Saturday, March 9, 2013

Kawasan Kota Tua dan Benteng Vredeburg

Halooo abang none encang encing enyak babeh...
Apa kabarnye, nih?? Semoga baik-baik aje yeee..

7 Februari 2013
Haha mungkin logat asli betawi seperti itu sudah jarang ya kita dengar. Anak zaman sekarang mah bahasanya gaul-gaul men, bahasa Betawi seperti itu mungkin terkesan kampungan, tapi enggak buat gue. Jadi ceritanya gini, gue secara gak sengaja main ke museum-museum di Kawasan Kota Tua Jakarta. Kok gak sengaja? Ya soalnya gak direncanain. Rencana awalnya gue sama Gita cuma ke Kantor Imigrasi buat nemenin Gita bikin paspor. Eh tapi prosesnya cepet, cuma ngasih berkas, selesai. Nahhh yaudah kami main-main aja ke Museum Wayang dan Museum Fatahillah di Kawasan Kota Tua Jakarta.

Biaya masuk ke Museum Wayang seharga Rp. 10.000, cukup murah untuk bisa melihat sejarah didalamnya. Selain masuk museum wayang, kami juga masuk Museum Fatahillah dengan HTM sebesar Rp.5.000. Emang sih harga tiket masuknya naik, mungkin demi perawatan museumnya kali ya. Gpp deh biar Kawasan Kota Tua Jakarta semakin terawat dan rapih, biar Jakarta punya tempat yang dibanggakan ke wisatawan. Gue juga sempat baca berita kalau pemerintah Belanda mau membantu merawat Kawasan Kota Tua Jakarta. That is good. Belanda yang dahulu beda lho sama Belanda yang sekarang, jangan negatif thinking melulu hehe.

Sayang gue gak punya kamera yang mumpuni jadi foto yang bisa gue abadikan cuma sedikit. Ini pertama kalinya gue menikmati banget jalan ke sini. Biasanya gue ke sini cuma nongrong-nongkrong (dulu waktu zaman sekolah). Sekarang gue sudah bisa menikmati bangunan yang ber-arsitektur khas Belanda ini.

Museum Wayang (sumber : google.com)
Keren pemandangannya kalau sepi begini
Beberapa hasil revolusi lambang kota Jakarta
Pemandangan dari jendela Museum Fatahillah
Museum Bank Mandiri
Keren bukan? Iya kalau kita jaga dan kita rawat pasti akan lebih keren dari ini. Jadi, ayo kita rawat warisan budaya Indonesia :))).

17 Februari 2013
Nah, kalo 10 hari yang lalu gue ke Kawasan Kota Tua Jakarta, sekarang gue ke Benteng Vredeburg di Jalan J. Ahmad Yani dekat 0 km Jogja. Dengan segala hormat, gue akui perawatan di Benteng Vredeburg ini masih jauh lebih baik daripada perawatan di Kawasan Kota Tua Jakarta. Saluttt. Bangunannya terawat, sampah gak berserakan, gak bau pesing, dll.

Ngobrol santai
Sama ceritanya, gue ke Benteng Vredeburg tanpa ada rencana. Karena rencana utama gue adalah datang ke acara Workshop Creative Writing-nya mbak Sari Musdar di Indische Koffie yang ada di dalam kawasan Benteng.

Tapi sayang kalo gak jalan keliling di dalam benteng. Apalagi gue gak kena bayar tiket masuk muehehe. Walau hari itu sudah sore dan semua pintu museum ditutup tapi gak masalah buat gue. Gue lebih interested sama arsitektur bangunan daripada benda-benda kecil hehehe. Nyamaaan banget walk-trip di sini walaupun sendirian, hanya ditemani hujan rintik-rintik dan orang-orang yang neduh. Sepertinya pemerintah kota Jakarta harus belajar banyak dari pemerintah DIY. Warganya juga harus lebih lebih kritis untuk membantu merawatnya, bukan malah ngerusakin.







Ayooooo rawat dan jagalah tempat-tempat bersejarah kita :))). Gue yakin kalau sektor ini lebih diperhatikan, Indonesia pasti akan lebih mendunia..

0 comments:

Post a Comment