempat dan si preman yang berjalan menuju dermaga. Tinggal beberapa penjual kaki lima saja yang masih berjualan.

Singkat cerita, kami berhasil sampai kapal dan membayar uang tiket ke preman tersebut. Sesuai kesepakatan, Rp.35.000 untuk 1 orang, jadi total Rp 140.000. Kami bayar uang pas! Sesudah kami membayar, si preman itupun langsung melengos pergi. Kami masih diam seribu bahasa, kemudian langsung naik ke deck kapal dan siap berangkat ke Lombok.

Bukan, ini bukan premannya. Ini Arkun yang sudah mengantuk hahaha.
(Note: Tuh bisa dilihat, kondisi kapal pun sepiiii)
Kami pun berbincang-bincang masalah tadi. Ternyata yang dimaksud ‘robekan’ dari si preman adalah ancaman untuk kami. Artinya dia bisa saja mengeluarkan pisau dan menusuk salah satu dari kami. Anjjjjjj*ng serem juga itu. Ternyata memang tidak disarankan untuk berada di pelabuhan pada malam hari. Yang gue heranin adalah, saat si preman dan kami melewati petugas pelabuhan, si petugas hanya melihat dan diam saja, tanpa memeriksa kami apakah sudah punya tiket atau belum. Berarti mereka sudah tahu, kalau kami sedang diprospek oleh si preman. D*mn, hal kayak gini harus benar-benar diberantas sih kalau pariwisata Indonesia ingin lebih baik!

Semoga pengalaman di atas bisa jadi pelajaran buat kita semua kedepannya.

Skip Lombok dan Lanjut ke Sumbawa
Pada dasarnya ini adalah kali pertama gue menginjak Pulau Lombok. Pengen banget eksplor gili-gili indah di sini, tapi apa daya waktu yang tersedia sepertinya gak cukup dan kami juga ingin memfokuskan dulu trip ini di Flores. Jadi, kami hanya transit beberapa jam di Lombok dan setelahnya kami melanjutkan perjalanan overland menuju Bima (Pulau Sumbawa).

Di perjalanan overland ini, kami menaiki bus Surya Kencana dengan tiket perorangnya sekitar Rp.220.000 dengan lama perjalanan sekitar 12 jam. Kami berangkat dari Terminal Bus di Mataram sekitar jam 11 siang dan sampai di Bima sekitar jam 11 malam. Harga tiket tersebut sudah include tiket ferry dan makan dua kali. Lumanyun laaaah.

Perjalanan overland Lombok-Sumbawa ini sungguh tak terasa. Karena di kanan kiri, kami selalu disuguhi pemandangan yang jarang kami lihat sebelumnya di Pulau Jawa. Saking gak kerasanya, tiba-tiba bus sudah sampai di Pelabuhan Kayangan, sebuah pelabuhan paling timur Lombok dan siap menyeberang ke Pelabuhan Pototano, Sumbawa.

Kerlap-kerlip lampu kapal di Pelabuhan Pototano
(Foto oleh Arkun)
Perjalanan di Selat Alas untuk menuju Pulau Sumbawa ini hanya ditempuh sekitar 2 jam perjalanan. Perjalanan selama 2 jam pun pasti tak terasa karena para penumpang di atas kapal selalu disuguhi pemandangan indah alam Lombok dan Sumbawa, salah satunya pemandangan Gunung Rinjani yang terlihat begitu megah.

Bima, kami datang!
Setelah 12 jam di perjalanan overland ini, kami merasa bahwa pantat kami ini semakin tepos hahaha. Tapi rasa cape itu langsung sirna, karena kami disambut oleh bibi dan pamannya Zen. Ngomong-ngomong kami akan menumpang beberapa hari di rumah paman dan bibi. Sambutan itu berupa senyum tulus dari mereka dan segelas teh manis hangat. Mmmhh nikmat eeee

Keesokan harinya, kami diajak oleh paman untuk berkeliling Bima. Gak seluruh Bima dikelilingin juga sih hehe, tepatnya hanya ke Desa Dena dan Desa Campa. Di sana kami melihat keseharian warga desa menjalani aktifitasnya. Selain mengamati aktifitas warga desa kami juga sempat mengobrol dengan beberapa warga dan beberapa remaja yang sedang menjalani masa KKN dari kampusnya di Desa Campa.

Suasana damai di Desa Campa
Ternyata warga Bima murah senyum dan sangat ramah! Ketika kami melirik ke sebuah rumah tradisional di sana yang berbentuk seperti rumah panggung, kami dipersilahkan untuk masuk ke dalamnya dan sempat mau disuguhi jamuan khas desa.

Tapi sayang, kami tak bisa berlama-lama di sana, karena kami mempunyai agenda lain, yaitu mengunjungi kolam mata air Madapangga di sebuah daerah bernama Sila. Biasanya banyak pengunjung yang mengunjungi kolam mata air ini, tapi kebetulan karena saat itu bukan akhir pekan, jadi hanya ada kami dan beberepa anak-anak yang bermain air di kolam tersebut.

Tak ragu-ragu, kami langsung menyeburkan diri ke dalam kolam, byurrrrrrr! Wah segarnyaaaa. Di cuaca yang cukup terik ini, berendam di kolam alami yang segar memang jawaban yang tepat hahaha. Anak-anak yang sedari tadi bermain pun ikut bergabung bersama kami bermain air. Aaaah sungguh senangnya.

Bermain air bersama anak-anak Bima
Tiba-tiba, Zen keluar dari kolam dan menuju ke sebuah pohon. Dia memetik beberapa biji buah. Tapi gue belum tau itu buah apa. Dia kembali dengan membawa segenggam buah itu dan menyuruh kami untuk mencicipinya. Hemmmm rasanya asem-asem nikmattttt! Jujur gue belum pernah nemu jenis buah ini dimanapun. Ternyata, pohon buah ini memang tidak tumbuh di Pulau Jawa, nama buahnya adalah buah sambi. Bentuknya kayak buah menteng. Bisa digigit langsung dan dihisap isinya.

Ini yang namanya buah sambi.
The squad! (ki-ka: Gita, Zen, Arkun, gue)
Setelah puas bermain air, kami beranjak melanjutkan ke pemberhentian selanjutnya, yaitu sebuah warung tradisional tak jauh dari rumah paman. Ternyata di warung tersebut menjual sebuah minuman khas Bima, yaitu mina sarua. Mina sarua ini berbahan dasar rempah-rempah dan tape. Cocok diminum di malam hari ketika udara dingin mulai menyeruak. Mengobrol di sejuknya angin malam Bima (Sila) dan ditemani dengan hangatnya mina sarua, membuat malam itu terasa syahdu. Sungguh syahdu.
Menikmati hangatnya mina sarua di sejuknya malam.
Petualangan kami di Bima pun berakhir karena keesokan harinya kami bergegas menuju pelabuhan untuk melanjutkan perjalanan laut menuju Reo, sebuah kecamatan di Kabupaten Manggarai, Flores. Terimakasih atas keramahan dan kehangatanmu, Bima. Terimakasih juga untuk paman dan sekeluarga. Semoga kita semua dipertemukan kembali di perjalanan selajutnya.

And the journey continuous...